Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Game Based Learning (GBL) Berbantuan Kahoot Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa SMA Dina Dina; Syarifah Rita Zahara; Widya Widya; Syafrizal Syafrizal; Riza Andriani
Kappa Journal Vol 10 No 2 (2026): Kappa Journal
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v10i2.36348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran GBL berbantuan kahoot terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran fisika di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen yang berbentuk Nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Nisam yang terdiri dari 101 siswa. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah purposive sampling dengan jumlah 25 siswa pada masing-masing kelas. Kelas XE-1 sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran GBL berbantuan kahoot dan kelas XE-2 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvesional. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes tertulis. Sedangkan instrumen dari penelitian ini adalah soal pretest dan posttest. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif melalui pengumpulan data, pengorganisasian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest yang diperoleh siswa di kelas eksperimen adalah 39 dan nilai rata-rata posttest yang diperoleh siswa adalah 69,8 dengan N-Gain score 0,51 dengan kategori sedang. Sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-rata pretest yang diperoleh oleh siswa 33,6 dan nilai rata-rata posttest yang diperoleh siswa 57 dengan N-Gain score 0,34 dengan kategori rendah. Peningkatan capaian hasil belajar kognitif siswa yang lebih tinggi pada kelas eksprimen mengindikasikan bahwa penggunaan model pembelajaran GBL berbantuan kahoot memberikan pengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa. Hal ini diperkuat dengan hasil analisis statistik uji independent sample test pada SPSS Versi 25 diperoleh hasil sig (2-tailed) 0,000 ˂ signifikansi 0,05 artinya H₀ ditolak dan H₁ diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran GBL berbantuan kahoot terhadap hasil belajar kognitif siswa SMA.
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Training Berbantuan Articulate Storyline Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Terintegrasi Nova Afzayani; Muliani Muliani; Munzir Absa; Safriana Safriana; Riza Andriani; Sudirman Sudirman
Kappa Journal Vol 10 No 2 (2026): Kappa Journal
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v10i2.36483

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah secara keseluruhan menjadi salah satu pendorong dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini dilakukan untuk melihat dampak dari penerapan model pembelajaran Inquiry Training yang didukung oleh media Articulate Storyline dalam mengoptimalkan kemampuan pemecahan masalah terintegrasi peserta didik pada materi energi terbarukan di SMA Negeri 2 Kesuma Bangsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi-experiment, khususnya jenis Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode penngambilan sampel teknik Cluster Random Sampling, yaitu dengan melibatkan 42 siswa, terdiri dari 21 siswa untuk kelas X-2 sebagai kelas kontrol dan 21 siswa untuk kelas X-1 sebagai kelas eksperimen. Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen tes esai dengan 6 soal yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan dalam bentuk pre-test dan post-test. Data penelitiaa ini dianalisis dengan melakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan juga uji hipotesis menggunakan metode Independent Samples t-Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata perolehan nilai pre-test dan post-test pada kelas eksperimen masing-masing adalah 32,65 dan 82,19, sementara pada kelas kontrol sebesar 30,01 dan 71,24. Pengujian hipotesis menunjukkan nilai nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran Inquiry Training yang didukung oleh media Articulate Storyline dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah secara terintegrasi.
Development of Conceptual Understanding Student Tests to The Basic Physics Subject: a Rasch Model Analysis Riza Andriani; Widya; Nurul Fadieny; Muttakin; Niki Dian Permana
Co-Catalyst: Journal of Science Education Research and Theories Vol. 1 No. 1 (2023): June 2023 Issue
Publisher : LPPM - Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/cocatalyst.v1i1.4891

Abstract

The use of tests with unknown reliability and validity to measure student achievement was still widely practiced. This study examined the quality tests of conceptual understanding for college students in the basic concept of physics subject. This research was an R&D that used the 4D model. The test consisted of 2 types, namely multiple-choice and true-false tests, which were equipped with reasons. Development stages: 1) defined test grids; 2) designed tests; 3) developed tests; 4) expert validated of the content and construct; and 5) tested the validity, reliability, and level of difficulty. Analysis used the Rasch model assisted by Winstep software. The test results show that 18 multiple-choice and 17 true-false items fit the Rasch model in a range outfit MNSQ of 0.7-1.33 and ZSTD of -0,7-1,9. The reliability test is based on consistency in the range of 0.8-0.91 with good and excellent categories. The difficulty level shows three categories easy, difficult, and very difficult. And based on the results, 15 items are selected for each type of test. This selection is made by considering the similarity of competency outcomes measured by each test item. Both tests can be used for broader data collection to determine the best tests that represent students' conceptual understanding.