Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA SUBJEKTIF PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT Dr. R. ISMOYO KOTA KENDARI TAHUN 2021 Karina Zenischa Stasia; Sartiah Yusran; Syawal Kamiluddin Saptaputra
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 1 (2025): Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Ol
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i1.78

Abstract

KeIeIahan bagi setiap orang memiIiki arti tersendiri dan bersifat subyektif. Perawat sebagai garda terdepan daIam peIayanan kesehatan di Indonesia, dikategorikan sebagai tenaga kesehatan yang berisiko tinggi mengaIami keIeIahan daripada tenaga kesehatan Iainnya. PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT), kuaIitas tidur, beban kerja mentaI dan shift kerja terhadap keIeIahan kerja subjektif pada perawat di Rumah Sakit Dr. R. Ismoyo. PeneIitian ini merupakan peneIitian anaIitik observasionaI dengan pendekatan cross sectionaI study. Teknik pengambiIan sampeI mengunakan Exhaustive SampIing dengan jumIah 60 responden perawat Rumah Sakit Dr. R. Ismoyo. Data Kelelahan dikumpul menggunakan Kuesioner Pengukur Kebugaran Kerja (KAUPK2), beban kerja mental menggunakan kuesioner Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA-TIX) dan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh SIeep QuaIity Index (PSQI), dimana semua data dianalisis menggunakan uji Chi-square. HasiI peneIitian ini menunjukkan variabeI kuaIitas tidur dengan p-vaIue=0.008, beban kerja mentaI dengan p-vaIue=0.046, shift kerja dengan p-vaIue=0.032 dan status gizi dengan p-vaIue=0.220. SimpuIan terdapat hubungan antara kuaIitas tidur, beban kerja, dan shift kerja dengan keIeIahan kerja subjektif pada perawat di Rumah sakit Dr. R. Ismoyo, sedangkan status gizi tidak berhubungan dengan keIeIahan kerja subyektif pada perawat di Rumah sakit Dr. R. Ismoyo.
ANALISIS PENERAPAN SARANA PENYELAMATAN JIWA DAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DI SMP NEGERI 1 KENDARI TAHUN 2024 Muhamad Sahriyanto; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Siti Nurfadilah H
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 1 (2025): Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Ol
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i1.79

Abstract

Kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, misalnya di area tempat tinggal, sekolah, atau tempat kerja. Untuk mengelola risiko kebakaran, diperlukan sistem penyelamatan jiwa dan sistem proteksi kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sarana penyelamatan jiwa dan sistem proteksi kebakaran di SMP Negeri 1 Kendari Tahun 2024. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian ini adalah informan kunci (kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana) dan informan biasa (guru, satpam sekolah, dan staf sarana dan prasarana). Pemilihan informan dilakukan dengan dua cara yaitu pada informan kunci menggunakan prosedur purposive dan pemilihan pada informan biasa menggunakan prosedur kuota. Penelitian ini mencakup elemen-elemen dari sarana penyelamatan jiwa yang meliputi sarana jalan keluar, pencahayaan darurat, penunjuk arah keluar, dan titik kumpul, serta sistem proteksi kebakaran aktif yang meliputi apar, alarm kebakaran, hydrant dan sprinkler. Informasi ini diperoleh melalui berbagai metode, termasuk proses wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana jalan keluar telah sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh SNI 03-1746-2000. Pencahayaan darurat dan tanda petunjuk arah tidak sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh KepMen PU 10/KPTS/2000. Titik kumpul telah sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh NFPA 101 Life Safety Code. Alat pemadam api ringan (APAR), alarm kebakaran, hydrant, dan sprinkler belum sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh KepMen PU 02/KPTS/1985.
GAMBARAN SISTEM MANAJEMEN KEBAKARAN DI PT. PELINDO (PERSERO) CABANG KENDARI TAHUN 2023 Ahmad Chairul Umar; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Akifah Akifah
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.120

