Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Kajian Literatur: Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar dan Keterampilan Argumentasi IPA Annisa Maulidia Shalehah; Nabillah, Aufa; Nisa, Widyatun; Annur, Syubhan; Sya'ban, Muhammad Fuad
Hamzanwadi Journal of Science Education Vol. 2 No. 1 (2025): Hamzanwadi Journal of Science Education
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/hijase.v3i1.28472

Abstract

Melalui pembelajaran sains, siswa diharapkan mampu mengeksplorasi diri untuk mengenal alam sekitar. Seiring perkembangan zaman, metode untuk menyampaikan materi dan pemahaman kepada peserta didik semakin bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar dan keterampilan argumentasi siswa dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur (literature review) dengan menganalisis 25 artikel ilmiah yang relevan. Artikel yang dipilih memenuhi kriteria fokus pada implementasi Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran IPA, mengukur hasil belajar siswa dan/atau keterampilan argumentasi, serta diterbitkan dalam rentang waktu lima tahun terakhir. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi pola dan tren. Melalui kajian literatur dari 25 artikel, ditemukan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning secara konsisten meningkatkan hasil belajar siswa dan keterampilan argumentasi. Sebanyak 90% artikel menunjukkan bahwa penerapan PBL secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa, mendorong pemahaman konsep yang mendalam melalui eksplorasi masalah relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, 85% artikel melaporkan bahwa PBL efektif dalam mengembangkan keterampilan argumentasi ilmiah, seperti menyusun argumen berbasis data, mengajukan pertanyaan kritis, dan memberikan justifikasi terhadap solusi. Model pembelajaran Problem Based Learning memungkinkan siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan argumentasi ilmiah. Dengan memanfaatkan masalah dunia nyata, model pembelajaran Problem Based Learning juga memotivasi siswa untuk belajar secara mandiri dan bekerja sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan keterampilan belajar siswa, pemahaman konsep, serta keaktifan dan motivasi dalam pembelajaran IPA.
Studi Literatur: Ensiklopedia Sains Berbasis Digital Sebagai Sumber Belajar Pembelajaran IPA Annur, Syubhan; Muhammad, Fuad Sya'ban; Adriannor; Nur Rizqa, Risti
Hamzanwadi Journal of Science Education Vol. 2 No. 1 (2025): Hamzanwadi Journal of Science Education
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/hijase.v3i1.29061

Abstract

Penelitian ini merupakan studi literatur dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan kajian kepustakaan yang berusaha menggambarkan peran Ensiklopedia sains dengan berbasis digital sebagai media pembelajaran IPA. Pada penelitian ini, penulis menggunakan berbagai sumber tertulis seperti artikel, jurnal, dan dokumen yang relevan dengan kajian pada penelitian ini. Studi literatur ini fokus pada peran Ensiklopedia sains dalam media pembelajaran dan sumber belajar IPA. Hasil studi menunjukkan bahwa  Sumber belajar merupakan segala bentuk media penyajian informasi yang digunakan untuk membantu peserta didik dalam kegiatan pembelajaran atau mencapai kompetensi pembelajaran. Salah satu sumber belajar yang digunakan adalah ensiklopedia. Ensiklopedia adalah sumber belajar yang memuat informasi yang cakupannya luas agar peserta didik mendapatkan informasi yang lebih detail terkait materi. Ensiklopedia tersusun atas bagian-bagian artikel pada topik-topik bahasan yang berdasarkan abjad. Dalam pesatnya perkembangan teknologi, Ensiklopedia yang umumnya berbentuk buku yang tebal sekarang terdapat pembaharuan bentuk ke bentuk digital yang dapat diakses oleh seluruh perangkat gawai. Ensiklopedia digital dikenal praktis, valid, dan efektif digunakan. Sehingga pemanfaatannya pada dunia pendidikan tentu sangat baik digunakan. Harapannya dengan adanya Ensiklopedia digital, pihak-pihak yang terlibat serta bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan dapat memanfaatkannya dengan baik seperti mengembangkan situs Ensiklopedia sains digital yang resmi.
Tren Etno-STEM dalam Pembelajaran IPA di Indonesia: Analisis Bibliometrik pada Database Google Scholar Fitri, Annisa; Aprida, Dini; Nuriyah, Shinta; Annur, Syubhan; Sya'ban, Muhammad Fuad
Hamzanwadi Journal of Science Education Vol. 2 No. 1 (2025): Hamzanwadi Journal of Science Education
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/hijase.v3i1.29082

