Sri Peni Fitrianingsih
Prodi Farmasi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung

Published : 49 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Pharmacy

Penelusuran Pustaka Perbandingan Potensi Antioksidan pada 4 Jenis Buah Naga (Hylocereus sp) untuk diformulasikan menjadi Sirup Buah Hillman Maulana Baihaqie; Sri Peni Fitrianingsih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.572 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v1i1.88

Abstract

Abstract. Antioxidants are compounds that can prevent diseases associated with free radicals such as carcinogenesis, cardiovascular disease, and aging. One example of natural antioxidants is dragon fruit. The availability of dragon fruit is abundant, but the fruit in its intact form cannot last long so processing is required into derivative products such as syrup preparations. This literature study aims to determine the best antioxidant potential of various types of dragon fruit to be formulated into fruit syrup. The literature search method was carried out by searching for research sources related to the potential antioxidant activity of dragon fruit (Hylocereus sp). on an electronic base. Based on data from research sources, the ethanol extract of white dragon fruit (Hylocereus undatus) has antioxidant activity with IC50 193 ppm, aquadest extract of red dragon fruit (Hylocereus polyrizus) 16.181 ppm and methanol extract of red dragon fruit (Hylocereus polyrizus) 67, 45 ppm. Based on the EC50 value, the results showed that the antioxidant activity of the ethanol extract of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) was 9.93 and was not significantly different from the antioxidant activity of white dragon fruit of 9.91. According to the results of the percentage of antioxidant activity, it was found that the aquadest extract of yellow dragon fruit with white flesh (Selenicerius megalanthus) had the greatest percentage, namely 85.0 %, but it was not significantly different from the percentage of antioxidant activity of methanol extract of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) (83, 37 %). It can be concluded that the aquadest extract of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) has the best antioxidant activity with an IC50 value of 16.181 ppm. So that the type of dragon fruit that has the most potential to be formulated into fruit syrup is red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus). Abstrak. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah penyakit-penyakit yang dihubungkan dengan radikal bebas seperti, karsinogenesis, kardiovaskular, dan penuaan. Salah satu contoh dari antioksidan alami yaitu buah naga. Ketersediaan buah naga melimpah, akan tetapi buah dalam bentuk utuhnya tidak dapat bertahan lama sehingga diperlukan pengolahan menjadi produk turunannya seperti sediaan sirup. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui potensi antioksidan terbaik dari berbagai jenis buah naga untuk diformulasikan menjadi sirup buah. Metode penelusuran pustaka dilakukan dengan cara pencarian sumber-sumber penelitian terkait potensi aktivitas antioksidan buah naga (Hylocereus sp). pada basis elektronik. Berdasarkan data sumber-sumber penelitian diperoleh hasil ekstrak etanol buah naga putih (Hylocereus undatus) memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 193 ppm, ekstrak aquadest buah naga merah (Hylocereus polyrizus) 16,181 ppm dan ekstrak metanol buah naga merah (Hylocereus polyrizus) 67,45 ppm. Berdasarkan nilai EC50 diperoleh hasil bahwa aktivitas antioksidan ektrak etanol buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebesar 9.93 dan tidak berbeda signifikan dengan aktivitas antioksidan buah naga putih sebesar 9.91. Menurut hasil persentase aktivitas antioksidan diperoleh hasil bahwa ekstrak aquadest buah naga kuning berdaging putih (Selenicerius megalanthus) memiliki persentase paling besar yaitu 85.0%, akan tetapi tidak berbeda signifikan dengan persentase aktivitas antioksidan ekstrak metanol buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) (83,37%). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak aquadest buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki aktivitas antioksidan paling baik dengan nilai IC50 16,181 ppm. Sehingga jenis buah naga yang paling berpotensi untuk diformulasikan menjadi sirup buah adalah buah naga merah (Hylocereus polyrhizus).
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Rimpang Bangle Hitam (Zingiber ottensii (Val.)) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Salsabilla Permana Putri; Sri Peni Fitrianingsih; Siti Hazar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.365 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.3120

