Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP IKLAN YANG MENYESATKAN DARI PERSPEKTIF HUKUM PERDATA DAN KODE ETIK PERIKLANAN INDONESIA Firman; Ali Sunarno; Asep Ikbal
Jurnal Paris Langkis Vol 3 No 2 (2023): Edisi Maret 2023
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v3i2.8675

Abstract

Adanya iklan menyesatkan yang tidak sesuai dengan kebenarannya berakibat pada hak dari konsumen yang dirugikan, sehingga menimbulkan permasalahan antara pihak konsumen dengan pihak pelaku usaha dan pihak yang mengiklankan produk tersebut. Sehingga yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah menentukan standarisasi penentuan informasi iklan yang menyesatkan, bentuk perlindungan hukum perdata dan kode etik periklanan Indonesia, serta tanggung jawab perusahaan pemasang iklan menyesatkan yang telah melakukan perbuatan melawan hukum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, mengkaji dengan menggunakan pendekatan peraturan per’undang-undangan dan pendapat para ahli hukum sebagai dasar dalam penulisan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan adanya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan Kode Etik Periklanan di Indonesia dapat menentukan apakah iklan itu menyesatkan atau tidak sesuai dengan tindakan kecurangan, ada unsur berbohong, dan ada unsur perbuatan mengelabui sesuai dengan ketentuan yang ada, serta terdapat perlindungan hukum bagi konsumen yang dirugikan oleh pelaku usaha atas iklan yang menyesatkan dari kecurangan pelaku usaha dan pihak pengiklan yang mendapatkan keuntungan. Serta pelaku usaha periklanan harus bertanggung jawab dengan akibat dari iklan yang menyesatkan sesuai dengan Pasal 1365 KUH Perdata dan Pasal 20 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
UPAYA MEMINIMALISIR KASUS INTOLERANSI DALAM PENDIRIAN TEMPAT IBADAH DEMI TERCIPTANYA KOHESI SOSIAL PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI KALIMANTAN TENGAH Sunarno, Ali; Firman; Ikbal, Asep; Indrawati, Lala
Jurnal Paris Langkis Vol 3 No 2 (2023): Edisi Maret 2023
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v3i2.8719

Abstract

Abstrak Maraknya kasus intoleransi dalam mendirikan tempat ibadah masih sering terjadi di Indonesia. Sikap toleransi sangat diperlukan untuk meminimalisir adanya “nafsu intoleransi” dalam pluralisme dan multikulturalisme Indonesia. Artikel ini membahas tentang peranti “kohesi sosial” untuk meminimalisir terjadinya kasus intoleransi dalam pendirian tempat ibadah. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui kasus intoleransi dalam mendirikan tempat ibadah serta upaya untuk meminimalisir kasus tersebut. Tulisan ini merupakan hasil penelitian kualitatif inkuiri filosofis (philosophical inquiry) yang melibatkan penggunaan mekanisme analisis intelektual untuk memperjelas makna, membuat nilai menjadi nyata, mengidentifikasi toleransi, dan studi tentang hakikat toleransi. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor penyebab terjadinya kasus intoleransi dalam mendirikan tempat ibadah yaitu: masih bertumpu pada pemahaman distingtif, sikap fanatisme yang berlebihan, rumitnya prosedur perizinan pendirian tempat ibadah bagi kelompok minoritas, serta minimnya kesadaran akan sikap toleransi. Perlunya kolaborasi peran antara pihak pemerintah, masyarakat, dan akademisi dalam upaya meminimalisir permasalahan ini. Kata Kunci: Intoleransi, tempat ibadah, kohesi sosial.
ETIKA DALAM PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN DI KELAS IX SMP Ikhsan, Ibnu; Artasoma, Putu; Karliani, Eli; Sunarno, Ali
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4518

