Nursupiamin Nursupiamin, Nursupiamin
UIN Datokarama, Palu, Sulawesi Tengah Indonesia

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan Lokal Dalam Meningkatkan Minat Belajar Matematika Melati; Nursupiamin; Elfira, Riska
JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrpm.2025.10.2.91-107

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis kearifan lokal pada materi fungsi guna meningkatkan minat belajar matematika siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk divalidasi oleh enam validator (tiga ahli materi dan tiga ahli media), kemudian diuji coba secara terbatas pada 25 siswa kelas XI MAN 2 Kota Palu. Instrumen penelitian mencakup lembar validasi ahli dan angket minat belajar siswa berbasis skala Likert. Hasil validasi ahli menunjukkan LKPD berada dalam kategori Sangat Layak, dengan skor rata-rata 93,4% untuk aspek materi dan 93,3% untuk aspek media. Uji coba lapangan menunjukkan bahwa LKPD berbasis kearifan lokal secara signifikan meningkatkan minat belajar siswa, dibuktikan dengan rata-rata skor angket sebesar 84,18% (kategori Sangat Tinggi). Integrasi unsur budaya lokal seperti rumah adat, motif daun kelor, dan anyaman bambu terbukti membuat pembelajaran matematika lebih kontekstual, relevan, dan bermakna secara kognitif maupun afektif. Temuan ini menegaskan bahwa LKPD berbasis kearifan lokal tidak hanya layak dan efektif sebagai media pembelajaran matematika, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian identitas budaya daerah dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan produk serupa pada topik matematika lainnya.
Learning Mathematics in the Digital Era: An Analysis of High School Students’ Interaction Patterns through TikTok Putri, Putri; Nursupiamin, Nursupiamin; Yulia, Yulia
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): Volume 11 Number 1, March 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v11i1.8036

Abstract

The rapid growth of social media has reshaped students’ learning behaviors and interaction patterns, including in mathematics education. TikTok, as a short-form video platform widely used by adolescents, offers unique affordances for micro-learning, algorithm-driven content exposure, and non-linear interaction. Although previous studies have demonstrated that TikTok can improve students’ mathematics achievement, motivation, and interest, limited attention has been paid to the underlying social-cognitive interaction processes through which mathematical understanding is constructed. This study aims to analyze high school students’ interaction patterns in learning mathematics through TikTok by examining how digital interactions support mathematical sense-making rather than merely learning outcomes.This study employed a descriptive qualitative approach involving four eleventh-grade students at MAN 2 Palu, Indonesia, selected through purposive sampling. Data were collected through observations of students’ TikTok activities and semi-structured interviews. The analysis was guided by Moore’s interaction model, encompassing student–content, student–creator interactions, and student–student interactions, adapted to the non-linear and algorithmic context of TikTok. The findings reveal three distinct interaction patterns: high, moderate, and low. Students with high interaction levels actively engaged across all three interaction dimensions, demonstrating reflective learning, digital self-efficacy, and autonomous regulation of mathematical learning. In contrast, students with moderate and low interaction levels primarily engaged in passive content consumption, with limited social and pedagogical interaction, positioning TikTok more as an entertainment platform than a learning space. These differences indicate that mathematical sense-making on TikTok is strongly mediated by the quality of interaction rather than the intensity of platform use alone. This study highlights that TikTok’s educational potential lies not merely in its effectiveness in improving scores, but in how interaction quality shapes students’ cognitive engagement and meaning-making processes in mathematics learning. The findings suggest that integrating structured interaction designs and fostering digital self-efficacy are crucial for maximizing the pedagogical value of social media-based mathematics learning.Pembelajaran Matematika di Era Digital: Analisis Pola Interaksi Peserta Didik SMA melalui Media TikTokABSTRAKPerkembangan media sosial telah mengubah cara siswa mengakses, memaknai, dan berinteraksi dengan pengetahuan matematika. TikTok, sebagai platform video pendek berbasis algoritma, menawarkan karakteristik pembelajaran yang berbeda dari platform digital konvensional karena menggabungkan konten ringkas, atensi cepat, serta interaksi sosial yang bersifat spontan dan tidak linier. Namun, masih terbatas penelitian yang menjelaskan bagaimana pola interaksi siswa di TikTok berkontribusi terhadap proses mathematical sense-making, bukan sekadar peningkatan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi siswa SMA dalam pembelajaran matematika melalui TikTok dengan menggunakan Model Interaksi Moore yang mencakup student–content, student–creator interaction, dan student–student interaction. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan empat siswa kelas XI MAN 2 Kota Palu yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas TikTok dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga kategori pola interaksi, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan interaksi tinggi aktif pada ketiga dimensi Moore, memanfaatkan fitur TikTok seperti video pendek, komentar, Live, dan pesan langsung untuk membangun pemahaman konsep, merefleksikan strategi penyelesaian soal, serta mendiskusikan ide matematika secara kolaboratif. Sebaliknya, siswa dengan interaksi rendah cenderung hanya mengakses konten secara pasif dan tidak terlibat dalam proses negosiasi makna matematis. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan kualitas interaksi digital berpengaruh signifikan terhadap cara siswa membangun pemahaman matematika di lingkungan media sosial. Disimpulkan bahwa keunikan TikTok sebagai ruang belajar tidak terletak pada kontennya semata, melainkan pada pola interaksi sosial-kognitif yang terbentuk melalui integrasi algoritma, micro-learning, dan jejaring sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya menggeser fokus kajian dari efektivitas hasil belajar menuju analisis proses interaksi digital sebagai kunci pengembangan pembelajaran matematika berbasis media sosial.Kata Kunci :pola interaksi; pembelajaran matematika; siswa SMA; TikTok
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MAN 2 KOTA PALU Firdausi, Atika; Nursupiamin; Mistiani, Wiwin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42462

