Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Ecoprint batik training for biology and craft teachers using local materials from Ternate Island Iqbal Limatahu; Chumidach Roini; Suparman; Nur Asbirayani Limatahu
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2023): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i2.8118

Abstract

[Bahasa]: Ecoprinting merupakan salah satu keterampilan alternatif yang ingin dikuasai dan dimintai oleh guru-guru di Kota Ternate. Hal ini karena teknik ini sangat menarik untuk diajarkan pada siswa di sekolah sehingga penting untuk mengajarkan ecoprinting pada guru-guru terlebih dahulu. Kegiatan pelatihan pembuatan batik ecoprint diselenggarakan tim pengabdian universitas Khairun bersama MGMP Biologi SMA/MA Kota Ternate dan dihadiri 28 guru dari 11 SMA se-Kota Ternate. Tujuannya ialah mengajarkan keterampilan membuat batik ecoprint. Kegiatan dilakukan menggunakan metode sosialisasi, demonstrasi, pelatihan dan pendampingan. Alat dan bahan pembuatan diperoleh dari lingkungan sekitar sebagai potensi lokal daerah Ternate. Hasil evaluasi melalui pre test dan angket menunjukkan bahwa awalnya sebanyak 67% peserta tidak mengetahui tentang ecoprinting. Saat pelatihan, peserta cenderung menggunakan daun yang berwarna yakni daun bayam merah sebanyak 64% peserta. Hasil evaluasi, peserta merespon positif terhadap pelatihan baik terhadap isi materi, pemateri, dan metode pelaksanaan kegiatan. Secara keseluruhan penilaian peserta adalah baik sekali terhadap isi materi dan instruktur dengan rata-rata skor masing-masing 91, sedangkan untuk penilaian terhadap metode rata-rata ialah 89. Pelatihan berhasil mengajarkan ecopriting kepada semua peserta dan tim merekomendasikan untuk mengajarkan pada pada siswa SMA di Kota Ternate. Kata Kunci: batik ecoprint, bayam merah, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi [English]: Ecoprinting is one of the alternative skills that teachers in Ternate City want to master and demand. This is because this technique is very interesting to teach to students at school, so it is important to teach ecoprinting to teachers first. The ecoprint batik training activity was held by the Khairun University service team together with MGMP Biology SMA/MA Ternate City and attended by 28 teachers from 11 high schools throughout Ternate City. The aim is to teach skills in making ecoprint batik. Activities are carried out using methods of socialization, coercion, training and mentoring. Tools and manufacturing materials were obtained from the surrounding environment as a local potential of the Ternate area. The evaluation results through pre-tests and questionnaires showed that initially 67% of participants did not know about ecoprinting. During training, participants tended to use colored leaves, namely red spinach leaves, as many as 64% of participants. As a result of the evaluation, participants gave a positive response to the training regarding the content of the material, presenters, and methods of implementing activities. Overall, the participants' assessment was very good regarding the content of the material and the instructor with an average score of 91 each, while for the assessment of the method, the average was 89. The training was successful in teaching ecopriting to all participants and the team recommended teaching it to high school students in the city Ternate. Keywords: batik ecoprint, red spinach, MGMP Biology
The Validity Test of Flipbook Learning Media in A Genetics Course Based on Local Wisdom in North Maluku Roini, Chumidach; Suparman, Suparman; Rasyid, Magfirah; Herliani, Herliani; Sabtu, Rasmita; Ilmi, Zarobatul Lil
Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/biodidaktika.v20i1.29331

Abstract

Learning media plays a role in generating enthusiasm and interest in learning for students, so an interesting learning media is needed that can help students in the learning process. Flipbook is one of the interactive learning media that combines visual representation, narration, and interactive simulation that is expected to help students. The purpose of this study is to see the validity of the flipbook for genetics course produced from local species data of North Maluku. The study is a research and development study (Research and Development) which refers to the Thiagarajan 1974 development model, namely 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). The results showed that the flipbook learning media was very valid for use in learning with a percentage of 92% from material, media and language experts in this case by lecturers, and 98% from material, media and language experts in this case by teachers. The level of practicality of the learning media flipbook has a percentage of 91% obtained from student responses. This means that flipbook learning media is very valid and very suitable for use
ANALISIS BIBLIOMETRIK, RISET PRELIMINARI PADA TEMA RISET PISANG LOKAL DI MALUKU UTARA Suparman Suparman; Bahtiar Bahtiar; M. Nasir Tamalene; Magfirah Rasyid
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i2.9290

