Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Kontruktivisme terhadap Performa Guru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kelas X SMA Darul Hikmah Munazzah Hurun Ainun; Asep Dudi Suhardini; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.919 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4339

Abstract

Abstract. In a learning process a teacher must give birth to various kinds of learning concepts, one of which is constructivism. Constructivism in a learning process where students actively build knowledge based on their cognitive structure, educators act as facilitators and providers of learning that focus on the success of active students and build concepts from their experiences. The purpose of this study was to determine whether there was a good influence in learning Islamic religious education (PAI) after applying the principles of constructivism. The method used is a qualitative method with a descriptive research type of case study. From this research, the teachers of class Xa IPA and Xb IPS are. Research data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis includes steps of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Test the validity of the data using triangulation. The results of data analysis showed that constructivism on teacher performance in Islamic religious education (PAI) learning in the class showed that constructivism analysis went well because according to the lesson plan implementation plan, the learning process was more varied so that students became active. The teacher's performance in the preparation of the lesson plans is in accordance with the principles of constructivism which has an effect on increasing student learning outcomes. Obstacles to implementing constructivism in Islamic religious education (PAI) learning are the difficulty of teachers in giving concrete and realistic examples in the learning process, teachers who do not want to change the learning model, schools are still limited in providing facilities such as media, projectors and so on. Abstrak. Dalam suatu proses pembelajaran seorang guru harus melahirkan berbagai macam konsep belajar salah satunya adalah kontruktivisme. Konstruktivisme dalam suatu proses belajar dimana siswa aktif membangun pengetahuan yang dilandasi oleh struktur kognitif yang dimilikinya, pendidik berperan sebagai fasilitator dan penyedia pembelajaran yang berfokus pada suksesnya siswa aktif dan membangun konsep-konsep pengalamanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh baik dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) setelah menerapkan prinsip konstruktivisme. Metode digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif tipe studi kasus. Dari penelitian ini adalah guru kelas Xa IPA dan Xb IPS. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil analisis data menunjukan bahwa konstruktivisme terhadap performa guru dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) di kelas tersebut menunjukkan analisis konstruktivisme berjalan dengan baik karena sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran RPP membuat proses pembelajaran lebih bervariasi sehingga siswa menjadi aktif. Perfoma guru dalam penyusunan RPP diantaranya sesuai dengan prinsip konstruktivisme berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Kendala menerapkan konstruktivisme dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) guru kesulitan dalam memberi contoh yang konkrit dan realistik dalam proses pembelajaran, guru yang tidak ingin mengubah model pembelajaran, sekolah masih terbatas dalam menyediakan fasilitas seperti media, proyektor dan sebagainya.
Program Rohis DKM Al-Ma’wa di SMAN 1 Cianjur dalam Meningkatkan Sikap Sosial Anggota Rohis di SMAN 1 Cianjur Zainal Mutaqien; Ikin Asikin; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.612 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4497

