Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Islamic Education

the Analisis Manajemen Program Kafana di Rumah Tahfidz Khoiru Ummah: analisis manajemen program kafana di rumah tahfidz khoiru ummah Asep Rifqi Abdul Mughni; Asep Dudi Suhardini; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.391 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2411

Abstract

Abstract. Tahfidz house is a form of non-formal education that focuses on Al-Quran education with varying difficulties due to monotonous learning methods or programs and lack of managerial, so that the continuity of education is not achieved optimally. The purpose of this study was to determine the management of the kafana program at the house of tahfidz khoiru ummah in the form of planning, implementation and evaluation. The method used is a case study with a qualitative approach, the data collection used is by observation, documentation and in-depth interviews so that research activities are carried out by examining problems and theories through the existing literature followed by direct field research to obtain accurate data. With the results of research, planning; a. Determine the goals to be achieved; b. Make an annual activity plan; c. Determine the costs that will be incurred to carry out program activities plans that are adapted to current conditions and situations; d. Determine the schedule or time limit, an activity to be carried out; e. Equip facilities to support the smooth running of program activities. Implementing the program is quite good where each program has been prepared carefully starting from the aspect of personnel, needs for infrastructure, materials and also the time of implementation. Even so, due to several obstacles and obstacles such as the saturation point and the current pandemic, so that there are programs that are not carried out according to a predetermined schedule. Evaluating ongoing programs is carried out in various ways such as daily observations and observations on every activity carried out by children, using photo folios, connecting books, direct communication with parents, and reports on child development. The results of the supervision will be used as corrective action or future program development. Abstrak. Rumah Tahfidz merupakan salah satu bentuk pendidikan nonformal yang menitikberatkan pada pendidikan Al-Qur'an dengan berbagai kesulitan karena metode atau program pembelajaran yang monoton dan kurangnya manajerial, sehingga keberlangsungan pendidikan tidak tercapai secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan program kafana di rumah tahfidz khoiru ummah dalam bentuk perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam sehingga kegiatan penelitian dilakukan dengan menelaah masalah dan teori melalui literatur yang ada dilanjutkan dengan penelitian lapangan langsung untuk mendapatkan hasil yang akurat. data. Dengan hasil penelitian, perencanaan; sebuah. Menentukan tujuan yang ingin dicapai; B. Membuat rencana kegiatan tahunan; C. Menentukan biaya yang akan dikeluarkan untuk melaksanakan rencana kegiatan program yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi saat ini; D. Menentukan jadwal atau batas waktu, suatu kegiatan yang akan dilakukan; e. Melengkapi fasilitas untuk menunjang kelancaran kegiatan program. Pelaksanaan program sudah cukup baik dimana setiap program telah dipersiapkan secara matang mulai dari aspek personel, kebutuhan sarana prasarana, bahan dan juga waktu pelaksanaan. Meski begitu, karena beberapa kendala dan kendala seperti titik jenuh dan pandemi saat ini, sehingga ada program yang tidak terlaksana sesuai jadwal yang telah ditentukan. Evaluasi program yang sedang berjalan dilakukan dengan berbagai cara seperti observasi harian dan observasi terhadap setiap kegiatan yang dilakukan anak, menggunakan folio foto, buku hubung, komunikasi langsung dengan orang tua, dan laporan perkembangan anak. Hasil pengawasan akan digunakan sebagai tindakan korektif atau pengembangan program di masa mendatang.
Implementasi Metode Talaqqi dalam Meningkatkan Kemampuan Hafalan Al-Qur’an Siswa Kelas 4 di MIS 05 Darussalam Kepahiang Kota Bengkulu Ulfah Annisa Fatiyah; Dedih Surana; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.302 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3820

