Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Efisiensi dan Efektivitas Kombinasi Kompos Limbah Krisan dan Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong (Solanum melongena L.) Varietas Bola Ungu Yulaikha, Anik; Purnamasari, Retno Tri; Arifin, Ahmad Zainul; Hidayanto, Fajar
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 9, No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i1.119

Abstract

Terong ungu merupakan salah satu komoditas pertanian jenis sayur-sayuran yang digemari oleh masyarakat Indonesia, hal ini dikarenakan selain memiliki rasa yang lezat, terong ungu juga mengandung banyak vitamin dan nutrisi. Saat ini di Indonesia sudah banyak jenis pupuk organik yang banyak diproduksi dan dipasarkan untuk mengatasi permasalahan pemupukan, salah satunya adalah pupuk organik kompos krisan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan enam kali ulangan, yaitu P0: Dosis Kompos Limbah Krisan 0% + Dosis NPK Mutiara 0%; P1: Dosis Kompos Limbah Krisan 100%; P2: Dosis Kompos Limbah Krisan 50% + Dosis NPK Mutiara 50%; P3: Dosis NPK Mutiara 100%. Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat kering, berat kering total tanaman, jumlah buah, berat buah, berat buah ha-1. Pemanenan dilakukan saat tanaman berumur 65 HST dan dipanen sebanyak 10 kali dengan selang waktu 3 hari. Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa penggunaan kompos limbah krisan yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik NPK dengan perbandingan 50%:50% menghasilkan berat buah tertinggi dibanding perlakuan lainnya yaitu sebesar 40,12 ton ha-1, hasil ini mencapai potensi hasil terong ungu varietas bola besar yang digunakan yaitu sebesar 40 ton ha-1
Dari Hutan ke Rumah: Produksi Sabun Cair Berbahan Daun Mangrove sebagai Produk Unggulan UMKM Pesisir Purnamasari, Retno Tri; Kurniadi, Mukhammad Irvan; Mauludi, Mukhammad; Pratiwi, Sri Hariningih
Jurnal ABDIRAJA Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v8i2.4432

Abstract

Kelurahan Tambaan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan memiliki potensi ekosistem mangrove yang belum dimanfaatkan secara maksimal, khususnya daun mangrove yang mengandung senyawa antibakteri alami. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKNT MBKM Universitas Merdeka Pasuruan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dalam pembuatan sabun cair ramah lingkungan berbahan dasar daun mangrove. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, serta pengujian pH untuk memastikan keamanan produk. Sabun yang dihasilkan memiliki aroma wangi, tekstur kental, dan pH netral (6.5–7), sehingga aman digunakan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan sumber daya alam lokal, tetapi juga membuka peluang wirausaha baru yang mendukung kelestarian lingkungan.
PEMANFAATAN BIODIVERSITAS TANAMAN HIAS SEBAGAI PELUANG GREENPRENEURSHIP BERBASIS EDUKASI DI DESA TUTUR KABUPATEN PASURUAN Sulistyawati, Sulistyawati; Purnamasari, Retno Tri; Wahyuni, Hari
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11773

Abstract

Keragaman biodiversitas yang dimiliki negara Indonesia cukup tinggi, khususnya tanaman. Banyak orang tidak paham tentang tanaman yang ada disekelilingnya. Dried flower merupakan suatu hasil dimana mempublikasikan biodiversitas tanaman kepada kalayak umum. Output yang dihasilkan berupa kreasi bunga serta tanaman kering yang dimodifikasi dengan barang kerajinan antara lain gantungan kunci, pembatas buku, lukisan, dan masih beragam lainnya. Dried Flower menguraikan terkait identifikasi tumbuhan, meliputi nama lokal, nama ilmiah, serta fungsinya dengan demikian menjadi sarana edukasi. Selain itu Dried Flower mempunyai keistimewaan dalam kreasi dan konservasi. Hasil survei lokasi di Dusun Kadipaten, Desa Tutur Kabupaten Pasuruan terdapat banyak limbah bunga potong dari seleksi bonga potong yang tidak layak untuk dijual, sehingga masyarakat hanya membuangnya. Formasi sampah bermanfaat untuk menghasilkan output yang mempunyai nilai ekonomis dan berpotensi dimanfaatkan dengan lebih baik. Hasil dari kegiatan pelatihan pembuatan dried flower program berjalan lancar dan semua peserta sangat bersemangat mengikuti kegiatan dan antusias untuk bertanya dan diskusi. Harapanya dari kegiatan ini pelaku usaha bunga potong dapat mengembangkan usaha pembuatan bunga potong agar mendapatkan tambahan income. kegiatan ini menurut kami sangat memberikan dampak positif untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Sedangkan jika dilihat dari aspek keuntungan pengabdian masyarakat ini juga memanfaatkan potensi lokal untuk menambah income pelaku usaha bunga potong sebagai tambahan pendapatan saat sedang terjadi pandemi covid 19.
EFFECTIVENESS OF ECOENZYME APPLICATION ON MUSTARD PLANTS (Brassica juncea L.) VAR. SAMHONG KING Purnamasari, Retno Tri; Alim, M. Firmanul; Arifin, A. Zainul; Adi, Langgono
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 3 (2025): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v9i3.6522