Abstract

Manajemen K3 sangat penting sebagai tindakan preventif untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, baik itu kebakaran gedung, lahan, dan lainnya. Di PT. Pelindo IV (Persero) cabang Kendari sebagian besar menggunakan komputer dan alat elektronik lainnya yang berpotensi terjadi korsleting. Dengan demikian, maka dilakukan penelitian tentang gambaran sistem manajemen kebakaran Di PT. Pelindo IV (Persero) cabang Kendari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran sistem manajemen kebakaran di PT. Pelindo (Persero) Cabang Kendari. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi tentang bagaimana gambaran sistem manajemen kebakaran PT. Pelindo (Persero) Cabang Kendari, maka penting untuk diketahui bagaimana gambaran penerapan yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah Manajer Sumber Daya Manusia (SDM), Manajer Teknik I Officer, dan Petugas P2K3 PT. Pelindo (Persero) Cabang Kendari. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi, lembar wawancara dan lembar dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gambaran Sistem Manajemen dan tatakelola pemanfaatan dan perawatan alat proteksi kebakaran di PT. Pelindo (Persero) Cabang Kendari terlihat mulai dari manajemen pra kebakaran seperti Enginering, education, dan enforcement, manajemen saat kebakaran, dan pasca kebakaran, serta ketersediaan sumber daya manusianya. Dengan demikian, maka gambaran sistem manajemen kebakaran di PT. Pelindo (Persero) Cabang Kendari sudah tertata dan terstruktur dengan baik sesuai standar yang berlaku.
STUDI KUALITATIF PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA PT. MITRABOR NUSANTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2022 Ayu Ayu; Pitrah Asfian; Syawal Kamiluddin Saptaputra
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i3.157

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani. Penerapan K3 adalah bentuk memberikan bekal perlindungan dunia kerja, sehingga dapat meminimalkan kecelakaan di tempat kerja. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada PT. Mitra Bor Nusantara Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT. Mitra Bor Nusantara yakni menggumpulkan dan menggambarkan dari data yang didapatkan. Teknik sampling yang digunakan untuk memilih sampel dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Sedangkan teknik pengambilan data adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa komitmen perusahaan dan pekerja dalam menerapkan kebijakan dan tujuan dari program K3 terlaksana dengan baik serta dapat bersinergi dengan pelaksanaan K3 di tempat kerja, implementasi program penerapan K3 di perusahaan sudah dilaksanakan dengan baik dalam bentuk aturan, organisasi serta kebijakan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan pekerja di tempat kerja, Perencanaan K3 di tempat kerja sudah sesuai berdasarkan manajemen risiko K3 dan Peraturan Perundang-undangan K3. Pemantauan dan peninjauan K3 digunakan untuk perbaikan selanjutnya yang didukung oleh informan biasa apa yang menjadi hasil pemantauan dan peninjauan ini sudah terlaksana.
GAMBARAN KESIAPSIAGAAN SEKOLAH DASAR TERHADAP BENCANA GEMPA BUMI DI KECAMATAN MANDONGA DAN POASIA KOTA KENDARI TAHUN 2023 Muhammad Azwan; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Syefira Salsabila
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i3.160

Abstract

Secara geografis, Indonesia terletak di perbatasan beberapa lempeng tektonik utama di dunia. Di bagian utara terdapat lempeng Eurasia, di selatan terdapat lempeng Indo Australia, di timur terdapat lempeng Filipina dan Samudera Pasifik. Selain itu, Indonesia juga berada di antara rentetan pegunungan Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik. Keadaan geografis ini berkontribusi pada tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana alam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kesiapsiagaan terkait pengetahuan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini bencana, serta ketersediaan dan fleksibilitas sumber daya dalam menghadapi bencana gempa bumi di sekolah dasar. di Kecamatan Mandonga dan Poasia Kota Kendari Tahun 2023. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deksriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportional Random Sampling, dimana sebanyak 243 responden, yang terdiri dari guru dan siswa kelas 5 sekolah dasar, dan dipilih secara acak dari populasi penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa kunci keberhasilan kesiapsiagaan dilihat pada keempat variabel pengetahuan, keadaan darurat bencana, peringatan dini dan mobilitas sumber daya, yang dalam penelitian ini, hasilnya menunjukkan bahwa guru-guru dari keempat sekolah tersebut termasuk dalam kategori siap. Namun, hanya tiga dari empat sekolah yang memiliki siswa-siswa yang masuk dalam kategori sangat siap, sementara satu sekolah lainnya berada dalam kategori siap. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat gambaran kesiapsiagaan sekolah dasar dalam menghadapi bencana gempa bumi di Kecamatan Mandonga dan Poasia Tahun 2023.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN TIDAK AMAN (UNSAFE ACTION) PADA PEKERJA DI PT. X TAHUN 2023 Rahayu Ningsih; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Irma Yunawati
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i3.161

