Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penerapan Website Interaktif dalam Pembelajaran Fakta dan Opini di Sekolah Dasar Fidyawati Monoarfa; Nur Sakinah Aries; Reska Putri Ismail; Nurainun
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2025): Volume 6 Nomor 2: November 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v6i2.4685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan website interaktif dalam meningkatkan pemahaman siswa Sekolah Dasar terhadap materi fakta dan opini pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest terhadap 20 siswa kelas V. Data diperoleh melalui observasi, tes hasil belajar, dan tanggapan guru serta siswa. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 38,5 meningkat menjadi 87 pada posttest. Seluruh siswa mengalami peningkatan, dan 100% mencapai skor di atas 80. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dan partisipasi aktif selama proses pembelajaran. Guru juga menyatakan bahwa website interaktif menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif. Berdasarkan hasil tersebut, website interaktif terbukti mampu meningkatkan hasil belajar sekaligus mendukung pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan era digital.
Analisis Rendahnya Motivasi Belajar Siswa Kelompok Masyarakat Semi Nomaden Uetua Desa Ape Maliko Nurainun; Fidyawati Monoarfa; Nur Sakinah Aries; Reska Putri Ismail
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2025): Volume 6 Nomor 2: November 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v6i2.4690

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi, namun realitas di lapangan menunjukkan masih adanya ketimpangan akses dan kualitas pendidikan, terutama di wilayah pedesaan dan kelompok masyarakat semi nomaden. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya motivasi belajar siswa pada kelompok masyarakat semi nomaden Uetua di Desa Ape Maliko, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, serta peran guru dalam membangun motivasi belajar siswa di tengah keterbatasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, pengalaman belajar yang belum kontekstual, serta rendahnya peran dan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan. Guru berperan penting sebagai motivator, fasilitator, dan pembimbing untuk menjaga keberlangsungan dan semangat belajar siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan peran guru serta dukungan lingkungan dan orang tua menjadi kunci dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada kelompok masyarakat semi nomaden meskipun berada dalam keterbatasan. Kata Kunci: motivasi belajar siswa, masyarakat semi nomaden, peran guru
Meningkatkan Kemampuan Membaca melalui Media Bundaran Bahasa Sulawesi pada Siswa Kelas II SDN 47 Dumbo Raya Kota Gorontalo Sutriyanti A. Nusi; Salma Halidu; Fidyawati Monoarfa; Ratnarti Pahrun; Rusmin Husain
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 3 (2024): September - Desember 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.3.2024.4763

Abstract

Masalah dalam penelitian setelah dilakukan hasil pra observasi dilapangan, diperoleh keterangan bahwa siswa kelas II SDN 47 dumbo raya masih banyak siswa-siswi yang belum memperoleh hasil yang maksimal dalam membaca, masih ada siswa yang kurang konsentrasi saat pembelajaran, masih terdapat beberapa siswa yang belum pandai dalam membaca, kebanyakan siswa-siswi masih kurang percaya diri dalam mengungkapkan idenya atau berbicara di depan kelas, dan dalam kegiatan menulis, siswa masih menulis berdasarka teks dan membaca juga masi melihat isi teks.Tujuan peneilitian ini adalah untuk meningkatakan kemampua membaca siswa melalui media bundaran Bahasa Sulawesi pada siswa kelas II SDN 47 Dumbo Raya Kota Gorontalo. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian tindakan kelas dua siklus, siklus I dna siklus II. Metode penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan melalui empat tahap yakni: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap pemantauan dan evaluasi serta tahap analisi dan refleksi, dengan jumlah 20 siswa. Hasil observasi awal menunjukan kemampuan membaca siswa masi rendah dengan 6 orang siswa yang mampu atau 30% sedangkan siswa yang tidak mampu 14 siswa atau 70%. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa dapat ditingkatkan melalui media pembelajaran bundaran bahasa sulawesi, pada siklus I pertemuan 1 meningkat menjadi 9 orang yang mampu atau 45% yang tidak mampu 11 orang atau 55% dan pada pertemuan 2 meningkat menjadi 13 orang yang mampu atau 65% yang tidak mampu 7 orang atau 34 % sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 18 orang yang mampu atau 90% yang tidak mampu 2 orang atau 10%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media bundaran bahasa Sulawesi kemampuan membaca siswa di kelas II SDN 47 Dumbo Raya Kota Gorontalo meningkat.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS FLIPBOOK MATERI ASAL USUL NENEK MOYANG ORANG GORONTALO KELAS IV SD Miqdad Duawulu; Wiwy Triyanty Pulukadang; Rusmin Husain; Fidyawati Monoarfa; Sukri Katili
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9606