Abstract

Abstract. Learning activities require an appropriate method so that the desired goals are achieved, as well as learning the Qur'an because memorizing the Qur'an is not as simple as imagined. Therefore, MIS 05 Darussalam Kepahiang Bengkulu chose the talaqqi method in learning the Qur'an. The purpose of this research is to find out how the implementation of the talaqqi method in improving students' ability to memorize the Qur'an of students, to find out what are the success factors and weaknesses of the implementation of the talaqqi method in Al-Qur'an learning activities. In this study the authors of qualitative and descriptive research with data collection techniques of observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that the implementation of the talaqqi method used in learning the Qur'an is carried out privately. But in this way, it still makes the talaqqi method effective in learning the Qur'an, by making students' memorization better and making it easier for students to achieve the specified memorization targets. Some of the success factors in learning the Qur'an for students' memorization are a comfortable memorization atmosphere, there are adequate facilities and infrastructure, and the presence of a professional Al-Qur'an teacher. As for the weakness factor, there are students who are lazy to memorize and memorize murojaah as well as students' difficulties in managing time for muroja'ah and lack of support from parents. Abstrak. Kegiatan pembelajaran dibutuhkan sebuah metode yang tepat agar tujuan yang diinginkan tercapai, begitu juga dengan pembelajaran Al-Qur’an karena menghafal Al-Qur’an tidak sesederhana yang dibayangkan. Maka dari itu MIS 05 Darussalam Kepahiang Bengkulu memilih metode talaqqi dalam pembelajaran Al-Qur’an. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi metode talaqqi dalam meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an siswa, untuk mengetahui faktor keberhasilan dan kelemahan implementasi metode talaqqi dalam kegiatan pembelajaran Al-Qur’an. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif dan deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Implementasi metode talaqqi yang digunakan dalam pembelajaran Al-Qur’an dilakukan secara privat. Tetapi dengan cara seperti ini tetap menjadikan metode talaqqi efektif dalam pembelajaran Al-Qur’an, dengan ini membuat hafalan siswa menjadi lebih bagus dan memberikan kemudahan bagi siswa dalam mencapai target hafalan yang telah ditentukan. Beberapa faktor keberhasilan dalam pembelajaran Al-Qur’an untuk hafalan siswa adalah suasana tempat menghafal yang nyaman, terdapat sarana dan prasarana yang memadai, dan adanya guru Al-Qur’an yang profesional. Adapun faktor kelemahan ada beberapa siswa yang malas untuk menghafal dan murojaah hafalan serta kesulitan siswa dalam mengatur waktu untuk muroja’ah serta kurangnya dukungan dari orang tua.
Analisis Kontruktivisme terhadap Performa Guru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kelas X SMA Darul Hikmah Munazzah Hurun Ainun; Asep Dudi Suhardini; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.919 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4339

Abstract

Abstract. In a learning process a teacher must give birth to various kinds of learning concepts, one of which is constructivism. Constructivism in a learning process where students actively build knowledge based on their cognitive structure, educators act as facilitators and providers of learning that focus on the success of active students and build concepts from their experiences. The purpose of this study was to determine whether there was a good influence in learning Islamic religious education (PAI) after applying the principles of constructivism. The method used is a qualitative method with a descriptive research type of case study. From this research, the teachers of class Xa IPA and Xb IPS are. Research data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis includes steps of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Test the validity of the data using triangulation. The results of data analysis showed that constructivism on teacher performance in Islamic religious education (PAI) learning in the class showed that constructivism analysis went well because according to the lesson plan implementation plan, the learning process was more varied so that students became active. The teacher's performance in the preparation of the lesson plans is in accordance with the principles of constructivism which has an effect on increasing student learning outcomes. Obstacles to implementing constructivism in Islamic religious education (PAI) learning are the difficulty of teachers in giving concrete and realistic examples in the learning process, teachers who do not want to change the learning model, schools are still limited in providing facilities such as media, projectors and so on. Abstrak. Dalam suatu proses pembelajaran seorang guru harus melahirkan berbagai macam konsep belajar salah satunya adalah kontruktivisme. Konstruktivisme dalam suatu proses belajar dimana siswa aktif membangun pengetahuan yang dilandasi oleh struktur kognitif yang dimilikinya, pendidik berperan sebagai fasilitator dan penyedia pembelajaran yang berfokus pada suksesnya siswa aktif dan membangun konsep-konsep pengalamanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh baik dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) setelah menerapkan prinsip konstruktivisme. Metode digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif tipe studi kasus. Dari penelitian ini adalah guru kelas Xa IPA dan Xb IPS. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil analisis data menunjukan bahwa konstruktivisme terhadap performa guru dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) di kelas tersebut menunjukkan analisis konstruktivisme berjalan dengan baik karena sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran RPP membuat proses pembelajaran lebih bervariasi sehingga siswa menjadi aktif. Perfoma guru dalam penyusunan RPP diantaranya sesuai dengan prinsip konstruktivisme berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Kendala menerapkan konstruktivisme dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) guru kesulitan dalam memberi contoh yang konkrit dan realistik dalam proses pembelajaran, guru yang tidak ingin mengubah model pembelajaran, sekolah masih terbatas dalam menyediakan fasilitas seperti media, proyektor dan sebagainya.
Program Rohis DKM Al-Ma’wa di SMAN 1 Cianjur dalam Meningkatkan Sikap Sosial Anggota Rohis di SMAN 1 Cianjur Zainal Mutaqien; Ikin Asikin; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.612 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4497

