Claim Missing Document
Check
Articles

REPRESENTASI PELANGGARAN HAM TERHADAP ANAK- ANAK PADA KONFLIK BERSENJATA DALAM KARYA FOTOGRAFI DIORAMA Priana, Muhammad Eric; Rachmawanti, Ranti; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata merupaka sebuah isu serius yang seharusnya menjadi perhatian global. Konflik bersenjata, seperti hal nya yang terjadi di Israel dan Palestina, menunjukkan dampak mengerikan khususnya terhadap anak-anak, karena hal ini secara tidak langsung termasuk sebagai bentuk pembunuhan, penyiksaan, dan penindasan baik secara fisik atau emosi psikologis anak-anak yang menjadi korban konfilk ini. Fotografi memiliki kekuatan untuk menyampaikan emosi dan realitas dan melalu karya fotografi ini penulis mencoba memperlihatkan kehidupan anak-anak dalam konflik. Dalam karya ini penulis menggunakan diorama sebagai objek foto untuk merepresentasikan pelanggaran HAM terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata. Setiap elemen diorama ini menggambarkan kehidupan anak-anak yang terdampak konflik, mulai dari reruntuhan bangunan tempat merek tinggal, hingga gumpalan asap pasca peperangan. Melalui fotografi diorama ini, diharapkan dapat membangkitkan kesadaran global serta masyarakat mengenai situasi anak-anak dalam konflik bersenjata dan memotivasi respon positif untuk melindungi hakhak mereka yang secara nyata terampas. Kata kunci: pelanggaran HAM, anak-anak, konflik bersenjata, diorama, fotografi
REPRESENTASI SELF DISCLOURE DALAM KARYA LUKIS MIX MEDIA Ningsih, Sri Mulya; Yuningsih, Cucu Retno; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia seringkali mempertanyakan hal-hal yang berkaitan dengan eksistensi dirinya, namun tidak semua manusia dapat menemukan jawabannya. Hal tersebut kemudian mulai mengakar dalam diri manusia yang akhirnya menyebabkan krisis identitas. Penulis menciptakan rancangan karya yang didasarkan pada pengungkapan diri melalui model jendela Johari yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran manusia dalam mengidentifikasi dan memahami esensi diri. Hasil dari pengungkapan diri ini diangkat menjadi sebuah karya lukis mix media yang terdiri dari empat sub karya dengan kisah berbeda. Penggayaan surealis dan teknik kintsugi berkaitan erat dengan kisah yang diangkat, sehingga memiliki peran penting dalam penciptaan karya. Dari hasil pengkaryaan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama penggunaan teknik kintsugi yang rentan dan warna hitam putih yang merepresentasikan keadaan psikologis penulis selama proses pembuatan karya. Selain itu, ada beberapa elemenelemen visual yang mengandung representasi tersendiri di tiap kisah per sub karya hingga akhirnya menjadi satu kesatuan dalam karya akhir. Kata kunci: krisis identitas, jendela Johari, pengungkapan diri, lukis mix media, kintsugi.
