Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kualitas Pelayanan Antenatal Care Bidan Dengan Tingkat Kepuasan Ibu Hamil Di Puskesmas Banguntapan II Bantul Yogyakarta Tahun 2024 Putri Uszwatun Hasanah; Herlin Fitriani Kurniawati
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 1 (2024): JKRI - Desember 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indikator untuk menggambarkan keberhasilan program pelayanan kesehatan ibu adalah akses ibu hamil terhadap pelayanan kesehatan yang diukur dengan cakupan pelayanan antenatal (K1 dan K4). Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mendapatkan nilai K4 terendah itu di Puskesmas Banguntapan II yang berjumlah 68,60%. salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan antenatal care secara teratur. Kepuasan ibu hamil akan mempengaruhi kunjungan antenatal care di pelayanan kesehatan. Tujuannya mengetahui hubungan kualitas pelayanan ANC dengan kepuasan ibu hamil di Puskesmas Banguntapan II Kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan metode cross sectional. Jumlah sampel 54 responden. Teknik sampling menggunakan non probability sampling dengan menggunakan metode consecutive sampling. Data di analisis menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan uji statistik menggunakan Chi Square didapatkan nilai p-value sebesar 0,667 0,05. Tidak ada hubungan antara kualitas pelayanan antenatal care bidan dengan tingkat kepuasan ibu hamil. Penyebab rendahnya kunjungan antenatal care di Puskesmas Banguntapan II disebabkan oleh beberapa faktor seperti pendidikan, pengetahuan, lingkungan. Dari semua faktor tersebut merupakan penyebab rendahnya kunjungan ANC di puskesmas Banguntapan II yaitu faktor lingkungan, yang dimana wilayah kerja Puskesmas Banguntapan II berada di wilayah perbatasan perkotaan dan perdesaan sehingga ibu hamil lebih memilih melakukan pemeriksaan kehamilan ke Dokter Spesialis Obgyn. Penelitian ini memberikan saran bagi ibu hamil, Dinas Kesehatan, Puskesmas Banguntapan II, dan peneliti selanjutnya untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Pengaruh Penyuluhan Anemia Terhadap Pengetahuan Anemia Pada Remaja Putri Di MA Jamilurrahman Bantul Nova Fitria Salzabila; Herlin Fitriani Kurniawati
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 1 (2024): JKRI - Desember 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidaktahuan remaja putri tentang anemia akan memengaruhi kemampuan mereka untuk mencegah anemia, yang pada gilirannya dapat menyebabkan anemia. Perkembangan motorik, mental, dan intelektual yang terhambat, hasil belajar yang lebih buruk, tingkat kebugaran yang lebih rendah, bentuk tubuh yang tidak ideal, dan kegagalan mencapai tinggi badan yang optimal merupakan konsekuensi dari anemia. Anemia masih menjadi masalah serius di Indonesia, terutama pada anak sekolah, khususnya remaja. Karena kebutuhan gizi mereka yang meningkat pada masa pertumbuhan, remaja putri sangat rentan terhadap anemia. Remaja putri lebih rentan terhadap anemia karena sejumlah variabel, termasuk pendidikan, latar belakang sosial budaya, usia, lingkungan, pengetahuan, dan pengalaman. Karena tingkat ingatannya 75-87%, video anemia dan presentasi PowerPoint akan mudah disampaikan. Penelitian ini berupaya untuk memastikan bagaimana konseling anemia memengaruhi pemahaman remaja putri di MA tentang anemia. Bantul Jamilurrahman. Desain pra-eksperimen penelitian ini menggunakan desain one-group pretest-posttest. Untuk penelitian ini, 67 responden dijadikan sebagai ukuran sampel. Nilai rata-rata peringkat pra-tes adalah 19,88, sedangkan nilai rata-rata peringkat pasca-tes adalah 30,49, menurut temuan uji statistik. Dengan nilai signifikan 0,000 (p <0,05) dan nilai Z_Wilcoxon -5,315, terdapat pengaruh substansial antara temuan pra-tes dan pasca-tes. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konseling anemia melalui PowerPoint dan konten video dapat meningkatkan kesadaran remaja putri tentang anemia. Rekomendasi Remaja putri harus mampu mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari
PENGETAHUAN DAN KEBUTUHAN INFORMASI TENTANG HIV/AIDS PADA MASA PRA KONSEPSI Fitriani Kurniawati, Herlin
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 13, No 2 (2022): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v13i2.630