Abstract

Tindakan tidak aman adalah tindakan yang membahayakan pekerja maupun orang lain dan menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Tindakan tidak aman memiliki dampak yang merugikan bagi pekerja, seperti hukuman karena melanggar peraturan perusahaan dan terpapar potensi bahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman pada pekerja PT X di tahun 2023. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Pendekatan ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, pelatihan, dan pengawasan dengan tindakan tidak aman pada pekerja di PT. X tahun 2023. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh jumlah karyawan PT. X yaitu sebanyak 633 pekerja dengan sampel sebanyak 239 pekerja menggunakan metode proportionate random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diketahui sebanyak 71,5% memiliki tindakan tidak aman, 10,0% memiliki pengetahuan kurang, 59,4% memiliki sikap kurang, 5,9% memiliki pelatihan kurang, dan 47,3% memiliki pengawasan kurang. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa pengetahuan p=0,935, sikap p=0,000, pelatihan p=0,548, dan pengawasan p=0,000 dengan tindakan tidak aman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara sikap dan pengawasan dengan tindakan tidak aman dan tidak ada hubungan antara pengetahuan dan pelatihan dengan tindakan tidak aman.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEGAWAI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KOTA KENDARI TAHUN 2023 Vidya Oktanisa; Ramadhan Tosepu; Syawal Kamiluddin Saptaputra
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i3.162

Abstract

Kelelahan adalah salah satu masalah dalam bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Kelelahan kerja adalah kondisi di mana seseorang kurang efisien dan tahan lama di tempat kerja. Istilah “kelelahan” mengacu pada situasi di mana karyawan tidak dapat melakukan aktivitas, menyebabkan penurunan kapasitas kerja dan daya tahan, postur atau sikap di tempat kerja, dan faktor lingkungan kerja seperti kebisingan. Karakteristik individu, termasuk jenis kelamin, kesehatan, status gizi, pola tidur, tahun pelayanan, gangguan psikologis, merokok, konsumsi alkohol, dan penggunaan obat-obatan juga dapat berdampak pada kelelahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan faktor-faktor yang terkait dengan kelelahan kerja di antara karyawan Pelabuhan Perikanan Samudera Kota Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel berjumlah 115 yang ditetapkan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data terdiri dari analisis univariat untuk melihat proporsi jawaban responden dan bivariat untuk menguji hubungan antarvariabel menggunakan uji chi-square. Hasil uji hubungan menunjukkan nilai p beban kerja 0,02, status gizi 0,049, waktu kerja 1.000, dan kualitas tidur 0.149. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa ada korelasi antara beban kerja dan status gizi dengan kelelahan kerja pada karyawan Pelabuhan Perikanan Samudera Kota Kendari. Sedangkan lama kerja dan kualitas tidur tidak memiliki korelasi dengan kelelahan kerja pada karyawan Pelabuhan Perikanan Samudera Kota Kendari tahun 2023.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA DI PT X TAHUN 2025 Uswataaul Hasana; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Kamrin Kamrin
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.185

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah pokok di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dapat berdampak terhadap produktivitas, efisiensi, serta kesejahteraan pekerja. Survei pendahuluan yang melibatkan 15 pekerja di PT X Kendari mengungkapkan bahwa 4 individu mengalami kelelahan kerja yang parah, sementara 11 lainnya mengalami kelelahan kerja yang ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan kelelahan kerja pada pekerja di PT X Kendari pada tahun 2025. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan desain observasional analitik melalui studi cross-sectional. Jumlah sampel mencapai 70 responden, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan melalui pendekatan bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia (p-value = 0,000) serta pola shift kerja (p-value = 0,000) dengan tingkat kelelahan kerja. Meskipun demikian, beban kerja (p-value = 0,247) serta kualitas tidur (p-value = 0,056) tidak menunjukkan keterkaitan yang bermakna dengan kelelahan kerja. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa usia dan pola shift kerja berkorelasi dengan tingkat kelelahan kerja, sementara beban kerja dan kualitas tidur tidak menunjukkan korelasi yang signifikan pada pekerja di bagian preparation site Morosi PT X Kendari pada tahun 2025 Disarankan agar pekerja lebih memperhatikan pengelolaan waktu istirahat, pola tidur, dan asupan nutrisi untuk menjaga kondisi fisik serta mental selama bekerja.
STUDI MANAJEMEN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DI PT PLN (PERSERO) UP3 KENDARI TAHUN 2025 Suci Nurnabila; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Zainab Hikmawati
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.188

