Claim Missing Document
Check
Articles

Sound Art Dari Seni Partisipatori Masyarakat Tiyuh Bangun Jaya Dalam Pembuatan Jamu Herbal Bubuk Sari, Ardhea Maya; Maulana, Teddy Ageng; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pandemi COVID-19 yang menyebar di berbagai belahan bumi tentu saja memberikan dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, khususnya mengenai aspek kesehatan. Bukan satu atau dua orang dan yang berasal dari kota saja yang terdampak dari adanya pandemi ini, masyarakat Tiyuh Bangun Jaya yang letaknya jauh dari peradaban kota pun turut merasakan dampaknya. Penulis bersama masyarakat Tiyuh Bangun Jaya melakukan kolaborasi membuat jamu herbal bubuk sebagai upaya mengingatkan diri bahwa kesehatan merupakan hal yang sangat berharga dan harus dijaga sebagai salah satu cara kita menghargai hidup kita masing-masing. Melalui proses kolaborasi dalam seni partisipatori, fenomena sosial yang dialami oleh masyarakat akan menjadi lebih mudah untuk dianalisis dan diselesaikan karena dilakukan secara bersama-sama. Proses kolaborasi ini menghasilkan karya berupa sound art yang sumber suaranya dihimpun dari proses pembuatan jamu herbal bubuk. Dengan begitu, perlu diketahui mengenai bagaimana proses berkarya seni partisipatori dalam membuat jamu herbal bubuk bersama masyarakat Tiyuh Bangun Jaya dan bagaimana representasi karya seni partisipatori yang diperoleh masyarakat Tiyuh Bangun Jaya dalam bentuk sound art. Sehingga, karya ini dapat memberikan gambaran mengenai proses kolaborasi dalam seni partisipatori dan representasi kesehatan dalam bentuk sound art. Kata kunci : Kesehatan, Seni Partisipatori, Jamu Herbal Bubuk, Sound Art. ABSTRACT: The COVID-19 pandemic that spreads in various parts of the world certainly has a significant impact on various aspects of human life, especially regarding the health aspect. It's not just one or two people who come from the city who are affected by this pandemic, the people of Tiyuh Bangun Jaya who are located far from urban civilization also feel the impact. The author and the Tiyuh Bangun Jaya community collaborated to make powdered herbal herbs as an effort to remind ourselves that health is a very valuable thing and must be maintained as a way for us to appreciate each other's lives. Through a collaborative process in participatory art, social phenomena experienced by the community will become easier to analyze and resolve because they are carried out together. This collaboration process produces a work in the form of sound art whose sound source is collected from the process of making powdered herbal herbs. That way, it is necessary to know about the process of participatory art work in making powdered herbal herbs with the Tiyuh Bangun Jaya community and how the representation of participatory art works obtained by the Tiyuh Bangun Jaya community in the form of sound art. Thus, this work can provide an overview of the collaborative process in participatory art and health representation in the form of sound art. Keywords: Health, Participatory Arts, Herbal Powder, Sound Art.