SAMPAH PLASTIK PENYEBAB BANJIR SEBAGAI SALAH SATU KRISIS LINGKUNGAN DALAM BENTUK KARYA SENI INSTALASI Cahyani, Salsabila Qotrunnada; Trihanondo2, Donny; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah plastik merupakan permasalahan yang cukup serius pada masa kini karena dapat menjadi ancaman bagi ekosistem darat dan laut. hal ini disebabkan sifat plastik yang sulit terurai. Jika permasalahan ini diabaikan, manusia harus menghadapi ancaman yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, bencana alam, dan dampak merugikan lainnya.Terlebih lagi, saat ini Indonesia diberikan predikat sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah China. Hal ini tentu harus menjadi perhatian besar bagi masyakat. Dampak dari pencemaran lingkungan akibat sampah plastik yang sering kita rasakan adalah banjir. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan ke sungai, selokan, dan saluran air lainnya, sehingga terjadi penumpukan dan menyumbatan aliran air. Bencana banjir akibat sampah plastik semakin hari semakin serius dan sulit ditangani akibat tingginya tingkat produksi sampah plastik yang dibuang sembarang. Maka dari itu, untuk menanggapi isu ini, penulis membuat karya seni instalasi yang membawa pesan seni ekologi dengan tujuan menyampaikan bagaimana sampah plastik dan banjir memiliki dampak buruk terhadap manusia dan lingkungan. Melalui karya ini, penulis berharap dapat memicu refleksi dan kesadaran akan perlunya perubahan perilaku serta kebijakan untuk melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak negatif sampah plastik dan bencana alam. Kata kunci: pencemaran, sampah plastik, banjir, seni ekologis, seni instalasi
VISUALISASI CITRA TUBUH TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI DALAM KARYA PORTRAIT FOTOGRAFI Ramadhita, Rahima Novia; Zen, Adran Permana; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citra tubuh adalah cara orang memandang dan menilai tubuhnya. Kebanyakan wanita memiliki body image negatif karena berbagai faktor seperti standar tubuh ideal masyarakat. Citra tubuh ideal yang tergambar di media massa memberikan ekspektasi yang tinggi bagi perempuan terhadap tubuhnya. Akibatnya, mereka menjadi tidak puas dengan tubuhnya dan timbul keinginan untuk terus membandingkan tubuhnya dengan tubuh orang lain. Dalam tulisan ini, penulis mengangkat topik tersebut berdasarkan pengalaman pribadi. Karya ini merupakan karya fotografi potret yang bertujuan untuk memvisualisasikan body image yang mempengaruhi rasa percaya diri seseorang. Penulis menggunakan foto untuk menggambarkan pemikiran positif dan negatif mengenai citra tubuh. Masing-masing karya memiliki fungsi komparatif, mengajak audiens untuk merefleksikan persepsi mereka sendiri terhadap kecantikan fisik. Tujuan dari karya ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada penonton untuk merasakan dan memikirkan tentang citra tubuh mereka sendiri, serta untuk mencerminkan perasaan orang-orang yang memiliki masalah serupa dan untuk membantu mereka melihat ke arah sikap yang lebih positif terhadap diri mereka sendiri adalah untuk dapat memperluas Kata kunci: kekerasan perempuan, fotografi, glow in the dark, sinar ultraviolet.
VISUALISASI INFERIORITY COMPLEX DALAM KARYA FILM EKSPERIMENTAL THE DANCER Ramadhani, Avisha Ersya; Endriawan, Didit; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ini mengangkat konsep tentang salah satu jenis penyakit mental yaitu Inferiority Complex yang merupakan salah satu penyakit mental yang menyebabkan hilangnya rasa percaya diri secara ekstrem pada seseorang. pada karya ini pengkarya membawakan konsep permasalahan berdasarkan pengalaman personal sehingga konsep ini akan di bawakan dalam suatu narasi perjalanan seorang karakter yang memiliki permasalahan yang sama seperti pengkarya dari kemunculannya permasalahan mental tersebut hingga tahap penyembuhan diri dengan metode self-acceptance. Konsep ini diwujudkan dalam medium film eksperimental yang menampilkan pertunjukan tarian kontemporer dengan menggabungkan berbagai aspek artistik dan simbolik untuk menggambarkan permasalahan dari inferiority complex. Tujuan dari karya ini adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya Kesehatan mental dan membantu orang-orang dengan kondisi mental serupa untuk mengenali permasalahan diri mereka. diharapkan karya ini dapat membawa manfaat sebagai tahap penyembuhan diri dari berbagai permasalahan mental yang dialami orang lain. Kata Kunci: film eksperimental, penyakit mental, inferiority complex