Abstract

Abstract. This study aims to determine: (1). The program carried out by the management of ROHIS DKM Al-Mawa at SMAN 1 Cianjur in improving social attitudes. (2). social attitudes of spiritual members towards SMAN 1 Cianjur in improving social attitudes. (3). The role of administrators and members of ROHIS DKM Al-Mawa at SMAN 1 Cianjur towards other students in improving social attitudes. This research is a quantitative research located at SMA Negeri 1 Cianjur in Cianjur regency. Data collection uses two methods, namely questionnaires and documentation. The method used is the survey method, namely by collecting research data information with samples that are analyzed from population data. While the approach used is quantitative. All data were analyzed using a quantitative approach and descriptive statistical analysis, namely by using product moment correlation analysis techniques and t tests which were then analyzed by simple regression analysis to test the proposed hypothesis. The results of this study indicate that 1). The influence of the program carried out by the management of ROHIS DKM Al-Mawa at SMAN 1 Cianjur in improving social attitudes. (2). There is an influence of social attitudes of spiritual members towards SMAN 1 Cianjur in improving social attitudes. (3). There is an influence of the role of administrators and members of ROHIS DKM Al-Mawa at SMAN 1 Cianjur on other students in improving social attitudes. Keywords: Influence, Spiritual Program, Mosque Prosperity Council And Social Attitude. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1).Program yang dilakukan oleh pengurus ROHIS DKM Al-Mawa di SMAN 1 Cianjur dalam meningkatkan sikap sosial. (2).sikap sosial anggota rohis terhadap di SMAN 1 Cianjur dalam meningkatkan sikap sosial. (3). Peranan pengurus dan anggota ROHIS DKM Al-Mawa di SMAN 1 Cianjur terhadap siswa lain dalam meningkatakan sikap sosial. Peneltian ini merupakan penelitan kuantitatif yang berlokasi di SMA Negeri 1 Cianjur di kabupatern Cianjur. Pengumpulan data menggunakan dua metode yaitu angket dan dokumentasi. metode yang digunakan metode survei yaitu dengan cara mengumpulkan informasi data penlitian beru sampel yang dianalisis dari data populasi. Sedangkan Pendekatan yang digunakan kuantitatif. Keseluruhan data dianalisis mengunakan pendekatan kuantitatif dan analisis statistic deskriptif yaitu dengan menggunakan teknik analisis korelasi product moment dan uji t yang kemudian di analisis dengananalisis regresi sederhana untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa diperoleh terdapat 1). Pengaruh Program yang dilakukan oleh pengurus ROHIS DKM Al-Mawa di SMAN 1 Cianjur dalam meningkatkan sikap sosial. (2).Terdapat pengaruh sikap sosial anggota rohis terhadap di SMAN 1 Cianjur dalam meningkatkan sikap sosial. (3). Terdapat pengaruh peranan pengurus dan anggota ROHIS DKM Al-Mawa di SMAN 1 Cianjur terhadap siswa lain dalam meningkatakan sikap sosial.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Kelas 10 Sekolah Inklusi Robi Mochamad Ilham; Enoh Nuroni Enoh Nuroni; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6769

