Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search
Journal : ZOOTEC

Peran penyuluh peternakan dalam peningkatan pendapatan anggota kelompok peternak babi di Kecamatan Tompaso Barat Kabupaten Minahasa Kogoya, Y; Lenzun, G D; Wantasen, E
ZOOTEC Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.431 KB) | DOI: 10.35792/zot.41.1.2021.32384

Abstract

THE ROLE OF ANIMAL HUSBANDRY EXTENSION IN INCREASING INCOME OF PIG FARMER GROUP IN WEST TOMPASO DISTRICT, MINAHASA REGENCY.This study aims to see how the responses of farmers to the role ofextension workers in increasing the income of pig farming in Kamanga Village, West Tompaso District, Minahasa Regency. The data sources are primary and secondary. Observation and interview data collection methods. The population of breeders who raise pigs and the number of samples taken are members of the Kamanga Village hog farming group who have received guidance from the Minahasa District Agriculture, Animal Husbandry and Plantation Agency. Result study showed that extension officer from the agricultur and livestock  service have a major role  in increasing of income of pigs breeders in Kamanga village , Tompaso Sub District
ANALISIS USAHA TERNAK BABI DI KECAMATAN SONDER KABUPATEN MINAHASA Sarajar, Marsel J; Elly, F H; Wantasen, E; Umboh, S J.K
ZOOTEC Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.066 KB) | DOI: 10.35792/zot.39.2.2019.24904

Abstract

ANALYSIS OF PIG FARMING IN SONDERDISTRICTMINAHASA REGENCY. Pigs are developed by the community in Minahasa Regency as a business that supports the livestock farmers' economy. The development of pig farming in this area was carried out in order to increase consumption of animal protein. The problem is that the development of pig farms is not continuous and there have not known factors that influence pork production. This research was conducted with the aim of analyzing production factors that influence the production of pig farming in Sonder District, Minahasa Regency. Survey method was  used with direct observation in the field. Sources of data collected are primary and secondary data. Location samples and respondents were determined by using of Cluster Random Sampling metho. Data analysis was conducted by useing descriptive analysis. The results showed that pigs were sold in the form of seeds (starter period pigs) and pork per kg. The price of seeds is Rp. 900,000 per head and the price of pork is Rp. 60,000 per kg. Based on the study  results showed that the factors such as feed, labor and cage  simultaneously had a significant effect on pig production. Keywords: Pigs, cages, labor, feed
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA PUPUK ORGANIK DI PERUSAHAN CV. ARGONIAGA MANDIRI KECAMATAN BINTAUNA Lantapa, Rivaldi; Manese, M. A.V; Wantasen, E.; Oroh, F. N.S
ZOOTEC Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.795 KB) | DOI: 10.35792/zot.35.2.2015.9271

Abstract

PROFIT ANALYSIS OF ORGANIC FERTILIZER BUSINESS IN CV AGRONIAGA MANDIRI SUB-DISTRICT BINTAUNA. The purpose of this study was to determine the company profits per year. This research was done at CV Agroniaga Mandiri as the only company that produces organic fertilizer in the Bintauna Sub-district, North Bolaang Mongondow Regency.  Data collected consist of primary data and secondary data. The primary data were collected by interview with questions list or quetionnaire, while secondary data were obtained from government  agency that related with this research such as Department of Agriculture and Animal Husbandry of North Bolaang Mongondow. Data were analyzed with profit function method. The results showed that the total cost of production, revenue and profit of organic fertilizer business that obtained by CV Agroniaga Mandiri sequentially Rp. 259, 294,100 / year, Rp.405,000,000/year and Rp.145,705,900/year. Key words: Profit, organic fertilizer
Analisis break even point usaha ternak ayam buras milik Bapak Jotje Rawung di Desa Paniki Atas Kecamatan Talawaan (Studi Kasus) Siwu, R.; Wantasen, E.; Kalangi, L.S
ZOOTEC Vol. 43 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/zot.43.2.2023.48769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendapatan dan Break Even Point (BEP) usaha ternak ayam buras milik Bapak Jotje Rawung di Desa Paniki Atas Kecamatan Talawaan (Studi Kasus). Usaha pemeliharaan ayam buras (bukan ras) masih berlanjut sampai saat ini dan dipelihara secara tradisional dan usaha sering mengalami fluktuasi untung dan rugi selama berusaha. Fluktuasi untung dan rugi karena naik turunnya jumlah ayam yang dipelihara pada bulan Januari sampai Maret 2021 ayam yang dipelihara ±100 ekor dan turun pada bulan Mei sebanyak 40 ekor disebabkan oleh tingkat kematian 45% karena wabah penyakit dan ternak ayam dimakan ternak anjing liar. Kemudian pada bulan Juni sampai November 2021 naik sebanyak 100 ekor, artinya ada kenaikan dari hasil poduksi telur yang ditetaskan, dan penjulan tahun 2021 hanya 15 ekor. Penelitian ini menggunakan jenis data primer dan sekunder. Data yang dikumpulkan di tabulasi dan dianalisa menggunakan metode analsisis deskriptif, yaitu metode analisis yang dapat memberikan gambaran maupun uraian jelas mengenai suatu keadaan atau fenomena, sehingga dapat mengetahui biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan Break Even Point (BEP) adalah kondisi suatu usaha yang tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian, yang dibedakan atas BEP Produksi dan BEP Harga. Pendapatan usaha ternak ayam buras milik Bapak Jotje Rawung yaitu Rp. 2.864.932/tahun. Nilai BEP produksi adalah 44 ekor dan nilai BEP harga adalah Rp. 84.847/ekor. Hasil penelitian menjelaskan bahwa jumlah penjualan ayam buras 65 ekor, sudah berada di atas nilai BEP dan rata-rata harga penjualan Rp. 125.000/ekor sudah berada di atas nilai BEP, sehingga peternak sudah memperoleh keuntungan.
Karakteristik peternak ayam kampung aduan dengan pola pemeliharaan intensif di Desa Kayoa Kecamatan Batui Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah: Vol 44 No. 1 Puadali, M; Wantasen, E; Waleleng, P.O.V
ZOOTEC Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/zot.44.1.2024.50778

