Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Otak-Otak Ikan Kembung Jantan (Rastrelliger kanagurta) Substitusi Rumput Laut (Eucheuma spinosum) Terhadap Ibu Hamil KEK Di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar Tahun 2015 Syarfaini Syarfaini; Sitti Raodhah; Sukarni Sukarni
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.188 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2016

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) merupakan keadaan dimana seseorang menderita ketidak seimbangan asupan gizi yang berlangsung menahun. Seseorang dikatakan menderita risiko kurang energi kronik bilamana LILA (Lingkar Lengan Atas) < 23,5 cm (Muliawati, Siti, 2012). Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum terhadap LILA, perubahan asupan energi dan asupan protein, serta berat badan  pada ibu hamil kurang energi kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain non randomized pre- post control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yang terdapat di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar. Sampelnya adalah sebanyak 30 ibu hamil KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum selama 30 hari meningkatkan  rata- rata lingkar lengan atas, berat badan, asupan energi dan asupan protein. Terdapat pengaruh pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum terhadap lingkar lengan atas ibu hamil KEK, yang di tandai dengan rata-rata lingkar lengan atas >23,5 cm. Diharapkan agar kegiatan pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum tetap berjalan secara kontiyu meski penelitian selesai yang bisa dibuat sendiri ibu hamil.
Penilaian Risiko Ergonomi Postur Kerja dengan Metode Quick Exposure Checklist (QEC) pada Perajin Mebel UD. Pondok Mekar Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar Fatmawaty Mallapiang; Sitti Raodhah; Muchlis Mubaraq Hamda
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.719 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i2.2647

Abstract

Tujuan penelitian ini menilai risiko ergonomi postur kerja perajin mebel UD. Pondok Mekar Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar dengan dua kriteria penilaian yaitu penilaian observer’s dan worker sehingga diperoleh total skor exposure dari tiap alur proses produksi. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan observasional. Hasil penelitian menunjukkan skor eksposur tertinggi bagian pemotongan pada bahu/lengan yaitu 24, skor penilaian observer’sdan worker sebanyak 42%, total skor eksposur 69, risiko ergonomi pada kategori aman sehingga level tindakan diperlukan beberapa waktu kedepan. Bagian penghalusan pada bahu/lengan dan pergelangan tangan/tangan dengan skor masing-masing 40, skor penilaian observer’sdan worker sebanyak 76%, total skor eksposur sebanyak 134, risiko ergonomi pada kategori berat sehingga level tindakan sekarang juga. Bagian perakitan pada belakang punggung dengan skor 44, skor penilaian observer’sdan worker sebanyak 75%, total skor eksposur sebanyak 132, risiko ergonomi pada kategori berat sehingga level tindakan sekarang juga. Bagian pendempulan pada pergelangan tangan/tangan dengan skor 28, skor penilaian observer’sdan worker sebanyak 56%, total skor eksposur sebanyak 92, risiko ergonomi pada kategori sedang sehingga level tindakan dalam waktu dekat. Bagian pengecatan pada bahu/lengan dengan skor 32, skor penilaian observer’sdan worker sebanyak 49%, total skor eksposur sebanyak 80, risiko ergonomi pada kategori ringan sehingga level tindakan beberapa waktu kedepan. Diharapkan saran perbaikan sikap kerja di tiap alur proses produksi yang telah diketahui level risikonya sehingga tindakan perbaikan dapat ditentukan, dijadikan masukan mengenai risiko ergonomi pembuatan mebel khususnya pada penghalusan dan perakitan yang berada pada level tindakan tertinggi
Hubungan Peran Kepala Ruangan Dengan Kinerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Rsud Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Sitti Raodhah; Nildawati Nildawati; Rezky Rezky
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.698 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i1.3199

Abstract

Pelayanan keperawatan dilakukan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan, pemulihan serta pemeliharaan kesehatan dengan pemenuhan pada upaya pelayanan kesehatan utamanya untuk memungkinkan setiap penduduk mencapai kemampuan hidup sehat dan produktif yang dilakukan sesuai dengan wewenang, tanggungjawab dan etika profesi keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan observasi analitik untuk mengetahui hubungan antara peran kepala ruangan dengan kinerja perawat di ruang rawat inap, jumlah sampel yaitu sebanyak 84 responden yang bertugas di ruang rawat inap. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling, teknik analisa data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat dengan uji statistik fhiser Exact test. Data disajikan dalam analisa p-value dengan 95% interval kepercayaan, dengan responden secara keseluruhan adalah perawat. Dari analisis bivariat diperoleh hubungan peran kepala ruangan dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa (variable Perencanaan (p=0,014), Pengorganisasian (p=0,008), Pengarahan (p=0,024), Pengawasan/Pengendalian (p=0,009) dari semua peran kepala ruangan dihubungkan dengan kinerja perawat dapat diperoleh (p=0,014)). Penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa dipengaruhi oleh peran kepala ruangan. Sehingga kepala ruangan perlu meningkatkan dan mempertahankan perannya sebagai kepala ruangan agar pelaksanaan keperawatan tetap terlaksana dengan baik sesuai dengan standar asuahan keperawatan. 
Pengaruh Persepsi Mutu Pelayanan Kebidanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD Barru Sulawesi Selatan Tahun 2017 Ayu Wulandari Kahar; Basir Palu; Sitti Raodhah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.998 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i2.3760