Abstract

Hubungan kekurangan energi kronis (KEK) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tretep Indriyani, Lisa; Kurniawati, Herlin Fitriani; Daryanti, Menik Sri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v8i2.284

Abstract

Latar belakang: Anemia pada ibu hamil erat kaitannya dengan status gizi ibu hamil karena anemia merupakan salah satu tanda bahwa ibu menderita kekurangan gizi.  Ibu  hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) merupakan salah satu faktor risiko masalah gizi dan kesehatan bayi baru lahir. Kekurangan energi kronis pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi salah satunya yaitu anemia.  Anemia pada wanita hamil memiliki dampak yang buruk terhadap ibu maupun janin. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan kekurangan energi kronis dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tretep. Metode : penelitian ini Observasional Analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden ibu hamil trimester I dan III dengan teknik purporsive sampling. Uji statistik mengunakan uji chi-square.. Hasil: penelitian menunjukkan ibu hamil tidak KEK yang tidak mengalami anemia sebanyak 30 responden (60%) sedangkan yang anemia sebanyak 3 responden (6%). Ibu hamil yang KEK dan tidak anemia sebanyak 8 responden (16%) dan yang anemia sebanyak 9 responden ( 18 %).  Simpulan: ada hubungan antara kekurangan energi kronis dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p-value (0,001). Nilai OR 11,25 yang berarti ibu hamil dengan KEK memiliki resiko 11,25 kali mengalami anemia dibandingakn ibu hamil yang tidak KEK. 
The Experience of Breastfeeding Among Mothers of Low Birth Weight (LBW) Infants in the Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Fatimah, Okta Zenita Siti; Astuti, Andari Wuri; Kurniawati, Herlin Fitriani
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i1.4505

Abstract

Pendahuluan: Menurut data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2022, pemberian ASI eksklusif secara global akan mencapai 40%, namun masih belum mencapai target yang ingin dicapai yaitu di atas 50%. Salah satu faktor signifikan yang menjadi tantangan dan penghambat praktik pemberian ASI eksklusif adalah bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Kesulitan fisik yang dialami bayi BBLR seperti keterbatasan kemampuan menghisap dan menelan membuat proses menyusui menjadi lebih rumit dan melelahkan. Kekhawatiran ibu terhadap kesehatan bayi BBLR dapat menjadi faktor emosional yang mempengaruhi keputusan pemberian ASI eksklusif. Metode: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengalaman pemberian ASI (ASI) pada ibu yang memiliki bayi berat badan lahir rendah (BBLR) di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Pencarian menggunakan basis data relevan dari Pubme, Wiley online library, Science Direct, dan menggunakan literatur abu-abu Google Scholar. Kata kunci pencarian artikel ditulis dengan menggunakan Boolean, MESH dan Truncation. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah Pengalaman ATAU Pendapat* DAN Pemberian ASI* DAN Berat Badan Lahir Rendah* DAN Unit Perawatan Intensif Neonatal* penulis menambahkan filter selama lima tahun terakhir (2019-2023). Hasil: Hasil akhir pemilihan artikel yang layak digunakan untuk kajian cakupan adalah 8 artikel. Pengalaman pemberian ASI (ASI) kepada ibu dengan bayi berat badan lahir rendah (BBLR) yang dirawat di Unit Perawatan Intensif Neonatal (NICU) merupakan perjalanan yang kompleks. Dalam konteks efikasi diri, dukungan emosional, informasi dari tenaga medis, pemahaman ibu terhadap kondisi bayi, dan strategi penguatan diri merupakan pilar utama dalam membentuk kepercayaan diri ibu untuk memberikan ASI secara efektif.   Introduction: According to data from the World Health Organization (WHO) in 2022, exclusive breastfeeding globally will reach 40%, but still has not reached the target to be achieved, namely above 50%. One of the significant factors that challenges and hinders the practice of exclusive breastfeeding is low birth weight (LBW) babies. The physical difficulties of LBW babies, such as limited ability to suck and swallow, make the breastfeeding process more complicated and tiring. Mothers' concerns about the health of LBW babies can be an emotional factor that influences the decision to provide exclusive breastfeeding. Method: This systematic review aims to identify the experience of providing breast milk (ASI) to mothers who have low birth weight (LBW) babies in the Neonatal Intensive Care Unit (NICU). The search used relevant databases from Pubme, Wiley online library, Science Direct, and used Google Scholar gray literature. Article search keywords are written using Boolean, MESH and Truncation. The keywords used in searching for articles are Experience OR Opinion* AND Giving Breast Milk* AND Low Birth Weight* AND Neonatal Intensive Care Unit* the author added a filter for the last five years (2019-2023). Result: The final result of selecting articles that were suitable for use for the scoping review was 8 articles. The experience of providing breast milk (ASI) to mothers with low birth weight (LBW) babies who are treated in the Neonatal Intensive Care Unit (NICU) is a complex journey. In the context of self-efficacy, emotional support, information from medical personnel, the mother's understanding of the baby's condition, and self-strengthening strategies are the main pillars in forming the mother's confidence to provide breast milk effectively.
The Midwives’ Roles in Community-Based Stunting Prevention: A Qualitative Study in Primary Health Services Aryudaningrum, Nastiti; Hidayat, Asri; Kurniawati, Herlin Fitriani
Gaster Vol 23 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v23i2.1932