Abstract

Di abad ke-21, di tengah revolusi industri 4.0, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berkembang pesat dan meningkatkan daya saing global. Namun, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menggeser norma-norma budaya di banyak negara, termasuk Indonesia. Akibat pergeseran ini, budaya asing mulai mempengaruhi dan menyebabkan budaya lokal terabaikan. Dalam konteks ini, Etno-STEM muncul sebagai pendekatan untuk mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran IPA, yang dapat meningkatkan relevansi materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tren Etno-STEM dalam pembelajaran IPA dengan analisis bibliometrik melalui Google Scholar, menggunakan kata kunci “Etno-STEM dan Pembelajaran Sains. Ditemukan 61 dokumen terkait dalam periode 2019-2024. Analisis menunjukkan bahwa meskipun ada penelitian terkait Etno-STEM, jumlahnya masih terbatas dan tersebar, dengan wilayah Nusa Tenggara Barat dan Jawa Tengah yang mendominasi. Sangat penting untuk melakukan lebih banyak penelitian etno-STEM dalam pendidikan sains karena pembelajaran Etno-STEM dapat meningkatkan pemahaman siswa dengan cara yang lebih kontekstual dan relevan dengan budaya lokal. perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penerapan Etno-STEM di berbagai daerah di Indonesia dengan memperhatikan keragaman budaya lokal. Penelitian lanjutan juga perlu mengevaluasi dampak dari pendekatan ini terhadap peningkatan kompetensi IPA siswa, guna mewujudkan pendidikan yang lebih relevan dan berbasis budaya.
Development of a Student Worksheet Based on Project-Based Learning to Improve Learning Outcomes of Junior High School Students Rahmah, Yuniarti Khairini; Hafizah, Ellyna; Annur, Syubhan
Jurnal Pijar Mipa Vol. 20 No. 7 (2025)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v20i7.10161

Abstract

This research involves the development of a Student Worksheet based on project-based learning for the solar system sub-material, focusing on improving the learning outcomes of junior high school students. The purpose of this study is to identify the level of validity, practicality, and effectiveness of the project-based learning Student Worksheet. The method employed in this research is Research and Development (R&D), utilising the ADDIE approach as the development model. This study demonstrates that project-based learning, specifically the Student Worksheet on solar system sub-materials, is deemed highly valid, with a validity value of 0.88, aimed at enhancing student learning outcomes. The practicality of the results from a student response questionnaire, with 82.24% of students agreeing, indicates that the Student Worksheet is highly practical. Effectiveness based on knowledge learning outcomes, with the calculation of n-gain from pretest and posttest, obtained an average n-gain of 0.71 with high criteria, attitude learning outcomes obtained an average of 90.67% which is categorised as very good, and learning outcomes skills obtained an average of 91% which is categorized as very good. The results of the study demonstrate that the Student Worksheet project-based learning on the solar system sub-material is feasible for use, as it meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness in improving student learning outcomes. The implications of this research suggest that project-based learning Student worksheets can serve as an alternative, innovative teaching material that encourages active student involvement, improves critical thinking skills, and provides educators with a reference for developing learning tools that align with the demands of the Independent Curriculum and 21st-century learning.
ENHANCING SCIENCE LEARNING MOTIVATION AMONG EIGHTH-GRADE STUDENTS THROUGH PROBLEM-BASED LEARNING Prasetyo, Ambar; Annur, Syubhan; Sya’ban, Muhammad Fuad
Physics and Science Education Journal (PSEJ) Physics and Science Education Journal (PSEJ), Volume 5 Number 1, April 2025
Publisher : Physics Education Departement, Islamic State University Sulthan Thaha Saifuddin Jambi - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/s4fnh026

Abstract

This study investigated the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model in improving science learning motivation among eighth-grade students at SMPN 13 Banjarmasin during the first semester of the 2023/2024 academic year. A classroom action research (CAR) design was employed, involving 25 eighth-grade students as research participants. Students’ motivation in science learning was measured using a validated questionnaire, and the data were analyzed using descriptive statistical methods. The findings revealed that the implementation of the PBL model led to a consistent improvement in students’ learning motivation across research cycles. In Cycle I, the mean motivation score reached 104.96, classified as high, with a classical mastery level of 76%. In Cycle II, the mean score increased to 121.68, falling into the very high category, while classical mastery rose to 96%. This improvement indicates that students’ engagement and motivation in science learning strengthened after iterative implementation of the PBL approach. Overall, the results suggest that the Problem-Based Learning model is effective in enhancing students’ motivation in science learning and can be considered a viable instructional strategy for improving motivational outcomes in junior high school.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS ARTICULATE STORYLINE BERMUATAN ETNOSAINS UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA Ramadhani, Fitriana; Sholahuddin, Arif; Annur, Syubhan
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i1.8349