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan; (1) untuk mengetahui pengaruh persepsi mutu keandalan terhadap kepuasan pasien rawat inap RSUD Barru Sulawesi Selatan, (2) untuk mengetahui pengaruh persepsi mutu ketanggapan terhadap kepuasan pasien rawat inap RSUD Barru Sulawesi Selatan, (3) untuk mengetahui pengaruh persepsi mutu jaminan terhadap kepuasan pasien rawat inap RSUD Barru Sulawesi Selatan (4) untuk mengetahui pengaruh persepsi mutu empati terhadap kepuasan pasien rawat inap RSUD Barru Sulawesi Selatan (5) untuk mengetahui pengaruh persepsi mutubukti langsungi terhadap kepuasan pasien rawat inap RSUD Barru Sulawesi Selatan, dan (6) faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat inap RSUD Barru Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampel penelitian adalah pasien rawat inap di ruang kebidanan RSUD Barru yang berjumlah 86 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) ada pengaruh Keandalan dengan kepuasan pasien rawat inap di RSUD Barru 2017. 2) ada pengaruh Ketanggapan dengan kepuasan pasien rawat inap di RSUD Barru 2017. 3) ada pengaruh Jaminan dengan kepuasan pasien rawat inap di RSUD Barru 2017. 4) ada pengaruh Empati dengan kepuasan pasien rawat inap di RSUD Barru 2017. 5) ada pengaruh Bukti Langsung dengan kepuasan pasien rawat inap di RSUD Barru 2017. 6)  variabel Keandalan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap Kepuasan pasien rawat inap di RSUD Barru tahun 2017. Bagi Rumah Sakit Umum Daerah Barru pada bagian rawat inap kebidanan agar meningkatkan keterampilan bidan, melakukan uji kompetensi sesuai profesi petugas, mengedepankan keramahan kepada pasien dan memperbaiki sarana dan prasarana yang ada. 
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Garam Beryodium Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Pallengu Kabupaten Jeneponto Irviani Anwar Ibrahim; Sitti Raodhah; Syarfaini Syarfaini; Syahraini Syahraini
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.817 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i1.5417

Abstract

Yodium adalah zat gizi esensial bagi tubuh karena merupakan komponen dari hormon tiroid, yaitu tetraiodotironin (T4) atau tiroksin dan triiodotironin (T3) yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf serta fungsi neuromuskular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan  dengan  pemanfaatan  garam  beryodium  rumah  tangga  di  Kelurahan Pallengu Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei analitik. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan dua tahap pengambilan, proses pertama  menggunakan  proporsional  random  sampling  setelah  itu  tahap  selanjutnya sampel dipilih secara acak dengan metode arisan. Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 282 responden dari 961 populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara variabel pendidikan ibu (p=0.490) dan sikap ibu (p=0.0229) dengan pemanfaatan garam beryodium rumah tangga, sedangkan terdapat hubungan yang bermakna antara variabel pengetahuan (p=0.001) dan harga garam (p=0.000) dengan pemanfaatan garam beryodium rumah tangga. Diharapkan kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan ketersediaan garam beryodium di rumah tangga serta melakukan penyuluhan tentang pentingnya penggunaan garam beryodium sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan garam beryodium.  
Penerapan Komunikasi Pasien dan Keluarga Berdasarkan Standar Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) 2012 di RS Tk.II Pelamonia Makassar Sitti Raodhah; Surahmawati Surahmawati; Syahratul Aeni; Dwi Kurnia Lestari Zulmi
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.597 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i1.5421

Abstract

Penerapan Komunikasi Pasien dan Keluarga Berdasarkan Standar Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) 2012 di Rs Tk.II Pelamonia Makassar
Gambaran Pelaksanaan Sistem Pembayaran Layanan Kesehatan INA-CBGs Di Rawat Inap RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone Sitti Raodhah; Nurdiyanah Syarifuddin; Surahmawati Surahmawati; Nildawati Nildawati; Nur Alam Syam
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 1, January-June 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.935 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i1.9441