Visualisasi Emosi Sendu Pada Karya Fotografi Menggunakan Teknik Infrared Putri, Parvaty Pratiwi; Trihanondo, Donny; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Fotografi sudah menjadi hal yang biasa ditemukan setiap saat. Fotografi pun disebut sebagai pencerminan kembali realitas .Disebut demikian karena fotografi mengambil bagian dari suatu peristiwa yang terjadi saat itu untuk diabadikan moment. Semakin berkembangnya zaman, semakin banyak muncul teknik fotografi baru. Salah satunya yaitu Fotografi Infrared. Hal ini tercipta karena adanya gabungan dua teknik yang berbeda yaitu teknik foto dan teknik infrared yang biasanya dilakukan pada kegiatan penelitian atau sains. Emosi pun menjadi salah satu pendukung dalam memperkuat pesan karya. Media foto menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan dan menangkap kejadian itu. Sendu merupakan emosi yang selalu dianggap memiliki emosi negative. Namun di sisi lain terdapat hal menarik. Emosi dapat diperlihatkan dengan beberapa cara, seperti suasana, ekspresi, dan gerak tubuh. Dengan fotografi, hal itu akan memperlihatkan sisi menarik dari emosi sendu itu sendiri dengan menggunakan objek pendukung. Dalam karya ini objek yang akan memperlihatkan emosi sendu itu merupakan seorang wanita. Wanita dapat memperlihatkan sisi emosionalnya lebih dalam dari berbagai hal seperti ekspresi dan gerak tubuh. Dengan menggunakan teknik Fotografi Infrared, visual yang dihasilkan akan berbeda dengan yang lainnya. Dikarenakan hasil visual memiliki warna yang cenderung dingin dan negatif. Kata Kunci : Fotografi, Infrared, Sendu. Abstract : Photography has become a common thing found all the time. Photography is also referred to as a reflection of reality. So called because photography takes part of an event that occurred at that time to capture the moment. As the times progressed, more techniques emerged. One of them is Infrared Photography. This was created because of the combination of two different techniques, namely photo techniques and infrared techniques which are usually carried out in research or science activities. Emotion is also one of the supporters in strengthening the message of the work. Photo media is one way to express and capture the incident. Sendu is an emotion that is always considered to have negative emotions. But on the other hand there are interesting things. Emotions can be expressed in several ways, such as mood, expressions and gestures. With photography, it will show the interesting side of the sendu emotion itself by using a supporting object. In this work, the object that will show the sendu emotion is a woman. Woman can show their deeper emotional side from things such as expressions and gestures. By using the Infrared Photography technique, the resulting visual will be different from the other.because the visual results have colors that tend to be cold and negative. Keywords: Photography, Infrared, Sendu,
Visualisasi Motif Ikan Koi Pada Tubuh Manusia Dalam Fotografi Konseptual Pratama, Lutfi Hendra; Maulana, Teddy Ageng; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Ikan koi merupakan jenis ikan hias yang sangat diminati karena keindahan motif dan warnanya. Berbagai corak warna yang sangat memanjakkan mata membuat para peminat ikan hias menjadi tertarik. Berawal dari hobi memelihara dan melalui proses observasi bahwa ikan koi makhluk hidup yang berkaitan erat dengan manusia, tanpa manusia sulit untuk mencapai hasil yang di inginkan. Bagaimana jika motif ikan koi tersebut diterapkan pada bagian tubuh manusia dan dijadikan atau diabadikan dalam fotografi konseptual dengan menggunakan teknik digital imaging. Tujuan penciptaan karya ini adalah memberi pemaknaan yang lebih baik terhadap ikan hias jenis koi bahwa termasuk makhluk hidup atau hewan yang memiliki nilai dan makna estetik dan dapat dijadikan sebagai media visualisasi dalam dunia fotografi.Karya tugas akhir ini berjumlah 5. Karya ini menggunakan fotografi konseptual serta teknik digital imaging yang memiliki beberapa konsep dan makna dalam setiap fotonya. Hasil karya ini dicetak dalam kertas foto dan dilaminasi doff dalam ukuran 24R. Dalam karya ini berusaha menonjolkan konsep tentang pemaknaan warna ikan dan gestur tubuh manusia. Kesimpulan sementara yang di dapat adalah koi dapat dijadikan sebgai objek representasi karena memiliki makna dalam segi estetik dalam fotografi konseptual. Kata-kata Kunci: Ikan Koi, Motif, Warna, Manusia, Fotografi Konseptual, Digital Imaging Abstract: Koi fish is a type of ornamental fish that is in great demand because of the beauty of its motifs and colors. Various shades of color that are very pleasing to the eye make ornamental fish enthusiasts become interested. Starting from a hobby of nurturing and through the process of observing that koi fish are living things that are closely related to humans, without humans it is difficult to achieve the desired results. What if the koi fish motif is applied to parts of the human body and made or immortalized in conceptual photography using digital imaging techniques. The purpose