VISUALISASI PEREKAMAN TANPA IZIN DENGAN MEDIA HANDPHONE DI RUANG PUBLIK Mahendra, Rengga Nadif; Sadono, Soni; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai manusia kita selalu hidup berdampingan dengan Teknologi. Keberadaan sebuah perkembangan Teknologi selalu mempermudah dalam kehidupan manusia. Karena mempermudah, kepribadian manusia pun bisa ikut berubah karena perkembangan teknologi itu. Contoh dari sebuah perkembangan teknologi, yaitu munculnya Handphone. Melalui Handphone terdapat banyak fitur-fitur yang dapat diakses. Salah satu fitur dalam handphone kita dapat mengabadikan suatu momen dengan mengambil sebuah video melalui kamera handphone. Tentunya, perkembangan teknologi harus kita gunakan dengan bijak. Mirisnya, sangat banyak kasus pada saat ini berupa perekaman tanpa izin menggunakan media handphone di ruang Publik. Tujuan dari pengkaryaan ini, ingin membuka kesadaran dan pikiran masyarakat bahwa merekam sembarangan tanpa izin menggunakan handphone dapat mengganggu hingga merugikan orang lain. Karya ini juga ingin membuka kesadaran dan pikiran bagi masyarakat yang mungkin hal itu sudah menjadi kebiasaan normal di Publik, tanpa menyadari ada orangorang yang merasa terganggu akan hal itu apalagi merasa bahwa dari perekaman tersebut sudah menyebarkan privasinya. Dalam konteks ini, penulis ingin mengangkat dari sudut pandang orang-orang yang merasa terganggu dengan perekaman sembarang menggunakan handphone ini. Metode penelitian di dalam pengkaryaan yaitu metode penelitian lapangan. Saat terjun ke lapangan, Penulis menemukan orang-orang yang merekam menggunakan handphone tanpa izin. Reaksi para orang yang direkam pun ada yang merasa terganggu. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa kita harus menyadari untuk menjaga privasi kita saat berada di ruang Publik dan menggunakan handphone kita dengan bijak. Kata kunci: kepribadian manusia, perkembangan teknologi, handphone, perekaman tanpa izin, privasi di ruang publik.
Praktek Latihan Kreativitas Menggambar Untuk Remaja Karang Taruna Komplek Bumi Pasundan – Arcamanik Kota Bandung dengan Metode Bahasa Rupa Haryotedjo, Tri; Endriawan, Didit; Trihanondo, Donny; Maulana, Teddy Ageng
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v13i1.4501

Abstract

This drawing activity aims to improve the drawing skills of Karang Taruna youth in the Bumi Pasundan - Arcamanik Complex, Bandung City, through training based on the Visual Language Method. Visual Language is a method that prioritizes visual understanding as an effective means of communication in fine arts, so that participants can develop creativity and drawing skills in a systematic and structured manner. This activity was designed by a lecturer in Creative Industries, Telkom University, who has competence in the fields of art and design. The method used in this activity consists of theory and practice sessions that cover the basics of drawing, exploration of shape and color, and the application of Visual Language principles in visual works. In addition, participants are also encouraged to understand visual elements such as lines, planes, textures, and composition to improve the quality of their work. A participatory approach is applied in this training, where participants are actively involved in discussions and drawing exercises based on personal experiences and their surroundings. With this activity, it is hoped that Karang Taruna youth in the Bumi Pasundan-Arcamanik Complex will be more motivated to continue developing their drawing skills and utilizing them in various fields, such as illustration, graphic design, or other creative arts. This creative activity is also expected to become a model for similar training in other communities, to encourage the development of local arts and culture.
Konstruksi Maskulinitas dalam Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Rahmah, Fathiyah Nurshabrina; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Maulana, Teddy Ageng
Rekam Vol 21, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v21i2.9298

Abstract

Construction of Masculinity in The Movie Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash.This study examines the construction of masculinity in the 2021 film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” (Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash), focusing on the use of cinematographic and mise-en-scene elements to represent fragile masculinity. The film follows Ajo Kawir, a man grappling with childhood trauma that disrupts his sense of masculinity, particularly in terms of sexuality and emotion. This research employs a descriptive qualitative method by analyzing eight selected scenes that reflect aspects of masculinity. The theoretical framework includes cinematography, mise-en-scene, and masculinity theories such as hegemonic masculinity and toxic masculinity. The findings reveal that the film portrays masculinity not only through physical strength but also through vulnerability, especially in confronting sexual crises and emotional conflict. The use of color, lighting, framing, and costume enhances the masculine identity and inner turmoil of the characters. Moreover, the film presents an unconventional gender dynamic, particularly through the character Iteung, who displays strength and dominance, thereby reshaping the power relations between men and women. This analysis offers new insights into the construction of masculinity in Indonesian cinema, emphasizing the role of visual elements in shaping social meaning and masculine identity.
