Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SDN 004 Mentarang yang mengalami kesulitan belajar melalui media video cerita pendek. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan lima siswa dalam memahami informasi literal, mengidentifikasi ide pokok, memahami kosakata, dan menarik kesimpulan, dengan nilai rata-rata pra-intervensi sebesar 65, di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 65 pada tahap prasiklus menjadi 69,6 pada Siklus I dengan tingkat ketuntasan 60%, dan meningkat menjadi 76,2 pada Siklus II dengan tingkat ketuntasan 100%. Peningkatan terjadi pada kemampuan memahami informasi literal, mengidentifikasi ide pokok, menarik kesimpulan, dan merangkum isi cerita, terutama melalui strategi menghentikan video pada bagian penting, memberikan pertanyaan pemantik, dan bimbingan individual. Penelitian menyimpulkan bahwa media video cerita pendek efektif sebagai alat scaffolding dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar yang mengalami kesulitan belajar.