Abstract

This study investigates the impact of reward on students’ learning motivation in Akidah Akhlak at MAN 2 Kota Palu. Low learning motivation among students has been identified as a challenge that can hinder their academic achievement and engagement in religious education. Therefore, this research aims to determine whether the implementation of reward significantly enhances students’ learning motivation. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed. The sample consisted of 91 students from three classes. Data were collected using a learning motivation questionnaire that had been tested for validity and reliability. The normality of the data was assessed using the Shapiro–Wilk test, and differences between pretest and posttest scores were analyzed using the Paired Samples T-Test. The findings revealed an increase in the mean learning motivation score from 29.4 in the pretest to 34.2 in the posttest. The Paired Samples T-Test indicated a significant difference with t(90) = -14.40, p < 0.001, while the effect size, measured by Cohen’s d = 1.51, demonstrated a very large effect. These results confirm that reward is an effective strategy to improve students’ learning motivation in Akidah Akhlak, suggesting that the integration of reward-based interventions can positively influence students’ engagement and performance in religious education settings.
Pengembangan Buku Saku Digital Berbasis Android Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Peserta Didik Secara Mandiri Muhlis, Sartika; Nursupiamin, Nursupiamin; Elfira, Riska
Tematik : Jurnal Konten Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2026): TEMATIK: Jurnal Konten Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Tadris Matematika Fakultas Tadris Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/tematik.v4i1.2300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku saku digital berbasis Android sebagai media pembelajaran matematika yang inovatif untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Media dikembangkan pada materi bilangan berpangkat, aljabar, dan sistem persamaan linear dua variabel. Validitas media dinilai melalui lembar validasi ahli materi dan media yang masing-masing menghasilkan skor 92,8% dan 92,7% dengan kategori “Sangat Valid”. Uji coba dilakukan pada 30 peserta didik kelas VIII A SMP Negeri 3 Kota Palu, dengan hasil angket kepraktisan menunjukkan skor 84,2% (siswa) dan 88,6% (guru), sehingga dikategorikan sangat praktis. Analisis efektivitas menggunakan perhitungan N-Gain berdasarkan hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan kemampuan penalaran matematis sebesar 61,45% dengan kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa buku saku digital berbasis Android yang dikembangkan cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa dan berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran matematika yang interaktif, adaptif, dan mendukung pembelajaran mandiri di era digital.
Matematika Ceria: Menginspirasi Generasi Digital Dengan Logika Dan Algoritma Nursupiamin, Nursupiamin; Yulia, Yulia; Badjeber, Rafiq; Elfira, Riska; Abd. Gani, Fathurrahmah; Amanda, Miftah
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.743

