Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Kerentanan Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara Terhadap Bencana Kekeringan Umar Mustofa; Rizky Arif Nugroho; Noor Zam Zammi
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 2 (2022): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i2.50674

Abstract

Peristiwa berkurangnya curah hujan pada suatu wilayah dalam sebuah periode tertentu sehingga menyebabkan kekurangan air untuk berbagai kegiatan biasanya disebut sebagai kekeringan. Kekeringan merupakan bencana yang berdampak cukup serius di Indonesia sebab terjadi penurunan curah hujan dalam periode waktu yang lama akibat kejadian El Nino atau ENSO (El Nino Southern Oscillation). Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mengalami penurunan curah hujan akibat perubahan iklim. Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan kabupaten di wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang mengalami penurunan curah hujan dari tahun 2013 hingga 2016 dengan jumlah curah hujan hanya mencapai 61,71mm/tahun dari tahun-tahun sebelumnya 716,9 mm/tahun. Maka dari itu, perlu diketahui tingkat kerentanan sosial Kabupaten Penajam Paser Utara terhadap bencana kekeringan. Analisis data kerentanan masyarakat dilakukan dengan memperhitungkan data sosial masyarakat sesuai dengan variabel penelitian yang telah ditentukan dan hasilnya adalah indek kerentanan sosial di Kabupaten Penajam Paser Utara berada pada angka 0,41 yang berati berada tingkat kerentanan menengah.
Analisis Spasial Sebaran dan Tingkat Risiko Kebakaran di Kelurahan Klandasan Ilir, Kota Balikpapan Umar Mustofa; Laila Fitria; Devi Triwidya Sitaresmi
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 1 No 1 (2022): COMPACT
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1508.944 KB) | DOI: 10.35718/compact.v1i1.738

Abstract

Kelurahan Klandasan Ilir merupakan kelurahan dengan kondisi permukiman yang padat. Permukiman dengan kepadatan tinggi rawan terhadap bencana kebakaran. Selama lima tahun terakhir Kelurahan Klandasan Ilir mengalami peningkatan intensitas kejadian kebakaran. Hal ini disebabkan oleh karakteristik kawasan dengan kepadatan bangunan tinggi, letak bangunan yang berdekatan dan kondisi fisik rumah yang rawan terhadap kebakaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran dan tingkat risiko kebakaran di Kelurahan Klandasan Ilir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisis overlay. Hasil penelitian diketahui bahwa 12 RT termasuk dalah lasifikasi risiko tinggi, 32 RT termasuk dalam kelas risiko sedang dan 20 RT termasuk kelas risiko rendah
Studi Kelayakan Pengembangan Rumah Sakit Type D Gorontalo Utara Dari Aspek Fisik dan Tata Ruang Hijriah; Arief Hidayat; Rizky Arif Nugroho; Umar Mustofa
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 2 No 1 (2023): COMPACT- Special Issue "Seminar Nasional Compact"
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/compact.v2i1.855

Abstract

Pengembangan Kabupaten Gorontalo Utara memerlukan pengembangan kawasan RS atau rumah sakit sehingga pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara akan mengembangkan RS Type D pratama di Kecamatan Tolingula yang memerlukan kelayakan kawasan secara fisik untuk pembangunan kawasan serta mendukung pembangunan fisik di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan kawasan tapak rumah sakit dari aspek fisik kawasan rumah sakit dan sekitar kawasan rumah sakit. Dari hasil analisis tata ruang, tapak kawasan, SKL serta pengembangan sekitar kawasan, dapat dipastikan kawasan Rumah Sakit Type D Gorontalo Utara di Tolinggula layak dikembangkan dan dikerjakan.
Dampak Embung Sempaja Terhadap Intensitas Kejadian Banjir Pada Simpang Empat Sempaja, Kota Samarinda Tasya Yumna Agustin; Mohtana Kharisma Kadri; Rahmat Aris Pratomo; Umar Mustofa
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 2 No 2 (2023): COMPACT
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/compact.v2i2.912

Abstract

Penanganan yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi banjir yang terjadi pada simpang empat sempaja yaitu dengan pembangunan embung. Dampak dari keberadaan embung sempaja hanya mampu mengurangi durasi tergenangnya air banjir. Namun embung sempaja dinilai minim akan perawatan, hal ini dapat menyebabkan kurang optimalnya embung sempaja dalam menampung air. Dengan melihat permasalahan ini maka dilakukan pendelineasian area yang terdampak banjir untuk mengetahui area yang terdampak banjir sebelum dan sesudah adanya embung agar dapat menilai dampak embung sempaja terhadap intensitas kejadian banjir pada simpang empat sempaja. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan Partisipatory Mapping atau pemetaan partisipatis.Dengan menggunakan analisis deskriptif hasil pemetaan yang dilakukan masyarakat akan didapatkan hasil berupa peta luasan area yang terdampak banjir sebelum dan sesudah adanya embung yang akan dijelaskan secara deskriptif.
Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Terhadap Pola Ruang Pada Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara: Suitability of Space Utilization Irfan Wahyudi; Umar Mustofa; Dwinsani Pratiwi Astha; Devi Triwidya Sitaresmi
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 2 No 2 (2023): COMPACT
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/compact.v2i2.914

