Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGUATAN KAPASITAS WIRAUSAHA MELALUI PELATIHAN TEKNIK BRAINSTORMING DI PROVINSI GORONTALO: SEBUAH UPAYA PENGABDIAN MASYARAKAT Ardiyanto Saleh Modjo
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i1.211

Abstract

Pelatihan teknik brainstorming diselenggarakan sebagai bagian dari pengabdian masyarakat untuk membekali pelaku usaha dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Koperasi dan Industri Provinsi Gorontalo. Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menerapkan teknik brainstorming untuk menghasilkan ide-ide kreatif dalam pengembangan usaha, yang krusial untuk daya saing dan inovasi wirausaha di era digital. Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Gorontalo, CIDA Canada, dan Universitas Negeri Gorontalo. Metode pelatihan menggunakan pendekatan partisipatif dengan penyampaian materi, simulasi kelompok, dan presentasi hasil. Peserta berjumlah 20 orang yang terdiri dari 15 ASN dan 5 pelaku usaha, dibagi dalam 4 kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan pelatihan berhasil dengan skor rata-rata 89 (kriteria sangat baik), dimana tiga kelompok mencapai predikat "sangat baik" dan satu kelompok "baik". Disimpulkan bahwa pelatihan teknik brainstorming efektif meningkatkan kapasitas peserta dan direkomendasikan adanya pelatihan lanjutan untuk penguatan berkelanjutan.
Penyuluhan Nilai Ekologis dan Peluang Ekspor Produk Pisang Bagi Kelompok Wanita Tani Tunas Hijau Gorontalo Ardiyanto Saleh Modjo
Jurnal Bersama Pengabdian Kepada Masyarakat (SAMAMAS) Vol. 2 No. 2 (2026): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/samamas.v2i2.1051

Abstract

Banana is widely cultivated in Gorontalo; however, its cultivation has declined in West Limboto Subdistrict, while banana leaves and pseudostems (gedebog) remain underutilized despite their ecological and economic potential. Members of the Tunas Hijau Women Farmers Group (KWT) in Hayahaya Village have opportunities to develop banana-based enterprises but have limited knowledge of the environmental functions and export prospects of banana by-products. This community service program aimed to enhance their understanding through an extension activity conducted on 7 May 2026 involving 40 participants. A participatory approach combining presentations and discussions was employed to introduce the ecological roles of banana plants, the export potential of banana leaves, and the utilization of pseudostems for fiber, organic fertilizer, handicrafts, paper, and animal feed. Participants' knowledge was assessed using a rubric and pre-test/post-test instruments. The average score increased from 46.18 before the activity to 85.00 afterward, representing an 84.07% improvement and achieving a Very Good category. These findings indicate that the extension program effectively improved participants' awareness of the environmental and economic value of banana by-products while supporting community empowerment and the development of a self-reliant village through green innovation.
Penguatan Kapasitas Aparatur Dan Pelaku Usaha Melalui Pelatihan Brainstorming Dalam Pengembangan Ide Usaha Di Provinsi Sulawesi Tenggara Ardiyanto Saleh Modjo
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 2: Januari 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i2.159

Abstract

Pengembangan ide usaha yang inovatif menjadi tantangan utama bagi aparatur pemerintah dan pelaku usaha daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya alam dan kewirausahaan yang besar, namun belum sepenuhnya dioptimalkan karena keterbatasan kapasitas dalam menggali dan mengembangkan gagasan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur dan pelaku usaha melalui pelatihan brainstorming sebagai metode sistematis dalam menghasilkan ide usaha yang kreatif dan solutif. Pelatihan dilaksanakan dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas aparatur sipil negara Dinas Koperasi dan Industri serta pelaku usaha lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, diskusi kelompok, praktik brainstorming terstruktur, dan pendampingan intensif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam mengidentifikasi permasalahan, menghasilkan ide usaha, serta mengembangkan gagasan secara kolaboratif. Rata-rata skor penilaian akhir peserta mencapai 88 yang termasuk kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan brainstorming efektif dalam memperkuat kapasitas berpikir kreatif dan inovatif peserta. Kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi lokal dan diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem kewirausahaan yang adaptif dan berdaya saing di Provinsi Sulawesi Tenggara.
BRAINSTORMING KEWIRAUSAHAAN BERBASIS POTENSI LOKAL SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN MINDSET DAN PENGEMBANGAN IDE USAHA MASYARAKAT DI KOTA MAKASSAR Ardiyanto Saleh Modjo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat mindset kewirausahaan dan kemampuan masyarakat dalam menghasilkan ide usaha yang relevan dengan potensi lokal Kota Makassar. Kegiatan melibatkan masyarakat dan pelaku usaha yang dibagi ke dalam empat kelompok kerja. Metode pelaksanaan dirancang secara partisipatif melalui sosialisasi konsep kewirausahaan, pemetaan potensi lokal, brainstorming terstruktur, diskusi kelompok, presentasi ide, dan umpan balik antarkelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan rubrik penilaian kerja kelompok yang mencakup kesesuaian presentasi dengan tujuan pembelajaran, penyajian hasil diskusi, diskusi terbuka, hasil analisis pasar, dan penerimaan masukan. Hasil evaluasi menunjukkan nilai kelompok berkisar antara 81 sampai 94 dengan rata-rata 87,5. Tiga kelompok (75%) berada pada kategori sangat baik dan satu kelompok (25%) berada pada kategori baik. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan brainstorming berbasis potensi lokal mampu mendorong peserta mengidentifikasi peluang, mengembangkan alternatif ide usaha, mempertimbangkan kebutuhan pasar, serta menerima umpan balik untuk penyempurnaan gagasan. Faktor pendukung kegiatan meliputi partisipasi aktif peserta, kedekatan tema dengan pengalaman ekonomi sehari-hari, dan pembelajaran kolaboratif. Keterbatasan kegiatan berkaitan dengan durasi pelatihan dan perlunya pendampingan lanjutan untuk menguji kelayakan ide. Program serupa direkomendasikan dilanjutkan melalui validasi pasar, penyusunan model bisnis, dan pendampingan implementasi.