Abstract

This study was motivated by the limitations of Indonesian language teaching materials in elementary schools, which are still conventional and do not optimize digital technology. The focus of this study is the low level of student engagement and motivation in learning local history narrative material because learning resources are limited to printed textbooks without interactive media variations. The purpose of this study is to develop a Flipbook-based E-Module on the Origin of the Gorontalo Ancestors for fourth-grade students at SDN 19 Limboto. The research method used was Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which includes five important stages: needs analysis, product design using Canva and Heyzine, product development through expert validation, implementation on 23 students, and final evaluation. Data collection instruments included validation sheets and response questionnaires for teachers and students. The results showed that expert validation of the material, language, and media gave an average score of 92.91%, which is categorized as “Very Suitable.” In the practicality test, 96.87% of teachers and 96.71% of students responded that it was “Very Practical.” The main conclusion of this study is that the Flipbook-based E-Module on the Origin of the Gorontalo Ancestors has been tested for feasibility and practicality, making it highly relevant for use as an innovative learning medium to improve the quality of literacy based on local wisdom in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan bahan ajar Bahasa Indonesia di sekolah dasar yang masih bersifat konvensional dan belum mengoptimalkan teknologi digital. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan dan motivasi belajar siswa pada materi narasi sejarah lokal karena sumber belajar yang hanya terpaku pada buku teks cetak tanpa variasi media interaktif. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan E-Modul berbasis Flipbook pada materi Asal Usul Nenek Moyang Orang Gorontalo untuk siswa kelas IV SDN 19 Limboto. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan penting: analisis kebutuhan, perancangan produk menggunakan Canva dan Heyzine, pengembangan produk melalui validasi ahli, implementasi pada 23 siswa, serta evaluasi akhir. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi serta angket respon guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi, bahasa dan media memberikan nilai rata-rata 92,91% dengan kategori "Sangat Layak". Pada uji kepraktisan, diperoleh persentase sebesar 96,87% dari respon guru dan 96,71% dari respon siswa, yang keduanya termasuk dalam kategori "Sangat Praktis". Simpulan utama penelitian ini adalah E-Modul berbasis Flipbook materi Asal Usul Nenek Moyang Orang Gorontalo telah teruji kelayakan dan kepraktisannya, sehingga sangat relevan digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas literasi berbasis kearifan lokal di sekolah dasar.    
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI MEDIA AMPLOP MISTERI PADA MURID KELAS IV SEKOLAH DASAR Delia Putri Reyhani; Rusmin Husain; Wiwy Triyanty Pulukadang; Fidyawati Monoarfa; Sukri Katili
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9871

Abstract

ABSTRACT Language learning in elementary schools is closely related to the development of writing skills, one of which is the ability to compose descriptive essays. Field observations indicate that there are still students who are not yet able to develop and express their ideas optimally in written form. A similar condition was also found among fourth-grade students at SDN 1 Batudaa, Gorontalo Regency, where the students’ ability to write descriptive essays has not yet developed optimally. Efforts to improve students’ ability to write descriptive essays therefore became the main focus of this study, which was carried out through the implementation of the Mystery Envelope learning media in the classroom. This study employed a Classroom Action Research (CAR) approach conducted through two cycles of action. Each cycle consisted of the stages of planning, action implementation, observation, and reflection, which aimed to improve the learning process. The research subjects consisted of 20 fourth-grade students. To obtain the research data, the researcher used several data collection techniques, namely observation, interviews, tests, and documentation. The students’ ability to write descriptive essays showed gradual improvement along with the implementation of actions in each research cycle. In Cycle I, the number of students who achieved mastery increased from 4 students (20%) at the first meeting to 10 students (50%) at the second meeting. In Cycle II, the number of students achieving mastery increased from 14 students (70%) at the first meeting to 17 students (85%) at the second meeting. The implementation of the Mystery Envelope media in learning demonstrated positive results, namely an improvement in the ability of fourth-grade students at SDN 1 Batudaa, Gorontalo Regency, to write descriptive essays. ABSTRAK Pembelajaran bahasa di sekolah dasar tidak terlepas dari pengembangan kemampuan menulis, salah satunya melalui keterampilan menyusun karangan deskriptif. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum mampu mengembangkan serta menyampaikan gagasan mereka secara optimal dalam bentuk tulisan. Pada siswa kelas IV SDN 1 Batudaa Kabupaten Gorontalo juga ditemukan kondisi yang serupa, yaitu kemampuan menulis karangan deskripsi yang masih belum berkembang secara optimal. Upaya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi menjadi fokus utama dalam penelitian ini, yang dilaksanakan melalui penerapan media Amplop Misteri dalam pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui dua siklus tindakan. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas IV. Untuk memperoleh data penelitian, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, tes, serta dokumentasi. Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi menunjukkan perkembangan yang semakin baik seiring dengan pelaksanaan tindakan pada setiap siklus penelitian. Pelaksanaan Siklus I menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan, dari 4 siswa (20%) pada pertemuan pertama menjadi 10 siswa (50%) pada pertemuan kedua. Pelaksanaan Siklus II memperlihatkan peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan, yaitu dari 14 siswa (70%) pada pertemuan pertama menjadi 17 siswa (85%) pada pertemuan kedua. Penerapan media Amplop Misteri dalam pembelajaran menunjukkan hasil yang positif, yaitu meningkatnya kemampuan siswa kelas IV SDN 1 Batudaa Kabupaten Gorontalo dalam menulis karangan deskripsi.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN RODA BERPUTAR PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 8 SUWAWA KABUPATEN BONE BOLANGO Rizka Rafiastika S. Nur; Wiwy Triyanty Pulukadang; Rusmin Husain; Fidyawati Monoarfa; Sukri Katili
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8908