Abstract

Abstract. This study aims to determine: (1). The program carried out by the management of ROHIS DKM Al-Mawa at SMAN 1 Cianjur in improving social attitudes. (2). social attitudes of spiritual members towards SMAN 1 Cianjur in improving social attitudes. (3). The role of administrators and members of ROHIS DKM Al-Mawa at SMAN 1 Cianjur towards other students in improving social attitudes. This research is a quantitative research located at SMA Negeri 1 Cianjur in Cianjur regency. Data collection uses two methods, namely questionnaires and documentation. The method used is the survey method, namely by collecting research data information with samples that are analyzed from population data. While the approach used is quantitative. All data were analyzed using a quantitative approach and descriptive statistical analysis, namely by using product moment correlation analysis techniques and t tests which were then analyzed by simple regression analysis to test the proposed hypothesis. The results of this study indicate that 1). The influence of the program carried out by the management of ROHIS DKM Al-Mawa at SMAN 1 Cianjur in improving social attitudes. (2). There is an influence of social attitudes of spiritual members towards SMAN 1 Cianjur in improving social attitudes. (3). There is an influence of the role of administrators and members of ROHIS DKM Al-Mawa at SMAN 1 Cianjur on other students in improving social attitudes. Keywords: Influence, Spiritual Program, Mosque Prosperity Council And Social Attitude. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1).Program yang dilakukan oleh pengurus ROHIS DKM Al-Mawa di SMAN 1 Cianjur dalam meningkatkan sikap sosial. (2).sikap sosial anggota rohis terhadap di SMAN 1 Cianjur dalam meningkatkan sikap sosial. (3). Peranan pengurus dan anggota ROHIS DKM Al-Mawa di SMAN 1 Cianjur terhadap siswa lain dalam meningkatakan sikap sosial. Peneltian ini merupakan penelitan kuantitatif yang berlokasi di SMA Negeri 1 Cianjur di kabupatern Cianjur. Pengumpulan data menggunakan dua metode yaitu angket dan dokumentasi. metode yang digunakan metode survei yaitu dengan cara mengumpulkan informasi data penlitian beru sampel yang dianalisis dari data populasi. Sedangkan Pendekatan yang digunakan kuantitatif. Keseluruhan data dianalisis mengunakan pendekatan kuantitatif dan analisis statistic deskriptif yaitu dengan menggunakan teknik analisis korelasi product moment dan uji t yang kemudian di analisis dengananalisis regresi sederhana untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa diperoleh terdapat 1). Pengaruh Program yang dilakukan oleh pengurus ROHIS DKM Al-Mawa di SMAN 1 Cianjur dalam meningkatkan sikap sosial. (2).Terdapat pengaruh sikap sosial anggota rohis terhadap di SMAN 1 Cianjur dalam meningkatkan sikap sosial. (3). Terdapat pengaruh peranan pengurus dan anggota ROHIS DKM Al-Mawa di SMAN 1 Cianjur terhadap siswa lain dalam meningkatakan sikap sosial.
Bentuk Kekerasan dalam Pengasuhan Anak Usia Dini pada Keluarga Ekonomi Menengah Kebawah di Desa X Kabupaten Bandung Barat Reuhulina Putri Perangin Angin; Erhamwilda; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.78 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.3446

Abstract

Abstract. The purpose of this thesis is to determine the form of violence committed by parents in parenting. This thesis uses quantitative approach with survey method. The object of this thesis were lower-middle economic parent who had an early age children which consisted of 50 people. This thesis uses questionnaire and interview instrument. The result showed form of violence against early childhood in lower-middle economic familiy in X Village, West Bandung: the result is low. Average indicator is considered low. As for moderate violences, there is variable verbal violence indicator by insulting children with the result of 50 people (100%), ignoring children with the result of 27 people (54%), and scolding children with the result of 36 people (72%). This shows that although the result of the study showed that violence against children in the X Village, West Bandung was low, it does not mean parents do not commit violence against children, which can be seen in each indicator there are parents who still do violence, especially verbal and physical violence. Abstrak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Populasi penelitian ini adalah orang tua berekonomi menengah kebawah yang mempunyai anak usia dini yang berjumlah 50 orang. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner dan wawancara. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bentuk kekerasan terhadap anak usia dini pada keluarga ekonomi menengah kebawah di Desa X Kabupaten Bandung Barat: hasilnya adalah rendah. Rata-rata indikator masuk kedalam kategori rendah. Adapun kekerasan yang hasinya sedang, ada pada variabel kekerasan verbal indikator menghina anak 50 (100%), mengabaikan anak 27 (54%), dan memarahi anak 36 (72%). Hal ini menunjukan bahwa walaupun hasil pada penelitian menunjukan kekerasan pada anak di desa X Kabupaten Bandung Barat itu rendah namun bukan berarti orang tua tidak melakukan kekerasan terhadap anak, terliah pada tiap indikator terdapat orang tua yang masih melakukan kekekrasan terutama kekerasan verbal dan fisik.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Kemandirian Anak Usia 4-5 Tahun pada Keluarga Prasejahtera dan Sejahtera 1 di Desa Cilame Kabupaten Bandung Barat Fauziyyah Khoirunnisaa; Erhamwilda; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.236 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4216

