Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Faktor Determinan Pemilihan Alat Kontrasepsi Pasca Salin Oleh Ibu Di Jawa Tengah (Analisis Data SKI 2023) Syifa Sofia Wibowo; Aprianti; Respati Wulandari
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/1jp85w78

Abstract

Pendahuluan: Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan sangat penting selama masa pascapersalinan. Meskipun kontrasepsi hormonal pascapersalinan merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan, ibu dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Tujuan: Dengan menggunakan data sekunder dari survei SKI tahun 2023, penelitian ini berupaya mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan kontrasepsi hormonal pascapersalinan pada perempuan di Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini menganalisis data sekunder dari SKI tahun 2023 dengan menggunakan desain cross-sectional.  Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 3.912 data. Variabel dependen adalah pemilihan kontrasepsi hormonal, sedangkan variabel independen meliputi usia ibu, riwayat penyakit hipertensi, riwayat penyakit asma, tempat tinggal, riwayat partus, dan riwayat mengikuti kelas ibu hamil. Regresi logistik serta teknik uji univariat, bivariat, dan multivariat lainnya digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat penyakit hipertensi merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi pemilihan kontrasepsi hormonal (OR = 2,42), diikuti oleh riwayat penyakit asma (OR = 1,96) dan tempat tinggal (OR = 1,39). Sementara itu, usia ibu (OR = 0,53), riwayat mengikuti kelas ibu hamil (OR = 0,79), dan riwayat partus (OR = 0,81) merupakan faktor protektif terhadap pemilihan kontrasepsi hormonal. Kesimpulan: Pemilihan alat kontrasepsi hormonal pasca salin dipengaruhi oleh faktor kondisi kesehatan ibu, karakteristik individu, dan akses pelayanan kesehatan. Riwayat hipertensi menjadi faktor yang paling dominan.
Penyuluhan Menstrual Hygiene Management (MHM) dan Perhitungan Masa Ovulasi untuk Kesehatan Reproduksi pada Remaja Putri Syifa Sofia Wibowo; Fitria Wulandari; Nugraheni Kusumawati; Ika Pantiawati
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i1.1304

Abstract

Angka kejadian Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) tertinggi di dunia terjadi pada usia remaja (35-42%). Salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan yaitu dengan sosialisasi menstrual hygiene dan perhitungan masa ovulasi bagi remaja perempuan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang menstrual hygiene dan perhitungan masa ovulasi yang menjadi dasar upaya pencegahan gangguan reproduksi serta peningkatan kualitas hidup remaja perempuan. Metode kegiatan yang dilakukan dimulai dari perijinan pelaksanaan kegiatan, persamaan persepsi dengan mitra, persiapan tempat sosialisasi hingga pelaksanaan sosialisasi kegiatan. Karang Taruna Jambusari sebagai mitra kegiatan ini berpartisipasi sebagai fasilitator dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sosialisasi dilakukan pada hari Sabtu, 6 Desember 2025 oleh tim kegiatan. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi di Karang taruna Jambusari dihadiri oleh 34 orang remaja perempuan dengan rentang usia 10-18 tahun. Dilakukan  pengisian kuesioner pre-post test untuk menilai pemahaman responden terkait materi yang disampaikan. Hasil pre-test menunjukkan nilai total  52,2 poin dan nilai post-test menunjukkan nilai 85,5 poin. Tujuan kegiatan sudah tercapai yang dibuktikan dengan terlaksananya kegiatan secara lancar. Hasil kuesioner pre-post test menunjukkan bahwa resonden telah memahami materi yang disampaikan oleh tim pengabdian dengan baik
Empowerment of Young Women Through Nutrition Education and Reproductive Health in Stunting Prevention at Mega Islamic Boarding School, Semarang City Ika Pantiawati; Edi Jaya Kusuma; Widya Ratna Wulan; Tiara Fani; Syifa Sofia Wibowo
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 1 (2026): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i1.19309

Abstract

This community service program aims to improve adolescent girls’ knowledge of balanced nutrition, anemia prevention, reproductive health, and stunting prevention. The program was conducted at Mega Islamic Boarding High School in Semarang City and involved 47 female students. The intervention was implemented through socialization sessions and interactive educational methods. Program evaluation employed a pre-test and post-test design, with data analyzed using a paired-sample t-test. The results indicate an average increase in knowledge scores of 11.21%, with a statistically significant difference between pre-intervention and post-intervention scores (p < 0.05). Educational activities focusing on nutrition, reproductive health, and stunting prevention for adolescent girls have important implications for strengthening the role of schools in promoting adolescent health. The structured boarding school environment positions schools as strategic settings for fostering sustainable health behaviors. Therefore, it is recommended that health education activities be integrated into extracurricular programs or dormitory guidance and supported by the establishment of adolescent health teams or student health cadres as agents of change through a peer education approach. Furthermore, sustained partnerships with community health centers and universities should be strengthened to support mentoring, evaluation, and program sustainability, ensuring that initiatives to improve adolescent girls’ health literacy contribute meaningfully to the long-term prevention of stunting.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Menstrual Hygiene pada Remaja Putri: The Relationship between Knowledge and Attitudes toward Menstrual Hygiene Behavior among Adolescent Girls Dinar Indri Bakti Salsabila; Syifa Sofia Wibowo
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 9 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v9i1.4927

