Claim Missing Document
Check
Articles

Development of Plant Bioplastic Learning Media Equipped with QR Codes to Improve Students' Understanding of Biodiversity Material Rahmadani, Riska Arifa; Rudyatmi, Ely
Journal of Biology Education Vol. 14 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the Merdeka Curriculum, students are required to explore knowledge and skills from their own experiences. So far, teachers have been using picture, video, and PowerPoint media. Students' understanding of biodiversity is lacking because they do not have direct experience in classifying plants. Therefore, it is necessary to develop plant bioplastic media equipped with QR codes as an effort to improve students' understanding. The purpose of this research is to analyze the validity, practicality, and effectiveness of plant bioplastic learning media equipped with QR codes. This research uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research was conducted at SMA N 1 Bawang in the Academic Year 2023/2024. The research design used during the implementation phase was the Non-Equivalent Pretest Posttest Control Group Design. The validity of the media and materials was determined using validation questionnaires. The practicality of the media was determined based on teacher and student response questionnaires. The effectiveness of the media was determined based on student test results and student worksheets. Validity and practicality were analyzed descriptively, while effectiveness was analyzed quantitatively. The results of the validator assessment stated that the plant bioplastic media was highly valid. Teachers found the media to be very practical, and all students rated the media as practical or very practical. The Mann-Whitney test revealed that the learning outcomes of the experimental class were significantly higher than those of the control class. The number of students with medium and high N-gain in the experimental class was greater than that in the control class, namely 59% > 39%. Plant bioplastic media equipped with QR codes is valid, practical, and effective in improving students' understanding of biodiversity.
Aloe Vera Cultivation and Post-Harvest Processing for Daily Life Sutopo, Yeri; Rudyatmi, Ely; Rohman, Shohihatur; Setiyanto, Denny Firman; Dewa, Pramaditya Putra Komala; Andhika, Pedro
Journal of Community Empowerment Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Community Empowerment
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aloe vera was often wasted, even though it actually has many benefits. During a morning walk in the Taman Kradenan Asri housing complex, many aloe vera plants were found to be thrown away. When asked to the owner of the plant, why were so many of his aloe vera plants thrown away? The owner of the aloe vera replied that this plant grows very quickly, even though its use was only a little, namely for washing hair as a shampoo supplement and its mucus to help heal minor wounds. This fact encouraged community service activities to be carried out in the housing complex, namely through training for mothers of the Dasa Wisma. This community service activity aims to describe skills and knowledge in developing higher quality aloe vera which could later be used to produce processed products for mothers who are members of the Dasa Wisma in RW 11, Sukorejo Village in Semarang City. The results of this community service show that: (1) The knowledge of the local women who participated in the training and mentoring regarding Aloe Vera cultivation and post-harvest processing for daily life in RW 11, Sukorejo Village, Gunungpati District, Semarang City, most of the 50% of participants had knowledge in the category Enough.; (2) Skills of local women who participated in training and mentoring on Aloe Vera Cultivation and Post-Harvest Processing for Daily Life in RW 11, Sukorejo Village, Gunungpati District, Semarang City, the majority of whom, namely 55.5% of participants, had skills in the sufficient category.
Karakter Anatomi dan Kandungan Pigmen Daun Mangga Wirasangka (Mangifera indica var. Wirasangka) Rahayu, Reny; Rahayu, Enni Suwarsi; Rudyatmi, Ely; Widiatningrum, Talitha
Life Science Vol 13 No 1 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v13i1.64386

Abstract

Wirasangka mango is the identity flora of Tegal Regency. The morphological characters of the wirasangka mango have been studied, but need to be supplemented with anatomical characters. The anatomical character of the plant that needs to be studied is the anatomy of the leaves. Leaves have varying tissue structures and pigment content. This study aims to describe the anatomical characters and analyze the pigment content of wirasangka mango leaves. The characteristics and pigment content of wirasangka mango leaves have never been reported. Anatomical characters of mango wirasangka leaves were determined by cross-sectional leaf preparations using non-embedding method and whole mount leaf preparations. The pigment content of mango wirasangka leaves was analyzed using a spectrophotometer. The results of the study of the anatomical characters showed that the leaves of wirasangka mango have dorsiventral and hypostomatous leaf, have a palisade ratio of 4-5 cells, stomata are anomocytic type, guard cell length is 11.45 µm and guard cell width is 4.78 µm, and has a stomatal density of 173.25 /mm2. The chlorophyll content of shoots, young and mature leaves of wirasangka mango were 9.1 mg/l, 12.28 mg/l and 47.89 mg/l. The carotenoid content of shoots, young leaves and mature leaves were 293.51 µmol/g, 371.76 µmol/g, and 1445.88 µmol/g respectively, and the anthocyanin content of shoots, young leaves and mature leaves were respectively also 1.36 mg/100g, 0.75 mg/100g, and 0.38 mg/100g. The results of the research can be used to complete the characters that need to be observed in the characterization of wirasangka mango.