of the creation of this work is to give a better meaning to koi ornamental fish that include living creatures or animals that have aesthetic value and meaning and can be used as visualization media in the world of photography. Digital imaging technique that has several concepts and meanings in each photo. This work is printed on photo paper and matte laminated in 24R size. This work tries to highlight the concept of the meaning of fish colors and human body gestures. The temporary conclusion that can be obtained ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.10, No.1 Februari 2023 | Page 1245 is that koi can be used as objects of representation because they have meaning in terms of aesthetics in conceptual photography Keywords: Koi Fish, Motif, Color, Human, Conceptual Photography, Digital Imaging
Visualisasi Food Loss Pada Buah Dalam Photo Story Photography Husna, Syinsya Azizah; Wiguna, Iqbal Prabawa; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Melalui karya tugas akhir yang berjudul <Visualisasi Food Loss pada Buah Dalam PhotoStory Photography= penulis bertujuan untuk memvisualisasikan bagaimana fenomena food lossyang ada pada buah terbentuk ke dalam suatu medium foto. Untuk memperkuat data yang akandipergunakan dalam laporan ini, penulis melakukan observasi lapangan di daerah sekitar TelkomUniversity. Sedangkan rumusan masalah dari laporan pengkaryaan ini, yaitu bagaimana food losspada buah dapat tervisualisasikan melalui photo story photography. Melalui karya ini hasil yangdidapatkan dari penciptaan karya, yaitu bahwasanya setiap proses eksekusi karya memakan waktuberhari-hari hingga berminggu-minggu tergantung dari jenis buahnya. Pada buah yang memilikikadar air tinggi cenderung memakan waktu yang lebih cepat hingga akhirnya proses food loss dapatterbentuk. Hal ini juga dipengaruhi dari tektur masing-masing buah yang menghasilkan waktueskekusi karya menjadi bervariatif. Selama melakukan proses eksekusi karya, penulismenggabungkan dua teknik fotografi antara teknik photo story photography dan juga teknik timelapse fotografi. Dari penciptaan karya ini maka setidaknya visualisasi pada fenomena food loss yangada pada buah dapat tergambarkan.Kata kunci : Food Loss, Buah, Time-lapse, Photo Story PhotographyABSTRACT: Through the final project entitled "Visualization of Food Loss on Fruits in Photo Story Photography" the author aims to visualize how the phenomenon of food loss in fruit is formed into a photo medium. To strengthen the data that will be used in this report, the authors conducted field observations in the area around Telkom University. While the formulation of the problem from this work report, namely how food loss in fruit can be visualized through photo story photography. Through this work, the results obtained from the creation of the work, namely that each process of execution of the work takes days to weeks depending on the type of fruit. Fruits that have a high water content tend to take a faster time until finally the food loss process can be formed. This is also influenced by the texture of each fruit which results in varied execution times. During the execution process, the author combines two photographic techniques, namely photo story photography techniques and also time-lapse photography techniques. From the creation of this work, at least the visualization of the phenomenon of food loss in fruit can be described. Keywords : Food Loss, Fruits, Time-lapse, Photo Story Photography.
MEMBACA KARAKTERISTIK WES ANDERSON MELALUI FILM THE FRENCH DISPATCH DENGAN PENDEKATAN MISE EN SCENE Nurwidhi, Dwiannisa Shafira; Sadono, Soni; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film merupakan audio visual yang diciptakan dari proses yang compleks denganbantuan alat digital. Film mejadi salah satu media hiburan massal yang dapat diaksesdengan mudah oleh masyarakat umum kapan saja dan dimana saja, yang dapat dinikmatidi tempat publik, maupun privat. Di dalam sebuah film, terdpat teknis yang bernamakanmise en scene. Meurut buku <film art an introduction tenth edition= mise en scenemerupakan teknis turunan dari dua bentuk pemilihan dan control dari seni untuk filmsendiri, yaitu style, yang merupakan teori yang melibatkan cinematografi dalam sebuahfilm. Mise en scene adalah teknis yang mengatur seting latar, pencahayaan, kostum danriasan, property dan penokohan untuk suatu film. Wes Anderson merupakan sutradarafilm yang berasal dari huston, Texas, amerika serikat. Anderson sudah terkenal denganvisual filmnya yang seringkali menggunakan warna pastel yang mencolok, framing yangsimetris, dan anerson seringkali menggunakan actor atau aktris yang sama untukbeberapa judul filmnya. Film terbaru wes Anderson, yaitu the French dispatch, yangpertama kali di tayangkan di cannes film festival pada 12 Juli 2021 ini merupakan film fiksiyang terinspirasi dari keseharian the new yorkers, yang memiliki genre drama. Film inimenceritakan tiga cerita yang berbeda dari setiap jurnalis yang ada dalam film ini.Kata Kunci: film, mise en scene, The French Dispatch, Wes Anderson.