Abstract

Abstract. The role of parents is very important in shaping the independence of children because children get their first education from both parents. One of the factors that can affect a child's independence is parenting because most of the child's time is spent with their parents. However, in Cilame Village, there are still some parents who like to ban their children because they think that children cannot solve things alone. This study uses a quantitative approach to Ex Post facto studies. The sample in this study were 50 respondents of parents who have children aged 4-5 years. This study aims to determine the effect of parenting on children's independence in Cilame Village, West Bandung Regency. The data collection technique used is a questionnaire (questionnaire). The results of this study indicate that there is an influence of parenting patterns on children's independence in Cilame Village, West Bandung Regency with a percentage of 16.2% and an Fcount of 9.281. The parenting styles that have the greatest positive influence on children's independence are democratic parenting with a percentage of 62.3%, authoritarian parenting 23.7%, and permissive parenting 14%. Abstrak. Peran orang tua sangat penting dalam membentuk kemandirian anak karena anak memperoleh pendidikan yang pertama dari kedua orang tua nya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian anak adalah pola asuh orang tua karena sebagian besar waktu anak dihabiskan bersama dengan orang tua nya. Tetapi di Desa Cilame masih ada beberapa orang tua yang suka melarang anak karena menganggap anak belum bisa menyelesaikan suatu hal sendirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif studi Ex Post Facto. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden orang tua yang memiliki anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap kemandirian anak di Desa Cilame Kabupaten Bandung Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner (angket). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pola asuh orang tua terhadap kemandirian anak di Desa Cilame Kabupaten Bandung Barat dengan persentase sebesar 16,2% dan Fhitung sebesar 9,281. Adapun pola asuh yang paling besar memberi pengaruh positif terhadap kemandirian anak adalah pola asuh demokratis dengan persentase sebesar 62,3%, pola asuh otoriter 23,7%, dan pola asuh permisif 14%.
Meningkatkan Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia 4-5 Tahun melalui Program Bercerita di Kober Riyadlul Ulum Nila Nur sinta; Erhamwilda; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.212 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4486

Abstract

Abstract. The social-emotional abilities studied were putting on and untying their own shoelaces, willing to part with their mother without crying, daring to ask and answering questions, tidying up toys after use, being able to complete their own tasks, telling their own tasks, throwing garbage in its place, listening. stories and opinions of friends, able to help and help friends who are in trouble, greet friends and invite to play, able to queue, willing to cooperate with other friends, and persuade friends who are crying. This type of research is classroom action research developed by Kurt Lewin. The subjects of this study were 9 children of Group A Kober Riyadlul Ulum Banjaran. The method of data collection is through observation and documentation. The data analysis technique used was descriptive analysis. The results showed that social-emotional abilities can be improved through storytelling activities. The results of the observations can be seen from the increasing social-emotional abilities of children in each cycle. During the pre-cycle, it shows that there are still many children who are not able to be independent, have not been able to believe in themselves, have not been able to interact with other friends. After improvements were made in Cycle I, the results showed an increase in the child's ability to begin to develop in showing independence, and interacting with other friends. Then in Cycle II, the results showed that more and more children were self-confident and began to be independent and play with other friends. And in Cycle III, it shows that many children are able to be confident, be independent, and interact with other friends. Abstrak. Kemampuan sosial-emosional yang diteliti yaitu memasang dan membuka tali sepatu sendiri, mau berpisah dengan ibu tanpa menangis, berani bertanya dan menjawab pertanyan, merapikan mainan setelah selesai digunakan, mampu menyelesaikan tugas sendiri, menceritakan tugas yang dibuat sendiri, membuang sampah pada tempatnya, mendengarkan cerita dan pendapat temannya, mampu menolong dan membantu teman yang sedang kesusahan, menyapa teman dan mengajak bermain, mampu mengantri, mau bekerjasama dengan teman lain, dan membujuk temannya yang sedang menangis. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kurt Lewin. Subjek penelitian ini adalah 9 anak Kelompok A Kober Riyadlul Ulum Banjaran. Metode pengumpulan data melalui pengamatan /observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan secra analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan sosial-emosional dapat ditingkatkan melalui kegiatan bercerita. Hasil observasi dapat dilihat dari meningkatnya kemampuan sosial-emosi anak pada setiap siklusnya. Pada saat pra siklus menunjukan bahwa masih banyak anak yang belum mampu mandiri, belum mampu percaya diri, belum mampu berinteraksi dengan teman lainnya. Setelah dilakukan perbaikan pada Siklus I menunjukkan hasil mulai terjadi peningkatan kemampuan anak menjadi mulai berkembang dalam menunjukkan kemandirian, dan berinteraksi dengan teman lainnya. Kemudian pada Siklus II menunjukan hasil semakin banyak anak yang perecaya diri dan mulai mandiri dan bermain dengan teman lainnya. Dan pada Siklus III menunjukan banyak anak yang mampu percaya diri, bersikap mandiri, dan berinteraksi dengan teman lainnya.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Kelas 10 Sekolah Inklusi Robi Mochamad Ilham; Enoh Nuroni Enoh Nuroni; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6769

