Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peran Guru BK dalam Memberikan Informasi Karir melalui Bimbingan Karir terhadap Siswa Kelas IX di MTs. Swasta Al- Ihsan Maryke Ikhsan Fathoni; Irwan S; Alfin Siregar
Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2024): September : DHARMA ACARIYA NUSANTARA : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jdan.v2i2.1258

Abstract

This research aims to examine the role of guidance and counseling teachers in providing career information through career guidance to class IX students at Al-Ihsan Maryke Private MTs, located on Jln. Education No.1 Maryke, Maryke Plantation, Kutambaru, Langkat Regency, North Sumatra. The research method used is qualitative with a focus on how guidance and counseling teachers convey information regarding career choices and educational paths after graduation. The research results show that guidance and counseling teachers at Al-Ihsan Maryke Private MTs play a vital role by providing an overview of various professions and their requirements, as well as facilitating group discussions and question and answer sessions. They also invite practitioners from various fields to provide direct insight to students. However, there is a lack of depth of information and personalization of guidance. The career guidance provided is often felt to be too general and not suited to students' specific needs. Many students feel that the information presented is not in-depth enough and is difficult to apply to their personal situations, so they have difficulty connecting career choices with their interests and talents. To increase the effectiveness of coaching, a more structured and detailed approach is needed as well as more personalized coaching sessions. This is expected to help students plan concrete steps for their future and make better decisions regarding education and career.
PERAN TERAPIS DALAM PELAKSANAAN TERAPI WICARA ANAK DENGAN KETERLAMBATAN BICARA ( SPEECH DELAY ): Studi Kasus Tunggal : Pada Lembaga Terapi Happy Children Centre Kessy Ananda; Ade Chita Putri Harahap; Alfin Siregar
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5744

Abstract

Keterlambatan bicara (speech delay) berdampak pada kemampuan komunikasi dan interaksi anak sehingga memerlukan intervensi berupa terapi wicara. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran terapis dalam pelaksanaan terapi wicara anak speech delay serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal di Lembaga Terapi Happy Children Centre Kota Binjai. Subjek penelitian adalah seorang terapis wicara dan satu orang tua anak dengan keterlambatan bicara. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran terapis meliputi perencana, pelaksana, fasilitator, mitra orang tua, dan evaluator. Faktor pendukung pelaksanaan terapi adalah keterlibatan orang tua, media terapi yang tersedia, serta respon positif anak, sedangkan hambatannya berupa kurangnya konsistensi orang tua, keterbatasan sarana, dan variasi respons anak. Kesimpulannya, terapis tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai motivator dan mitra orang tua dalam mendukung perkembangan anak speech delay.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA PRAMUKA Ulfa Fadhillah Thohir; Ade Chita Putri Harahap; Alfin Siregar
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di MTs Al-Washliyah Tanjung Morawa. Latar belakang masalah penelitian ini didasari oleh observasi bahwa beberapa siswa memiliki keterampilan sosial yang kurang, seperti sifat acuh tak acuh dan kesulitan bersosialisasi dengan teman sebaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experimental. Desain yang digunakan adalah nonequivalent posttest-only control group design, yang melibatkan satu kelas eksperimen yang diberikan perlakuan (layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama) dan satu kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test dan dianalisis dengan statistik deskriptif, Paired T-Test, dan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nilai awal antara kedua kelompok, di mana kelas eksperimen memiliki tingkat keterampilan sosial yang lebih rendah pada saat pre-test. Namun, setelah intervensi, nilai post-test pada kelas eksperimen meningkat secara signifikan, berkisar antara 60 hingga 83, dibandingkan dengan nilai pre-test mereka yang rata-rata di kisaran 30-an. Sebaliknya, nilai post-test pada kelas kontrol tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang sangat signifikan antara kedua kelompok. Berdasarkan temuan ini, penelitian menyimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa. Oleh karena itu, teknik ini direkomendasikan untuk diintegrasikan sebagai bagian dari program sekolah untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, empati, dan kemampuan memecahkan masalah.
Pengaruh Layanan Informasi dengan Teknik Self Asessment untuk Memutuskan pada Karier Siswa Kelas 12 SMA Bandung Percut Sei Tuan Sri Ulfa Hasibuan; Alfin Siregar; Irwan Irwan
GURUKU : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 4 (2025): GURUKU : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/guruku.v3i4.1235