Abstract

Abstract. Islamic Islamic Religious Education (PAI) is a conscious and planned effort to prepare students to believe, understand, live, and practice the teachings of Islam through guidance, teaching, and practice activities. Education, particularly Islamic Religious Education (PAI), is provided to children who are not only physically complete but also to children who have physical or mental disorders or deficiencies. Nature High School Bandung is an educational institution that has implemented an inclusive education program because there are children with special needs (ABK) who learn together with other normal children, of course with different learning models. This school is able to accept both regular students and students with special needs, known as "inclusion," which is the choice of parents to entrust their children to an inclusive school education so they can participate in learning with other normal children. Islamic Religious Education (PAI) teaching and learning activities are the same as in general; there is no difference between normal students and students with special needs. This research is a type of qualitative research, namely field research. Researchers also use various theories for this qualitative research. Researchers will observe the inclusion learning process that takes place at SMPIT Alam Permata, starting from learning planning, implementation, assessment, and supervision of learning. In this qualitative study, researchers collected data by observation, interview, and documentation. The result of this study is the implementation of Islamic Religious Education (PAI) inclusion learning in grade 10 at Sekolah Alam High School Bandung, which consists of learning planning, learning process, and evaluation of Islamic Religious Education (PAI) inclusion learning in Inclusion Education. Abstrak. Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan usaha sadar dan terencana untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan. Pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya diberikan kepada anak yang mempunyai kelengkapan fisik saja, akan tetapi juga diberikan kepada anak yang mempunyai kelainan dan kekurangan fisik atau mental. Sekolah Alam Bandung adalah lembaga pendidikan yang telah melaksanakan program pendidikan inklusi karena didalamnya terdapat Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang belajar bersama-sama anak normal lainnya, tentunya dengan model pembelajaran yang berbeda. Sekolah ini mampu menerima siswa reguler maupun siswa berkebutuhan khusus yang disebut dengan inklusi yang mana sekolah ini menjadi pilihan orang tua siswa untuk menitipkan anaknya pada pendidikan sekolah inklusi untuk mengikuti pembelajaran dengan anak normal lainnya. Kegiatan belajar mengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) sama seperti pada umumnya tidak ada perbedaan antara siswa normal maupun siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, yakni penelitian lapangan. Peneliti juga menggunakan berbagai teori untuk penelitian kualitatif ini. Peneliti akan mengamati proses pembelajaran inklusi yang berlangsung di Sekolah Alam Bandung tingkat SMA ini, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaannya, penilaian dan pengawasan pembelajarannya. Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti mengumpulkan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi pembelajaran inklusi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada kelas 10 di SMA Sekolah Alam Bandung yang terdiri dari Perencanaan Pembelajaran, Proses Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Pendidikan Inklusi.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran Akhlak pada Siswa Tunanetra di Kelas 4 SD Atta’zhimiyah Bandung Karlina Nurhasanah Lina; A. Mujahid Rasyid; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6828

Abstract

Abstract. Karlina nurhasanah. (10030118189). Thesis of PAI Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Islamic University of Bandung. 2023. Moral learning must be carried out in all schools and given to all students, including those with special needs such as blindness. Moral learning is required or carried out not only looking at limitations or looking at age. like this research at SD Atta'zhimiyah Bandung inclusive school which has blind students and researchers are interested in how the teacher's efforts in learning morals in blind students. This research uses qualitative research with a case study method on one blind student located at SD Atta'zhimiyah Bandung. The data sources used are primary data and secondary data. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The data analysis technique uses the Miles and Humberman technique (1992, p. 20), namely data collection from data analysis activities, data reduction, data verification, and data presentation. The results of this study can be described that: 1). Moral learning planning for blind students is in accordance with the lesson plan, syllabus and in accordance with the 2013 curriculum. 2). the implementation of moral learning for blind students, namely, the utilization of senses that are still functioning, the use of media in moral learning, and effective learning skills for blind students. 3). Evaluation in learning morals in blind students, namely daily tests, UTS, and UAS using 3 techniques, namely written tests, oral tests, and assignments. 4). Obstacles in learning morals in blind students have several factors. 5). Analysis of moral learning in blind students is good enough in improving moral learning. Moral learning planning for blind students at SD Atta'zhimiyah Bandung relies on the 2013 curriculum, which has lesson plans and syllabus. This is also followed by the implementation of moral learning for blind students in the opening, core and closing activities. After planning and implementation, it is inseparable from evaluation so that teachers can find out the understanding of blind students. And every learning must have obstacles in achieving these goals, therefore an analysis of moral learning is held for blind students. Abstrak. Karlina Nurhasanah. (10030118189). UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBELAJARAN AKHLAK PADA SISWA TUNANETRA DI KELAS 4 SD ATTA’ZHIMIYAH BANDUNG. Skripsi Program PAI, Fakultas Tarbiyah san Keguruan, Universitas Islam Bandung. 2023. Pembelajaran akhlak harus dilakukan diseluruh sekolah dan diberikan kepada semua siswa, tak terkecuali yang memiliki kebutuhan khusus seperti tunanetra. Pembelajaran akhlak dilakukan tidak hanya memandang keterbatasan tetapi belajar suatu hal yang sangat wajib untuk dilakukan pada semua orang. seperti penelitian ini di sekolah inklusi SD Atta’zhimiyah Bandung yang memiliki siswa tunanetra dan peneliti tertarik dengan bagaimana upaya guru dalam pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus pada satu siswa tunanetra yang berlokasi di sekolah dasar (SD) Atta’zhimiyah Bandung. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, verivikasi data, dan penyajian data. Hasil penelitian ini dapat di dekripsikan bahwa: 1). Perencanaan pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra sesuai dengan RPP, Silabus dan sesuai dengan kurikulum 2013. 2). Pelaksanaan pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra yaitu, pemanfaatan indera yang masih berfungsi, penggunaan media dalam pembelajaran akhlak, dan keterampilan belajar yang efektif bagi siswa tunanetra. 3). Evaluasi dalam pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra yaitu ulangan harian, UTS, dan UAS dengan menggunakan 3 teknik yaitu tes tulis, tes lisan, dan penugasan. 4). Hambatan dalam pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra memiliki beberapa faktor. 5). Analisis Pemelajaran akhlak pada siswa tunanetra sudah cukup baik dalam meningkatkan pembelajaran akhlak. Perencanaan pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra di SD Atta'zhimiyah Bandung merancu pada kurikulum 2013, yang memiliki RPP dan silabus. Hal ini pun dilanjutkan dengan Pelaksanaan Pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra pembuka, kegiatan inti dan penutup. Setelah diadakannya perencanaan dan pelaksanaan maka tidak terlepas dari evaluasi agar guru dapat mengetahui pemahaman siswa tunanetra. Dan setiap pembelajaran pasti memiliki hambatan dalam mencapai tujuan tersebut, maka dari itu diadakannya analisis pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra.
Implementasi Pendidikan Agama Islam pada Kelas Inklusi di SD BPI Kota Bandung Nissa Nabilla Bakhtiar; Enoh; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.7168