Abstract

Abstract   This study aims to determine the appropriate combination of Ecoenzyme administration in reducing urea use in the cultivation of samhongking mustard plants. This study was designed using a Randomized Block Design (RAK) involving 6 treatments with 4 replications, resulting in a total of 24 experimental units. The treatments tested were the administration of ecoenzyme combined with the administration of inorganic fertilizers: E0: Ecoenzyme Dose 0% + Urea Dose 0%; E1: Ecoenzyme Dose 100%; E2: Ecoenzyme Dose 50% + Urea Dose 50%; E3: Ecoenzyme Dose 75% + Urea Dose 50%; E4: Ecoenzyme Dose 25% + Urea Dose 50%; E5: Urea Dose 100%. The research data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). If a significant effect is found, the analysis will be continued with the Honestly Significant Difference Test (HSD) at a significance level of 5%. The results of the study showed that the combination of 75% ecoenzyme + 50% urea application treatments provided growth and yield results that were close to the value of 100% urea application treatment, with 75% ecoenzyme application being able to reduce urea use by 50% with a yield of 562.93 g plant-1. Keywords: Ecoenzyme, Samhong King mustard greens, Urea
Pengaruh Kedalaman Akar Bambu Terhadap Kandungan Unsur Hara Makro Dalam Pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Amin, Rizky Al; Purnamasari, Retno Tri; Arifin, A. Zainul
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.152

Abstract

Pemanfaatan bambu tidak hanya terbatas pada batang dan rebung, tetapi akarnya juga berpotensi sebagai sumber Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang berfungsi meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kedalaman akar bambu terhadap kandungan unsur hara makro esensial pada PGPR serta menentukan kedalaman optimal. Penelitian dilakukan di Kota Pasuruan pada Januari–Mei 2025 menggunakan akar bambu ater pada kedalaman 10 cm (E1), 20 cm (E2), 30 cm (E3), dan 40 cm (E4). PGPR difermentasi selama 14 hari, kemudian diuji kadar nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), karbon organik (C-Organik), rasio C/N, serta diamati pH, aroma, dan warna larutan. Hasil menunjukkan Pseudomonas aeruginosa tidak terdeteksi, sedangkan Pseudomonas fluorescens dominan. Perlakuan E4 menghasilkan nitrogen, kalium, dan rasio C/N tertinggi, sementara E3 unggul pada fosfor dan C-Organik. pH berada pada kisaran 5–6, aroma fermentasi berkembang dari manis menjadi asam hingga khas tape, dan warna larutan berubah menjadi coklat. Akar bambu pada kedalaman 30–40 cm dinyatakan paling optimal sebagai bahan PGPR ramah lingkungan untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
The Effect of Adding Liquid Organic Amino Acid Fertilizer on the Growth and Yield of Pakcoy (Brassica rapa L.) Plants Solikhah, Afidatus; Purnamasari, Retno Tri; Sulistyawati, Sulistyawati
Journal of Applied Plant Technology Vol 4 No 2 (2025): Journal of Applied Plant Technology (JAPT)
Publisher : Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Wijaya Kusuma Surabaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmz38t55

Abstract

Modern agriculture not only emphasizes increased production, but also environmental sustainability. One effort to support sustainable agriculture is the use of organic fertilizers, including the innovation of amino acid-based liquid organic fertilizers (POC) as an alternative or complement to chemical fertilizers. The research was conducted in the Babatan Hamlet area, Bakalan Village, Bugul Kidul District, Pasuruan City. The research used a non-factorial Randomized Block Design consisting of five treatments and five replications. The treatments were P0: 100% urea fertilizer (control); P1: amino acid concentration 5 ml l-1 + 75% urea; P2: amino acid concentration 10 ml l-1  + 75% urea; P3: amino acid concentration 15 ml l-1  + 75% urea; P4: amino acid concentration 20 ml l-1  + 75% urea. The parameters observed were plant height, number of leaves, leaf area, dry weight of upper plant, dry weight of lower plant, total dry weight of plant, leaf area index (ILD), net assimilation rate (NAR), relative growth rate (RGR), and plant weight-1. Based on the results of the study, it can be concluded that the concentration of amino acids 15 ml l⁻¹ + 75% urea proved to be more effective in increasing the yield and growth of bok choy with a weight of 126.23 g plant-1.
STUDY OF AGRICULTURAL IRRIGATION WATER QUALITY ON RICE (Oryza sativa L.) PRODUCTIVITY IN PATEBON VILLAGE, PASURUAN REGENCY Rally Murthi; Ahmad Zainul Arifin; Retno Tri Purnamasari; Fajar Hidayanto
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2 (2026): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v10i2.7951