Abstract

Menstruation is a physiological process in women representing sexual reproductive maturity. In this cycle, personal hygiene focused on the genitalia (menstrual hygiene) is a crucial aspect. Poor menstrual hygiene can lead to genital tract infections, which may have long-term health impacts such as infertility and decreased quality of life. Lack of understanding regarding menstrual hygiene can also trigger reproductive health issues, including vaginal discharge, reproductive tract infections (RTIs), pelvic inflammatory disease (PID), and the risk of cervical cancer. Menstrual hygiene behavior is influenced by various factors, including individual knowledge and attitudes. Adequate knowledge and a positive attitude are essential foundations for consistent healthy practices. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes toward menstrual hygiene behavior among female adolescents. This research employed a descriptive-analytic method with a cross-sectional approach. The population consisted of first-year Midwifery Diploma students at Poltekkes Semarang, with a total sample of 118 respondents selected via total sampling. Data were collected using questionnaires distributed via Google Forms and analyzed using the Chi-Square statistical test. The respondents' age range was 17–19 years. Findings showed that 90.7% of respondents had previously received information about menstrual hygiene, with 26.3% obtaining it through social media. Furthermore, 72% of respondents possessed a high level of knowledge, and 57.6% exhibited a positive attitude toward menstrual hygiene. Bivariate analysis yielded a p-value of 0.000 ($p < 0.05$), indicating a significant relationship between knowledge and menstrual hygiene behavior, as well as a significant relationship between attitude and menstrual hygiene behavior among female adolescents. High knowledge of menstrual hygiene is associated with good hygiene behavior, and female adolescents with positive attitudes tend to practice better menstrual hygiene. These findings are expected to serve as a basis for educational institutions and healthcare providers to improve reproductive health, specifically regarding menstrual hygiene practices among adolescents and students.   Abstrak Menstruasi merupakan hal fisiologis yang akan dialami oleh perempuan yang merepresentasikan kematangan sistem reproduksi secara seksual. Dalam siklus ini, pemeliharaan kebersihan diri yang berfokus pada organ genetalia ketika menstruasi (menstrual hygiene) menjadi aspek yang sangat krusial. Perilaku menstrual hygiene yang kurang baik dapat menyebabkan infeksi organ genital. Infeksi pada saluran reproduksi dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan, seperti risiko kemandulan yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Kurangnya pemahaman menstrual hygiene juga dapat memunculkan gangguan kesehatan reproduksi seperti keputihan, infeksi saluran reproduksi, penyakit radang panggul dan kemungkinan terjadi kanker leher rahim. Perilaku menstrual hygiene seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan dan sikap individu. Pengetahuan yang memadai mengenai menstruasi dan kebersihan menstruasi menjadi dasar penting dalam membentuk perilaku yang sehat. Selain pengetahuan, sikap juga berperan penting dalam menentukan perilaku menstrual hygiene. Sikap positif terhadap kebersihan menstruasi akan mendorong individu untuk menerapkan praktik menstrual hygiene yang baik secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku menstrual hygiene pada remaja putri. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan   deskriptif   analitik   dengan   pendekatan cross-sectional dengan sampel mahasiswa tingkat satu DIII Kebidanan Semarang Poltekkes Semarang. Pengambilan sampel dengan total sampling sehingga didapatkan sebanyak 118 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner dalam bentuk link google form. Analisis data yang digunakan menggunakan uji statistik chi square. Penelitian ini didapatkan bahwa rentang usia responden 17 tahun – 19 tahun, 90,7% responden sudah pernah mendapatkan informasi mengenai menstrual hygiene dan 26,3% mendapatkan informasi melalui media sosial. Berdasarkan hasil penelitian 72% responden memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai menstrual hygiene dan 57,6% memiliki sikap yang positif tentang menstrual hygiene. Berdasarkan hasil uji bivariat didapatkan nilai p-value 0,000 (<0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku menstrual hygiene dan terdapat hubungan antara sikap terhadap perilaku menstrual hygiene remaja putri. Pengetahuan menstrual hygiene yang tinggi berhubungan dengan perilaku menstrual hygiene yang baik dan remaja putri dengan kategori sikap positif memiliki perilaku menstrual hygiene yang baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi institusi pendidikan dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesehatan reproduksi, khususnya terkait praktik menstrual hygiene pada remaja dan mahasiswa.