Abstract

RSUD Tenriawaru menerapkan sistem Indonesian Case Based Groups (INA-CBGs) sebagai sistem pembayaran layanan kesehatan bagi pasien JKN-BPJS. Penelitian inimenggambarkan pelaksanaan sistem INA-CBGs di bagian rawat inap RSUD Tenriawaru.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan case study. Pemilihan sampel menggunakan teknik snowball sampling.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem INA-CBGs yang diterapkan oleh rumah sakit meliputi proses (1) planningyaitu persiapan SDM, fasilitas, penyusunan strategis serta rencana anggaran; (2) organizing meliputi pembagian, pelatihan dan koordinasi antar pegawai; (3) actuating meliputi penentuan tarif INA-CBGs dan kendalanya; (4) controlling meliputi pembentukan tim verifikasi dan antifraud; (5) evaluating yaitumelihat kedisiplinan dokter mengisi rekam medis, melihat keuntungan dan kerugian rumah sakit. Secara keseluruhan pelaksanaan sistem INA-CBGs di RSUD Tenriawaru sudah berjalan cukup teratur dan efektif. Kedisiplinan dokter dalam mengisi rekam medis belum terealisasi dengan baik, sehingga menghambat prosedur penginputan data pasien. Perlu adanya pengecekan kembali kelengkapan dokumen rekam medis pasien oleh koder. 
The administrative service system of patient reception at regional public hospital Deby Rara Yolanda; Sitti Raodhah; Hasbi Ibrahim
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 12, Nomor 1, January-June 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.623 KB) | DOI: 10.24252/as.v12i1.14393

Abstract

In Indonesia, the most commonly used health insurance is the service issued by Badan Penyelenggara Jaminan Social or BPJS (Social Security Administration) that collaborates with many hospitals such as H. AndiDaengRddja Regional Public Hospital in Bulukumba Regency. The purpose of this study was to determine the administrative service system implemented by the hospital in accepting BPJS patients in the emergency room. This research uses qualitative approach with a case study as the research design. The research data are obtained through in-depth interviews. In addition to that, this research collects its research data through field observations and a review of related previous studies. The findings reveal that the hospital management applies the following strategies in the division of administrative services: (1) planning through trainings and workshops provided for the human resources as well as the formulation of RUK and RPK; (2) organising through trainings involving a number of institutions within Regional Public Hospital; (3) actuating through an execution of administrative services for BPJS users; (4) controlling  through supervision facilitated by the hospital management; (5) evaluating that addresses the process of human resources quality promotion through databased information trainings. In conclusion, the findings of this research are hoped to provide insights that can be useful for the hospital management specifically the emergency unit to improve their performance in providing services for BPJS users. They can start by assessing the development and training, program execution and evaluation aspects as well as by improving the facilities and infrastructure.
THE DETERMINANTS OF USING VASECTOMY CONTRACEPTION IN SOMBA OPU DISTRICT, INDONESIA Sitti Raodhah; Kasriana Kasriana
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 1 No 1 (2020): October
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.834 KB) | DOI: 10.24252/hmsj.v1i1.16449

Abstract

Background: MOP (Male Operation Method) is an alternative family planning method for men who have decided they don't want to have more children by undergoing minor surgery on the sperm duct by blocking or blocking the way for the sperm to prevent fertilization.Objective: The purpose of this study was to determine the determinants of the use of MOP (Male Operation Method) / Vasectomy contraception in Somba Opu District, Gowa Regency.Method: This research is quantitative research with analytics method by using cross sectional study,The sampling technique used was proportional random sampling with a sample size of99 respondents. The data collection employed was a questionnaire, and the data was analyzed using the chi-square test.Result: The results showed that there was an influence between income (p = 0.002), knowledge (p = 0.003), attitude (p = 0.004), wife's support (p = 0.004) with the use of MOP contraception and there was no influence between age (p = 0.082), education (p = 0.465), the number of children (p = 0.204), the number of children wanted (p = 0.876), PLKB (p = 0.267) with the use of MOP contraception.Conclusion: This study is expected to gain a clear understanding of contraceptives and can easily determine their choice of family planning, especially male FP (Male Operation Method).
THE UTILIZATION OF HEALTH SERVICE BY THE SCAVENGERS IN TAMANGAPA LANDFILL ANTANG Nur Aisyah Zalmar; Sitti Raodhah; Syarfaini Syarfaini
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 1 No 1 (2020): October
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.474 KB) | DOI: 10.24252/hmsj.v1i1.16451

Abstract

Background: Habits and culture will influence the way of thinking, how to behave, how to behave which is oriented towards science in dealing with health problems in order to be healthy and appropriate in utilizing health services.Objective: To know the description of the use of health services in the working area of the Tamangapa Community Health Center by scavenger at the Tamangapa Antang landfill in 2016.Method: This study uses aapproach descriptive. With a population of 120 people and a sample of 120 respondents obtained by total sampling. Result: The results showed that the social culture related to the utilization of health services in the working area of PKM Tamangapa showed that the modern category was 89.2% while that related to the traditional category was 10.8%. Social Economy shows 100% cheap opinion. Social psychology 92.5% good results. The characteristics of officers showed good results 63.3% and 36.7% sufficient. The highest utilization of health services was utilizing health services, namely 93.3% and not utilizing health services was 6.7%.Conclusion: It is hoped that with the cooperation of all parties, the community will participate in supporting the use of health facilities, and the next researchers to carry out more in-depth research.