Abstract

Abstract. Islamic Islamic Religious Education (PAI) is a conscious and planned effort to prepare students to believe, understand, live, and practice the teachings of Islam through guidance, teaching, and practice activities. Education, particularly Islamic Religious Education (PAI), is provided to children who are not only physically complete but also to children who have physical or mental disorders or deficiencies. Nature High School Bandung is an educational institution that has implemented an inclusive education program because there are children with special needs (ABK) who learn together with other normal children, of course with different learning models. This school is able to accept both regular students and students with special needs, known as "inclusion," which is the choice of parents to entrust their children to an inclusive school education so they can participate in learning with other normal children. Islamic Religious Education (PAI) teaching and learning activities are the same as in general; there is no difference between normal students and students with special needs. This research is a type of qualitative research, namely field research. Researchers also use various theories for this qualitative research. Researchers will observe the inclusion learning process that takes place at SMPIT Alam Permata, starting from learning planning, implementation, assessment, and supervision of learning. In this qualitative study, researchers collected data by observation, interview, and documentation. The result of this study is the implementation of Islamic Religious Education (PAI) inclusion learning in grade 10 at Sekolah Alam High School Bandung, which consists of learning planning, learning process, and evaluation of Islamic Religious Education (PAI) inclusion learning in Inclusion Education. Abstrak. Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan usaha sadar dan terencana untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan. Pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya diberikan kepada anak yang mempunyai kelengkapan fisik saja, akan tetapi juga diberikan kepada anak yang mempunyai kelainan dan kekurangan fisik atau mental. Sekolah Alam Bandung adalah lembaga pendidikan yang telah melaksanakan program pendidikan inklusi karena didalamnya terdapat Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang belajar bersama-sama anak normal lainnya, tentunya dengan model pembelajaran yang berbeda. Sekolah ini mampu menerima siswa reguler maupun siswa berkebutuhan khusus yang disebut dengan inklusi yang mana sekolah ini menjadi pilihan orang tua siswa untuk menitipkan anaknya pada pendidikan sekolah inklusi untuk mengikuti pembelajaran dengan anak normal lainnya. Kegiatan belajar mengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) sama seperti pada umumnya tidak ada perbedaan antara siswa normal maupun siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, yakni penelitian lapangan. Peneliti juga menggunakan berbagai teori untuk penelitian kualitatif ini. Peneliti akan mengamati proses pembelajaran inklusi yang berlangsung di Sekolah Alam Bandung tingkat SMA ini, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaannya, penilaian dan pengawasan pembelajarannya. Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti mengumpulkan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi pembelajaran inklusi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada kelas 10 di SMA Sekolah Alam Bandung yang terdiri dari Perencanaan Pembelajaran, Proses Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Pendidikan Inklusi.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran Akhlak pada Siswa Tunanetra di Kelas 4 SD Atta’zhimiyah Bandung Karlina Nurhasanah Lina; A. Mujahid Rasyid; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6828