Abstract

Abstract. The existence of this elementary school that implements inclusive education in the city of Bandung is SD BPI Bandung City. This school is a school where PAI learning is also applied every day for children with special needs. The purpose of this study was to determine the implementation of PAI learning in inclusive classes at BPI Elementary School in Bandung, which includes planning, implementation, assessment and supporting and inhibiting factors for PAI learning. The method used is the Field Research method using an inductive approach. The results obtained from this study are: In planning lessons, PAI teachers make lesson plans for regular students while special accompanying teachers make Individual Learning Programs for students with special needs. In the implementation of learning, the PAI teacher teaches as usual, there is no special action to pay attention to the needs of students with special needs, because there is a special accompanying teacher in the class who functions to guide and create learning methods for students with special needs, if the method used by the PAI teacher cannot be followed by ABK students. The questions and assessment formats prepared by the PAI teacher are only for regular students, while for students with special needs it is made by a special accompanying teacher. Supporting factors that support inclusive learning in this school are the competence of the principal, teachers and an environment that is ready to accept students with special needs. The inhibiting factors in the implementation of Islamic religious education learning include: the lack of planning carried out by the teacher, students with special needs often have difficulty understanding the material and answering practice questions. Abstrak. Keberadaan sekolah dasar ini salah satu yang menerapkan pendidikan inklusif di kota Bandung adalah SD BPI Kota Bandung. Sekolah ini merupakan sekolah yang dimana dalam pembelajaran PAI juga diterapkan sehari hari bagi anak ABK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran PAI pada kelas inklusif di SD BPI Kota Bandung, yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan faktor pendukung dan penghambat pembelajaran PAI. Metode yang digunakan adalah metode Field Research dengan menggunakan pendekatan induktif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: Dalam merencanakan pembelajaran, guru PAI membuat RPP untuk siswa reguler sedangkan guru pendamping khusus membuat Program Pembelajaran Individual untuk siswa ABK. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru PAI mengajar seperti biasa, tidak ada tindakan istimewa untuk memperhatikan kebutuhan siswa ABK, karena terdapat guru pendamping khusus di dalam kelas yang berfungsi untuk membimbing dan membuat metode pembelajaran bagi siswa ABK, apabila metode yang digunakan guru PAI tidak dapat diikuti oleh siswa ABK. Pembuatan soal dan format penialaian yang disiapkan oleh guru PAI hanya untuk siswa reguler sedangkan bagi siswa ABK dibuat oleh guru pendamping khusus. Faktor pendukung yang menunjang pembelajaran inklusif di sekolah ini yaitu kompetensi kepala sekolah, guru-guru dan lingkungan yang siap untuk menerima siswa ABK. Adapun faktor penghambat dalam implementasi pembelajaran pendidikan agama Islam diantaranya: kurangnya perencanaan yang dilakukan oleh guru, siswa berkebutuhan khusus seringkali kesulitan dalam memahami materi dan menjawab soal latihan.