Abstract

Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak ayam kampung aduan di Kecamatan Batui yang dipelihara secara intensif. Metode penelitian secara survey terhadap 30 responden yang dipilih secara total sampling. Jenis data adalah  data primer dan sekunder, dimana data primer adalah data yang diperoleh dari wawancara langsung dengan peternak dengan menggunakan daftar pertanyaan atau kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait seperti BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Banggai, Kantor Dinas Peternakan, Kantor Camat Dan Kantor Desa Setempat. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dalam bentuk tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50 persen peternak ayam kampung berusia 25-35 tahun,  60  persen berpendidikan SMA/SMK, dan 63 persen sebagai petani. Sebanyak 90% peternak memberi pakan dalam sehari sebanyak 0,9-5,6 kg. Sebanyak 80% peternak hanya mencurahkan 1-2 jam saja dalam mengurus ternak ayamnya disebabkan karena jumlah ayam yang dipelihara relatif sedikit dibanding dengan peternak lainnya. Sebanyak 86,7% peternak memberikan obat dan antibiotik jika ayamnya sakit tanpa memberikan vitamin. Terdapat 47 % peternak dengan jumlah kandang sebanyak 2 unit dan antara 3-6 unit,   sementara itu  hanya 6% peternak yang memiliki jumlah 7-10 unit kandang karena jumlah ayam yang dimiliki relatif lebih banyak.  
Analisis pendapatan usaha ternak sapi di Desa Molompar Utara Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara Boham, M.Y; Wantasen, E; Santa, N.M
ZOOTEC Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/zot.44.2.2024.56119

