Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Comparison of the Effectiveness of Audio and VisualAudio as Health Promotion Media for Prevention of COVID-19 Transmission Lina Eta Safitri; Desy Fadilah Adina Putri; Julia Mujahadah Pratiwi
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Masters Program in Public Health, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.856 KB) | DOI: 10.26911/thejhpb.2023.08.01.02

Abstract

Background: The elementary school (SD) in Jotang village in Sumbawa is a mountainous and coastal area with middle to lower economic status and the lack of availability of health workers there, allowing public knowledge, especially children, to be very lacking. There has never been any research on children's health in the area to be considered in choosing an elementary school in Jotang village to be the research site. This study aims to compare the effect of health promotion using audio media with audio-visual media on preventing the transmission of the COVID-19 virus to elementary school students in Jotang Village, Sumbawa RegencySubjects and Method: This research is a quasi-experimental study with pre-test and post-test designs. The research was conducted in Jotang village, Sumbawa regency, West Nusa Tenggara, Tahun 2022. The sample was 88 students. Variables The dependent variable was knowledge. The independent variables ware audio media and video media. Data were collected by using a questionnaire and analyzed by bivariate analysis with Mann Whitney test.  Results: That audio-visual media is more effective than audio media as a health promotion medium for elementary school children compared to audio media with p= 0.039.Conclusion: Audio-visual media is more effective than audio media as a health promotionKeywords: health promotion media, COVID-19, primary school.Correspondence:Lina Eta Safitri. School of Health Sciences Griya Husada Sumbawa. Jl. Kebayan, Brang Biji, Sumbawa, West Nusa Tenggara. Email: Safitrieltalina96@gmail.com. Mobile: +6285337037619.Journal of Health Promotion and Behavior (2023), 08(01): 8-12DOI: https://doi.org/10.26911/thejhpb.2023.08.01.02
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Repelen Nyamuk bagi Kelompok Ibu Rumah Tangga di Dusun Olat Rarang, Desa Labuhan Sumbawa Desy Fadilah Adina Putri; Abdul Hamid; Wa Ode Nanang Trisna Dewi
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmittc.v5i1.4410

Abstract

Penyakit demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai vector utama dan oleh Ae. albopictus sebagai vektor potensial. Dalam Upaya pencegahannya masyarakat sering menggunakan insektisida kimia yang secara teratur menjadi masalah Kesehatan. Untuk itu perlu mengenalkan tanaman pengusir nyamuk kepada ibu-ibu sebagai upaya penanggulangan Demam Berdarah Dengue. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan dalam 3 tahapan kerja yaitu tahapan persiapan, tahapan pemberian edukasi, dan tahapan diskusi dan tanya jawab. Waktu pengabdian dilakukan bulan Desember 2025 di Dusun Olat Rarang Labuhan Sumbawa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 100% berjalan dengan baik yang artinya antusias masyarakat terhadap pelestarian tanaman dalam meningkatkan derajat Kesehatan dan pencegahan penyakit menular sangat tinggi. Hal ini terbukti dengan jumlah peserta, hadir tepat waktu dan mereka nampak aktif dalam diskusi. Dengan mengenali jenis-jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan secara alamiah dalam mengusir nyamuk, maka penyakit demam berdarah dapat dicegah. Masyarakat dapat melakukan kegiatan budidaya khusus jenis-jenis tanaman anti nyamuk. Kesadaran menanam dan budidaya tanaman anti nyamuk dari skala rumahtangga akan memberikan pengaruh yang luas secara efektif.
Edukasi Risiko Penggunaan Minyak Jelantah pada Tumbuh Kembang Anak di Dusun Olat Rarang Desa Labuhan Sumbawa Nurlaila Agustikawati; Desy Fadilah Adina Putri; Lina Eta Safitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1589

Abstract

Kebiasaan menggunakan minyak goreng secara berulang (minyak jelantah) masih lumrah dijumpai di tingkat rumah tangga karena alasan efisiensi ekonomi dan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai risiko kesehatan. Padahal, konsumsi minyak jelantah memicu radikal bebas yang berisiko mengganggu absorpsi gizi dan menghambat tumbuh kembang anak (stunting). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap Kader Posyandu mengenai risiko penggunaan minyak jelantah pada tumbuh kembang anak.  Kegiatan dilaksanakan di Dusun Olat Rarang, Desa Labuhan Sumbawa dengan sasaran 16 orang Kader Posyandu. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif menggunakan media salindia (slide presentation) dan leaflet, yang dikombinasikan dengan demonstrasi fisik parameter kerusakan minyak. Evaluasi program menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil kegiatan menunjukkan sebelum intervensi, mayoritas kader memiliki pengetahuan kategori kurang (56,25%) dan sikap kategori negatif (75,0%). Pasca-edukasi, terjadi peningkatan kapasitas yang signifikan, di mana 87,5% kader meraih kategori pengetahuan baik (skor meningkat dari 50,00 menjadi 95,00; p=0,000) dan 93,75% kader bergeser ke kategori sikap positif (skor meningkat dari 55,00 menjadi 85,00; p=0,000). Keunikan kegiatan ditunjukkan dengan tingginya antusiasme serta inisiatif kader melakukan demonstrasi mandiri (peer education). Sehingga dapat disimpulkan bahwa program edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman kognitif dan kesadaran afektif kader. Kader posyandu diharapkan dapat mengimplementasikan hasil edukasi ini sebagai materi penyuluhan rutin bagi ibu balita demi mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak di tingkat desa.
Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Budidaya dan Pengolahan Toga sebagai Alternatif Obat Herbal Keluarga Desy Fadilah Adina Putri; Hamidatun Rabayya Yusuf; Wa Ode Nanang Trisna Dewi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 3 (2026): JULI : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i3.2369

Abstract

Utilization of Family Medicinal Plants (TOGA) is a strategy that is in line with the concept back to nature and family health independence. Rural communities' dependence on synthetic chemical drugs often faces obstacles such as limited access, high costs, and potential side effects, even though Indonesia is rich in medicinal plant biodiversity that has not been optimally utilized. This Community Service (PkM) activity aims to improve the health and economic independence of residents of Pungkit Village, Lopok District, through the optimization of TOGA. The implementation method is based on structured empowerment that includes four main stages: socialization of the importance of "living pharmacies", training in adaptive organic cultivation techniques (using pots, polybags, and vertical culture), education on pre-harvest and post-harvest processing based on hygienic science (such as making dried simplicia, tea bags, and instant powder), and program evaluation. This activity was attended by 45 participants consisting of Posyandu cadres, health cadres, and representatives of heads of families. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding and skills, as seen from the increase in the average evaluation score from 28.75% inpre-testto 86.75% at post-test(increased by 58%). Utilizing yards as TOGA gardens has been proven to support the concept of safe and affordable self-medication, strengthen community social interactions, and open up creative economic opportunities for housewives through local and online marketing of herbal products. The sustainability of this program relies heavily on the commitment of local cadre groups and regular mentoring from academics, village governments, and local community health centers.