Abstract

Abstract. Infectious diseases are a major public health problem for developed and developing countries. One of the causes of infection is bacteria. Black bangle contains chemical compounds with pharmacological effects that have potential as antibacterial. This study aims to determine the potential of black bangle rhizome (Zingiber ottensii (Val.)) as an antibacterial and to determine the value of Minimum Inhibitory Concentration (MIC) on the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The research was conducted experimentally in a laboratory with the stages of collecting materials, determining plants, making simplicia, standardizing simplicia, screening for phytochemical simplicia and extracts, extracting, testing antibacterial activity, and determining the value of Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Antibacterial activity test by agar diffusion method with well with positive control group (tetracycline), negative control (methanol), and test group (extract at concentrations of 40%, 20%, 10%, and 5% w/v). Based on the research conducted, the results showed that the methanol extract of black bangle rhizome with a concentration of 20% and 40% had antibacterial activity with an inhibitory diameter of each of 6.641±0.182 mm and 9.967±0.396 mm respectively. The value of the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) was determined using the agar dilution method with a positive control group (media with Staphylococcus aureus bacteria), negative control (media), and a test group (extract at a concentration of 20%, 18%, 16%, 14%, 12%, and 10% w/v). Minimum Inhibitory Concentration (MIC) value set is at a concentration of 18%. Abstrak. Infeksi merupakan salah satu penyakit dengan penderita terbanyak di negara maju maupun negara berkembang. Terjadinya infeksi dapat disebabkan karena adanya bakteri. Bangle hitam memiliki kandungan senyawa kimia dengan efek farmakologis yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui potensi rimpang bangle hitam (Zingiber ottensii (Val.)) sebagai antibakteri dan menentukan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan tahapan kerja pengumpulan bahan, determinasi tanaman, pembuatan simplisia, standardisasi simplisia, skrining fitokimia simplisia dan ekstrak, ekstraksi, uji aktivitas antibakteri, serta penentuan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar cara sumuran dengan kelompok kontrol positif (tetrasiklin), kontrol negatif (metanol), dan kelompok uji (ekstrak pada konsentrasi 40%, 20%, 10%, dan 5% b/v). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil yaitu ekstrak metanol rimpang bangle hitam dengan konsentrasi 20% dan 40% memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter hambat masing-masing sebesar 6,641±0,182 mm dan 9,967±0,396 mm. Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ditentukan menggunakan metode dilusi agar dengan kelompok kontrol positif (media yang ditumbuhi bakteri Staphylococcus aureus), kontrol negatif (media), dan kelompok uji (ekstrak pada konsentrasi 20%, 18%, 16%, 14%, 12% dan 10% b/v). Nilai Konsentrasi Hambat Minimum yang ditetapkan ada pada konsentrasi 18%.
Uji Efektivitas Ekstrak Etil Asetat Daun Ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum L.) sebagai Biolarvasida terhadap Larva Culex Sp. Dimas Ridwan Firdaus; Sri Peni Fitrianingsih; Suwendar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.971 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.3904

