Claudia S. Punuh
Unknown Affiliation

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PUSAT REKREASI DAN OLAHRAGA AIR DI KOTA MANADO. Sustainable Architecture Rangga Papodi; Claudia S. Punuh; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.27806

Abstract

Rekreasi merupakan suatu kegiatan yang sangat penting bagi perkembangan fisik maupun mental masyarakat. Memadukan kegiatan rekreasi dan olahraga atau komersial merupakan suatu yang positif untuk mendukung perkembangan kehidupan seseorang yang modern. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia yang terus berkembang, banyak kegiatan rekreasi  yang disempurnakan dan sebagai kegiatan pemersatu masyarakat baik lokal maupun internasional, salah satunya rekreasi air, Oleh karena itu perlu dihadirkannya Pusat Rekreasi Air dan  Olahraga Air di Manado, Yang bisa memadukan kegiatan, rekreasi dan olahraga serta komersial.Dalam perencanaan sebuah Pusat Rekreasi Air dan  Olahraga Air, harus benar-benar direncanakan secara matang, dan disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat modern sekarang ini. Berangkat dari keterkaitan antara bangunan/objek rancangan  dengan media penghubung alaminya (Air) maka tema yang diambil untuk bangunan ini yaitu Sustainable Architecture, Konsep ini menerapkan segala sesuatu tentang lingkungan baik itu dari segi bentuk, fisik maupun prinsip lingkungan dan alam kedalam bangunan. Konsep ini menunjukkan bagaimana air dapat berintegrasi dengan arsitektur. Dengan imajinasi yang tepat serta keterampilan, air dapat memperkuat bentuk arsitektur. Konsep ini berkaitan erat dengan penerapan high tech dan ramah lingkungan serta mengeksplorasikan prinsip prinsip air sebagai estetika, utilitas, struktur, dan bentuk ke dalam bangunan. Manado sebagai sebuah  Kota  dengan kebutuhan rekreasi yang cukup baik dan menjadi tolak ukur serta acuan kemajuan perkembangan mental khususnya rekreasi air di belahan timur Indonesia. Untuk itu demi meningkatkan kebutuhan masyarakat akan rekreasi air, maka Tuntutan untuk penyediaan fasilitas rekreasi air dan olahraga air yang representative dan modern sangatlah diperlukan. Kata Kunci : Rekreasi Air, Olahraga Air, Sustainable Architecture
PERPUSTAKAAN UMUM DI TONDANO. High Tech Arsitektur Jonathan V. Pendong; Aristotulus E. Tungka; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30881

Abstract

Perpustakaan merupakan sarana pendidikan nonformal dan informal, artinya perpustakaan merupakan tempat belajar diluar bangku sekolah maupun juga tempat belajar dalam lingkungan pendidikan sekolah. Dimana perpustakaan sebagai sumber informasi yang menyimpan karya manusia, karya cetak seperti buku, majalah, dan sejenisnya serta karya rekaman seperti kaset, piringan hitam, dan sejenisnya. Perpustakaan juga menjadi sumber informasi yang menjadi acuan dalam mencari literatur.Dalam menarik minat pengunjung perpustakaan memerlukan sebuah desain ruang-ruang yang bisa menarik minta baca pengunjung perpustakaan karena tatanan fisik merupakan salah satu dasar dalam memenuhi kebutuhan dasar beraktivitas, mempengaruhi penampilan, perasaan, dan kepribadian setiap orang / pengunjung, dan dalam perancangan “Perpustakaan Umum di Tondano” ini penulis menggunakan penerapan tema “High Tech Arsitektur”.                      Kata kunci : Perpustakan Umum, Tondano, Informasi, High Tech Arsitektur
REDESAIN TERMINAL BUS TIPE B DI AMURANG. Arsitektur Perilaku Mirsa M. S. Tarek; Herry Kapugu; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31154

Abstract

Kehadiran sebuah terminal di setiap kabupaten/kota merupakan hal yang penting dan esensial. Kabupaten minahasa selatan sendiri memiliki terminal angkutan tipe B yang terletak di Kota Amurang sebagai Ibukota Kabupaten Minahasa Selatan, namun keberadaannya masih diwarnai dengan berbagai permasalahan yang kopleks, yang mengakibatkan terminal Amurang bekerja tidak optimal yang pada gilirannya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Minahasa Selatan yang di dalamnya Kota Amurang. Hal ini melatarbelakangi gagasan perlunya redesain atau perencanaan kembali terminal tersebut yang mengacu pada RTRW kabupaten Minahasa Selatan, dengan tetap berada dilokasi yang sama yaitu di Kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang. Rencana redesain terminal ini digagas dengan mengplikasikan tema “Arsitektur Perilaku” yang diharapkan mampu mewujudkan suatu terminal baru yang lebih optimal dengan menambah fasilitas-fasilitas terminal sebagai penunjang fungsi terminal itu sendiri. Hasil dari perencanaan kembali terminal ini diwarnai dengan konsep-konsep desain yang mengacu pada tema, dengan tidak mengabaikan aspek penting yang bersifat standar dalam rancangan terminal. Redesain Terminal Bus Tipe B di Amurang ini diharapkan mampu menjadi terminal yang benar-benar berjalan sesuai dengan fungsinya.Kata kunci            : Terminal Amurang, Terminal Tipe B, Arsitektur Perilaku
PUSAT PAGELARAN DAN PELATIHAN SENI DI TOMOHON, Arsitektur Neo Vernakular Julianti A. Worang; Alvin J. Tinangon; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34696

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, seni mulai luntur dan tidak diperhatikan terutama dimasa sekarang ini banyak generasi muda yang lebih mengedepankan teknologi modern. Kurangnya sarana dan prasarana pendukung aktifitas seni seperti wadah, fasilitas, serta ruang didaerah Kota Tomohon menjadi tujuan dan sasaran perancangan objek Pusat Pagelaran dan Pelatihan seni. Terutama, dilihat dari domestik wisatawan setiap tahun semakin mengalami peningkatan. Sehingga, seharusnya seni didaerah Kota Tomohon dapat menjadi daya tarik wisatawan tidak hanya dari masyarakat daerah Kota Tomohon tetapi juga dari luar daerah (internasional). Artinya, objek Pusat Pagelaran dan Pelatihan seni menjadi jawaban dari salah satu permasalahan yang ada di Kota Tomohon, yang mana wadah baru ini banyak memberi nilai positif untuk perkembangan keahlian minat dan bakat, menambah prestasi dan mempertahankan nilai-nilai seni yang sudah ada sejak dahulu. Tidak hanya itu, seni juga dapat mempererat hubungan antar daerah. Wadah baru ini dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung seperti ruang edukasi, dan alat pendukung ruang audio, visual, audiovisual, maupun pertunjukkan. Objek didukung oleh tema Neo Vernakular sebagai identitas sehingga menimbulkan kesan baru dan menjadi daya tarik pada objek rancangan. Lokasi/tapak berada di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Lokasi strategis dan unik juga merupakan salah satu daerah yang masih melekat dengan seni dan budaya Minahasa,. Dan dalam perancangan ini, metode yang diterapkan merupakan teori Christopher A. Jones.Kata Kunci: Pagelaran seni, Pelatihan seni, Arsitektur Neo Vernakular