Abstract

Abstract. Karlina nurhasanah. (10030118189). Thesis of PAI Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Islamic University of Bandung. 2023. Moral learning must be carried out in all schools and given to all students, including those with special needs such as blindness. Moral learning is required or carried out not only looking at limitations or looking at age. like this research at SD Atta'zhimiyah Bandung inclusive school which has blind students and researchers are interested in how the teacher's efforts in learning morals in blind students. This research uses qualitative research with a case study method on one blind student located at SD Atta'zhimiyah Bandung. The data sources used are primary data and secondary data. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The data analysis technique uses the Miles and Humberman technique (1992, p. 20), namely data collection from data analysis activities, data reduction, data verification, and data presentation. The results of this study can be described that: 1). Moral learning planning for blind students is in accordance with the lesson plan, syllabus and in accordance with the 2013 curriculum. 2). the implementation of moral learning for blind students, namely, the utilization of senses that are still functioning, the use of media in moral learning, and effective learning skills for blind students. 3). Evaluation in learning morals in blind students, namely daily tests, UTS, and UAS using 3 techniques, namely written tests, oral tests, and assignments. 4). Obstacles in learning morals in blind students have several factors. 5). Analysis of moral learning in blind students is good enough in improving moral learning. Moral learning planning for blind students at SD Atta'zhimiyah Bandung relies on the 2013 curriculum, which has lesson plans and syllabus. This is also followed by the implementation of moral learning for blind students in the opening, core and closing activities. After planning and implementation, it is inseparable from evaluation so that teachers can find out the understanding of blind students. And every learning must have obstacles in achieving these goals, therefore an analysis of moral learning is held for blind students. Abstrak. Karlina Nurhasanah. (10030118189). UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBELAJARAN AKHLAK PADA SISWA TUNANETRA DI KELAS 4 SD ATTA’ZHIMIYAH BANDUNG. Skripsi Program PAI, Fakultas Tarbiyah san Keguruan, Universitas Islam Bandung. 2023. Pembelajaran akhlak harus dilakukan diseluruh sekolah dan diberikan kepada semua siswa, tak terkecuali yang memiliki kebutuhan khusus seperti tunanetra. Pembelajaran akhlak dilakukan tidak hanya memandang keterbatasan tetapi belajar suatu hal yang sangat wajib untuk dilakukan pada semua orang. seperti penelitian ini di sekolah inklusi SD Atta’zhimiyah Bandung yang memiliki siswa tunanetra dan peneliti tertarik dengan bagaimana upaya guru dalam pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus pada satu siswa tunanetra yang berlokasi di sekolah dasar (SD) Atta’zhimiyah Bandung. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, verivikasi data, dan penyajian data. Hasil penelitian ini dapat di dekripsikan bahwa: 1). Perencanaan pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra sesuai dengan RPP, Silabus dan sesuai dengan kurikulum 2013. 2). Pelaksanaan pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra yaitu, pemanfaatan indera yang masih berfungsi, penggunaan media dalam pembelajaran akhlak, dan keterampilan belajar yang efektif bagi siswa tunanetra. 3). Evaluasi dalam pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra yaitu ulangan harian, UTS, dan UAS dengan menggunakan 3 teknik yaitu tes tulis, tes lisan, dan penugasan. 4). Hambatan dalam pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra memiliki beberapa faktor. 5). Analisis Pemelajaran akhlak pada siswa tunanetra sudah cukup baik dalam meningkatkan pembelajaran akhlak. Perencanaan pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra di SD Atta'zhimiyah Bandung merancu pada kurikulum 2013, yang memiliki RPP dan silabus. Hal ini pun dilanjutkan dengan Pelaksanaan Pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra pembuka, kegiatan inti dan penutup. Setelah diadakannya perencanaan dan pelaksanaan maka tidak terlepas dari evaluasi agar guru dapat mengetahui pemahaman siswa tunanetra. Dan setiap pembelajaran pasti memiliki hambatan dalam mencapai tujuan tersebut, maka dari itu diadakannya analisis pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra.
Implementasi Pendidikan Agama Islam pada Kelas Inklusi di SD BPI Kota Bandung Nissa Nabilla Bakhtiar; Enoh; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.7168

