Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

NAVIGATING NUTRITION BEHIND BARS: A PHENOMENOLOGICAL STUDY OF PREGNANT INMATES' PERCEPTIONS Prastiwi, Ratih Sakti; Qudriani, Meyliya; Nisa, Juhrotun
Journal of Advanced Nursing and Health Sciences Vol. 6 No. 2, Agustus 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/kn.v6i2.1870

Abstract

Background: Correctional institutions had made efforts to provide supplemental nutrition for pregnant inmates. This study examined how incarcerated pregnant women understand and respond to the nutritional conditions they face, with particular attention to their perceptions, attitudes, and sense of agency in meeting their dietary needs during imprisonment.Methods: A qualitative phenomenological approach was used. Between January and March 2024, data were collected through in-depth interviews and participant observation with six pregnant inmates in a women's correctional facility in Indonesia. Thematic analysis was then conducted to identify key patterns and meanings in their experiences.Results: The analysis identified two main themes: Perceptions and Experiences About Nutrition and Strategies to Meet Nutritional Needs. Participants viewed prison food as inadequate and often inappropriate for pregnancy, with some expressing feelings of being uncared for. Food was also linked to moral and emotional meanings, including shame and judgment. To cope, women adopted informal strategies such as food sharing, small jobs, or saving money. However, limited nutritional knowledge influenced their choices, leading to misconceptions about what foods were healthy or suitable during pregnancy. Conclusion: These findings suggest that supporting pregnant inmates' nutritional needs requires more than simply providing food. Emotional, cultural, and social factors should be considered in designing interventions. Collaborative programs, such as group prenatal classes or discussion forums, supported by culturally sensitive educational materials, and policies that support collaboration between prisons, healthcare providers, and community organizations, can help promote healthier behaviors and better support the well-being of pregnant women in custody.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB STUNTING OBESITAS: NARRATIVE LITERATURE REVIEW Prastiwi, Ratih Sakti; Qudriani, Meyliya; Umriaty; Nisa, Juhrotun
WOMB Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v2i2.220

Abstract

The problem of concurrent stunting and overweight (COS) in children has a low prevalence and is often overlooked. Children with COS are at increased risk for stunted growth and development and non-communicable diseases. Therefore, a preliminary review was conducted to identify the causes of COS in children under five years of age. A narrative review of the literature was conducted by searching the Scopus database using the keywords "concurrent stunting and overweight", "stunting and obesity", and "double burden of malnutrition", and 6 relevant articles were identified. Several important themes emerged from the literature review, namely maternal conditions during pregnancy and lactation, child feeding practices, completeness of immunization status, and household conditions and socio-demographics
PERILAKU SEKSUAL BERISIKO GENERASI Z PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI WILAYAH TEGAL TIMUR KOTA TEGAL Qudriani, Meyliya; Baroroh, Umi; Hidayah, Seventina Nurul
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v11i01.3114

Abstract

Generasi Z yang lahir di antara tahun 1995-2010. biasanya disebut dengan generasi internet dimana mereka lebih banyak berhubungan sosial dengan smartphone sejak kecil. Masalah seksualitas di kalangan remaja yang berakar dari informasi melalui smartphone masih sangat beresiko tidak terkecuali bagi generasi Z. Tujuan penelitian yaitu menggambarkan perilaku seksual berisiko generasi Z pada masa Covid 19. Metode penelitian kualitatif, dilakukan di Wilayah Tegal Timur bulan Mei – Juni 2021. Pengambilan data dijalankan dengan teknik indepth interview sesuai pedoman Sampel informan diambil secara purposive sampling dengan informan utama yaitu remaja yang berumur antara 17-20 tahun yang berperilaku seksual berisiko sebanyak 4 orang. Sedangkan informan triangulasi yaitu Dinas Kesehatan Kota Tegal Bagian Pencegahan Penyakit Menular Seksual sebanyak 1 orang. Hasil Penelitian didapatkan bahwa masa pandemi tak menyurutkan aktivitas sebagian remaja dalam melakukan seks pranikah. Perilaku seksual berisiko untuk semua informan utama pernah berperilaku berisiko. Perilaku ini didapatkan dari media social, pergaulan dan pertemanan. Perilaku seksual berisiko dari informan utama yang dilakukan diantaranya melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dengan pasangan yang belum sah dan juga berganti-ganti. Secara garis besar program yang telah dilaksanakan oleh Dinkes sudah sesuai. Dan juga dalam pelacakan serta tindak lanjutnya juga sudah tepat.
PERTUMBUHAN BAYI BERDASARKAN FREKUENSI DAN DURASI MENYUSU Nisa, Juhrotun; Umriaty, Umriaty; Qudriani, Meyliya
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 4 No. 1 (2020): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i1.163

