Claim Missing Document
Check
Articles

REPRESENTASI SELF HEALING DAMPAK DARI TRAUMATIK MELALUI KARYA SENI VIDEO Aladina, Autada; Maulana, Teddy Ageng; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self healing merupakan salah satu cara manusia untuk mengobati permasalahan hidup yang telah dihadapi maupun yang sedang dialami, penulis akan memberikan contoh sesuai dengan kisah kehidupannya, masalah trauma pada kesehatan mental yang mengakibatkan stres, penulis mencari hobi yang disukai yaitu dengan membuat karya seni. Tidak hanya terpaku pada satu objek dan diiringi dengan pola pikir penulis yang imajinatif, dalam karyanya memiliki unsur surealisme, berimajinasi dan memiliki mimpi itu sangat penting, berkhayal tentang sesuatu yang membuat diri termotivasi. Dalam karyanya penulis ingin membuat karya seni kontemporer, membuat karya seni video yang merepresentasikan seni lukis surealisme dan performance art surealisme. Penulis mencoba mencari jati diri bagaimana berkarya dengan berbagai cara, memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menyembuhkan trauma dengan cara self healing. Dengan ini penulis berharap agar manusia lebih bijaksana dalam mengelola kehidupan yang lebih positif, berkarya untuk self healing juga bermanfaat terhadap kesehatan mental manusia. Kata Kunci: Self Healing, Surealisme, Seni Kontemporer.
TRAUMA MASA KECIL YANG DIVISUALISASIKAN MELALUI SENI LUKIS POP SUREALIS Riady, Olivia Ruscha; Maulana, Teddy Ageng; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat kecil, penulis mengalami peristiwa traumatis yang disebabkan oleh physical dan verbal abuse yang dilakukan oleh pengasuh dan orang terdekat. Orang terdekat dan pengasuh yang seharusnya menjadi orang yang paling dipercaya, justru menjadi pelaku dalam aksi kekerasan ini. Peristiwa traumatis itu menciptakan trauma yang penulis percaya memiliki pengaruh terhadap tumbuh kembang dan kepribadian penulis. Oleh karena itu, penulis ingin menciptakan tiga buah karya lukis yang memuat visualisasi trauma masa kecil dengan gaya Pop Surealis. Berdasarkan gagasan karya tersebut, guna diangkatnya permasalahan ini bagi penulis adalah peristiwa traumatis ini tidak untuk dilupakan dan diabaikan. Namun, sebagai pengingat untuk tidak menjadi orang yang menurunkan aksi kekerasan tersebut. Lalu, guna karya ini bagi audiens adalah agar sebagai pengingat bahwa kekerasan dapat datang dari mana saja dan itu dapat datang dari orang yang dipercaya. Kata kunci: trauma, masa kecil, lukis, pop surealis
VISUALISASI DISTORSI MEMORI MIMPI MELALUI KARYA SENI KONSEPTUAL Lakoro, Muhammad Alvaro Putra; Yuningsih, Cucu Retno; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena distorsi memori mimpi dialami penulis dan diangkat menjadi sebuah karya seni koseptual yang mengandung unsur-unsur seni video dan disertai video performans pada penyajian karya demi mempresentasikan ide karya. Sebuah fenomena dimana mimpi perlahan-lahan terdistorsi dan terhapus dari ingatan setelah sepersekian detik penulis bangun dari tidur. Mimpi yang baru saja terjadi diabadikan dalam sebuah tulisan dan menjadi bukti telah terjadi sebuah mimpi, catatan-catatan mimpi inilah yang menjadi komponen atau merupakan ide utama pada karya seni. Seni konseptual menjadi satu-satunya media yang cukup mewadahi gagasan karya dikarenakan konsep karya membutuhkan media yang tidak terikat dengan disiplin umum lainnya. Tujuan dari pengkaryaan merupakan manifestasi apresiasi penulis terhadap hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup seperti fenomena distorsi memori mimpi sendiri. Kata kunci: distorsi memori mimpi, seni konseptual, catatan mimpi
VISUALISASI KESEPIAN TERHADAP MENTAL MANUSIA DALAM BENTUK FILM EKSPERIMENTAL BERJUDUL LONELINESS Ahmed, Akell; Maulana, Teddy Ageng; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesepian adalah aspek yang saling terkait dalam kajian kesejahteraan mental manusia. Kesepian mencerminkan perasaan isolasi dan kurangnya koneksi sosial yang mendalam, dengan potensi mengarah pada perasaan terasingkan. Di sisi lain, ekspresi adalah bentuk komunikasi emosional yang melibatkan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan gerak-gerik artistik. Ini berperan penting dalam memfasilitasi interaksi sosial dan meredakan tekanan emosional. Namun, depresi adalah tahap yang lebih dalam dari gangguan suasana hati, dengan gejala meliputi perasaan berkelanjutan dari sedih, hilangnya minat, dan gangguan fisik. Ini dapat muncul sebagai dampak dari kesepian yang terus-menerus atau sebagai hasil dari keterbatasan dalam mengekspresikan emosi. Ini bukanlah sekadar perasaan lewat, melainkan pengaruh yang mempengaruhi mental sehari-hari dan interaksi sosial. Hal ini berpengaruh untuk penulis untuk menjadikan konteks dalam bentuk film eksperimental karya tugas akhir. Hasil karya ini akan memperlihatkan bagaimana visualisasi jika kepribadian yang merasa kesepian di sebuah situasi dalam bentuk film eksperimental. Penulis mengambil tema ini karena penulis merasa pernah berada di situasi tersebut dan akan dibantu dengan permainan warna, angle, sinematografi, gesture atau ekspresi dan suara-suara lainnya. Kata Kunci : Eksperimental, Kepribadian, Tugas Akhir.