EMBUNG PATEMON KONSERVASI YANG BERSINERGI, BERMANFAAT DAN BERKELANJUTAN Saraswati, Ufi; Bintari, Siti Harnina; Rudyatmi, Ely; Sukaesih, Sri; Mustikaningtyas, Dewi
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Embung Patemon sekaligus merupakan upaya Konservasi Air dibawah pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Jawa Tengah. Embung Patemon memiliki bentuk berupa cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan, menjaga kualitas air tanah, mencegah banjir, hingga sumber pengairan. Keberadaan Embung Patemon diharapkan tidak hanya sebagai tempat konservasi air, melainkan dapat digunakan sebagai sumber ekonomi masyarakat Patemon dan sekitarnya, khususnya masyarakat yang berada di Kampung Sriging RT 01/RW 01. Mengingat lingkungan sekitar Embun Patemon memungkinkan untuk menjadi tempat berkumpul, bersantai bersama keluarga dengan menghirup udara segar di lingkungan sekitar Embung. Kelurahan Patemon tempat keberadaan Embung Patemon telah mempunyai komunitas bisnis yang tergabung dalam UMKM masyarakat Patemon. UMKM yang tergabung antara lain memproduksi aneka makanan ringan, selain adanya komunitas BSM yang menghasilkan produk komersilnya berupa sabun, ecoenzim dan turunannya serta kerajinan tangan dari perca dan kertas/kemasan produk pangan. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memanfaatkan keberadaan Embung Patemon sebagai tempat kegiatan ekonomi masyarakat sekitar. Diperoleh hasil berupa inisiasi sinergitas antara masyarakat UMKM dengan pihak BBWS dengan tetap mengikuti rambu rambu fungsi embung untuk menyimpan air dan konservasi alam lingkungan setempat. Perhatian civitas akademika dengan demikian dalam meng aplikasikan ide, dan gagasan sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni “Embung Patemon sebagai bentuk konservasi yang bersinergi, bermanfaat dan berkelanjutan” secara mikro telah terlaksana.
PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN DAN SAYURAN MELALUI METODE AKUAPONIK SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Herlina, Lina; Christijanti, Wulan; Utami, Nur Rahayu; Peniati, Endah; Rudyatmi, Ely; Purwantoyo, Eling; Sriyadi , Sriyadi; Mu’afy, Faizal Daffa; Kusuma, Zeni Herawati
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akuaponik, sebagai sistem budidaya terintegrasi antara perikanan dan pertanian, menawarkan solusi inovatif dalam pemanfaatan sumber daya yang efisien. Kegiatan ini untuk mengeksplorasi potensi budidaya akuaponik sebagai salah satu alternatif dalam pemberdayaan masyarakat. Tujuan pengabdian ini diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan akuaponik dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam aspek ekonomi dan ketahanan pangan yang mencakup kajian mengenai aspek teknis budidaya akuaponik, analisis ekonomis, serta evaluasi dampak sosial dari penerapan sistem ini. Metode dalam dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu sosialisasi dan edukasi, pelatihan teknis,serta monitoring dan eavalasi. Peserta berjumlah 20 orang dari ibu-ibu PKK di RT 03/RW08 Kelurahan Patemon. Hasil menunjukkan bahwa peserta pengabdian antusias mengikuti kegiatan baik teori maupun praktik. Dua bulan setelah ppraktik budidaya ikan lele dipanen dan 10% dari keselurahan ikan lele sejumlah 50 ekor sekitar10 ekor mati. Pertumbuhan kangkung selama 2 bulan menunjukan adanya pertumbuhan dilihat dari tinggi , jumlah daun dan cabangnya. Dari program kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat membuka wawasan peserta tentang budidaya ikan dan sayuran dengan akuaponik. yang dapat digunakan dalam budidaya sayuran bebas bahan kimia sehingga meningkatan gizi sayuran. Dengan adanya pengabdian ini diharapkan dapat digunakan sebagai inisiasi pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan sehingga dapat menambah pendapatan karena sayuran kangkung dan ikan lele dapat dikonsumsi sendiri atau dijual sehingga akan menambah pendaparan keluarga.