Abstract

Kemampuan literasi sains sangat diperlukan dalam kehidupan. Namun, kemampuan literasi sains peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menganalisis validitas, kepraktisan, serta keefektifan multimedia interaktif berbasis Articulate Storyline bermuatan etnosains pada materi pesawat sederhana untuk meningkatkan literasi sains peserta didik kelas VIII SMP. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Multimedia interaktif yang dikembangkan telah diuji coba pada kelompok kecil dengan 10 peserta didik, serta pada uji kelas/lapangan dengan 32 peserta didik kelas VIII SMP Negeri 7 Banjarmasin. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif yang meliputi analisis validitas menggunakan Aiken’s V, analisis kepraktisan dengan rata-rata total, dan analisis keefektifan menggunakan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia yang dikembangkan dinyatakan layak dengan perolehan skor validitas sebesar 0,80 (sangat valid), skor kepraktisan hasil respon peserta didik sebesar 3,43 (sangat praktis), skor kepraktisan hasil observasi kegiatan pembelajaran sebesar 90,60% (baik sekali), dan skor keefektifan sebesar 0,83 (keefektifan tinggi). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik khususnya pada materi pesawat sederhana.
Development of modified domino card teaching aids on the subject of earth structure and its development to improve learning outcomes of students in junior high school Argita, Rachel Yesianti; Annur, Syubhan; Hafizah, Ellyna
Practice of The Science of Teaching Journal: Jurnal Praktisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): May
Publisher : HAFECS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58362/hafecspost.v5i1.151

Abstract

The limited availability of interactive and effective teaching aids in science education, particularly for abstract topics such as the structure of the Earth and its development, remains a challenge at the junior high school level. Existing learning media often fail to actively engage students and to support optimal conceptual understanding, resulting in low learning outcomes. Although game-based learning media such as domino cards have been shown to enhance student engagement, their systematic development and validation as teaching aids for Earth structure material remain limited. This study aims to develop and evaluate the feasibility of modified domino card teaching aids in terms of validity, practicality, and effectiveness in improving student learning outcomes. The study employed the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model with a one-group pretest–posttest design. The validity of the teaching aids was assessed by five experts, consisting of three lecturers and two educators. Limited trials involving 10 students were conducted to measure practicality and effectiveness. The results showed that the modified domino card teaching aids achieved a validity score of 0.80 (very valid), a practicality score of 0.92 (very practical), and an average N-gain of 0.91 (high). These findings indicate that the developed teaching aids are valid, practical, and effective for improving junior high school students’ learning outcomes. Abstrak. Keterbatasan alat peraga yang interaktif dan efektif dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi yang bersifat abstrak seperti struktur bumi dan perkembangannya, masih menjadi tantangan di tingkat sekolah menengah pertama. Media pembelajaran yang tersedia umumnya belum mampu melibatkan peserta didik secara aktif serta mendukung pemahaman konsep secara optimal, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar. Meskipun media pembelajaran berbasis permainan seperti kartu domino terbukti meningkatkan keterlibatan siswa, pengembangannya sebagai alat peraga yang dirancang secara sistematis dan tervalidasi khusus untuk materi struktur bumi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kelayakan alat peraga kartu domino modifikasi ditinjau dari aspek validitas, kepraktisan, dan keefektifan dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan desain one-group pretest–posttest. Validitas alat peraga dinilai oleh lima validator yang terdiri atas tiga dosen dan dua pendidik. Uji coba terbatas melibatkan 10 peserta didik untuk menilai kepraktisan dan keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga kartu domino modifikasi memiliki nilai validitas sebesar 0,80 dengan kategori sangat valid, nilai kepraktisan sebesar 0,92 dengan kategori sangat praktis, serta nilai N-gain rata-rata sebesar 0,91 dengan kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa alat peraga kartu domino modifikasi layak digunakan sebagai media pembelajaran IPA dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik SMP.
Development of IPA Learning Module Using STEMK WASAKA Learning Model to Improve Learning Outcomes Adawiyah, Rabiatul; Annur, Syubhan; Sari, Mella Mutika
Jurnal Pijar MIPA Vol. 21 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v21i2.10086

Abstract

The way students learn science at SMP Negeri 1 Tabunganen is mostly through lectures and is teacher-focused, which leads to poor learning results, students not being actively involved, and trouble understanding the human digestive system. Because of this, researchers decided to create a science learning module using the STEMK WASAKA model, which emphasises responsibility, discipline, and cooperation. The study aims to check if this module is valid, practical, and effective for teaching the human digestive system. The method used was Research and Development (R&D) with the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The students involved were from the eighth grade at SMP Negeri 1 Tabunganen. Data was collected using expert validation sheets, student feedback questionnaires, and pretests and posttests. The results showed that the module had moderate validity (average score of 0. 758), high reliability (α = 0. 745), very high practicality (86. 91%), and sufficient effectiveness with an N-gain value of 0. 65. Therefore, the STEMK WASAKA-based science learning module is considered valid, practical, and effective enough to help improve student understanding of the human digestive system.