Abstract

Background Stunting remains a major public health concern in many low- and middle-income countries, with long-term consequences for cognitive development, educational achievement, and economic productivity. Midwives, particularly in decentralized health systems like posyandu in Indonesia, play a vital role in early prevention efforts. However, limited research has explored their contextualized contributions within community-based health services. Objective This study aimed to explore the strategic roles of midwives in preventing stunting, focusing on their functions as healthcare providers, educators, and community facilitators. Methods A qualitative phenomenological study was conducted involving six community midwives selected via purposive sampling. Data were collected through semi-structured in-depth interviews and analyzed thematically. Triangulation was performed using additional informants including coordinating midwives, nutritionists, and community health workers. Results Four primary themes emerged: (1) midwifery care in stunting prevention; (2) community engagement and educational activities; (3) communication and health promotion strategies; and (4) identification of local health issues. Midwives were actively involved in growth monitoring, nutrition counseling, home visits, and cross-sectoral collaboration. Challenges included low community participation, persistent stigma, and limited awareness about stunting. Conclusion Community midwives play a strategic role in stunting prevention through education, early detection, and collaborative community engagement. Strengthening their communication skills, cultural competence, and integration with local stakeholders is essential for optimizing the impact of stunting prevention programs and ensuring sustainable public health outcomes.
Hubungan Usia, Paritas Dan Obesitas Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta Mira Erpida Yanti; Herlin Fitriani Kurniawati; Dwi Ernawati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.536

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan komplikasi serius pada kehamilan yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi. Angka kejadian preeklampsia dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usia, paritas, dan obesitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, paritas, dan obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta.. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control, melibatkan 117 responden yang terdiri dari 39 ibu hamil dengan preeklampsia dan 78 ibu hamil yang tidak preeklampsia. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan lembar checklist kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p=<0,05. Pengambilan data menggunakan total sampling untuk kasus dan random sampling untuk kontrol. Hasil: Dari 117 sampel, 78 ibu hamil (66,7%) tidak mengalami preeklampsia, sedangkan 39 (33,3%) mengalami preeklampsia. Penelitian ini memiliki 2 jenis variabel yaitu variabel terikatnya yaitu preeklapmsia pada ibu hamil dan variabel bebas nya yaitu usia, paritas dan obesitas. Analisis statistik menggunakan chi-square pada variabel usia menunjukkan p-value 0,000, variabel paritas menunjukan p-value 0,001 dan variabel obesitas menunjukan p-value 0,008 yang berarti adanya hubungan signifikan antara usia, paritas dan obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara antara usia, paritas dan obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil.
Hubungan Usia, Paritas Dan Anemia Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogyakarta Fitri, Fitri; Herlin Fitriani Kurniawati; Dwi Ernawati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.538

