Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Manajemen Risiko Rantai Pasok Usahatani Cabai Rawit di Desa Bulontala Timur, Kabupaten Bone Bolango Mohamad Alwis Saputra Gintue; Amelia Murtisari; Ramlan Mustafa
Agricultural Socio-Economic Empowerment and Agribusiness Journal Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Magister Agribisnis, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrisema.v4i1.101401

Abstract

Chili pepper is one of the vegetable plants that can be harvested repeatedly; not only that, but chili pepper also has high economic value and is rich in nutrients. This study aims to determine the level of risk occurrence of the chili supply chain in the Al-Hidayah farmer group, East Bulontala Village, and to determine the severity of the risk of the chili supply chain in the Al-Hidayah farmer group, East Bulontala Village. The method used is the Supply Chain Operation Reference (SCOR) to identify potential risks at each stage of the supply chain, from planning, production, to distribution. The results of the study showed that the level of risk occurrence at the farmer level was in the small risk category, with a total risk value reaching 141.2 and an average of 28.24. Furthermore, the level of risk at the trader level was in the small risk category with a total risk value of 127.7 and an average value of 25.54. Then, for the level of risk occurrence at the consumer level, it was in the small risk category with a total risk value of 163.2 and an average value of 32.64. Then for the level of risk severity at the farmer level is in the small risk category with a total value of risk severity of 199.6 and an average value of 39.92. Furthermore, the level of risk severity at the trader level is in the small risk category with a total value of risk severity of 169.7 and an average value of 33.94
The Role of the Good Agricultural Practices (GAP) Program in Enhancing the Income of Maize Farmers in Tilongkabila District Yanti Saleh; Ramlan Mustafa; Dwi Kurniawan Dondo
Economics and Digital Business Review Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v7i1.3629

Abstract

Indonesia, as an agrarian country, has great potential in the development of maize as an important commodity for food, animal feed, and industrial raw materials. However, maize productivity in various regions still faces several challenges, including land degradation, climate change, and pest and disease attacks. To address these issues, the government has introduced Good Agricultural Practices (GAP) as guidelines for sustainable cultivation aimed at improving productivity and farmers’ income. This study aims to analyze the role of the GAP program in increasing the income of maize farmers in Tilongkabila District, Bone Bolango Regency. The research employed a quantitative approach using a survey method. The sample was selected purposively and consisted of 30 maize farmers who had implemented GAP for more than one planting season. Data were collected through observation, questionnaire-based interviews, and documentation, and were analyzed using a Likert scale to assess the role of GAP in terms of production, cost efficiency, and the quality and selling price of harvested maize. The results indicate that the GAP program plays a very significant role in increasing production yields with a score of 83.3%, contributes to production cost efficiency at 79.5%, and has a very strong role in improving product quality and selling prices with a score of 82.4%. These findings demonstrate that the implementation of GAP provides a tangible contribution to increasing maize farmers’ income through higher productivity, cost savings, and improved crop quality.
MANAJEMEN RANTAI PASOK GULA SEMUT AREN KELURAHAN POLOHUNGO KECAMATAN LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO (STUDI KASUS Di PT SENTRA MULIA SEJAHTERA) Putri Wulandari; Asda Rauf; Ramlan Mustafa
Mediagro: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 22 No 2 (2026): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v22i2.15462