Abstract

The aim of this study is to analyze the impact of artificial intelligence (AI) usage on student learning behavior and academic integrity at SMP Negeri 8 Palangka Raya. This research employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observations and structured interviews. Observations were made to understand how students use AI to complete tasks and the role of teachers in guiding ethical technology use. The findings show that AI facilitates task completion, but its misuse may undermine academic honesty and students' critical thinking skills. Teachers play a crucial role in teaching the ethics of technology use and maintaining academic integrity. One effective method found is asking students to explain their work and cross-check it with AI platforms to detect plagiarism. Research recommendations include improving digital ethics education for students and teachers, establishing clear policies on AI use in learning, and providing training for teachers. Future research is recommended to examine the long-term effects of AI on student development. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak penggunaan kecerdasan buatan terhadap perilaku belajar dan integritas akademik siswa di SMP Negeri 8 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terstruktur. Observasi dilakukan untuk memahami bagaimana kecerdasan buatan digunakan siswa dalam menyelesaikan tugas, serta peran guru dalam mengarahkan penggunaan teknologi secara etis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecerdasan buatan mempermudah penyelesaian tugas, namun penggunaannya yang tidak bijak berpotensi menurunkan kejujuran akademik dan kemampuan berpikir kritis siswa. Guru berperan penting dalam mengajarkan etika penggunaan teknologi dan menjaga integritas akademik. Salah satu metode efektif yang ditemukan adalah meminta siswa menjelaskan kembali tulisan mereka dan mencocokkannya dengan platform kecerdasan buatan untuk mendeteksi plagiarisme. Rekomendasi penelitian mencakup peningkatan pendidikan etika digital bagi siswa dan guru, penyusunan kebijakan penggunaan kecerdasan buatan dalam pembelajaran, serta pelatihan bagi guru. Peneliti lanjutan disarankan untuk mengkaji dampak jangka panjang kecerdasan buatan pada perkembangan siswa.
Pengenalan Konsep Green Economy Education Melalui Pemanfaatan Tanaman Purun Sebagai Media Edukasi di SMK Negeri 4 Palangka Raya Eriawaty, Eriawaty; Rakhmawati, Dewi; Karliani, Eli; Sunarno, Ali; Manalu, Rifan Andika; Sinaga, William Joshua
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i3.1900

Abstract

Krisis lingkungan global seperti perubahan iklim, degradasi sumber daya alam, dan peningkatan volume limbah menuntut penerapan prinsip ekonomi hijau (green economy) dalam pembangunan. Pendidikan menjadi sarana strategis untuk menanamkan nilai keberlanjutan sejak dini, khususnya pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan terjun ke dunia kerja maupun wirausaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi ekonomi berkelanjutan pada siswa SMK Negeri 4 Palangka Raya melalui pelatihan interaktif berbasis konsep green economy. Metode yang digunakan meliputi pemaparan materi, simulasi studi kasus, diskusi kelompok, praktik pembuatan produk ramah lingkungan, serta evaluasi melalui post-test. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan IKM Jawet Pahari Hapakat sebagai narasumber dan diikuti oleh 28 siswa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terkait konsep green economy serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya penerapan prinsip ramah lingkungan dalam aktivitas ekonomi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam membekali siswa keterampilan dan sikap berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan masa depan.
Diversifikasi Olahan Ikan Haruan: Pelatihan Pembuatan Amplang Sebagai Produk Unggulan Desa Bukit Liti Sunarno, Ali; Dotrimensi, Dotrimensi; Sakman, Sakman; Mare, Reno Simare; Sembiring, Ribka Febrina Br
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v5i2.3641

Abstract

Ikan haruan (Channa striata) memiliki nilai gizi dan ekonomis tinggi, namun pemanfaatannya di masyarakat masih terbatas pada konsumsi segar sehingga nilai tambahnya rendah. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok wanita Desa Bukit Liti melalui pelatihan pembuatan amplang berbahan dasar ikan haruan sebagai produk unggulan lokal. Metode yang digunakan adalah partisipatif dengan tahapan sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, hingga evaluasi dan tindak lanjut. Sebanyak 23 peserta dilibatkan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan teknis peserta dalam pemilihan bahan, formulasi adonan, teknik penggorengan, serta praktik higienitas dan pengemasan. Selain itu, muncul kesadaran kolektif untuk mengembangkan usaha bersama berbasis komunitas serta inisiatif pemasaran lokal. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga mendorong terbentuknya identitas kuliner khas desa yang berpotensi memperkuat ekonomi lokal. Dengan dukungan pendampingan lanjutan, amplang ikan haruan dapat berkembang menjadi ikon produk unggulan Desa Bukit Liti.
MENGULIK SEJARAH MUSEUM WASAKA DAN KONTRIBUSINYA BAGI KOTA BANJARMASIN Suryadi, Suryadi; Dewi, Priska Fitria; Sunarno, Ali; Desy, Lili; Dayana, Etnisa; Cristia, Veronicha Rut
Jambura History and Culture Journal Vol 6, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jhcj.v6i1.21235

