Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh jenis kemasan dan posisi penyimpanan terhadap kualitas surimi ikan swanggi selama penyimpanan suhu chilling: The impact of packaging and storage position on the chilling temperature for surimi quality from purple-spotted bigeye fish (Priacanthus tayenus) Cesrany, Mahaldika; Farida, Iftachul; Khairunnisa, Anis; Astiana, Ika; Perceka, Medal Lintas; Panjaitan, Fenny Crista Anastasia; Febrianti, Desy; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Dewi, Resti Nurmala; Samanta, Pinky Natalia; Bharata, Made Tisna Adhi; Pradnyani, Ni Made Anggun
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.45662

Abstract

Ikan swanggi (Priacanthus tayenus) merupakan salah satu jenis ikan yang berpotensi sebagai bahan baku surimi. Surimi adalah produk antara bernilai tinggi yang banyak digunakan dalam pembuatan fish cake. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh jenis kemasan dan posisi penyimpanan terhadap kualitas surimi ikan swanggi melalui pengujian sensori, kadar air, dan mikrobiologi. Surimi ikan swanggi dikemas menggunakan tiga jenis plastik yang berbeda, yaitu polietilen (PE), polipropilen (PP), dan nilon. Surimi disimpan selama 28 hari di dalam freezer dengan suhu penyimpanan sebesar 2-8°C, dan posisi penyimpanan yang berbeda. Parameter yang dianalisis meliputi penilaian sensori, kadar air, dan angka lempeng total. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Data sensori dan kadar air diolah menggunakan SPSS 26.0 dengan analisis sidik ragam, jika terdapat perbedaan yang signifikan, dilakukan uji Duncan dan Tukey pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surimi yang dikemas dengan plastik nilon memiliki atribut kenampakan uji gigit, dan uji lipat yang lebih baik dibandingkan surimi yang dikemas plastik PE dan PP. Rata-rata kadar air surimi yang dikemas dengan ketiga jenis plastik berkisar antara 70-78% selama penyimpanan 28 hari dengan posisi penyimpanan yang berbeda. Kadar air pada surimi yang dikemas menggunakan ketiga jenis kemasan mengalami peningkatan seiring lamanya waktu penyimpanan. Angka lempeng total surimi menunjukkan nilai yang melebihi standar SNI 2694:2013. Semakin lama penyimpanan, maka semakin bertambah pula jumlah mikroba pada surimi.
Profil Morfologi, Lingkungan Perairan, dan Potensi Ekonomi Ulva sp. di Bali Desy Febrianti; Fenny Crista Anastasia Panjaitan; Amiqatul Fikriyah; Resti Nurmala Dewi; Achmad Suhermanto; Iman Muhaimin; Dimas Rizky Hariyadi; Indra Kristiana; Sumartini Sumartini; Nur Hidayah
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.48207

Abstract

Beberapa lokasi di Pulau Bali dilaporkan memiliki potensi alga hijau atau chlorophyta dari jenis Ulva Sp. Namun, pemanfaatan ekonominya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi morfologi, karakteristik perairan, dan potensi pengembangan ekonomi Ulva Sp. di Pulau Bali. Pengambilan sampel dilakukan pada delapan lokasi yang terdapat di Kabupaten Jembrana, Buleleng, dan Kota Denpasar. Setiap lokasi memiliki 3 stasiun pengambilan sampel dengan luasan 30x30 cm per stasiun. Pengamatan morfologi pada sampel Ulva sp. dilakukan secara visual/manual terkait bentuk, ukuran, dan warna talus. Parameter karakteristik perairan yang dianalisis yaitu suhu, pH, salinitas, DO, jenis substrat, dan kondisi liangkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 morfologi talus berbeda yang ditemukan yaitu talus pipih, bermembran, dan transparan ditemukan di satu lokasi; talus pipih, kaku, dan hijau keperakan ditemukan di lima lokasi, talus tabung, kusut dan bergerigi ditemukan di tiga lokasi; serta talus tabung, lurus, dan bercabang ditemukan di dua lokasi. Parameter kualitas air di lokasi tumbuhnya Ulva seperti suhu berkisar antara 26,5-30,7 OC, DO 6,3-10,2 mg/l, salinitas 29,5-31,5 ppt, pH 7,94-8,25. Ulva sp. ditemukan di wilayah pantai yang masih terpengaruh pasang surut dengan substrat berupa pasir, pasir berbatu, atau hamparan batu karang. Pemanfaatan Ulva secara ekonomis oleh masyarakat masih terbatas pada jenis Ulva dengan talus pipih, bermembran, dan transparan serta talus pipih, kaku, dan hijau keperakan, yang digunakan untuk pakan abalon (ulva segar) dan dijual ke industri (ulva kering), Harga Ulva segar berkisar Rp 2.000,- s.d Rp 5.000,-, harga Ulva kering berkisar antara Rp 3.000 s.d Rp 15.000,-.  Several locations in Bali are reported to have the potential for green algae or chlorophyta from Ulva Sp. However, it’s economic utilization is still not optimal. This study aims to identify the morphology, water characteristics, and economic development potential of Ulva Sp. in Bali. Sampling was carried out at eight locations in Jembrana Regency, Buleleng, and Denpasar City. Each location has 3 sampling stations with an area of 30x30 cm per station. Morphological observations on Ulva spesimen were carried out visually/manually related Thallus texture, shape, size, abd colour. The parameters of the water characteristics described were temperature, pH, salinity, DO, type of substrate, and environmental conditions. The results showed that there were 4 different thallus morphologies; Flat thallus, thin, membranous, and transparent thallus found in one location; Flat thallus, stiff, and mid to dark green with strong metalic gloss found in five locations, tubular, crumpled texture with denticulation macro and microscopic thallus found in three locations; and tubular, straight, and branched thallus found in two locations. Water quality parameters at the location where Ulva grows such as temperature ranges from 26.5-30.7 OC, DO 6.3-10.2 mg/l, salinity 29.5-31.5 ppt, pH 7.94-8.25. Ulva sp. is found in coastal areas that are still affected by tides with substrates in the form of sand, rocky sand, or coral reefs. The economic utilization of Ulva by the community is still limited to the type of Ulva with Flat thallus, thin, membranous, and transparent thallus and flat, stiff, and mid to dark green with strong metalic gloss thallus, which are used for abalone feed (fresh ulva) and to industry (dried ulva). The price of fresh Ulva ranges from IDR 2,000 to IDR 5,000, the price of dried Ulva ranges from IDR 3,000 to IDR 15,000. 
Shrimp Product Innovation in Smart Fisheries Village Kombading, Jembrana, Bali Anis Khairunnisa; I Gusti Ayu Budiadnyani; Siluh Putu Sri Dia Utari; Desy Febrianti; Iftachul Farida; Ika Astiana; Pinky Natalia Samanta; Resti Nurmala Dewi; Fenny Crista Anastasia Panjaitan; Mahaldika Cesrany; Medal Lintas Perceka; Made Tisna Adhi Bharata; Ni Made Anggun Pradnyani Putri
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v4i1.7174