Abstract

Speaking ability is a fundamental competency in language learning, but problems in the fourth grade of SD Negeri 8 Suwawa, Bone Bolango Regency indicate a low level of this skill, characterized by students' stuttering speech, lack of self-confidence, and minimal use of concrete media that stimulate interaction. This study focuses on efforts to improve students' speaking ability through the implementation of an interesting and interactive Rotating Wheel learning media. Using a Classroom Action Research (CAR) design, this study involved 18 students as research subjects with procedures that included planning, implementation, observation, and reflection in two cycles. Data collection was carried out through performance tests, activity observations, and documentation. The results of the study showed a significant trend of gradual improvement; in cycle I, learning mastery moved from 22% (4 students) in the first meeting to 50% (9 students) in the second meeting. The positive trend continued consistently in cycle II, where mastery increased from 72% (13 students) to finally reaching 89% (16 students) in the final meeting, exceeding the established success indicators. Thus, it can be concluded that the application of the Spinning Wheel media has proven effective in improving students' fluency, courage, and overall speaking skills in the Indonesian language learning process. ABSTRAK Kemampuan berbicara merupakan kompetensi fundamental dalam pembelajaran bahasa, namun permasalahan di kelas IV SD Negeri 8 Suwawa Kabupaten Bone Bolango menunjukkan rendahnya keterampilan ini, ditandai dengan tuturan siswa yang terbata-bata, kurangnya kepercayaan diri, serta minimnya penggunaan media konkret yang menstimulasi interaksi. Penelitian ini berfokus pada upaya peningkatan kemampuan berbicara siswa melalui implementasi media pembelajaran Roda Berputar yang menarik dan interaktif. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), studi ini melibatkan 18 siswa sebagai subjek penelitian dengan prosedur yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kinerja, observasi aktivitas, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tren peningkatan yang signifikan secara bertahap; pada siklus I, ketuntasan belajar bergerak dari 22% (4 siswa) pada pertemuan pertama menjadi 50% (9 siswa) pada pertemuan kedua. Tren positif berlanjut secara konsisten pada siklus II, di mana ketuntasan meningkat dari 72% (13 siswa) hingga akhirnya mencapai 89% (16 siswa) pada pertemuan terakhir, melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media Roda Berputar terbukti efektif dalam meningkatkan kelancaran, keberanian, dan keterampilan berbicara siswa secara keseluruhan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN MYSTERY BOX PADA SISWA KELAS V SDN 2 LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO Shelly Marcelina Gobel; Wiwy Triyanty Pulukadang; Rusmin Husain; Fidyawati Monoarfa; Sukri Katili
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8913