Abstract

Riset bibliometrik pada tema pisang di maluku utara dilakukan dengan mengambil data penelitian sejak tahun 2013 hingga 2023 dari sumber meta data pada google Scholar. Data yang dikoleksi ialah meta data publikasi pada tiap artikel jurnal yang umumnya terdapat judul, kata kunci, abstrak dan informais dasar lainnya. Peneliti membatasi artikel sebanyak 200 artikel yang diambil dari rekomendasi rangking 200 besar oleh Publish or Perish (PoP). Pengeditan meta data dilakukan dengan software Mendeley yang dieksport ke dalam bentuk file RIS. Konstruksi peta bibliometrik dilakukan dengan VOSviewer. Pada penelitian ini, pilihan pembuatan peta adalah berdasarkan data bibliografik (biblioghrapic data) dengan pilihan sumber data dari file pengelola referensi (references manager file). Tipe analisis pembuatan peta menggunakan co-occurrence kata kunci dengan metode penghitungan full counting. Visualisasi peta menggunakan ketiga jenis penampilan yakni: network visualization, overlay visualization, dan density visualization pada software VOSviewer. Kecendrungan peningkatan jumlah publikasi pada tema pisang selama sepuluh tahun, dengan kata kunci yang memiliki netrowk tinggi dengan yang lain ialah kata ternate, maluku utara dan pisang.
KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA PADA TANAMAN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) DI KECAMATAN PULAU TERNATE Karmila Wahid; Suparman Suparman; Bahtiar Bahtiar; Taslim D. Nur
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i1.7891

Abstract

Serangga mempengaruhi keseimbangan dalam ekosistem dan dijadikan sebagai bioindikator suatu ekosistem. Serangga dapat menimbulkan kerugian misalnya penyebab kerusakan tanaman budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data jenis serangga pada tanaman cengkeh dan keanekaragaman jenis serangga. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitafif dengan mengunakan eksplorasi. Hasil penelitian ditemukan 15 jenis serangga yaitu semut rangrang (Oecophylla smaragdina), semut hitam kebun (Dolichoderus thoracicus), semut api (Solenopsis invicta), semut hitam kecil (Monomorium minimum), semut kecoklatan (Anoplolepis gracilipes), semut kayu (Polyrhachis pruinosa), lalat (Musca domestica), belalang (Atractomorpha crenulata), kupu-kupu coklat (Melanitis leda), kupu-kupu hitam (Troides hypolitus), kupu-kupu kuning (Eurema candida), rayap (Macrotermes gilvus), kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros), kumbang merah (Coccinella sexmaculata), dan undur-undur (Myrmeleon formicarius). Keanekaragaman jenis pada stasiun I Kelurahan Bula  ditemukan sebesar H’= 0.45 dikategorikan keanekaraganan jenis serangga rendah, stasiun II Kelurahan Togafo sebesar H’=0,678 dikategorikan keanekaraganan jenis serangga rendah dan stasiun III Kelurahan Kastela sebesar H’= 0,424 keanekaraganan jenis serangga rendah.
ANALISIS PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK PADA MASYARAKAT KECAMATAN KOTA TERNATE TENGAH Evitasari Muhtar; Ade Haerullah; Suparman Suparman; Ningsi Saibi
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i1.8036

Abstract

Masalah sampah di Indonesia merupakan masalah yang menarik untuk diteliti. Kesalahan pengelolaan sampah dapat menimbulkan kerugian dan akhirnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Penelitian ini adalah penelitian survei untuk mendeskripsikan pengelolaan sampah di salah satu wilayah Ternate Tengah. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi dan angket. Lokasi penelitian adalah Kelurahan Kampung Makassar Timur, Kecamatan Kota Ternate Tengah, Kota Ternate yang terbagi dalam empat RT dengan Luas wilayah kelurahan ini sekitar 0.420 Km2. Waktu penelitian dari Desember 2016 – Januari 2017. Variabel tunggal yang digunakan yaitu Pengelolaan Sampah Domestik yang diturunkan dalam tiga indikator yakni penampungan sampah, pemilahan sampah, dan pemanfaatan sampah. Ketiga indikator tersebar pada 12 item pertanyaan. Hasil penelitin menunjukkan bahwa dari 30 keluarga, sebesar 73,33% tidak menyediakan tempat penampungan sampah dalam rumah, hanya sisanya yakni 26,67% yang menyediakan. Pemanfaatan sampah dilakukan oleh 33,33% responden yang memanfaatkan sampah plastik sebagai daur ulang maupun menggunakan kembali. Untuk pemilahan sampah juga hanya dilakukan oleh 10% responden dan kebanyakan masyarakat tidak melakukan pemilahan atau langsung dibuang. Ini menggambarkan masih perlunya penyadaran atau sosialisasi terhadap pentingnya pengelolaan sampah domestik.
Inventarisasi dan Biosistematika Famili Asteraceae Pada Jalur Wisata Pendakian Suparman, Suparman; Suryani, Hefika Dewi; Tolangara, Abdulrasyid; Ahmad, Hasnah
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v10i2.4231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi spesies Asteraceae di jalur pendakian Gunung Gamalama, Ternate, serta menganalisis distribusi tribus, potensi etnobotani, dan implikasi ekologinya. Metode yang digunakan adalah eksporasi jalur. Hasil inventarisasi mencatat 10 spesies yang tergolong ke dalam enam tribus dari dua subfamili, dengan dominasi Eupatorieae dan Senecioneae masing-masing 30%. Beberapa spesies yang ditemukan, seperti Ageratum conyzoides, Bidens pilosa, dan Mikania micrantha, merupakan gulma invasif yang berpotensi mengganggu regenerasi vegetasi lokal. Di sisi lain, spesies seperti Elephantopus mollis, Emilia sonchifolia, dan Erechtites valerianifolius diketahui memiliki nilai etnobotani dan aktivitas farmakologi penting. Temuan ini menunjukkan peran ganda Asteraceae di Gunung Gamalama, baik sebagai ancaman ekologi melalui invasi maupun sebagai sumber biofarmaka potensial. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar untuk pengelolaan kawasan yang mengintegrasikan konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati.
PELATIHAN BIOINFORMATIKA PADA GURU MGMP BIOLOGI SMA KOTA TERNATE DALAM MENGANALISIS DATA GENBANK Suparman Suparman; Chumidach Roini; Iqbal Limatahu; Indah Juwita Sari; Said Hasan; Mahyono Hasanudin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3299-3308