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pendapatan usaha ternak sapi serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode survey yang dilaksanakan di Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara, lokasi tersebut ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan memelihara minimal 1 ekor ternak sapi dan pernah menjual ternak sapi dalam 1 tahun terakhir. Berdasarkan kriteria tersebut dipilih sebanyak 30 peternak secara sengaja. Variabel yang digunakan yaitu jumlah ternak sapi yang dipelihara, biaya pakan hijauan dan harga jual ternak sapi. Selanjutnya digunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak sapi. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah pendapatan pada usaha ternak sapi sebesar Rp29.891.719/tahun/peternak dengan pemeliharaan 4 ekor/peternak. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yaitu jumlah ternak sapi yang dipelihara, biaya pakan hijauan dan harga jual ternak sapi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pendapatan usaha ternak sapi serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode survey yang dilaksanakan di Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara, lokasi tersebut ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan memelihara minimal 1 ekor ternak sapi dan pernah menjual ternak sapi dalam 1 tahun terakhir. Berdasarkan kriteria tersebut dipilih sebanyak 30 peternak secara sengaja. Variabel yang digunakan yaitu jumlah ternak sapi yang dipelihara, biaya pakan hijauan dan harga jual ternak sapi. Selanjutnya digunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak sapi. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah pendapatan pada usaha ternak sapi sebesar Rp29.891.719/tahun/peternak dengan pemeliharaan 4 ekor/peternak. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yaitu jumlah ternak sapi yang dipelihara, biaya pakan hijauan dan harga jual ternak sapi. Kata kunci: ternak sapi, pendapatan, pakan, harga  
Analisis Keuntungan Usaha Ternak Kambing Perah Di Desa Maen Kecamatan Likupang Timur (Studi Kasus) Siringoringo, R.A.L; Wantasen, E.; Waleleng, P.O.V
ZOOTEC Vol. 46 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/zot.46.1.2026.65108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keuntungan usaha ternak kambing perah Jaya Farm di Desa Maen, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara terhadap pemilik usaha, serta didukung oleh data sekunder dari instansi terkait. Variabel yang dianalisis meliputi biaya tetap, biaya variabel, total biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi usaha ternak kambing perah Jaya Farm selama satu tahun sebesar Rp.88.039.666, terdiri atas biaya tetap Rp.27.390.666 dan biaya variabel Rp.60.649.000. Total penerimaan dari hasil penjualan susu dan anak kambing jantan mencapai Rp151.400.000 per tahun. Dengan demikian, diperoleh keuntungan bersih sebesar Rp.63.360.334 per tahun atau sekitar Rp.5.280.028 per bulan. Berdasarkan hasil tersebut, usaha ternak kambing perah Jaya Farm dinilai menguntungkan dan layak untuk dikembangkan karena mampu memberikan pendapatan yang stabil bagi peternak. Kata kunci: Kambing Perah, Biaya Produksi, Penerimaan, Keuntungan
Struktur biaya produksi usaha budidaya maggot Black Soldier Fly (studi kasus) Sinaga, J.; Santa, N.M; Wantasen, E
ZOOTEC Vol. 46 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/zot.46.1.2026.66386

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur biaya produksi usaha budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) pada Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki (PPST), Minahasa Utara, sebagai bagian dari pengelolaan limbah organik dan penyediaan pakan alami (enrichment) bagi satwa rehabilitasi. Penelitian dilaksanakan pada 1 September–31 Oktober 2025 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada satu siklus produksi (43 hari), kemudian dianalisis secara deskriptif dan matematis untuk menghitung biaya tetap, biaya variabel, dan total biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya produksi terdiri atas biaya tetap (bibit dan penyusutan aset) serta biaya tidak tetap (biaya operasional). Total biaya produksi per siklus sebesar Rp2.119.176, yang tersusun dari biaya tetap Rp675.426 (31,87%) dan biaya tidak tetap Rp1.443.750 (68,13%). Temuan ini menunjukkan bahwa biaya produksi didominasi oleh biaya variabel, sehingga pengendalian biaya operasional menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi usaha budidaya maggot BSF. Selain aspek ekonomi, pemanfaatan budidaya maggot BSF di PPST memberikan manfaat lingkungan dan konservasi, yaitu berkontribusi pada pengelolaan sampah organik melalui proses biokonversi, menyediakan pakan alami bagi satwa rehabilitasi, serta menghasilkan residu biokonversi (kasgot) yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan budidaya maggot BSF pada unit usaha sejenis yang mengintegrasikan efisiensi biaya, pengelolaan limbah, dan keberlanjutan. Kata kunci : maggot Black Soldier Fly (BSF), struktur biaya produksi, biaya tetap, biaya variabel, biokonversi limbah organik.
Analisis pendapatan usaha ternak ayam kampung di desa kawangkoan kecamatan kalawat kabupaten minahasa utara Tiow, R. A.; Manese, M.A.V; Wantasen, E
ZOOTEC Vol. 46 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha ternak ayam kampung merupakan salah satu kegiatan ekonomi rakyat yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan, khususnya di Desa Kawangkoan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara. Namun, fluktuasi harga pakan dan hasil penjualan seringkali memengaruhi pendapatan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usaha ternak ayam kampung, dengan fokus pada pengaruh biaya pakan, harga jual, dan jumlah ayam yang dipelihara. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 40 responden peternak ayam kampung yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan peternak sebesar Rp6.016.618 per tahun dengan rata-rata jumlah ayam yang dipelihara sebanyak 65 ekor per tahun. Model regresi yang diperoleh memiliki nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,86, yang berarti 86% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh biaya pakan, harga jual, dan jumlah ayam. Koefisien regresi menunjukkan bahwa biaya pakan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan (p < 0,01), sedangkan jumlah ayam berpengaruh positif dan sangat signifikan (p < 0,01). Harga jual berpengaruh positif namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,062). Kesimpulannya, pendapatan peternak ayam kampung sangat dipengaruhi oleh efisiensi biaya pakan dan jumlah ayam yang dipelihara. Oleh karena itu, upaya peningkatan pendapatan dapat dilakukan melalui pengendalian biaya pakan serta optimalisasi populasi ayam kampung dalam usaha ternak.