Egosentrisme Usia Remaja Tingkat Akhir Dalam Fotografi Surealis Subagja, Fadli Ahmad; Wiguna, Iqbal Prabawa; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Fotografi adalah media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada seseorang yang melihat. Pada proses berkarya ini, fotografi digunakan sebagai media untuk mendokumentasikan peristiwa – peristiwa mengenai egosentrisme di kalangan remaja. Egosentrisme merupakan ketidakmampuan seseorang untuk bisa membedakan antara perspektif milik pribadi dan perspektif milik orang lain. Egosentrisme terjadi pada masa remaja dimana mereka mengalami ketidakstabilan emosi serta memiliki pikiran yang imajinatif, rasa ingin tahu yang tinggi dan tidak bisa mengontrol egonya sendiri. Hal ini didukung oleh pendapat Piaget bahwa remaja memiliki self – centration yang tinggi bahwa mereka selalu ingin menjadi pusat perhatian dan hanya fokus kepada perspektif pribadi. Tujuan penulis membuat karya ini adalah memberikan sebuah pesan melalui fotografi surealis kepada remaja untuk membangun kesadaran remaja mengenai egosentrisme. Metode pembuatan karya ini menggunakan fotografi surealis yang memberikan konsep media fotografi yang mempunyai nilai estetika fotografi baik secara ide maupun teknik. Jenis fotografi yang digunakan yaitu composite surealis dengan menggunakan teknik long dan short depth of field. Hasil karya penulis akan di display dengan metode digital printing dengan pola kolase dengan tujuan untuk memberikan sebuah pesan kepada remaja melalui media fotografi surealis. Berdasarkan pemaparan tersebut, penulis berharap karya ini dapat membangun kesadaran remaja mengenai egosentrisme. Kata kunci: Egosentrisme, Remaja, Fotografi Surealis. Abstract: Photography is a communication medium used to convey messages to someone who sees. In this work process, photography is used as a medium to document events regarding egocentrism among teenagers. Egocentrism is a person's inability to be able to distinguish between personal perspectives and those of others. Egocentrism occurs during adolescence when they experience emotional instability and have imaginative thoughts, high curiosity, and cannot control their ego. This is supported by Piaget's opinion that adolescents have high self-centration and that they always want to be the center of attention and only focus on personal perspectives. The author's purpose in making this work is to give a message through surrealism photography to teenagers to build teenagers' awareness of egocentrism. The method of making this work uses surrealism photography which provides the concept of a photography mode based on the aesthetic value of photography, both at the ideational and technical levels. The type of photography used is composite surreal using long and short depth of field techniques. The author's work will be displayed using a digital printing method with a collage pattern to give a message to teenagers through surreal photography media. Based on this explanation, the author hopes that this work can build adolescent awareness about egocentrism. Keywords: Egocentrism, Adolescent, Surreal Photography.