Abstract

Abstract. Based on Permenkes RI No. 374/MENKES/PER/III/2010 vector-borne diseases are still endemic diseases that can cause outbreaks or extraordinary events and can cause public health problems, in this case mosquito vectors, larvicides are types of insecticides used to control mosquito larvae which will later turn into vectors, the use of biolarvicides is being studied nowadays because it has environmental pollution effects and is safer than chemical larvicides. Some of the plants that can be used as biolarvicides are ruku-ruku, the content of saponins and terpenoids contained in the leaves of ruku-ruku has a toxic effect on the larvae of Culex sp. so that, the idea was made to make biolarvicides from the ruku-ruku plant, in this study the larvaciding technique method was used which was intended to determine the presence of larvicidal activity in the ethyl acetate extract of ruku-ruku leaves against Culex sp. larvae. Ruku-ruku leaf acetate has a larvicidal toxicity value in the effective category because it has an LC50 value of 0,0481 %. Abstrak. Bersumber pada Permenkes RI Nomor. 374/ MENKES/ PER/ III/ 2010 penyakit yang ditularkan lewat vektor masih menjadi sebuah penyakit endemis yang bisa memunculkan wabah ataupun peristiwa luar biasa dan bisa memunculkan kendala kesehatan bagi penduduk, dalam perihal ini merupakan vektor nyamuk, larvasida merupakan tipe insektisida yang digunakan untuk mengatur larva nyamuk yang nantinya hendak berubah menjadi vektor, pemakaian biolarvasida tengah banyak diteliti dewasa ini sebab memiliki dampak pencemaran area serta bahaya yang lebih aman dibandingkan dengan larvasida kimia. Sebagian antara lain tumbuhan yang bisa digunakan selaku biolarvasida merupakan tumbuhan ruku-ruku, kandungan saponin serta terpenoid yang terdapat di dalam daun ruku- ruku memiliki dampak toksik untuk larva nyamuk Culex sp. sebab perihal tersebut maka dibuatlah ide untuk membuat biolarvasida dari tanaman ruku- ruku, pada riset ini digunakan tata cara larvaciding technique yang mana diperuntukan untuk mengenali terdapatnya aktivitas larvasida pada ekstrak etil asetat daun ruku-ruku terhadap larva Culex sp., setelah itu didapatkan hasil bahwa ekstrak etil asetat daun ruku-ruku memiliki nilai toksisitas larvasida di kategori efektif sebab memiliki nilai LC50 di 0, 0481%.
Uji Aktivitas Antelmintik Ekstrak Etanol Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) terhadap Cacing Gelang Babi Dewasa (Ascaris suum Goeze.) dan Telurnya Secara In Vitro Dini Apriliani; Suwendar; Sri Peni Fitrianingsih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.573 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.3966

Abstract

Abstract. Worm infection is one of the problems that can cause health problems in developing countries, one of which is in Indonesia. Indonesia has a very high biodiversity. One of the plants thought to be used as anthelmintics is the pomegranate plant (Punica granatum L.). This study aims to scientifically prove the presence of anthelmintic activity against worms and their eggs from pomegranate peel and determine the concentration that has potential as anthelmintic. Anthelmintic activity tests were carried out on pork roundworms (Ascaris suum Goeze.) and their eggs. The tests were divided into 3 groups, namely the test group (test extract with a concentration of 5%, 10% and 20%), comparison group (piperazine citrate and pyrantel pamoate for testing against helminths and albendazole for testing against helminth eggs) and control groups (NaCl 0.9% and CMC Na 1% for testing against worms, Hank saline and CMC Na 1% for testing on eggs worm). The parameters were the type of paralysis, speed and percentage of paralysis and mortality in worms, while in worm eggs the percentage of inhibition on the development of fertile eggs. The results showed that all concentrations of extract used in the test had anthelmintic activity by causing spastic paralysis to death in worms and had ovicidal activity against worm eggs with the strongest concentration of 20%. Abstrak. Infeksi cacing merupakan salah satu masalah yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan di negara berkembang salah satunya di Indonesia. Indonesia mempunyai keragaman hayati yang sangat tinggi. Salah satu tanaman yang diduga dapat digunakan sebagai antelmintik adalah tanaman delima (Punica granatum L.). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara ilmiah adanya aktivitas antelmintik terhadap cacing dan telurnya dari kulit buah delima serta menentukan konsentrasi yang berpotensi sebagai antelmintik. Pengujian aktivitas antelmintik dilakukan terhadap cacing gelang babi (Ascaris suum Goeze.) dan telurnya. Pengujian dibagi dalam 3 kelompok, yaitu kelompok uji (ekstrak uji dengan konsentrasi 5%, 10% dan 20%), kelompok pembanding (piperazin sitrat dan pirantel pamoat untuk pengujian terhadap cacing dan albendazole untuk pengujian terhadap telur cacing) dan kelompok kontrol (NaCl 0,9% dan CMC Na 1% untuk pengujian terhadap cacing, hank salin dan CMC Na 1% untuk pengujian pada telur cacing). Parameter yang diamati berupa tipe paralisis, kecepatan serta persentase paralisis dan kematian pada cacing, sedangkan pada telur cacing yaitu persentase inhibisi terhadap perkembangan telur fertil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua konsentrasi ekstrak uji yang digunakan dalam pengujian memiliki aktivitas antelmintik dengan menyebabkan terjadinya paralisis spastik hingga kematian pada cacing dan memiliki aktivitas ovisida terhadap telur cacing dengan konsentrasi yang paling kuat yaitu 20%.
Evaluasi Data Demografi dan Antihipertensi yang Digunakan pada Pasien Klinik 24 Medika Tanjungsari Nabila Khaerunnisa; Umi Yuniarni; Sri Peni Fitrianingsih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.467 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4010