Abstract

The Wasaka Museum in Banjarmasin plays a pivotal role in enhancing historical awareness and knowledge of local culture. This research, employing historical and qualitative methods, gathered data through interviews, observations, and documentation to analyze the museum's contribution to the city's development. With collections including traditional weapons, ceremonial attire, paintings, and significant documents, the museum not only preserves artifacts but also serves as a cultural learning center. It aids in uncovering hidden cultural values and promotes the history and cultural beauty of Banjarmasin, significantly contributing to the formation of Indonesian society and urban development, with a vision to become a center for the preservation of historical values.
Dampak Media Sosial (Streamer Game) di TikTok pada Gaya Bahasa yang Kasar bagi Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Palangka Raya Putu Artha Soma; Dony Kurniawan; Dotrimensi Dotrimensi; Ali Sunarno
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i4.1524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media sosial TikTok, khususnya konten streamer game, terhadap gaya bahasa kasar siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Palangka Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa survei, observasi, dan wawancara mendalam. Data diperoleh dari 40 siswa kelas XI serta guru PPKn melalui Google Form dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95% siswa merupakan pengguna aktif TikTok, dengan sebagian besar menonton konten streamer game yang mengandung bahasa kasar. Siswa cenderung meniru gaya komunikasi dari streamer, termasuk penggunaan kata-kata kasar, yang kemudian menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Sebagian siswa menyadari dampak negatifnya dan membatasi penggunaannya sesuai konteks, sementara yang lain menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Guru turut menyampaikan kekhawatiran atas perubahan gaya berbahasa siswa, namun tetap melihat perlunya literasi digital untuk mendampingi siswa dalam berkomunikasi secara etis. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial TikTok berperan signifikan dalam membentuk gaya bahasa siswa, dan dibutuhkan pendekatan multidisipliner antara sekolah, orang tua, dan platform digital untuk mengurangi dampak negatifnya.
Internalisasi Nilai Hampahari dalam Program Sekolah Perdamaian Adat sebagai Upaya Penguatan Toleransi Siswa di Sekolah Menengah Atas Firman, Firman; Zulfauzan, Ricky; Sunarno, Ali; Ikbal, Asep; Panjika, Yunus Praja; Putra, Kharisma Nugraha
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v6i1.3880

Abstract

Artikel ini membahas sosialisasi program Sekolah Perdamaian Adat di SMAN 2 Palangka Raya sebagai upaya menginternalisasikan nilai-nilai kearifan lokal Dayak, khususnya hampahari, dalam memperkuat karakter toleransi dan budaya damai pada generasi muda. Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan intoleransi, radikalisme, serta rendahnya literasi budaya lokal di kalangan pelajar, meskipun Kalimantan Tengah memiliki tradisi adat yang kaya akan nilai keharmonisan seperti Huma Betang, handep, dan hapakat. Melalui metode partisipatoris yang melibatkan ceramah interaktif, diskusi, refleksi, dan simulasi penyelesaian konflik, sebanyak 37 siswa mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali pretest dan diakhiri post test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan refleksi siswa, ditandai oleh kenaikan skor rata-rata dari sekitar 47 pada pre-test menjadi sekitar 83 pada post-test serta pergeseran kualitas jawaban esai ke kategori lebih tinggi. Program ini membuktikan bahwa pendidikan berbasis kearifan lokal mampu memperkuat literasi budaya, membangun kesadaran multikultural, serta menumbuhkan perilaku damai yang relevan dengan konteks kehidupan remaja masa kini. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai lokal dalam pendidikan formal menjadi strategi efektif dalam membentuk generasi toleran dan berkarakter sosial budaya yang kuat.