Seni Menggambar Huruf Sebagai Representasi Kesadaran Akan Pengalaman Masa Lampau Yang Hidup Kembali. Rafli, Muhammad; Sadono, Soni; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Ketertarikan penulis terhadap tulisan tangan dan kebanggaan terhadap hasil dari tulisan tangan yang cukup bagus menjadi poin penting terhadap tema yang diangkat pada proyek tugas akhir ini. Sejarah penulis yang panjang dalam hal proses menulis inilah menjadi suatu latar belakang karya, berbicara tentang pengalaman penulis dalam belajar menulis sewaktu kecil hingga dewasa, ingatan ini merupakan momentum waktu yang menjadi pengalaman berharga dalam tumbuh kembang penulis. Hal-hal sederhana seperti ingatan dari kehidupan lampau ini yang menarik perhatian, memfokuskan pada elemen paling dasar dari pengalaman hidup di dunia dan perjalanan instan melalui waktu. Dalam proyek tugas akhir ini membahas tentang ingatan dan tulisan tangan, dua hal sederhana yang sejatinya luar biasa dalam prosesnya menarik perhatian pada hal-hal mendasar dalam diri sendiri. Memproyeksikan ingatan dalam karya berupa seni menggambar huruf dan memfokuskan pandangan orang-orang dalam proses kehidupan terhadap hal-hal kecil yang terabaikan menjadi tujuan dalam proyek karya tugas akhir ini, dimana karya ini merupakan bentuk warna-warni kehidupan dan meditasi diri dalam fokus proses berkeseni. Kata Kunci: ingatan, menulis, proses, seni menggambar huruf ABSTRACT: The author's interest in handwriting and pride in the results of a fairly good handwriting are important points to the theme raised in this final project. The long history of the author in terms of the writing process is the background of the work, talking about the author's experience in learning to write from childhood to adulthood, this memory is a momentum of time that becomes a valuable experience in the author's growth and development. It's the simple things like these memories from past lives that catch the eye, focusing on the most basic elements of the experience of living in the world and instant travel through time. In this final project discussing memory and handwriting, two simple things that are actually extraordinary in the process draw attention to the basic things in oneself. Projecting memories in the form of the art of drawing letters and focusing people's views in the process of life on the little things that are neglected is the goal in this final project, where this work is a colorful form of life and selfmeditation in the focus of the artistic process. Keywords: memory, writing, process, the art of drawing letter
Co-Authors Adrian Permana Zen Aghitsna Maulana, Dzikry Ahmed, Akell Aladina, Autada Alifia, Aura Diffa Fata Alifiardi, Lukman Andrianawati, Aida Ariyantiningsih, Aisyiyah Arnanti Primiana Yuniati Aryaguna, Tastian Naufal Athifa Sri Ismiranti Azzahra, Nadine Putri Baskara, Candra Budiman, Cecep Ramdhan Cahyani, Salsabila Qotrunnada Cucu Retno Yuningsih Didit Endriawan Donny Trihanondo Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Erlana Adli Wismoyo Farhan, Aditya Muhammad Filiasari, Theresia Nara Firdaus Azwar Ersyad, Firdaus Azwar Gumelar, Muhammad Hanina, Fathin Impyaz Hapsari, Annisa Dwi Hernandi, Wira Adhistira Hibatullah, Fikri Nabil Husna, Syinsya Azizah Iqbal Prabawa Wiguna Irwana Zulfia Budiono Jadid, Na’im Kahagi, Chelsea Angelica Koto, Bagindo Ath-Thariq Kuntum Indah Purnama Sari Kurniawan, Mohd Ridho Lakoro, Muhammad Alvaro Putra Mahendra, Rengga Nadif Mardiyah, Annisa Nurul Maryam, Adia Masykur, Hanifah Fajri Nahari, Frida Nasution, Lulu Amalia Niken Laksitarini Ningsih, Sri Mulya Nugraha, Drajat Aji Nugraha, Farhan Sayyidan Nurwidhi, Dwiannisa Shafira Nusantari, Alya Paramitha Pebrianti2 Pebrianti2, Paramitha Prasetyo, Dewo Ananda Pratama, Lutfi Hendra Priana, Muhammad Eric Putri, Aiza Selvira Putri, Assyla Dwi Retna Putri, Parvaty Pratiwi Qonita, Azizah Rachmawati, Ranti Rafli, Muhammad Rahmah, Fathiyah Nurshabrina Raisa, Ragilia Ramadhani, Avisha Ersya Ramadhita, Rahima Novia Ranti Rachmawanti Riady, Olivia Ruscha Ridwan, Marsha Nabila Rismawati, Nindya Alviona Rizqillah, Aprillayalia Aghnia Salimah, Hamidah Sari, Ardhea Maya Soni Sadono Subagja, Fadli Ahmad Taruna, Nurrizky Adi Titihan Sarihati Tri Haryotedjo Ully Irma Maulina Hanafiah Zen, Adran Permana