PEMBUATAN KARYA LIFE INTEREST PHOTO DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK ANIMATED PHOTO Hibatullah, Fikri Nabil; Sadono, Soni; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human  interest  photography  merupakan  sebuah  pemotretan  yang menggambarkan  kehidupan  seseorang  atau  orang-orang  dengan  suasana  yang menunjukkan  interaksi,  emosi  atau  juga  situasi  yang membuat  orang-orang  yang melihatnya merasakan simpati. kegiatan human interest ini dapat mudah ditemukan dalam  kehidupan  sehari-hari,  karena  human  interest  merupakan  gambaran  dari kehidupan masyarakat  yang  ada  di  lingkungan  sekitar,  baik  di  daerah  pedalaman maupun di daerah kota. Animated photo merupakan  teknik pengeditan  foto yang merubah  suatu  foto biasa menjadi sebuah video yang berdurasi  sekitar 2-5 detik. Dengan cara membuat objek-objek dan juga background pada foto tersebut bergerak menggunakan teknik yang identik dengan  apa yang digunakan pada sebuah animasi, dimana  objek  atau  gambar  figure  dibuat  seolah-olah  mereka  bergerak.  Hal  ini bertujuan  untuk membuat  sebuah  foto menjadi  lebih  hidup  dan  juga mengikuti perkembangan  zaman  saat  ini  yang  mana  orang-orang  dominan  lebih  tertarik terhadap video dibandingkan dengan sebuah foto biasa.  Selama penulis membuat karya tugas akhir ini, penulis mendapatkan ilmu baru tentang editing style parallax effect,  animasi  dan  juga  lebih mengetahui  kehidupan  kalangan  bawah  di  tengah seperti  apa. Penulis  setuju  dengan masukan  dosen  penguji  dan  juga  pembimbing tentang bagaimana beberapa foto karya yang saya ambil masih kekurangan dalam segi pencahayaannya.Kata Kunci : human interest photography, animated photo, seni digital, kesan
PENERAPAN TEKNIK 5C SINEMATOGRAFI DALAM FILM PENDEK SECERCAH HARAPAN UNTUK SANG IBU Taruna, Nurrizky Adi; Maulana, Teddy Ageng; Rachmawati, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryaan  Tugas  Akhir  ini  membahas  mengenai  teknik  5C  Sinematografi dalam Film Pendek yang berjudul Secercah Harapan Untuk Sang Ibu. Komponen teknik 5C Sinematografi terdiri dari beberapa elemen penting yaitu Composition, Close up, Camera Angle, Continuity, Cutting. Kelima komponen teknik dalam sinematografi telah diterapkan dalam penciptaan film pendek Secercah Harapan Untuk Sang Ibu. Film Secercah Harapan Untuk  Sang  Ibu  merupakan  film  pendek  yang  berdurasi  5-15  menit,  Film  Secercah Harapan Untuk  Sang  Ibu akan menceritakan sebuah pembaktian  seorang anak kepada sang ibu dengan mewujudkan harapan sang ibu untuk pergi haji. Teknik 5C Sinematografi digunakan  untuk menghasilkan  suatu  film  yang  lebih  estetik melalui  penerapan  mood yang tenang dengan dibalut oleh pencahayaan yang terang dan pewarnaan kuning, hijau, dan  biru  agar  film  ini  terkesan  damai.  Tujuan  dari  pengkaryaan  tugas  akhir  ini  adalah untuk menyajikan serta memproyeksikan visualisasi hasil proses implementasi teknik 5C sinematografi dalam film Pendek secercah harapan untuk sang ibu.Kata kunci: teknik 5C sinematografi, film pendek, pembaktian