Abstract

Ketuban pecah dini merupakan kondisi pecahnya selaput ketuban sebelum waktunya melahirkan atau tanda inpartu muncul yaitu kontraksi uterus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia, paritas dan anemia dengan kejadian ketuban pecah dini di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain case control dengan data sekunder rekam medik tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu bersalin yang bersalin di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogakarta pada bulan Januari-Desember 2024 berjumlah 519 ibu. Jumlah sampel 105 ibu yang terbagi dalam dua kelompok dengan perbandingan 1:2, yaitu 35 ibu sebagai kelompok kasus dan 70 ibu sebagai kelompok kontrol dengan kriteria inklusi data rekam medik yang lengkap. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk kasus dan random sampling untuk kontrol. Instumen penelitian menggunakan master tabel data. Uji statistik penelitian ini menggunakan chi-square. Hasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian ketuban pecah dini dengan nilai p-value = 0,014 (p<0,05), ada hubungan yang signifikan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini dengan nilai p-value = 0,000 (p<0,05) dan ada hubungan yang signifikan anemia dengan kejadian ketuban pecah dini dengan nilai p-value = 0,012 (p<0,05). Kesimpulan terdapat hubungan antara usia, paritas dan anemia dengan kejadian ketuban pecah dini.
Exploring Fathers’ Educational Media Needs During the Maternal-Perinatal Period in Yogyakarta Warsiti, Warsiti; Astuti, Andari Wuri; Kurniawati, Herlin Fitriani; Sugiantoro, Hari Akbar; Juliandari, Kriska Afri; Lukman, Sesaria
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 11: NOVEMBER 2025 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i11.8550

Abstract

Introduction: In this study, we aimed to identify the needs for interactive educational media to optimize fathers’ involvement during the maternal-perinatal period in Yogyakarta. With evidence showing that paternal engagement contributes significantly to maternal well-being, child development, and family health outcomes, our objective was to explore the specific barriers and preferences of expectant fathers to address gaps in current health education strategies that remain largely mother-centered. Methods: This qualitative study employed focus group discussions with midwives and in-depth interviews with expectant fathers and mothers at public health centers in Yogyakarta (July–August 2025). Participants (6 midwives, 10 fathers, 10 mothers) were purposively recruited to ensure variation in socioeconomic and educational backgrounds. Data collection proceeded until thematic saturation was achieved. Transcripts were coded inductively and analyzed thematically using NVivo, applying constant comparison across cases. Credibility was enhanced through iterative refinement of codes. Ethical clearance was obtained from the Health Research Ethics Committee of UNISA Yogyakarta (Ref No.4601/KEP-UNISA/VI/2025); all participants gave written informed consent. Results: The primary outcome was the identification of fathers’ educational needs during the maternal-perinatal period. Four themes emerged from data analysis and revealed; limited access to practical; father-focused learning resources; cultural barriers due to patriarchal norms; and a strong preference for interactive and technology-based media such as mobile applications, simulations, and audiovisual content Conclusion: This study underscores the need for father-focused, context-specific educational media. Findings suggest incorporating mobile-based modules featuring short videos, simulations, gamified content, and blended online-offline practice. Such designs can possibly strengthen paternal confidence and engagement, enhancing maternal well-being and infant outcomes while informing innovative perinatal health promotion strategies in similar contexts.
Pelatihan kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah (Na) dalam mencegah stunting pendekatan komprehensif Esitra Herfanda; Herlin Fitriani Kurniawati; Wahyuntari, Evi; Agung Nugroho; 5Indah Gita Cahyani; Ratu Zilan Fitri
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.4378

Abstract

Faktor penyebab stunting salah satunya adalah anemia dan kekurangan energi kronis pada masa remaja Upaya pencegahan stunting dengan meningkatkan pengetahuan kader mallaui pelatihan dengan mitra Nasyiatul Aisyiyah (NA) Cabang Kraton) dengan  Tujuan pemberdayaan kader kesehatan NA dalam pencegahan stunting dengan pendekatan komprehensif. Community Development Methods, dengan sasaran adalah remaja di PCNA Kraton.  Melibatkan 18 kader NA dengan metode pelatihan diskusi interaktif dan juga simulasi/ demonstrasi pengukuran atropometri dan kadar Hb. Hasil pelaksanaan didapatkan peningkatan pengetahuan dari 18 peserta serta tersedia kader disetiap ranting Aisyiyah Cabang Kraton dalam upaya pencegahan stunting. Saran  dalam pelaksanaan kegiatan selanjutnya dipendampingan dan pengutan peran peer educator remaja berkontribusi dalam penurunan stunting.