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu potensi bahaya yang dapat menimbulkan kerugian besar terhadap keselamatan jiwa dan aset perusahaan apabila manajemen dan sistem proteksi kebakaran tidak diterapkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran manajemen penanggulangan kebakaran serta sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif di PT PLN (Persero) UP3 Kendari Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh komponen sistem proteksi kebakaran di gedung PT PLN (PERSERO) UP3 Kendari, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan telaah dokumen menggunakan instrumen checklist yang mengacu pada Permen PU No. 20/PRT/M/2009 dan Permen PU No. 26/PRT/M/2008, serta dianalisis secara deskriptif berdasarkan kriteria penilaian audit kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan manajemen penanggulangan kebakaran berada pada kategori cukup, dengan prosedur tanggap darurat cukup, organisasi tanggap darurat kurang, dan sumber daya manusia dalam kategori baik. Sarana penyelamatan jiwa menunjukkan sarana jalan keluar dan tempat berhimpun tergolong baik, sedangkan tanda petunjuk arah, pencahayaan darurat, dan pintu darurat masih kurang. Sistem proteksi kebakaran aktif menunjukkan APAR dan alarm dalam kategori baik, hidran cukup, sistem pipa tegak baik, namun sprinkler tidak tersedia serta proteksi kebakaran pasif berupa konstruksi tahan api juga belum tersedia. Penerapan manajemen dan sistem proteksi kebakaran di PT PLN (Persero) UP3 Kendari belum sepenuhnya memenuhi standar yang berlaku sehingga diperlukan peningkatan dan perbaikan guna meminimalkan risiko kebakaran dan dampaknya.
STUDI PENERAPAN PERENCENAAN DAN PELAKSANAAN K3 DI PT. PLN (PERSERO) X TAHUN 2023 Nurul Hikmah; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Siti Nurfadilah H
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.199

Abstract

Perlindungan bagi tenaga kerja bertujuan agar mereka dapat menjalankan tugas sehari-hari dengan nyaman dan meningkatkan produktivitas mereka. Penerapan perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek yang krusial dalam melindungi tenaga kerja, sehingga memastikan kelancaran dan kesuksesan proses pembangunan. Keselamatan dan Kesehatan Kerja diperlukan dalam semua kegiatan yang sedang berlangsung. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan dan pelaksanaan K3 di PT. PLN (Persero) X. Penelitian ini memanfaatkan prosedur kualitatif dengan pendekatan Studi kasus. Penelitian ini dijalani antara bulan Maret dan April 2023 di PT. PLN (Persero) X. Metode yang digunakan meliputi wawancara dengan 4 informan, observasi, dan telaah dokumen. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan K3 di PT. PLN (Persero) X belum terlaksana secara optimal. Untuk merumuskan perencanaan K3, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah tinjauan awal kondisi K3 perusahaan dan identifikasi potensi bahaya. PT. PLN (Persero) X melakukan identifikasi bahaya melalui pemantauan langsung, dan setiap vendor diwajibkan memiliki Working Permit (WP) dan Job Safety Analysis (JSA). Namun, terdapat kendala dalam hal sumber daya manusia, terutama kurangnya pengawas K3, yang mengakibatkan kurangnya pengawasan terhadap proses perbaikan. Sarana dan prasarana yang tersedia meliputi peralatan kerja, toilet, rambu-rambu, Alat Pelindung Diri (APD), Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan Kotak P3K. Meskipun PT. PLN (Persero) X tidak menyelenggarakan pelatihan untuk pekerja secara umum, mereka menyediakan sosialisasi seperti safety briefing. Namun, terdapat pelatihan khusus yang diadakan untuk divisi K3.