PENGEMBANGAN E-ATLAS STRUKTUR TUMBUHAN BERBIJI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI JARINGAN, ORGAN, DAN SISTEM ORGAN PADA TUMBUHAN DI SMA Rosaningdyah, Amalia Rizqi; Rudyatmi, Ely
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi jaringan tumbuhan mempelajari struktur mikroskopis dan fungsi dari berbagai jaringan tumbuhan. Observasi di SMA Negeri 16 Semarang menunjukkan bahwa 56% siswa menganggap materi ini abstrak. Siswa kesulitan memahami konsep karena kompleksitas materi dan struktur mikroskopis yang sulit divisualisasikan tanpa alat atau media yang memadai. Inovasi media pembelajaran diperlukan untuk membantu siswa memvisualisasikan struktur jaringan tumbuhan, memahami hubungan struktur-fungsi, dan mengaplikasikan pengetahuannya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-Atlas Struktur Tumbuhan Berbiji sebagai media pembelajaran yang valid dan praktis untuk materi Jaringan, Organ, dan Sistem Organ Tumbuhan di SMA. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Validitas produk dinilai oleh ahli materi dan media, sementara kepraktisan dinilai oleh dua guru dan 63 siswa kelas XI SMA Negeri 16 Semarang yang telah mempelajari jaringan tumbuhan. Hasil menunjukkan tingkat validitas E-Atlas sangat tinggi, mencapai 93,27% dari ahli materi dan 98,21% dari ahli media. Kedua nilai validitas E-Atlas memenuhi kriteria “Sangat Valid”. Keputusan uji validitas menyatakan bahwa produk layak digunakan sebagai media pembelajaran dengan revisi. Uji kepraktisan mencapai 94,53% dari guru dan 89,9% dari siswa, sehingga produk memenuhi kriteria “Sangat Praktis”. Secara rinci, 89% siswa menilai E-Atlas sangat praktis, dan 11% menilainya praktis, tanpa ada penilaian kurang atau tidak praktis. Hasil penilaian kepraktisan mengindikasikan tingginya tingkat penerimaan dan kepuasan pengguna terhadap E-Atlas. Kesimpulannya, E-Atlas Struktur Tumbuhan Berbiji dinyatakan valid dan praktis sebagai media pembelajaran biologi. E-Atlas berperan sebagai jembatan yang mentransformasikan pengalaman abstrak menjadi konkret, serta menawarkan solusi efektif untuk memvisualisasikan struktur jaringan tumbuhan, memahami hubungan struktur-fungsi, dan mengaplikasikan pengetahuan kontekstual.
Development Of Class X Ecosystem E-Catalog at SMA Negeri 12 Semarang Tri Astuti, Diyah Ayu; Rudyatmi, Ely
Journal of Biology Education Vol. 13 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital technology has not yet been integrated to create an innovative learning media ecosystem. Utilization of local potential as a medium for ecosystem learning is still rarely done. Student learning outcomes in ecosystem Materi are still less than optimal. This can be seen from the scores of many students who are still incomplete. So it is necessary to develop an E-Catalog for class X ecosystems at SMA Negeri 12 Semarang. The aim of this research is to analyze the validity, practicality and effectiveness of the E-Catalog. This type of research is research and development with an ADDIE design (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluate). Media validity is measured using a validity assessment questionnaire by Materi and media experts. The practicality of the media is measured by teacher and student response questionnaires. The effectiveness of the Ecosystem E-Catalog is measured by learning outcome tests. Data were analyzed using descriptive percentage techniques. The results of the validator assessment stated that the Ecosystem E-Catalog media was very valid. In the small scale trial, 50% of students thought the Ecosystem E-Catalog was very practical and 50% of students thought it was practical. In a large-scale test, teachers and 69% of students thought the Ecosystem E-Catalog was very practical. All students have completed learning about Ecosystem materi . The Ecosystem E-Catalog is very valid, very practical and effectively used for teaching and learning activities at SMA Negeri 12 Semarang. 
PRODUK TEMPE DENGAN FORTIFIKASI HERBAL Bintari, Siti Harnina; Rudyatmi, Ely; Peniati, Endah; Mustikaningtyas, Dewi; Isnaeni, Wiwi; B., F. Putut Martin H.; Ulfa, Berlina Maika
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe merupakan produk yang familiar dan mudah diolah menjadi bermacam-macam makanan siap santap. Saat ini, belum dikenal dan belum familiar produk tempe yang diproduksi dengan tambahan tepung dari tanaman potensial, misalnya kelor, kersen dan porang. Tempe yang mendapatkan proses pengolahan sedemikian disebut tempe inovasi, merupakan varian baru dari industri tempe. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan cara produksi tempe inovasi dengan fortifikan herbal yaitu kelor, kersen dan porang serta untuk menentukan fisik tempe inovasi dan profil kimia meliputi kandungan protein dan antioksidan. Tempe inovasi merupakan tempe yang dalam pembuatannya mendapat fortifikan bahan herbal sebesar 1-2%. Produk tempe yang dihasilkan dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan camilan, lauk pauk dan sayur-mayur. Permasalahan pada observasi riset awal ini adalah bagaimana teknologi pembuatannya dan apakah ada perbedaan kandungan protein dan angka antioksidan produk tempe inovasi dibandingkan dengan kontrol. Telah dilakukan praktik pembuatan tempe inovasi secara higienis dan menghasilkan produk tempe inovasi matang tidak berbeda secara fisik dengan tempe original. Kandungan protein dan angka antioksidan secara umum berbeda dengan kontrol masing masing pada rentang angka 3, 019 dan 0,90.