Abstract

Bioinformatika saat ini telah menjadi ilmu yang penting bagi para saintis. Kenyataanya, pemahaman para guru dalam materi bioinformatika khususnya dalam pemanfaatan data GenBank masih perlu ditingkatkan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengajarkan keterampilan pemanfaatan fungsi GenBank dan analisis dendogram pada guru-guru biologi. Pengabdian berupa pelatihan Bioinformatika bagi guru-guru MGMP Biologi SMA se-Kota Ternate. Pelatihan diikuti oleh 21 guru biologi dari sembilan SMA negeri dan swasta. Keterampilan peserta termasuk kategori sangat baik yakni nilai 95 pada keterampilan memanfaatkan fungsi GenBank dan 84 pada keterampilan analisis dendogram. Peserta juga merespon positif dengan kategori baik sekali terhadap pemateri dan isi materi dengan memberikan nilai rata-rata yakni 95,87 untuk pemateri dan 93.68 terhadap konten yang disampaikan. Secara umum, pelatihan bioinformatika ini termasuk sangat berhasil dan dapat dilanjutkan dengan sasaran yang lebih luas meliputi Kota Tidore dengan materi yang lebih bervariatif.
Webinar PkM: Strategi Menyusun Kontrak Bisnis yang Aman Nizla Rohaya; Djuhrijjani; Nikem Kurnia Ningsih; Opik Taupik; Suparman; Muhammad Williams Rahaditama; Eko Sudarmanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 6 (2025): JPMI - Desember 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3777

Abstract

Kontrak bisnis merupakan elemen fundamental dalam dunia usaha yang berfungsi sebagai dasar hubungan hukum antar pihak yang terlibat. Penyusunan kontrak yang kurang cermat seringkali menimbulkan sengketa hukum yang merugikan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai strategi penyusunan kontrak bisnis yang aman, jelas, dan sesuai ketentuan hukum dalam praktik bisnis. Kegiatan dilaksanakan secara daring pada 10 Mei 2025, hasil kerja sama antara akademisi dari beberapa perguruan tinggi dan Lembaga Pelatihan dan Sertifikasi SSQ Holistik Internasional, dengan diikuti oleh alumni program CBsQ, CMtQ, serta masyarakat umum. Melalui penyampaian materi oleh Narasumber, peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya kejelasan bahasa hukum, pengaturan hak dan kewajiban, serta mitigasi risiko melalui kontrak yang sah dan etis. Kegiatan ini juga memperkuat jejaring kolaboratif antar alumni dan komunitas bisnis berbasis nilai keadilan dan profesionalisme. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang kontrak bisnis yang aman, berkelanjutan, dan beretika.
Keragaman Tumbuhan Kacangan Penutup Lahan (Legume Cover Crops/LCC) di Maluku Utara Suci Mutia Marsaoly; Ria Magfirah; Nurhasanah; Bahtiar; Suparman; Agung Karuniawan
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.28456

Abstract

Legume Cover Crop (LCC) merupakan kelompok tumbuhan dari suku Fabaceae yang berperan penting dalam konservasi tanah dan peningkatan kualitas agroekosistem berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberadaan, keragaman, dan sebaran spasial LCC di Pulau Ternate, Pulau Tidore, dan Halmahera Barat, Maluku Utara. Penelitian dilakukan secara deskriptif eksploratif melalui survei lapangan, identifikasi morfologi, serta analisis spasial menggunakan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 spesies yang tergolong dalam 11 genus dengan total 68 aksesi. Tidore Kepulauan memiliki jumlah aksesi tertinggi (35 aksesi; 51,47%), diikuti Ternate (21 aksesi; 30,88%) dan Halmahera Barat (12 aksesi; 17,65%). Komunitas LCC didominasi oleh Centrosema pubescens dan Calopogonium mucunoides yang memiliki sebaran luas dan tingkat adaptasi tinggi pada agroekosistem tropis. Pola sebaran menunjukkan bahwa keberadaan LCC dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan intensitas pemanfaatan lahan. Secara ekologis, LCC berkontribusi dalam konservasi tanah, peningkatan bahan organik, serta dukungan terhadap aktivitas mikroba tanah. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pemanfaatan LCC sebagai strategi pengelolaan lahan berkelanjutan di wilayah kepulauan yang rentan terhadap degradasi tanah seperti Maluku Utara.