Abstract

Abstract. Hypertension is a condition where the systolic blood pressure is more than 140 mmHg and the diastolic pressure is more than 90 mmHg. This study was conducted at Clinic 24 Medika Tanjungsari which aims to determine the use of antihypertensive drugs in patients at Clinic 24 Medika Tanjungsari. This study uses a descriptive method with a retrospective research design, namely by reviewing information or processing past data. For sampling using the slovin method with an error rate of 10% so that the sample used was 95 recipes. The data collected came from the prescription of hypertension patients at Clinic 24 Medika Tanjungsari for the period January – December 2021, which had met the inclusion criteria and exclusion criteria. The results showed that hypertension was mostly experienced by women (65%), and for the age category that experienced hypertension, namely the elderly (55%), while the antihypertensive drug that was widely used as amlodipine (55%). Abstrak. Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolic lebih dari 90 mmHg. Penelitian ini dilakukan di Klinik 24 Medika Tanjungsari yang bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Klinik 24 Medika Tanjungsari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan racancangan penelitian retrospektif yaitu dengan mengkaji informasi atau mengolah data yang telah lalu. Untuk pengambilan sampel dengan menggunakan metode slovin dengan tingkat kesalahan 10% sehingga sampel yang digunakan sebanyak 95 resep. Data yang dikumpulkan berasal dari resep pasien hipertensi Klinik 24 Medika Tanjungsari periode Januari – Desember 2021 yang telah memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipertensi banyak dialami oleh perempuan sebesar (65%), dan untuk kategori usia yang banyak mengalami hipertensi yaitu lanjut usia sebesar (55%), sedangkan untuk obat antihipertensi yang banyak digunakan yaitu amlodipine sebesar (55%).
Studi Literatur Potensi Antibakteri Tanaman Sawo (Manilkara zapota (L.) P. Royen) terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Pencernaan Ulfah Cahyameta Siswoyo; Sri Peni Fitrianingsih; Siti Hazar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.782 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4111