Abstract

Bayi ASI eksklusif berpeluang mengalami pertumbuhan normal 1,62 kali lebih besar dibandingkan bayi ASI non eksklusif, tetapi berat badan bayi dapat menurun salah satu penyebabnya dipengaruhi oleh faktor frekuensi pemberian ASI dan jumlah ASI yang diperoleh, termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung didalam ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan frekuensi menyusu dan durasi menyusu dengan pertumbuhan bayi. Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional, dimana populasinya adalah bayi usia 0 s/d 6 bulan yang menjalani ASI Ekslusi. Teknik pengambilan sample dengan accidental sampling dan teknik analisa dengan chi square. Hasil penelitian menujukan bahwa 90.9% frekuensi menyusu bayi lebih dari 8 kali perhari, dengan durasi menyusu lebih dari 15 menit setiap kali menyusu sebanyak 87.9% dan berat badan bayi berada di pita kuning sebanyak 6.1%. Tidak terdapat hubungan antara frekuensi menyusu dan durasi menyusu dengan pertumbuhan bayi. Kata kunci: Frekuensi Menyusu, Durasi Menyusu, Pertumbuhan Bayi.
PENDIDIKAN GIZI DAN PENILAIAN STATUS GIZI BAGI REMAJA CALON IBU SEHAT SEBAGAI UPAYA UNTUK MENCEGAH STUNTING DI SMA IKHSANIAH KOTA TEGAL Umriaty, Umriaty; Rahmanindar, Nora; Ratih Zukrufiana, Ilma; Qudriani, Meyliya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 7 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i7.2532-2537

Abstract

Sepanjang daur kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari pengaruh asupan gizi. Terdapat dua tahapan paling penting yang berkaitan dengan pemenutuhan kebutuhan, yaitu pada tahap bayi dan tahap remaja. Masalah gizi yang banyak terjadi pada remaja antara lain kegemukan, Kurang Energi Kronis (KEK), dan kekurangan zat gizi mikro dan anemia. Stunting merupakan salah satu dari dampak anemia maupun kekurangan gizi remaja putri yang berlanjut sampai tahap kehamilan. Oleh karena itu sangat penting memutus mata rantai penyebab stunting pada tahapan remaja. Kegiatan pendidikan gizi pada remaja putri diharapkan mampu mengubah perilaku pemenuhan kebutuhan gizi yang selama ini masih kurang baik. Kegiatan ini menggunakan rangkaian kegiatan pengukuran pengetahuan, pemberian informasi tentang gizi serta deteksi dini adanya gangguan status gizi dan resiko anemia yang dialami oleh remaja. Sasaran kegiatan ini diikuti oleh 15 siswi di SMA Ikhsaniah Kota Tegal. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan gizi. Selain itu sebesar 19% siswi terdeteksi mempunyai IMT kurus, 25% mengalami Kurang Energi Kronis, dan 19% siswi menggalami anemia. Perlu adanya program yg lebih komprehensif untuk mengatasi keadaan tersebut. Program pemberian tablet tambah darah yang sudah berlangsung saat ini perlu dibarengi dengan pemberian informasi tentang tablet tambah darah itu sendiri. Dengan status gizi yang baik pada remaja putri diharapkan mampu menciptakan calon ibu yang lebih sehat.
Peningkatan Kesadaran Kenakan Masker Melalui Adu Video Kreatif Yel Pakai Masker dalam Mencegah Transmisi Virus Corona Hidayah, Seventina Nurul; Harnawati, Riska Arsita; Umriaty, Umriaty; Izah, Nilatul; Qudriani, Meyliya; Nisa, Juhrotun
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 5 No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v5i1.15630

Abstract

The case of the Covid-19 corona virus infection in Central Java is in a critical situation because it is ranked number 3 in Indonesia. The spread of cases outside the cluster was due to the lack of discipline by the community in wearing masks. Kudaile is one of the sub-districts located in the Slawi sub-district with a fairly dense population so it is very vulnerable to the spread of Covid-19 if it is not balanced with public awareness of using masks appropriately. The service activities that we will carry out are creative competitions / fights using masks in Kudaile Village, Slawi District. With this service activity, it is hoped that the public will be aware of the importance of using masks appropriately to prevent transmission. The result of this community service is the collection of videos of yells wearing masks which prove that the public is increasingly aware of how to use masks and the discipline of using masks is getting tighter to prevent the transmission of the spread of the corona virus.