Abstract

Spatial planning is needed in an area so that regional growth is synergistic with the spatial pattern plan in the future. Spatial planning that is not good will have an impact on other aspects such as the economy, social and culture, so spatial control is needed to avoid complex risks that will occur in various aspects. Samboja Subdistrict has a tendency to develop areas that are in coastal or seaside areas and there are many illegal mines, and will become the central area of ​​agro-industrial and food industry areas in the new National Capital (Nusantara) plan. Based on these problems, a study was conducted to determine the suitability of spatial use against spatial patterns in Kutai Kartanegara District. In achieving the objectives of the problem is carried out using the method in this study, namely using data collection methods in the form of secondary surveys, namely agency surveys with data analysis methods, namely spatial analysis in the form of overlays.
Analisis Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Proteksi Kebakaran Pada Permukiman Kumuh pada Kelurahan Sidodamai, Kota Balikpapan M Reza Alhaq; Mohtana Kharisma Kadri; Maryo Inri Pratama; Umar Mustofa
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 2 No 2 (2023): COMPACT
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/compact.v2i2.915

Abstract

Di dalam dokumen profil kawasan kumuh pemerintah Kota Samarinda disebutkan bahwa Kawasan Steling di Kelurahan Sidodamai pada aspek kondisi proteksi kebakaran memiliki persentase sebesar 91.08% pada kriteria ketidaktersediaan prasarana proteksi kebakaran dan sebesar 100% pada kriteria ketidaktersediaan sarana proteksi kebakaran. Dari hal tersebut diperlukannya pemenuhan sarana dan prasarana proteksi kebakaaran terhadap bencana kebakaran pada Kawasan Steling Kelurahan Sidodamai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan sarana dan prasarana proteksi kebakaran guna mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran pada permukiman kumuh di Kawasan Steling Kelurahan Sidodamai. Pada penelitian ini menerapkan jenis penelitian kuantitatif, metode yang digunakan merupakan analisis deskriptif. Penelitian ini menghasilkan kebutuhan sarana dan prasarana proteksi kebakaran yaitu Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Kendaraan Pemadam Kebakaran, Peralatan Pendukung Lainnya, Pasokan Air, Jalan Lingkungan, Sarana Komunikasi, dan Pos Pemadam Kebakaran.
Prioritas Pengembangan Infrastruktur Agropolitan Berdasarkan Persepsi Petani: Analisis Importance–Performance di Kawasan Strategis Produksi Padi Babulu Maryo Inri Pratama; Aditya Alif Hidayat; Rahmat Aris Pratomo; Umar Mustofa; M Gilang Indra Mardika
SPECTA Journal of Technology Vol. 10 No. 1 (2026): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Babulu District is recognized as the primary rice-growing area in the region of North Penajam Paser Regency. This region is expected to become a food security buffer for the prospective Indonesian capital city (IKN). In spite of the significance and high agricultural potential of the region, agropolitan development in the region is limited by the lack of adequate infrastructures. This study aims to measure the significance levels and performance levels of agropolitan infrastructures in the region of Babulu District through the Importance-Performance Analysis (IPA) tool. Questionnaires and in-depth interviews with farmer groups and key informants are employed as data collection instruments. The findings revealed that irrigation channels and water reservoirs have the largest gaps in terms of importance-performance. This is followed by farm roads, storage facilities, and processing facilities. In contrast, electricity networks, markets, fertilizer kiosks, and extension centers have relatively higher performance levels in comparison to their significance levels. This suggests that a priority should be given to the development of primary infrastructures in agropolitan development in the region
Faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi Perumahan dan Permukiman di Kawasan Perbatasan Kota Balikpapan: 132 - 139 Mohtana Kharisma Kadri; Devi Triwidya Sitaresmi; Umar Mustofa; Dimas Bintang Mudrajad
SPECTA Journal of Technology Vol. 10 No. 2 (2026): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v10i2.1184

Abstract

Perkembangan kawasan perbatasan antara Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki implikasi signifikan terhadap dinamika perumahan dan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan penduduk menuju kawasan perbatasan, khususnya di Kelurahan Karang Joang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei, melibatkan 102 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dari total populasi 26.931 jiwa. Data dianalisis menggunakan analisis faktor (Principal Component Analysis) dengan bantuan SPSS untuk mereduksi variabel dan menentukan faktor dominan. Hasil penelitian menunjukkan lima faktor utama penyebab pergerakan penduduk ke kawasan perbatasan, yaitu: (1) kedekatan dengan pelayanan kesehatan dan perbankan (74,7%); (2) kualitas lingkungan, kelengkapan prasarana, dan keamanan (65,5%); (3) akses terhadap sarana pendidikan, perdagangan, dan peribadatan (67,2%); (4) kenyamanan, aksesibilitas jalan, serta kondisi lingkungan (59,3%); dan (5) kedekatan dengan tempat kerja serta tingkat keakraban sosial (89,9%). Temuan ini menegaskan bahwa aspek aksesibilitas, fasilitas, dan kualitas lingkungan berperan penting dalam menentukan daya tarik kawasan perbatasan sebagai lokasi permukiman.