Abstract

Abstract. The existence of this elementary school that implements inclusive education in the city of Bandung is SD BPI Bandung City. This school is a school where PAI learning is also applied every day for children with special needs. The purpose of this study was to determine the implementation of PAI learning in inclusive classes at BPI Elementary School in Bandung, which includes planning, implementation, assessment and supporting and inhibiting factors for PAI learning. The method used is the Field Research method using an inductive approach. The results obtained from this study are: In planning lessons, PAI teachers make lesson plans for regular students while special accompanying teachers make Individual Learning Programs for students with special needs. In the implementation of learning, the PAI teacher teaches as usual, there is no special action to pay attention to the needs of students with special needs, because there is a special accompanying teacher in the class who functions to guide and create learning methods for students with special needs, if the method used by the PAI teacher cannot be followed by ABK students. The questions and assessment formats prepared by the PAI teacher are only for regular students, while for students with special needs it is made by a special accompanying teacher. Supporting factors that support inclusive learning in this school are the competence of the principal, teachers and an environment that is ready to accept students with special needs. The inhibiting factors in the implementation of Islamic religious education learning include: the lack of planning carried out by the teacher, students with special needs often have difficulty understanding the material and answering practice questions. Abstrak. Keberadaan sekolah dasar ini salah satu yang menerapkan pendidikan inklusif di kota Bandung adalah SD BPI Kota Bandung. Sekolah ini merupakan sekolah yang dimana dalam pembelajaran PAI juga diterapkan sehari hari bagi anak ABK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran PAI pada kelas inklusif di SD BPI Kota Bandung, yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan faktor pendukung dan penghambat pembelajaran PAI. Metode yang digunakan adalah metode Field Research dengan menggunakan pendekatan induktif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: Dalam merencanakan pembelajaran, guru PAI membuat RPP untuk siswa reguler sedangkan guru pendamping khusus membuat Program Pembelajaran Individual untuk siswa ABK. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru PAI mengajar seperti biasa, tidak ada tindakan istimewa untuk memperhatikan kebutuhan siswa ABK, karena terdapat guru pendamping khusus di dalam kelas yang berfungsi untuk membimbing dan membuat metode pembelajaran bagi siswa ABK, apabila metode yang digunakan guru PAI tidak dapat diikuti oleh siswa ABK. Pembuatan soal dan format penialaian yang disiapkan oleh guru PAI hanya untuk siswa reguler sedangkan bagi siswa ABK dibuat oleh guru pendamping khusus. Faktor pendukung yang menunjang pembelajaran inklusif di sekolah ini yaitu kompetensi kepala sekolah, guru-guru dan lingkungan yang siap untuk menerima siswa ABK. Adapun faktor penghambat dalam implementasi pembelajaran pendidikan agama Islam diantaranya: kurangnya perencanaan yang dilakukan oleh guru, siswa berkebutuhan khusus seringkali kesulitan dalam memahami materi dan menjawab soal latihan.
Pengaruh Permainan Playmat Edu terhadap Kemampuan Merangkak, Berguling, dan Melompat Anak Usia 4-5 Tahun Shinta Nurtazali Putri; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v3i1.1762

Abstract

Abstract. Physial motor plays a contribution that is as important as other aspects of development. Motor development can be used as the first benchmark for children in determining their growth. Educational props are media or tools that can stimulate children’s activities to learn something without them knowing it. This study used a quantitative research approach and a type of purposive sampling method which was carried out at the Mawar Huda Katapang KOBER, Bandung regency, in children aged 4-5 years. This method is a random sampling methodology where the sample group is targeted to have certain attributes. Researchers use quantitative through Pre-experimental design, Sugiono said that Pre-experimental design is a design that includes only one group or class that is given pre and post test. This one group pretest and posttest design was carried out on one group without a control or comparison group (Anggy, et al, 2022). The research design uses pre-experimental design research, this study also uses in this study is a quantitative approach. This study aims to determine the effect of playmat edu games on the ability to crawl, roll over, and jump in children aged 4-5 years at KOBER Mawar Huda, Bandung Regency. The initial test before being given treathment obtained an average of 4.75, which turned out to be an increase in the final test (posttest) with an average of 7.5. The difference in the increase. Based on the results of calculations in this study obtained a value of Sig. 0.05, namely in this research 0.000<0.05, it can be concluded that there is an average difference using the playmat edu, which means that the result has been a significant increase with the treathment using the playmat edu, which can be used as a useful recommendation for the gross motor development of young children 4-5 years through educational playmat, teachers should be able to provide more varied and more creative gross motoric stimulation for children. And for future researchers, it is hoped that they will make educational game tools that make children more enthusiastic in participating in these game activities. Abstrak. Fisik motorik memegang kontribusi yang sama penting dengan aspek perkembangan lainnya. Perkembangan motorik mampu digunakan sebagai tolak ukur pertama bagi anak dalam menentukan pertumbuhannya. Alat peraga edukasi adalah media atau sarana yang dapat merangsang aktivitas anak untuk mempelajari sesuatu tanpa dia sadari. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian Kuantitatif dan jenis Metode Purposive Sampling yang dilaksanakan di KOBER Mawar Huda Katapang Kabupaten Bandung pada anak usia 4-5 tahun. Metode ini adalah metodelogi pengambilan sampel secara acak dimana kelompok sampel ditargetkan memiliki atribut-atribut tertentu. Penelitian menggunakan kuantitatif melalui Pre-experimental design, Sugiono mengatakan bahwa Pre-experimental design ialah rancangan yang meliputi hanya satu kelompok control atau pembanding (Anggy, dkk, 2022). Penelitian ini juga menggunakan Teknik pengumpulan data lembar checklist angka dan tes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan playmat edu terhadap kemampuan merangkak, berguling, dan melompat anak usia 4-5 tahun di KOBER Mawar Huda Kabupaten Bandung. Test awal saat belum diberi treathment memperoleh rata-rata 4,75, yang mana ternyata hasil tes akhir (posttest) mengalami peningkatan dengan rata-rata 7,5. Selisish peningkatan kemampuan motorik kasar anak sebesar 0,015% yang mana terjadi peningkatan yang signifikan. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan uji T dinyatakan Ha diterima. Yang mana hasil perhitungan pada penelitian ini memperoleh nilai Sig. 0,05 yaitu pada penelitian ini 0,000.<0,05, maka dapat disimpulkan ada perbedaan rata-rata menggunakan playmat edu, yang berarti hasilnya terjadi peningkatan yang signifikan dengan adanya perlakuan menggunakan playmat edu, yang dapat dijadikan rekomendasi yang bermanfaat untuk perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun melalui playmat edu, sebaiknya guru mampu memberikan stimulus motorik kasar anak lebih bervariasi dan lebih kreatif. Dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan membuat alat permainan edukatif yang membuat anak semakin antusias dalam mengikuti kegiatan permainan motorik.
Analisis Pengelolaan Pembelajaran Hadis pada Anak Usia Dini di TK X Nada Safira Zahra; Huriah Rachmah; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v3i1.1781