Abstract

Irrigation water quality is an important factor in rice productivity, especially in areas receiving water from polluted rivers. This study aims to analyze the status of irrigation water quality and its impact on rice productivity in Patebon Village, Pasuruan Regency, which is fed by the Welang Watershed through the Sendupati and Depok Rivers. The study was conducted from September 2024 to January 2025 using a quantitative descriptive method with a survey approach. Water sampling was carried out purposively at six points (upstream, midstream, and downstream) in May and August 2024. Eight parameters were analyzed: pH, TSS, DO, BOD, COD, nitrate, phosphate, and E. coli bacteria. Water quality status was determined using the Pollution Index (IP) method based on the Decree of the Minister of Environment No. 115 of 2003. The results showed that in 2024, the IP value ranged from 0.92 to 1.50. Most of the sample points (points 2–6) are in the lightly polluted category (class II), except for downstream point 1 which is in the good category (class I). Rice productivity in Patebon Village increased from an average of 3.3 quintals/land area in 2022 to 5.6 quintals/land area in 2024. Despite the increase in productivity, physical parameters such as TSS, DO, BOD, and COD in 2022 were still classified as class III, indicating an improvement in water quality in 2024. A decrease in IP value of 60.3% at the midpoint indicates an improvement in water quality that is correlated with an increase in crop yields. This study recommends the need for sustainable pollution control to maintain agricultural sustainability. Keywords: rice, water quality, harvest yield, pollution index
Efektivitas penggunaan beberapa mikroba terhadap pertumbuhan dan analisis pertumbuhan tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas L.) var. cilembu Retno Tri Purnamasari; Dewi Asmarani; Sri Hariningsih Pratiwi
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v13i2.15714

Abstract

This study aims to determine the optimal dosage of several effective microbes in increasing the growth and growth analysis of sweet potato (Ipomoea batatas L.) Cilembu variety. The study was conducted on Jl. Raya Bromo, Pasrepan 1 Hamlet, Pasrepan District, Pasuruan Regency, at an altitude of about 600-800 meters above sea level with an average temperature of 22°C to 32°C. This study took place from October 2024 to April 2025. The method used in this study was a Randomized Block Design (RAK) with one factor consisting of four treatments and six replications. The treatments given included; P0: control (without microbial administration), P1: administration of microbes at a dose of 3 g l-1, P2: administration of microbes at a dose of 5 g l-1, and P3: administration of microbes at a dose of 7 g l-1. The data obtained were analyzed using analysis of variance (F test) at the 5% level. If a significant effect is found, the Least Significant Difference (LSD) test is performed at a 5% level. The results showed that the use of several microbes at a dose of 5 g l-1was the most effective dose in increasing the growth of Cilembu sweet potato plants. The 5 g l-1 dose produced the highest results in various growth parameters, including vine length, leaf number, leaf area, dry weight of the upper and lower parts of the plant, and leaf area index. Furthermore, this treatment also resulted in a higher plant growth rate compared to other treatments. The use of higher doses did not always result in significant increases, so the 5 g l-1 dose can be recommended as the best treatment to support optimal sweet potato growth.
PENDAMPINGAN LITERASI DAN PENGELOLAAN KEUANGAN UNTUK MEMPERKUAT FINANCIAL RESILIENCE PELAKU USAHA BUNGA POTONG BHINEKA FLORA Hari Wahyuni; Eni Erwantiningsih; Retno Tri Purnamasari
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i2.6901

Abstract

Literasi keuangan merupakan faktor penting dalam mendukung ketahanan finansial (financial resilience) pelaku usaha, terutama pada usaha mikro yang masih berada pada tahap awal pengembangan. Mitra kegiatan ini adalah usaha bunga potong Bhineka Flora di Surabaya yang menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan keuangan, pencatatan transaksi, serta penyusunan laporan keuangan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam literasi keuangan guna mendukung keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan meliputi pemetaan kebutuhan mitra, penyampaian materi melalui presentasi, pelatihan praktik penyusunan harga pokok produksi (HPP), penyusunan laporan laba rugi, serta pendampingan penggunaan lembar kerja Microsoft Excel untuk pencatatan keuangan sederhana. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pemahaman dan keterampilan mitra sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman literasi dan pengelolaan keuangan dari 5% menjadi 75%, kemampuan menyusun HPP dan laporan keuangan dari 10% menjadi 80%, kemampuan mengelola risiko keuangan dari 5% menjadi 75%, serta kemampuan mengelola usaha secara berkelanjutan dari 15% menjadi 75%. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan usaha sehingga mendukung penguatan ketahanan finansial dan keberlanjutan bisnis mitra.