REPRESENTASI ISI PIKIRAN KORBAN CYBERBULLYING DI INSTAGRAM MELALUI KARYA PERFORMANCE ART Farhan, Aditya Muhammad; Trihanondo, Donny; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosial media merupakan media yang banyak digunakan berbagai  kalangan, sosial media pun berkembang pesat hingga menciptakan berbagai platform baru seperti Instagram, Twitter, Facebook dll. Seiring berkembangnya platform sosial media tentu memiliki dampak positif dan negatif, namun penulis hanya berfokus pada dampak negatif saja. Dampak negatif dari sosial media yaitu  cyberbullying,  cyberbullying  sering  terjadi pada  salah  satu platform sosial media Instagram. Karena platform Instagram merupakan platform yang memiliki fitur penggunanya  untuk  dapat membagikan  foto  dan  video  berdurasi  pendek, menyampaikan aspirasi dalam bentuk tulisan, pendapat maupun hal lain yang dapat bersifat umum maupun pribadi.  Oleh  karena  itu  banyak  oknum  yang  menyalahgunakannya  dengan  melakukan cyberbullying,  kasus  tersebut  banyak  terjadi  pada  kalangan  remaja,  karena masa  remaja merupakan  masa  untuk  menunjukan  jati  diri  pribadi  masing-masing.  Penulis  pun menggunakan 5 teori diantaranya adalah media sosial, cyberbullying, remaja, performance art  dan  semiotika  warna.  Seluruh  teori  tersebut  digabungkan  untuk  di  jadikan  1  karya performance art.  Kata kunci: media sosial, remaja, Instagram, cyberbullying.
REPRESENTASI MUSIK DALAM BENTUK GERAK TUBUH MELALUI MEDIA VIDEO STOP MOTION Koto, Bagindo Ath-Thariq; Maulana, Teddy Ageng; Rachmawati, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu musik yang didengarkan seseorang dapat mempengaruhi kepribadian pada orang  tersebut  berdasarkan  genre musik  yang  didengarkannya.  Ekspresi manusia  sangat beragam terhadap musik yang didengar dan tidak mudah ditebak, tetapi dapat diasumsikan dari penampilan, pakaian, gerak tubuh, gerak tubuh, namun ada beberapa stereotipe yang tersebar  di  masyarakat  salah  satunya  music  dan  pakaian  seseorang.  dan  sebagainya. Seseorang  yang  sedang  mendengarkan  musik  terdapat  ekspresi  dengan  gerak  tubuh kemudian  akan  di  representasikan menggunakan media  stop  motion  yang  akan  dijadikan sebuah karya.Kata Kunci: musik, ekspresi, gerak tubuh, stop motion, karya.
SELF DEPRESSION PADA KARYA PERFORMANCE ART Hanina, Fathin Impyaz; Trihanondo, Donny; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Performance  art  merupakan  salah  satu  subkultur  dari  seni  yang  berbeda dengan karya seni rupa lainnya seperti lukisan, patung, dan instalasi. Menjadikan tubuh sebagai  media  utama.  Dan  seniman  performance  art  menggunakan  tubuh  mereka sebagai alat universal untuk mengukur batas kinerja tubuh, risiko dan rasa sakit. Dalam karya  tugas  akhir dengan judul <self-depression pada performance art= dengan judulkarya <pressure=  bertujuan  untuk  mengeksplorasi  ekspresi  dan  sebagai  cerminan aktualisasi penulis seputar tekanan yang dirasa ke dalam medium performance art dalam bentuk video. Dimana video telah menjadi salah satu media ekspresi dalam proses kreatif seniman,  yang  dapat  bersifat  dokumentasi  suatu  kejadian  atau  kejadian  itu  sendiri. Depresi  merupakan  salah  satu  psikopatologis  yang  umum  terjadi,  ditandai  dengan adanya  perasaan  sedih  dan  hilangnya minat  pada  aktivitas  yang  disukai,  serta  terjadi penurunan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Pengkaryaan  ini dilatari oleh  permasalahan  terdekat  bahkan  dialami  oleh  penulis  sendiri, menjadikan  depresi akan  tekanan  lingkungan  sebagai  bentuk  ide  awal penulis. Dan  diterjemahkan  sebagai bentuk aktualisasi dari tekanan ke dalam performance art dalam media video.Kata kunci: Video, Tekanan, Depresi, Performance Art.