Abstract

Abstract. Bacteria is one of the causes of world health problems commonly called bacterial infections. One of the most common bacterial infections is a digestive tract infection. Bacterial infections can be treated with antibiotics. There are many plants that have antibacterial activity, one of which is sapodilla (Manilkara zapota (L.) P. Royen). The purpose of this literature study was to determine the antibacterial potential of sapodilla plants against bacteria that cause digestive tract infections and the class of compounds contained in sapodilla plants. The study was conducted using the Systematic Literature Review (SLR) method in reputable research journals using the keyword "Manilkara zapota antibacterial". The results of the literature study indicate that the sapodilla plant has the antibacterial potential of sapodilla roots, leaves, flowers, fresh fruit, fruit peel, and seeds has antibacterial potential against Escherichia coli, Salmonella spp., Salmonella typhi, Salmonella typhimurium, Salmonella paratyphi A, Bacillus cereus, Vibrio cholera, Shigella flexneri. The sapodilla plant contains a class of alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, phenols, quinones, sterols, glycosides, terpenoids, carboxylic acids, reducing sugars, carbohydrates, and proteins. Abstrak. Bakteri merupakan salah satu penyebab masalah kesehatan dunia yang biasa disebut infeksi bakteri. Salah satu infeksi bakteri yang sering terjadi adalah infeksi saluran pencernaan. Infeksi bakteri dapat diatasi dengan antibakteri. Terdapat banyak tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri salah satunya adalah sawo (Manilkara zapota (L.) P. Royen). Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui potensi antibakteri tanaman sawo terhadap bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan dan golongan senyawa yang terkandung pada tanaman sawo. Penelitian dilakukan dengan metode Systematic Literature Review (SLR) pada jurnal penelitian bereputasi menggunakan kata kunci “Manilkara zapota antibacterial”. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa bagian-bagian tanaman sawo yakni bagian akar, daun, bunga, buah segar, kulit buah, dan biji memiliki potensi antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli, Salmonella spp., Salmonella typhi, Salmonella typhimurium, Salmonella paratyphi A, Bacillus cereus, Vibrio cholera, Shigella flexneri. Pada tanaman sawo terdapat golongan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenol, kuinon, sterol, glikosida, terpenoid, asam karboksilat, gula pereduksi, karbohidrat, dan protein.
Studi Pengetahuan Masyarakat Kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung Terkait Suplemen atau Vitamin yang Dapat Menunjang Imunitas pada Masa Pandemi Covid-19 Sri wahyuningsih; Suwendar; Sri Peni Fitrianingsih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.907 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4144

Abstract

Abstract. Covid-19 is an infectious disease caused by SARS-CoV-2, a type of coronavirus. Covid-19 is categorized as a pandemic. During a pandemic, many people flock to buy vitamins that can increase immunity. Some people do not have enough knowledge about the vitamins they buy. In this study, a study was conducted on the knowledge of the people of Tanjung Pandan sub-district regarding the supplements or vitamins they bought during Covid-19 using descriptive analysis with a prospective study approach. The number of respondents was taken using the Slovin formula according to the exclusion and inclusion criteria. The sampling technique used was the Non Probability Sampling technique, namely quota sampling. Furthermore, the distribution of questionnaires that have been tested for validity and reliability with Google Forms is carried out. Then data processing using Google Spreadsheet program, Microsoft excel 2016, and Statistical Products and Solution Services. From these data, it was found that almost all the people of the Tanjung Pandan sub-district understand about supplements or vitamins that can support immunity during the Covid-19 pandemic and there are no factors that greatly affect the knowledge of the people of the Tanjung Pandan sub-district. Abstrak. Covid-19 adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Covid-19 dikategorikan sebagai pandemi. Pada saat pandemi banyak masyarakat yang berbondong-bondong membeli vitamin yang dapat meningkatkan imunitas. Beberapa masyarakat belum mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai vitamin yang mereka beli. Pada penelitian ini dilakukan studi pengetahuan masyarakat kecamatan Tanjung Pandan mengenai suplemen atau vitamin yang mereka beli pada saat Covid-19 menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan studi prospektif. Jumlah responden diambil dengan rumus slovin sesuai dengan kriteria eksklusi dan inklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling yaitu Sampling kuota. Selanjutnya dilakukan penyebaran kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan realibilitas dengan Google Formulir. Kemudian pengolahan data menggunakan program Google Spreadshet, Microsoft excel 2016, dan Statistical Products and Solution Services. Dari data tersebut didapatkan hasil bahwa hampir seluruh masyarakat kecamatan Tanjung Pandan paham mengenai suplemen atau vitamin yang dapat menunjang imunitas pada masa pandemi Covid-19 dan tidak ada faktor yang sangat berpengaruh pada pengetahuan masyarakat kecamatan Tanjung Pandan.
Kajian Pustaka Efek Farmakologi Daun Srikaya (Annona squamosa L.) Alpha Cindy Elora; Siti Hazar; Sri Peni Fitrianingsih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.788 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4147

