Menstruation is a physiological process in women representing sexual reproductive maturity. In this cycle, personal hygiene focused on the genitalia (menstrual hygiene) is a crucial aspect. Poor menstrual hygiene can lead to genital tract infections, which may have long-term health impacts such as infertility and decreased quality of life. Lack of understanding regarding menstrual hygiene can also trigger reproductive health issues, including vaginal discharge, reproductive tract infections (RTIs), pelvic inflammatory disease (PID), and the risk of cervical cancer. Menstrual hygiene behavior is influenced by various factors, including individual knowledge and attitudes. Adequate knowledge and a positive attitude are essential foundations for consistent healthy practices. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes toward menstrual hygiene behavior among female adolescents. This research employed a descriptive-analytic method with a cross-sectional approach. The population consisted of first-year Midwifery Diploma students at Poltekkes Semarang, with a total sample of 118 respondents selected via total sampling. Data were collected using questionnaires distributed via Google Forms and analyzed using the Chi-Square statistical test. The respondents' age range was 17–19 years. Findings showed that 90.7% of respondents had previously received information about menstrual hygiene, with 26.3% obtaining it through social media. Furthermore, 72% of respondents possessed a high level of knowledge, and 57.6% exhibited a positive attitude toward menstrual hygiene. Bivariate analysis yielded a p-value of 0.000 ($p < 0.05$), indicating a significant relationship between knowledge and menstrual hygiene behavior, as well as a significant relationship between attitude and menstrual hygiene behavior among female adolescents. High knowledge of menstrual hygiene is associated with good hygiene behavior, and female adolescents with positive attitudes tend to practice better menstrual hygiene. These findings are expected to serve as a basis for educational institutions and healthcare providers to improve reproductive health, specifically regarding menstrual hygiene practices among adolescents and students. Abstrak Menstruasi merupakan hal fisiologis yang akan dialami oleh perempuan yang merepresentasikan kematangan sistem reproduksi secara seksual. Dalam siklus ini, pemeliharaan kebersihan diri yang berfokus pada organ genetalia ketika menstruasi (menstrual hygiene) menjadi aspek yang sangat krusial. Perilaku menstrual hygiene yang kurang baik dapat menyebabkan infeksi organ genital. Infeksi pada saluran reproduksi dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan, seperti risiko kemandulan yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Kurangnya pemahaman menstrual hygiene juga dapat memunculkan gangguan kesehatan reproduksi seperti keputihan, infeksi saluran reproduksi, penyakit radang panggul dan kemungkinan terjadi kanker leher rahim. Perilaku menstrual hygiene seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan dan sikap individu. Pengetahuan yang memadai mengenai menstruasi dan kebersihan menstruasi menjadi dasar penting dalam membentuk perilaku yang sehat. Selain pengetahuan, sikap juga berperan penting dalam menentukan perilaku menstrual hygiene. Sikap positif terhadap kebersihan menstruasi akan mendorong individu untuk menerapkan praktik menstrual hygiene yang baik secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku menstrual hygiene pada remaja putri. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan sampel mahasiswa tingkat satu DIII Kebidanan Semarang Poltekkes Semarang. Pengambilan sampel dengan total sampling sehingga didapatkan sebanyak 118 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner dalam bentuk link google form. Analisis data yang digunakan menggunakan uji statistik chi square. Penelitian ini didapatkan bahwa rentang usia responden 17 tahun – 19 tahun, 90,7% responden sudah pernah mendapatkan informasi mengenai menstrual hygiene dan 26,3% mendapatkan informasi melalui media sosial. Berdasarkan hasil penelitian 72% responden memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai menstrual hygiene dan 57,6% memiliki sikap yang positif tentang menstrual hygiene. Berdasarkan hasil uji bivariat didapatkan nilai p-value 0,000 (<0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku menstrual hygiene dan terdapat hubungan antara sikap terhadap perilaku menstrual hygiene remaja putri. Pengetahuan menstrual hygiene yang tinggi berhubungan dengan perilaku menstrual hygiene yang baik dan remaja putri dengan kategori sikap positif memiliki perilaku menstrual hygiene yang baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi institusi pendidikan dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesehatan reproduksi, khususnya terkait praktik menstrual hygiene pada remaja dan mahasiswa.