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran matematika yang menekankan proses berpikir logis, sistematis, dan algoritmik, bukan sekadar berorientasi pada hasil akhir. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep matematika peserta didik melalui pendekatan computational thinking yang terintegrasi dengan media digital interaktif dan permainan edukatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan strategi game-based learning dan project-based learning, melibatkan 50 peserta didik sebagai subjek kegiatan. Hasil pretest–posttest menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 50,3 menjadi 78,9, yang menggambarkan peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir logis dan algoritmik siswa. Observasi kualitatif juga menunjukkan perubahan perilaku belajar, di mana siswa menjadi lebih antusias, aktif berdiskusi, dan reflektif dalam menyelesaikan permasalahan matematis. Program ini menghadirkan model integrasi antara pembelajaran logika–algoritma dan eksplorasi digital berbantuan AI untuk menumbuhkan keterampilan abad ke-21. Dengan demikian, strategi Matematika Ceria berkontribusi dalam mempersiapkan siswa menghadapi era digital melalui penguatan berpikir logis–algoritmik, literasi teknologi, dan kemampuan adaptif terhadap perkembangan komputasi dan AI.
Efektivitas Metode Bermain Terhadap Pemahaman Konsep Pecahan Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Tiara; Nursupiamin; Rahmawaty; Rustina; Suharnis
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3876

Abstract

Pemahaman konsep pecahan merupakan kompetensi dasar penting dalam pembelajaran matematika sekolah dasar, namun pada praktiknya masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep tersebut. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan metode pembelajaran yang kurang melibatkan peserta didik secara aktif dan konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode bermain kartu bilangan pecahan terhadap pemahaman konsep pecahan peserta didik kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental model one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 24 peserta didik kelas IV. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep pecahan dan lembar observasi aktivitas pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji t berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep pecahan peserta didik meningkat dari 67,29 pada pretest menjadi 82,96 pada posttest. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya peningkatan pemahaman konsep pecahan yang signifikan setelah penerapan metode bermain kartu bilangan pecahan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode bermain kartu bilangan pecahan efektif digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan peserta didik sekolah dasar.
Operationalizing dominant mathematical representations in real analysis through an open ended diagnostic Nursupiamin; Resnawati; Ikram, Muhammad; Rustan, Edhy; Rochaminah, Sutji; Sudarsana, I Wayan
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 17 No 1 (2026): Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Islam Raden Intan Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v17i1.29911

Abstract

Purpose: This study aims to develop an open-ended diagnostic test to identify pre-service mathematics teachers’ Dominant Mathematical Representations (DMR) in Real Analysis, with a specific focus on convergent sequences. Method: A Research and Development (R&D) approach was employed using Plomp’s development model, which includes preliminary research, prototyping, and assessment phases. The diagnostic instrument was constructed based on representational theory and consisted of six open-ended tasks designed to elicit representational choice, integration, and transferability. Content validity and linguistic clarity were evaluated by two mathematics education experts and one language expert. A limited field trial involving 19 pre-service mathematics teachers was conducted to examine the instrument’s validity and practicality. Data were collected through the diagnostic test, expert validation sheets, and a student response questionnaire, and analyzed descriptively using qualitative feedback and quantitative percentage-based indicators. Findings: The results indicate that the developed diagnostic test demonstrates strong content validity, with a mean validity score of 85.4%, classified as very valid. The practicality evaluation yielded a mean score of 83.7%, indicating that the instrument is very practical in terms of clarity, format, language, and time allocation. Expert review confirmed alignment between the test items and the DMR construct, while student responses indicated feasibility and comprehensibility. Significance: This study contributes to mathematics education assessment by operationalizing Dominant Mathematical Representations as an explicitly assessable construct through open-ended diagnostic tasks, providing a foundation for representation-sensitive instruction in Real Analysis.