Abstract

This study aims to determine the effect of information services using the self-assessment technique on students’ ability to make career decisions, as well as to analyze the extent to which such services influence students’ clarity and confidence in choosing a career path. The research method employed was quantitative, utilizing a quasi-experimental design with a non-equivalent control group. The study population consisted of 12th-grade students at SMA Bandung Medan for the 2024/2025 academic year, with a sample of 30 students divided into an experimental group (which received information services utilizing audio-visual media) and a control group (which received information services through question-and-answer discussions). Data collection techniques included interviews, documentation, and questionnaires that were assessed for validity and reliability. Data analysis involved normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing using the Paired-Samples T-Test with SPSS software. The results of the study indicate that information services using the self-assessment technique have a significant effect on the career decision-making ability of 12th-grade students at SMA Bandung Medan, Percut Sei Tuan District. Based on normality and homogeneity tests, the data were found to be normally distributed and homogeneous, thus meeting the requirements for parametric testing. The Paired Samples Test analysis produced a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating a significant difference between the experimental group that received information services with the self-assessment technique through audio-visual media and the control group that only received information services through question-and-answer discussions. These findings demonstrate that self-assessment-based information services enhance students’ ability to recognize their own potential, leading to more accurate and rational career decisions. Furthermore, the results show that the self-assessment technique positively contributes to strengthening students’ clarity and confidence in their chosen career paths. Therefore, it can be concluded that the implementation of information services using the self-assessment technique is effective in helping students navigate the career decision-making process in a more directed, realistic, and self-reflective manner.
DIALEKTIKA PEMIKIRAN AL-GHAZALI DAN KURIKULUM PAI KONTEMPORER DALAM PENDIDIKAN AKHLAK Alfin Siregar; Ahmad Ryan Htb
Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/ahsanitaqwim.v2i3.430

Abstract

This study explores Al-Ghazali’s perspective on moral education and its relevance to the contemporary Islamic Religious Education (PAI) curriculum. The main problem addressed is the lack of integration between classical moral values and the modern education system. The purpose of this research is to examine Al-Ghazali's concept of moral education and analyze its alignment with current PAI curriculum approaches. The method employed is qualitative descriptive through literature study. Data were collected from Al-Ghazali's works, classical Islamic literature, and recent PAI curriculum documents. The research finds that Al-Ghazali's emphasis on soul development, self-restraint, and habitual good deeds remains highly relevant in shaping students’ character today. The contemporary PAI curriculum can enhance its effectiveness by incorporating Al-Ghazali’s ethical-sufistic principles. These findings affirm the significance of preserving Islamic scholarly heritage to address current moral challenges in education.
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Assertive Training Untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa MTsN 1 Medan Ayidah Nasution; Alfin Siregar
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.6148

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menguji coba layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik assertive training untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasi Experimental desain Pre-Test Post-Test Control group. Partisipan penelitian 20 siswa kelas VIII MTsN 1 Medan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen 10 orang dan kelompok kontrol 10 orang, dipilih menggunakan metode purposive sampling. Hasil Independent Sampel T-Test post test kelompok eksperimen 8,744 sedangkan hasil post test kelompok kontrol 5,425 dan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol 0,000 < 0,05 serta t hitungnya sebesar 1,598 < 2,09302 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik assertive training efektif meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Serta skor pretest kelompok eksperimen nilai rata-rata 95,40 dan nilai posttest 102,40. Sedangkan kelompok kontrol nilai pretest rata-rata 95,90 dan nilai posttest 97,10. Maka nilai rata-rata posttest lebih tinggi di banding nilai rata-rata pretest  berarti ada perubahan signifikan. Kata kunci: layanan bimbingan kelompok, teknik assertive training, komunikasi interpersonal siswa
Dinamika Peran Guru Dalam Menopang Proses Pembelajaran Siswa di Tengah Keterbatasan Sarana Prasarana di SDN 054935 Paluh Mardan, Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura Ardaly Siregar, Dihra; Alfin Siregar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Februari - Maret 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam bagaimana peran guru dalam menopang proses pembelajaran siswa di tengah keterbatasan sarana dan prasarana di SDN 054935 Paluh Mardan, Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, siswa, dan komite sekolah, serta dilengkapi dengan observasi langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana sekolah berdampak besar terhadap proses pembelajaran dan perkembangan akademik siswa. Kondisi ruang kelas yang rusak, peralatan belajar seperti meja dan kursi yang tidak layak, serta minimnya alat peraga dan media pembelajaran modern menyebabkan proses belajar mengajar tidak berjalan optimal. Keterbatasan fasilitas ini juga berpengaruh pada rendahnya minat dan motivasi belajar siswa, di mana sebagian siswa menunjukkan kurangnya antusiasme mengikuti pelajaran, bahkan terdapat siswa kelas VI yang belum mampu membaca, menulis, dan mengenal huruf dengan baik. Dalam kondisi yang serba terbatas, guru berupaya maksimal menggunakan kreativitasnya, seperti memanfaatkan benda-benda alami di lingkungan sekitar sebagai alat peraga sederhana untuk memudahkan pemahaman materi pelajaran. Namun, meskipun para guru telah melakukan berbagai inovasi, hasil belajar siswa tetap belum mencapai standar yang diharapkan. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru sangat vital dalam menopang proses pembelajaran, tetapi keterbatasan sarana dan prasarana menjadi tantangan utama yang menghambat pencapaian hasil belajar optimal. Dibutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan untuk memperbaiki kondisi fisik sekolah, menyediakan fasilitas dan media pembelajaran yang memadai, serta mendukung guru agar dapat menjalankan proses pembelajaran secara efektif. Perbaikan sarana prasarana di sekolah-sekolah dengan keterbatasan semacam ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan potensi siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi perkembangan intelektual serta karakter anak didik.
PENGARUH LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK COGNITIVE DEFUSION TERHADAP STEREOTIPE KELUARGA PADA ANAK PERTAMA Lannia Rojannah Siregar; Irwan, S; Alfin Siregar
CONS-IEDU: Jurnal Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam Vol 5 No 2 (2025): CONS IEDU
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/cons.v5i2.1536