Abstract

Abstract. Medicinal plants are plants that one or all parts of the plant contain active substances that are efficacious for health and can be used as a healer of disease. One of the plants that has long been used and used as a traditional medicine is srikaya (Annona squamosa L.). Annona squamosa L. is one of the medicinal plants which is claimed to be beneficial for human health. A review of the literature on this plant needs further research to find various pharmacologycal effects. Chemical exploration for candied leaf extract was reported and contained many complex active phytochemicals. These secondary metabolites are important to further explore pharmacologycal effects. The extracted leaves of Annona squamosa L. have been identified as having antibacterial, antioxidant, anticholesterol, antipyretic, and antianthelmintic properties. This literature review emphasizes the systematic investigation of Annona squamosa L. in its pharmacologycal effects, which can be a source of impotence for a variety of human disorders. The results showed that there were 5 pharmacological effects of the leaf extract, namely antibacterial, antioxidant, anticholesterol, antipyretic, and antianthelmintic. Abstrak. Tanaman obat yaitu tanaman yang salah satu atau seluruh bagian pada tumbuhan tersebut mengandung zat aktif yang berkhasiat bagi kesehatan dan dapat dimanfaatkan sebagai penyembuh penyakit. Salah satu tanaman yang telah lama dimanfaatkan dan digunakan sebagai obat tradisional yaitu srikaya (Annona squamosa L.). Annona squamosa L. merupakan salah satu tanaman obat yang diklaim bermanfaat bagi kesehatan manusia. Kajian pustaka tentang tanaman ini perlu penelitian lebih lanjut untuk menemukan berbagai efek farmakologis. Eksplorasi kandungan kimia ekstrak daun srikaya dilaporkan dan mengandung berbagai fitokimia aktif yang kompleks. Metabolit sekunder ini penting untuk mengeksplorasi efek farmakologi lebih lanjut. Daun Annona squamosa L. yang telah diekstraksi telah diidentifikasi memiliki khasiat sebagai antibakteri, antioksidan, antikolesterol, antipiretik, dan antianthelmintik. Tinjauan pustaka ini menekankan penyelidikan sistematis Annona squamosa L. dalam efek farmakologis, yang bisa menjadi sumber impoten untuk berbagai gangguan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 efek farmakologi dari ekstrak daun ini yaitu antibakteri, antioksidan, antikolesterol, antipiretik, dan antianthelmintik.
Studi Literatur Aktivitas Antidiabetes Biji Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) Siti Winda Munawwaroh; Sri Peni Fitrianingsih; Ratu Choesrina
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.469 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4159