Abstract

The problem statement in this study is: “Can the Mystery Box learning media improve the narrative writing skills of fifth-grade students at SDN 2 Limboto Barat, Gorontalo Regency?” The objective of the this study is to enhance narrative writing skills among fifth-grade students at SDN 2 Limboto Barat, Gorontalo. Regency, using Mystery Box learning media. The data collection techniques used in this study were observation, tests, and documentation. This is a Classroom Action Research Project, involving fifth-grade students from SDN 2 Limboto Barat as subjects. The results of study show that in the initial observation, out of 13 students, only 2 students, or 15% were able to write narrative essays. After the implementation of the action, in Cycle I meeting 1, the number increased to 3 students, or 23% who were able to write narrative essays. In cycle I meeting 2, the number increased to 5 students, representing 38%. In cycle II meeting 1, the number increased to 9 students, representing 69% of the students who were able to write narrative essays, and in cycle II meeting 2, it increased to 11 students, representing 85% of the students who were able to write narrative essays. Based on the study’s results, it can be concluded that the use of Mystery Box learning media can improve the narrative writing skills of fifth-grade students at SDN 2 Limboto Barat, Gorontalo Regency. ABSTRAK Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah media Mystery Box Dapat Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Narasi Pada Siswa Kelas V di SDN 2 Limboto Barat Kabupaten Gorontalo?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi menggunakan media Mystery Box pada siswa kelas V SDN 2 Limboto Barat Kabupaten Gorontalo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dengan subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 2 Limboto Barat. Hasil penelitian menunjukkan pada observasi awal yang dilakukan dari jumlah 13 siswa yang mampu menulis karangan narasi hanya 2 siswa atau dengan persentase 15%. Setelah dilakukan tindakan, pada siklus I pertemuan 1 meningkat menjadi 3 siswa atau dengan persentase 23% siswa yang mampu menulis karangan narasi. Pada siklus I pertemuan 2 meningkat menjadi 5 siswa atau dengann persentase 38% siswa yang mampu menulis karangan narasi. Pada siklus II pertemua 1 jumlah siswa yang meningkat menjadi 9 siswa atau dengan persentase 69%, dan pada siklus II pertemuan 2 meningkat menjadi 11 siswa atau dengan persentase 85% siswa yang mampu menulis karangan narasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Mystery Box dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi pada siswa kelas V SDN 2 Limboto Barat Kabupaten Gorontalo.    
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA NYARING MELALUI METODE SHARED READING PADA SISWA KELAS III SDN 1 TELAGA JAYA KABUPATEN GORONTALO Nur Afrianti Sawal; Rusmin Husain; Wiwy Triyany Pulukadang; Sukri Katili; Fidyawati Monoarfa
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8914

Abstract

Reading aloud is an essential skill in learning Indonesian, but the reality in grade III of SDN 1 Telaga Jaya shows low student competency in pronunciation, intonation, pauses, and fluency due to monotonous learning methods. This study aims to address this problem by improving reading aloud skills through the application of the Shared Reading method. Using a Classroom Action Research (CAR) design implemented in two cycles, this study involved 20 students as research subjects with stages including planning, implementation, observation, and reflection. The research findings show a significant and consistent trend of increasing learning outcomes. In the initial observation, the student completion rate only reached 25% (5 students). After the action was carried out in cycle I, the percentage of success increased from 30% in the first meeting to 45% in the second meeting. Optimal improvement was achieved in cycle II, where completion jumped from 70% to finally reaching 90% (18 students) in the final meeting. This achievement has clearly exceeded the established success indicators, proving that the Shared Reading method is effective in improving the technical quality of reading, fostering self-confidence, and increasing students' interest in reading in the learning process. ABSTRAK Kemampuan membaca nyaring merupakan keterampilan esensial dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, namun realitas di kelas III SDN 1 Telaga Jaya menunjukkan rendahnya kompetensi siswa dalam aspek pelafalan, intonasi, jeda, serta kelancaran akibat metode pembelajaran yang cenderung monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan meningkatkan kemampuan membaca nyaring melalui penerapan metode Shared Reading. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, studi ini melibatkan 20 siswa sebagai subjek penelitian dengan tahapan meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Temuan penelitian memperlihatkan tren peningkatan hasil belajar yang signifikan dan konsisten. Pada observasi awal, tingkat ketuntasan siswa hanya mencapai 25% (5 siswa). Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, persentase keberhasilan meningkat dari 30% pada pertemuan pertama menjadi 45% pada pertemuan kedua. Peningkatan optimal tercapai pada siklus II, di mana ketuntasan melonjak dari 70% hingga akhirnya mencapai 90% (18 siswa) pada pertemuan terakhir. Capaian ini secara nyata telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan, membuktikan bahwa metode Shared Reading efektif dalam memperbaiki kualitas teknis membaca, menumbuhkan kepercayaan diri, serta meningkatkan minat baca siswa dalam proses pembelajaran.  
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MEDIA FLASH CARD PADA SISWA KELAS I DI SDN 2 LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO Annisa Septianingrum Hasan; Wiwy Triyanty Pulukadang; Rusmin Husain; Fidyawati Monoarfa; Sukri Katili
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8915