Abstract

Penelitian ini memberikan informasi latar belakang tentang berbagai permasalahan yang muncul pada anak pertama, khususnya yang berkaitan dengan stereotip keluarga di kelas XII MIA MAS Muallimin UNIVA Medan. Stereotip keluarga sering kali berbentuk harapan dan tuntutan yang tinggi terhadap anak pertama, yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis mereka dan menyebabkan stres, depresi, dan kecemasan. Mengetahui seberapa baik anak pertama di kelas XII MIA MAS Muallimin UNIVA Medan memahami stereotip keluarga sebelum dan sesudah konseling kelompok menggunakan teknik defusi kognitif merupakan tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini juga berupaya untuk memastikan bagaimana layanan konseling kelompok menggunakan teknik defusi kognitif memengaruhi pemahaman anak pertama tentang stereotip keluarga. Desain penelitian ini digunakan dengan Nonequivalent Control Group Design dan metodologi quasi-eksperimental kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa jurusan IPA kelas XII, dan hingga sepuluh individu dengan stereotip keluarga yang kuat dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner stereotip keluarga pada anak pertama, dan analisis data menggunakan statistik parametrik menggunakan uji-t sampel independen dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 30. Berdasarkan hasil penelitian, HO ditolak dan Ha diterima karena nilai Sig.2 t (0,000) < 0,05 (nilai signifikansi). Anak kelas XII MIA MAS Muallimin UNIVA Medan memiliki stereotip keluarga yang lebih sedikit sebagai hasil dari konseling kelompok dengan menggunakan teknik defusi kognitif.
Efektivitas Konseling Kelompok dengan Teknik Strength Bombardment dalam Meningkatkan Resiliensi Diri Pada Mahasiswa yang Mengalami Fatherless Adeliya Ramadhani; Alfin Siregar; Ade Chita Putri Harahap
CONS-IEDU: Jurnal Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam Vol 5 No 2 (2025): CONS IEDU
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/cons.v5i2.2012

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of group counseling using the strength bombardment technique in enhancing self-resilience among students who experience fatherlessness. The research employed  quantitative approach with a quasi experimental design, specifically a non equivalent control group design, involving two groups an experimental group that received group counseling with the strength bombardment technique, and a control group that did not receive any treatment. The population consisted of all students from the Islamic Guidance and Counseling Education Study Program, class of 2024, totaling 186 students. The sample comprised 12 students from the same program who met the criteria for fatherlessness, and were purposively assigned to the two groups. The research instrument used was a self-resilience scale developed by Daulay  Indriani 2024, with measurements taken during the pretest and posttest stages. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test in SPSS version 22, with a significance level of 0.05. The results indicated that before the intervention, all subjects in both groups had low levels of self-resilience 100%. After the intervention, the experimental group showed a significant increase, with 66.6% of students categorized as having high resilience, 16.7% in the very high category, and 16.7% in the moderate category, while the control group remained in the low category without any change. Based on the results, the Sig. 2-tailed value was 0.027. This study reveals that group counseling using the strength bombardment technique is effective in enhancing self resilience among students who experience fatherlessness.
Pengaruh Teknik Self-Management Terhadap Perilaku Impulse Buying yang Dipicu oleh Self-Reward pada Mahasiswa Lipia Medan di Era Digital alfin, Fitri Nurazizah; Alfin Siregar
CONS-IEDU: Jurnal Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam Vol 5 No 2 (2025): CONS IEDU
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/cons.v5i2.2492

Abstract

The development of the digital era has led to changes in students’ consumption behavior, one of which is reflected in the increasing tendency of impulse buying, often triggered by self-reward practices. While self-reward is initially intended to enhance motivation and reduce stress, it may gradually shift into uncontrolled consumptive behavior. This study aims to examine the effect of self-management techniques implemented through group guidance services on reducing impulse buying behavior triggered by self-reward among students of LIPIA Medan. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a one-group pretest– posttest design. The research subjects consisted of 7 students selected through purposive sampling from a population of 34 students based on high levels of impulse buying. Data were collected using an impulse buying behavior questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results indicate a significant decrease in impulse buying scores after the implementation of group guidance with self-management techniques (Z = -2.371; p = 0.018 < 0.05). These findings suggest that self-management techniques are effective in enhancing students’ self-control, increasing awareness of emotional triggers, and promoting more rational consumption behavior in the digital era.