VISUALISASI KONTRADIKTIF ANTARA STIMULUS DAN RESPON DENGAN TEKNIK LUKIS IMPRESIONIS Qonita, Azizah; Maulana, Teddy Ageng; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berangkat dari pengamatan penulis terhadap lingkungan sekitar yang terdiri daribeberapa individu dengan pola 琀椀ngkah laku bersifat repe琀椀琀椀f yang dilakukan dan diberikanoleh s琀椀mulus terhadap respon, hingga memunculkan reaksi yang beragam. S琀椀mulus-Respon merupakan asas belajar sederhana yang terdapat pada teori behavioris琀椀k di manadampaknya adalah terjadinya hubungan antara pesan terhadap media, serta responindividu terhadap s琀椀mulus tertentu, namun ada kalanya respon yang diterima 琀椀dak sesuaidengan respon yang diharapkan hingga memunculkan sifat kontradik琀椀f di dalamnya.Dengan metode penciptaan karya, penulis akan membuat visualisasi dari sisi kontradik琀椀fyang dihasilkan oleh respon terhadap s琀椀mulus dengan menggunakan teknik lukisimpresionis. Melalui karya lukis yang dapat dinikma琀椀 secara visual maupun este琀椀ka,diharapkan pesan yang berusaha penulis sampaikan dapat tersalurkan, bahwa responyang 琀椀dak sesuai dengan yang diharapkan oleh s琀椀mulus bukanlah sebuah kegagalandalam berkomunikasi, melainkan hal tersebut lumrah dan dapat terjadi kepada siapapun. Kata Kunci: Kontradik琀椀f; Behavioris琀椀k; S琀椀mulus-Respon
VISUALISASI POHON DISTOPIA DALAM BENTUK SENI INSTALASI Baskara, Candra; Maulana, Teddy Ageng; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ini membahas interaksi dinamis antara dunia distopia, degradasi lingkungan, deforestasi, dan seni instalasi dalam konteks artistik kontemporer. Kecepatan tinggi degradasi lingkungan, terutama deforestasi, telah menginspirasi narasi distopia yang kuat. Seni instalasi diakui sebagai sarana efektif untuk menyampaikan kekhawatiran ini dan membangun kesadaran ekologis. Dalam menghadapi dampak nyata deforestasi dan konsekuensinya, seniman menggunakan seni instalasi sebagai medium refleksi dan transformasi sosial. Dengan sifatnya yang multidimensional dan imersif, seni instalasi menciptakan pengalaman visual dan emosional yang kuat, menggabungkan estetika dan aktivisme. Karya seniman instalasi terkemuka mengintegrasikan narasi distopia ke dalam karya mereka, mendorong pemirsa merenung tentang konsekuensi degradasi ekologi. Karya ini menjadi alegori visual yang menggambarkan masa depan yang cemas akibat kerusakan lingkungan. Seni instalasi berperan penting dalam mempercepat kesadaran ekologis, mendorong individu untuk berkontribusi pada pelestarian lingkungan di tengah tantangan distopia. Ini mengilustrasikan hubungan kompleks antara distopia, degradasi lingkungan, deforestasi, dan seni instalasi, menunjukkan bagaimana seniman mengatasi tema-tema ini melalui karya yang menginspirasi dan memicu introspeksi kolektif. Di era penurunan lingkungan yang nyata, seni instalasi memainkan peran krusial sebagai agen perubahan, membangkitkan hubungan baru antara manusia dan alam di ambang distopia. Kata Kunci : distopia, degradasi lingkungan, deforestasi, seni instalasi
VISUALISASI SHOPAHOLIC MELALUI MEDIA FILM EKSPERIMENTAL Alifia, Aura Diffa Fata; Endriawan, Didit; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan dan gaya hidup setiap manusia telah mengalami perubahan yang sangat pesat dengan kurun waktu yang singkat. Terutama pada seorang remaja. Ketidakstabilan emosi dari seorang remaja yang mendasari dirinya bergaya hidup yang konsumtif atau yang lebih umum dikenal dengan Shopaholic. Walaupun hal itu jelas sangat akan merugikan dirinya sendiri, namun hal tersebut sangat sulit untuk dihindari. Karena adanya faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi seperti keberadaan suatu komunitas, adanya Influencer, dan sebagainya yang menjadikan tolak ukur seorang remaja agar dapat berpenampilan atau bergaya hidup seperti mereka. Upaya-upaya seperti itulah yang akan menjadi dampak buruk dalam keberlangsungan hidup mereka. Seperti pemborosan uang, kecanduan berbelanja