Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Development of catfish sausages fortified with duck eggs as a potential nutritional intervention product to reduce stunting rates in toddlers Izah, Nilatul; Usman, Mukhamad Khumaidi; Hidayah, Seventina Nurul; Afifah, Diana Nur; Syauqy, Ahmad
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 14, No 1 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgi.14.1.75-85

Abstract

ABSTRACTBackground: Stunting among toddlers is a significant public health issue in Indonesia, with a high prevalence in various regions, including Tegal City. One of the efforts to reduce stunting is through nutritional interventions based on animal protein that is easily available and has high nutritional value.Objective: This study aimed to develop catfish sausage fortified with duck eggs as a local nutrition intervention to improve children's nutritional status.Materials and Methods: The research was an experimental study using a completely randomized design with three formulations (S1 had 1 egg, S2 had 3 eggs, and S3 had 5 eggs), each repeated three times. The formulations adhered to SNI 3820:2024 standard requiring minimum 75% meat content. Parameters analyzed included protein, fat, moisture content, pH, texture, and amino acid profile. Statistical analysis using one-way ANOVA was applied at 5% significance level.Results: Sausages with duck egg fortification had protein content of 14.55-15.62% and fat content of 5.27-9.08%. Sample S2 showed the highest protein (15.62%), optimal texture (hardness 8N, chewiness 4N), and stable pH (6.2) meeting SNI standards. Amino acid analysis revealed significant levels of lysine (1.85%), histidine (1.24%), and leucine (2.95%).Discussion: Duck egg fortification significantly improved nutritional quality. A 50g serving provides 60-70% of daily protein needs for children aged 1-3 years. Essential amino acids play crucial roles: lysine supports bone growth and calcium absorption, histidine aids tissue repair and immune function, while leucine activates mTOR pathway for muscle protein synthesis. Sample S2 demonstrated the most balanced formulation with optimal protein enrichment while maintaining desirable texture and microbiological stability during cold storage.Conclusion: Catfish sausage fortified with duck eggs has potential as an effective local wisdom-based nutritional intervention for stunting reduction in Indonesia.Keywords: Sausage; catfish; duck egg; protein; stunting
Analisis Peran Kader Kesehatan Desa Mandala dalam Mencegah Stunting di Wilayah Perdesaan Indonesia Susilowati, Endang; Izah, Nilatul; Maryam, Maryam
Jurnal Ar Ro'is Mandalika (Armada) Vol. 6 No. 3 (2026): JURNAL AR RO'IS MANDALIKA (ARMADA)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/armada.v6i3.6217

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, khususnya di wilayah perdesaan, karena berdampak negatif terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. Salah satu pendekatan strategis dalam pencegahan stunting adalah pemberdayaan kader kesehatan desa sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kader kesehatan di Desa Mandala dalam upaya pencegahan stunting di wilayah perdesaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur. Data dikumpulkan dari artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang berkaitan dengan stunting, kader kesehatan, serta intervensi kesehatan berbasis masyarakat. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif untuk mengidentifikasi pola peran kader, strategi pencegahan, serta faktor pendukung dan penghambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam deteksi dini stunting melalui pemantauan pertumbuhan balita secara rutin, pemberian edukasi gizi, fasilitasi perubahan perilaku di tingkat rumah tangga, serta mobilisasi partisipasi masyarakat. Namun, efektivitas peran tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pelatihan, kurangnya sarana pendukung, serta minimnya supervisi berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kader kesehatan desa menjadi hal yang penting untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan stunting berbasis masyarakat di wilayah perdesaan.