Abstract

Kombading village is Smart Fisheries Village (SFV) area from Shrimp Cluster of Devisa Village under Jembrana Marine and Fisheries Polytechnic and Indonesian Export Financing Institute Denpasar guidance. This technical guidance aims to supporting one of SFV concept development as priority program of Blue Economy based by Ministry of Marine and Fisheries. The technical guidance attended by 20 participants from Processing and Marketing groups of Mina Jaya Pertiwi (10 person) and teachers-parent of Early Childhood Education School Darul Ulum Kombading. There are 3 substances was given to participants i.e. (1) benefits of consuming the fish product, (2) shrimp products diversification (crispy shrimp head, fried shrimp meatball, and shrimp head broth powder), and (3) introduction of PIRT Certification for home industry products. Sensory evaluation shows that crispy shrimp head and fried shrimp meatball needs improvement in texture and appearance. Moreover, this technical guidance was able to increase participants knowledge significantly (p<0,05).
Penguatan Usaha Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) melalui Pendampingan Penerapan CBIB di Pengambengan, Jembrana, Bali Arie Kiswanto; Ilham Ilham; Mohsan Abrori; I Nyoman Sudiarsa; Andina Chairun Nisa; Annisa Khairani Aras; Diah Ayu Satyari Utami; Liga Insani; Desy Febrianti; Amiqatul Fikriyah; Diklawati Jatayu; Anik Kusmiatun
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2026): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.12.2.313-322

Abstract

Good Aquaculture Practices (GAqP) represent a controlled aquaculture management system designed to ensure food safety, product quality, and environmental sustainability. The dissemination of GAqP principles to aquaculture farmers can be achieved through technical training and intensive mentoring programs. In this context, the Aquaculture Study Program of Jembrana Marine and Fisheries Polytechnic implemented a Community Service Program aimed at promoting the adoption of GAqP and enhancing the knowledge and technical capacity of Pacific white shrimp (Litopenaeus vannamei) farmer groups in Pengambengan Village, Bali. The program focused on strengthening community-based shrimp farming enterprises through the application of environmentally friendly technologies, efficient resource utilization, and strategies to improve both the quality and quantity of production. Through technical training and intensive assistance, participants acquired knowledge and practical skills related to optimal pond management, shrimp health monitoring, feed management, and the implementation of operational standards in accordance with GAqP requirements. The extension and mentoring activities carried out under the community service program were effective in improving participants’ understanding of GAqP implementation in Pacific white shrimp farming. This improvement was demonstrated by a significant increase in the average test score, from 56 ± 6.9 in the pre-test to 96 ± 6.9 in the post-test. The implementation of GAqP through continuous mentoring activities under the Community Service Program from 2019 to 2024 contributed to the development of more productive and sustainable Pacific white shrimp farming enterprises among the assisted community groups in Pengambengan Village. Furthermore, the program generated positive economic outcomes by enhancing the income of participating farmers.