Abstract

Early reading skills are a crucial foundation in basic education, but problems at SDN 2 Limboto Barat, Gorontalo Regency, indicate the low competency of first-grade students in this aspect due to the lack of varied learning media. Initial observations indicated that out of 13 students, only 2 students (15%) had adequate reading skills. This study focused on efforts to improve these skills through the implementation of flashcard media, which was considered capable of attracting students' visual attention. Using a Classroom Action Research (CAR) design, this study was conducted in two cycles covering the stages of planning, action, observation, and reflection, with data collection through tests and observations. The research findings showed a significant progressive increase; in cycle I, learning completeness moved from 23% in the first meeting to 38% in the second meeting. The positive trend continued optimally in cycle II, where the success percentage jumped from 69% to 85% in the final meeting. This increase proves that flashcard media is effective in helping students recognize letters and syllables more easily and increasing learning enthusiasm. It was concluded that the implementation of flashcard media succeeded in significantly improving students' early reading skills, exceeding the established performance indicators. ABSTRAK Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi krusial dalam pendidikan dasar, namun permasalahan di SDN 2 Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, menunjukkan rendahnya kompetensi siswa kelas I dalam aspek ini akibat kurangnya variasi media pembelajaran. Observasi awal mengindikasikan bahwa dari 13 siswa, hanya 2 siswa (15%) yang memiliki kemampuan membaca memadai. Penelitian ini berfokus pada upaya peningkatan keterampilan tersebut melalui implementasi media flash card yang dinilai mampu menarik perhatian visual siswa. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), studi ini dilaksanakan dalam dua siklus yang mencakup tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi , dengan pengumpulan data melalui tes dan observasi. Temuan penelitian memperlihatkan peningkatan progresif yang signifikan; pada siklus I, ketuntasan belajar bergerak dari 23% pada pertemuan pertama menjadi 38% pada pertemuan kedua. Tren positif berlanjut secara optimal pada siklus II, di mana persentase keberhasilan melonjak dari 69% hingga mencapai 85% pada pertemuan terakhir. Peningkatan ini membuktikan bahwa media flash card efektif dalam membantu siswa mengenal huruf dan suku kata dengan lebih mudah serta meningkatkan antusiasme belajar. Disimpulkan bahwa penerapan media flash card berhasil meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa secara signifikan hingga melampaui indikator kinerja yang ditetapkan.  
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MELALUI APLIKASI BOOKBOT PADA SISWA KELA IV SDN 7 TABONGO KABUPATEN GORONTALO Novita Hulopi; Rusmin Husain; Wiwy Triyanty Pulukadang; Fidyawati Monoarfa; Ade Mahniar
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.13785

Abstract

ABSTRACT Reading ability is a fundamental competency that elementary school students are expected to master; however, many students still experience difficulties in reading narrative texts fluently, accurately, and expressively. This study aimed to improve the story-reading ability of fourth-grade students at SDN 7 Tabongo, Gorontalo Regency, through the use of the Bookbot application. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 34 fourth-grade students. Data were collected through observation, interviews, tests, and documentation and were analyzed descriptively based on the achievement of reading ability indicators. The findings revealed that the use of the Bookbot application significantly improved students' reading ability. The percentage of students achieving the expected competency increased from 30% in the initial condition to 64% at the end of Cycle I, 78% in the first meeting of Cycle II, and 88% at the end of Cycle II. Improvements were observed in reading fluency, accuracy, pronunciation, and intonation when reading narrative texts. Therefore, the Bookbot application is an effective learning medium for improving the story-reading ability of fourth-grade students at SDN 7 Tabongo, Gorontalo Regency.. ABSTRAK Kemampuan membaca merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa sekolah dasar, namun masih ditemukan peserta didik yang mengalami kesulitan dalam membaca cerita secara lancar, tepat, dan ekspresif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca cerita melalui penggunaan aplikasi Bookbot pada siswa kelas IV SDN 7 Tabongo, Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 34 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan ketercapaian indikator kemampuan membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Bookbot mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa secara bertahap. Pada kondisi awal hanya 30% siswa yang mencapai kategori mampu, meningkat menjadi 64% pada akhir Siklus I, kemudian menjadi 78% pada Siklus II pertemuan pertama, dan mencapai 88% pada akhir Siklus II. Peningkatan tersebut terlihat pada aspek kelancaran membaca, ketepatan, pelafalan, dan intonasi dalam membaca teks narasi. Dengan demikian, aplikasi Bookbot terbukti efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca cerita siswa kelas IV SDN 7 Tabongo Kabupaten Gorontalo.