Abstract

This study focuses on the supply chain management of palm sugar (gula semut aren) at PT Sentra Mulia Sejahtera, located in Polohungo Village, Limboto District, Gorontalo Regency. The company faces several challenges, including limited raw material supply, dependence on traditional processing methods, and fluctuating demand, which often hinder its ability to meet customer needs consistently.The research aims to (1) describe the structure of the palm sugar supply chain, and (2) analyze the performance of supply chain management at PT Sentra Mulia Sejahtera. A descriptive qualitative approach was applied using surveys, interviews, observation, and documentation. Data were analyzed through the Supply Chain Operation Reference (SCOR) model and the Analytical Hierarchy Process (AHP), which served to evaluate supply chain performance across key dimensions. The findings reveal that the supply chain structure consists of farmers as raw material suppliers, the company as the processor, and distributors such as outlets and supermarkets that deliver the products to end consumers. Performance measurement using the SCOR framework indicated a score of 76.25%, categorized as “Good.” The company showed strong performance in reliability and responsiveness, ensuring timely delivery and maintaining product quality. Cost efficiency and asset management were also adequate. However, agility remained a limitation due to dependence on seasonal factors, transportation barriers, and farmers’ supply capacity.In conclusion, enhancing collaboration with farmers, introducing modern processing technologies, and strengthening government support in terms of training and financing are crucial to improving competitiveness and ensuring the long-term sustainability of the palm sugar supply chain in Gorontalo. Keywords: AHP; Palm Sugar; SCOR; Supply Chain Management Abstrak Penelitian ini berfokus pada pengelolaan rantai pasok gula aren (gula semut aren) di PT Sentra Mulia Sejahtera, yang berlokasi di Desa Polohungo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Perusahaan menghadapi beberapa tantangan, termasuk pasokan bahan baku yang terbatas, ketergantungan pada metode pemrosesan tradisional, dan permintaan yang berfluktuasi, yang seringkali menghambat kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur rantai pasok gula aren, dan (2) menganalisis kinerja manajemen rantai pasok di PT Sentra Mulia Sejahtera. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan menggunakan survei, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui model Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan Analytical Hierarchy Process (AHP), yang berfungsi untuk mengevaluasi kinerja rantai pasokan di seluruh dimensi utama. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa struktur rantai pasok terdiri dari petani sebagai pemasok bahan baku, perusahaan sebagai pengolah, dan distributor seperti gerai dan supermarket yang mengirimkan produk ke konsumen akhir. Pengukuran kinerja menggunakan kerangka kerja SCOR menunjukkan skor 76,35%, dikategorikan sebagai "Baik". Perusahaan menunjukkan kinerja yang kuat dalam aspek keandalan dan daya tanggap, dengan memastikan pengiriman tepat waktu serta menjaga kualitas produk. Efisiensi biaya dan pengelolaan aset juga berada pada tingkat yang memadai. Namun demikian, aspek kelincahan masih menjadi keterbatasan karena ketergantungan pada faktor musiman, hambatan transportasi, serta kapasitas pasokan dari petani. Sebagai kesimpulan, peningkatan kerja sama dengan petani, penerapan teknologi pengolahan modern, serta penguatan dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan dan pembiayaan sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan menjamin keberlanjutan jangka panjang rantai pasok gula aren di Gorontalo. Kata kunci: AHP; Gula Aren; SCOR; Manajemen Rantai Pasok
KARAKTERISTIK DAN PERAN PETANI MUDA DALAM MENGEMBANGKAN USAHA TANI JAGUNG Syafrudin S. Abdul; Yanti Saleh; Ramlan Mustafa
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 9 No 1 (2026): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v9i1.43354

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun sektor ini menghadapi tantangan yang serius, salah satunya berkurangnya jumlah petani muda dan menurunnya minat generasi muda terhadap pertanian, khususnya pada komoditas jagung di Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan peran petani muda pada Kelompok Petani Muda Perkasa dalam mengembangkan usahatani jagung di Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sensus (total sampling), dengan diperoleh 30 orang petani muda yang berumur 19-39 tahun. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata umur responden berada pada usia 24 tahun, dengan seluruh responden berjenis kelamin laki-laki. Sebanyak 90% responden telah menyelesaikan tingkat pendidikan jenjang SMA/sederajat hingga melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Rata-rata pengalaman berusahatani responden selama 3,7 tahun. Jumlah tanggungan keluarga responden rata-rata berkisar 1 orang. Luas lahan yang dikelola responden rata-rata seluas 1,175 hektar. Sebanyak 70% responden mengelola lahannya sendiri sedangkan 30% lainnya hanya penggarap lahan. Adopsi teknologi yang sering diterapkan oleh responden dalam berusahatani jagung adalah aplikasi digital. Peran petani muda dalam mengembangkan usahatani jagung oleh Kelompok Petani Muda Perkasa secara keseluruhan memiliki tingkat partisipasi sebesar 82,91%.
PERAN PENYULUH PADA PERILAKU MANAJEMEN PETANI JAGUNG DALAM POKTAN DI DESA WAKAT KECAMATAN BOLANGITANG BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA: PERAN PENYULUH PADA PERILAKU MANAJEMEN PETANI JAGUNG DALAM POKTAN DI DESA WAKAT KECAMATAN BOLANGITANG BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Vikram Andika Putra Nani; Echan Adam; Ramlan Mustafa
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Islam Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/e0z55081

Abstract

Sebagian besar populasi Indonesia bergantung pada sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sandang. Sektor pertanian Indonesia juga berperan penting dalam pengembangan ekonomi secara keseluruhan. Tujuan Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku manajemen petani jagung di Desa Wakat, Kec. Bolangitang Barat, Kab. Bolaang Mongondow Utara. Metode Penelitian ini diadakan di bulan Juni hingga Agustus 2024 dengan populasi 117 petani jagung yang terdiri dari 9 kelompok tani. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive menggunakan rumus Slovin, sehingga menghasilkan 54 petani sebagai sampel. Data dari penelitian ini dikumpul melalui wawancara dan observasi untuk mendapatkan informasi mengenai manajemen pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani perlu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi dalam usahatani jagung. Keempat aspek manajemen ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Selain itu, analisis regresi linier berganda memperlihatkan pengaruh yang bermakna dari variabel edukasi, konsultasi, dan supervisi terhadap perilaku manajemen petani. Variabel edukasi dan konsultasi memiliki dampak negatif, sedangkan variabel supervisi berpengaruh positif. Penelitian ini memberikan informasi terkait pentingnya peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan kemampuan manajerial petani jagung. Dengan adanya penyuluhan yang efektif, petani dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usaha tani mereka. Temuan ini diharapkan bisa menjadi dasar bagi pengembangan program penyuluhan yang lebih baik dan terarah, demi meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Desa Wakat.