sesautu yang tidak penting, dan masih banyak hal lainnya. Maka dari itu, disini penulis mencoba untuk memberikan contoh kisah hidupnya sebagai bentuk karya seni yang dapat diterima masyarakat. Penggunaan imajinasi berfikir kreatif dari penulis, realita kehidupan sekarang, dan beberapa unsur seni yang akan dituangkan dalam karya ini. Dalam karyanya, penulis menggunakan karya seni media film eksperimental. Pembuatan karya seni film eksperimental yang bertujuan untuk merepresentasikan dampak buruk dari seseorang yang mengalami kecanduan Shopaholic. Penggunaan media film semi eksperimental ini diharapkan dapat lebih mudah menyampaikan pesan maupun kesimpulan dari permasalahan yang dialami oleh remaja di luar. Penulis berharap kedepannya agar para remaja yang tumbuh dewasa lebih bijaksana dalam menggunakan uang untuk gaya hidup mereka agar tidak masuk kedalam ranah negatif. Kata kunci: Dampak buruk Shopaholic, Remaja, Film semi eksperimental
PENCIPTAAN KARYA FOTOGRAFI KONSEPTUAL DENGAN KOLABORASI BARANG BEKAS PADA KARYA AKAR Gumelar, Muhammad; Maulana, Teddy Ageng; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas akhir ini menggambarkan instalasi seni dengan tema alam, memusatkan pada pohon sebagai simbol kehidupan dan kekuatan dalam hubungan ekosistem manusia. Instalasi melibatkan foto-foto pada dahan dan ranting pohon seukuran lampu pijar, dihubungkan oleh tali sebagai representasi hubungan erat. Pemanfaatan pencahayaan fosfor menciptakan kesan menarik di dalam gelap. Melalui penggabungan seni instalasi dan fotografi konseptual, karya ini bertujuan menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga alam dan memperkuat hubungan manusia dengan lingkungan. Kata Kunci: fotografi, artistik, konseptual
REPRESENTASI FEAR OF FAILURE MELALUI KARYA INSTALASI Nahari, Frida; Rachmawati, Ranti; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perfeksionisme (perfectionism) adalah perilaku yang merujuk kepada usaha untuk tidak memiliki kekurangan dengan penetapan standar tinggi demi mencapai kesempurnaan atau diri yang ideal. Takut gagal memiliki korelasi dengan perilaku perfeksionis yang memiliki tendensi untuk harus mencapai sempurna, dan menganggap ketakutan akan kegagalan (fear of failure) sebagai faktor yang dapat memotivasi dalam usaha untuk mencapai tingkat kinerja yang tinggi atau mencegah diri mereka dari gagal dan mengaktualisasikan potensi mereka. Berdasarkan alasan tersebut, penulis membuat karya instalasi yang menunjukkan kegigihan seseorang dalam usaha mencapai kesempurnaan, meskipun merasa takut gagal (fear of failure). Tugas akhir diharapkan dapat memantik kesadaran publik terhadap pentingnya menghargai diri sendiri dan setiap usaha yang telah dilakukan untuk mencapai setiap hal yang diinginkan. Kata kunci: Perfectionism, Fear of Failure, Instalasi
CITRA PENARI TOPENG BANJET GRUP SINAR PUSAKA WARNA KARAWANG Sadono, Soni; Pebrianti2, Paramitha; Maulana, Teddy Ageng
PANGGUNG Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.1986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui citra,  gambaran, dan kesan penari dalam kelompok seni Topeng Banjet. Penelitian ini dilakukan dengan berfokus pada kelompok seni Sinar Pusaka Warna Kabupaten Karawang pimpinan Bah Pendul yang merupakan kelompok Topeng Banjet tertua di Karawang. Melalui pemaparan data secara deskriptif  dan analitik, dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan memberikan gambaran masyarakat di Kabupaten Karawang, maka dapat diketahui bahwa kesan-kesan erotis yang disuguhkan oleh penari pada pertunjukan Topeng Banjet dipengaruhi oleh latar belakang pola hidup masyarakat Karawang. Sampai lahirkah sebuah istilah Goyang Karawang yang menjadi sebutan untuk perantau dari Karawang sebagai identitas orang dari Karawang. Minatnya masyarakat terhadap tarian tersebut kemudian melahirkan penari dan kelompok-kelompok seni di Karawang. Kata kunci : Penari Topeng Banjet, Bah Pendul, Goyang Karawang