Abstract

Abstract. Education is currently experiencing rapid development, this is because education is one of the character building blocks for every child. At present the provision of education is not only devoted to children aged over seven years but also children from birth to the age of five or early childhood.(1) Some literature says that the most effective education is through example.(2)Exemplary itself can be given or exemplifield through the behavior of Rasulullah SAW where this behavior in enshrined in the hadith.(3) Providing hadith learning for early childhood is of course very much needed because it has important benefits for children.(4) The benefits of learning hadith for early childhood include a role in spiritual intellingece in early childhood which is firmly entrenched in one’s soul as long as the soul is accustomed to doing commendable deeds and leaving despicable deeds.(5) The purpose of this research is to see the correct teaching of hadith given to children at an early age at Panatagama Cendekia Kindergarten in Subang.(6) This study uses qualitative methods using field studies using interview for data collection.(7) The result of this study indicate that the teaching of hadith conducted by the Panatagama Cendekia Kindergarten Subang has had a good impact on early childhood so that they can gradually pratice the hadith being taught.(8) For future researchers, this can be done by examining comparisons between learning hadith in several kindergartens in certain areas or by adding variables that have never been associated with learning hadith in early childhood.(9) Abstrak. Pendidikan saat ini terus mengalami perkembangan yang pesat, hal tersebut karena pendidikan menjadi salah satu pembentuk karakter bagi setiap anak.(1) Saat ini pemberian pendidikan bukan hanya dikhususkan kepada anak usia diatas tujuh tahun melainkan juga anak sejak lahir hingga usia lima tahun atau anak usia dini.(2) Beberapa literatur mengatakan bahwa pendidikan yang paling efektif adalah melalui keteladanan.(3) Keteladanan itu sendiri bisa diberikan atau dicontohkan melalui perilaku Rosulullah SAW yang mana perilaku tersebut diabadikan dalam hadis.(4) Memberikan pembelajaran hadist bagi anak usia dini tentunya sangat dibutuhkan kerena memiliki manfaat yang penting bagi anak.(5) Manfaat pembelajaran hadist bagi anak usia dini diantaranya berperan terhadap kecerdasan spiritual pada anak usia dini yang tertanam kuat di dalam jiwa seseorang selama jiwa itu dibiasakan untuk melakukan perbuatan-perbuatan terpuji dan meninggalkan perbuatan tercela.(6) Tujuan penelitian ini untuk melihat pengajaran hadis yang tepat diberikan kepada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Cendekia Panatagama Subang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan studi lapangan menggunakan wawancara untuk pengambilan data.(7) Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan adanya pengajaran hadis yang dilakukan oleh Taman Kanak-Kanak Cendekia Panatagama Subang telah memberikan dampak yang baik terhadap anak usia dini sehingga mereka bisa sedikit demi sedikit mengamalkan hadis yang diajarkan.(8) Bagi peneliti selanjutnya dapat dilakukan dengan meneliti perbandingan antara pembelajaran hadis di beberapa Taman Kanak-Kanak di daerah tertentu atau dengan menambahkan variabel yang belum pernah dikaitkan dengan pembelajaran hadis pada anak usia dini.(9)