Abstract

Abstract. Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when there is an increase in blood glucose levels beyond normal limits. Diabetes mellitus is known as the silent killer because sufferers often go unnoticed. The prevalence of diabetes mellitus from year to year always increases, this shows the need for serious attention in handling the disease. Handling diabetes can be done using traditional medicine by utilizing medicinal plants. Mahogany (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) is reported to have a pharmacological effect as an antidiabetic. Mahogany seeds contain saponins, flavonoids, alkaloids, terpenoids, anthraquinones, cardiac glycosides, and volatile oils. Mahogany seeds contain swietenine. The purpose of this literature study was to determine the antidiabetic activity of mahogany seeds and to find out the compounds in it which have antidiabetic properties. The results obtained from this literature study show that mahogany seeds have antidiabetic activity as seen from the decrease in blood glucose levels in the range of 37 – 128 mg/dL. In mahogany seeds there are several groups of compounds, namely alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids and terpenoids and there is an active compound that acts as an antidiabetic, namely swietenine. Abstrak. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang terjadi ketika terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Diabetes melitus dikenal sebagai silent killer karena sering kali tidak disadari oleh para penderitanya. Prevalensi penyakit diabetes melitus dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, hal ini menunjukkan perlunya perhatian yang serius dalam penanganan penyakit tersebut. Penanganan diabetes dapat dilakukan dengan menggunakan obat tradisional dengan memanfaatkan tanaman obat berkhasiat. Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) dilaporkan memiliki efek farmakologi sebagai antidiabetes. Biji mahoni mengandung saponin, flavonoid, alkaloid, terpenoid, antrakuinon, glikosida jantung, dan minyak volatile. Dalam biji mahoni sendiri terdapat kandungan swietenine. Tujuan dari penelitian studi literatur ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas antidiabetes dari biji mahoni serta mengetahui senyawa di dalamnya yang berkhasiat sebagai antidiabetes. Hasil yang diperoleh dari penelitian studi literatur ini menujukkan bahwa biji mahoni memiliki aktivitas sebagai antidiabetes dilihat dari terjadinya penurunan kadar glukosa di dalam darah pada rentang 37 – 128 mg/dL. Dalam biji mahoni terdapat beberapa golongan senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan terpenoid serta terdapat senyawa aktif yang berperan sebagai antidiabetes yaitu swietenine.
Studi Literatur Aktivitas Senyawa Aktif Antibakteri Madu terhadap Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Herlan Azzahra Salsabila; Suwendar; Sri Peni Fitrianingsih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.043 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4163

Abstract

Abstract. The incidence of antibiotic resistance can be caused by various things, including the use of antibiotics without a prescription. To overcome this, new alternative antibacterial compounds from natural sources are needed. One of the natural sources in question is honey. The research was conducted using a literature review method from articles and research journals that have been published nationally and internationally. The purpose of this literature study was to examine the antibacterial activity of honey against Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) and to determine the active compounds in honey that have activity against these bacteria. The inclusion criteria for data collection were journals in Indonesian or English, fully accessible, and having the keywords "Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus" "Honey" "Anti bacterial Effect" "Active Compound of Honey". The exclusion criteria were review articles, scientific articles that could not be fully accessed. After passing the screening article review stage, 9 articles were obtained the inclusion criteria that could be studied further. From the results of the literature study, it was found that honey has the potential to inhibit the growth of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) by means of the active compounds in honey in the form of hydrogen peroxide, methylglioxal, methyl syringate and leptosperin which have antibacterial properties against Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Abstrak. Kejadian resistensi antibiotik dapat disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya adalah penggunaan antibiotik tanpa resep. Untuk mengatasi hal ini diperlukan senyawa antibakteri alternatif baru dari sumber alami. Salah satu sumber alami yang dimaksud ialah madu. Penelitian dilakukan dengan metode systematic literature review dari artikel maupun jurnal penelitian yang telah dipublikasikan secara nasional maupun internasional. Tujuan studi literatur ini adalah mengkaji adanya aktivitas anti bakteri madu terhadap Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan mengetahui senyawa aktif pada madu yang memiliki aktivitas terhadap bakteri tersebut. Kriteria inklusi pengambilan data adalah jurnal berbahasa indonesia atau bahasa inggris, dapat diakses lengkap, dan memiliki kata kunci “Senyawa Aktif” “Antibakteri”, “Madu”, “Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus”. Kriteria ekslusi berupa artikel review dan artikel ilmiah yang tidak bisa diakses full text. Setelah melewati tahapan skrining artikel review, diperoleh sebanyak 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dikaji secara lebih lanjut. Dari hasil studi literatur didapatkan bahwa madu berpotensi menghambat pertumbuhan Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dengan kandungan senyawa aktif pada madu berupa hidrogen peroksida, methylglioxal, methyl syringate dan leptosperin yang memiliki sifat antibakteri terhadap Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA).