Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

REPRESENTASI BUDAYA DALAM FOTOGRAFI MAKANAN: STUDI ANALISIS FOTO MAKAN BAJAMBA PADA KALENDER: CULTURAL REPRESENTATION IN FOOD PHOTOGRAPHY: AN ANALYSIS STUDY OF BAJAMBA FOOD PHOTOS ON CALENDARS Pongky Purnama; Candrastuti, Ratih; Tahalea, Silviana; Novianti, Erlina
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 22 No. 1 (2025): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v22.i1.25119

Abstract

This study examines cultural representation in food photography through a visual analysis of food photographs with the theme of Makan Bajamba used in calendars. The focus of the study is directed at how visual elements, namely composition, lighting, shooting angles, colors and object arrangement, play a role in constructing cultural meaning and representing the social and ritual values ​​of the Minangkabau people, especially in Koto Gadang, West Sumatra. This study uses a qualitative approach with visual semiotic analysis methods to identify cultural signs in each photo. The results show that food photography in calendars functions not only as an aesthetic medium, but also as a representational device that emphasizes collective identity, social hierarchy, and interaction patterns in the practice of Makan Bajamba. The calendar as a distribution medium strengthens the function of photographs as reminders of cultural cycles, symbolic archivists and visual educational tools. In conclusion, the integration of food photography in calendars produces a visual narrative that combines culinary aesthetics and the rhythmic structure of tradition, thus opening up space for reinterpreting cultural practices in a contemporary context.
DINAMIKA SOSIAL INOVASI PROMPTOGRAPHY: STUDI KASUS KARYA PSEUDOMNESIA OLEH BORIS ELDAGSEN DALAM PERSPEKTIF TEORI ALVIN BOSKOFF Aurelia Tahalea, Silviana Amanda; Sunarmi, Sunarmi
specta Vol 9, No 2 (2025): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v9i2.17823

Abstract

Perkembangan teknologi  kecerdasan  buatan  telah  menciptakan  transformasi  besar  dalam  dunia fotografi, memunculkan fenomena baru, promptography. Promptography adalah praktik menciptakan gambar visual berbasis teks atau prompt tanpa proses fotografi tradisional. Promptography telah memunculkan debat tentang autentisitas dan apresiasi, nilai keterampilan dan keahlian teknis, etika produksi, dan masih banyak lagi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak faktor sosial, sejarah budaya, dan struktur profesional dalam menganalisa penolakan atau penerimaan promptography, dengan contoh kasus Sony World Photography Awards 2023. Penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi konseptual terhadap studi inovasi sosial dan menawarkan rekomendasi praktis dalam pengembangan regulasi etis kecerdasan buatan untuk fotografi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan studi kasus, dengan mengacu pada teori inovasi sosial Alvin Boskoff untuk mencapai pemahaman dinamis dalam adopsi dan resistansi inovasi di seni visual. Penelitian menunjukkan bahwa promptography bukan hanya fenomena teknis, tetapi juga sosial, yang mengharuskan komunitas fotografi bernegosiasi ulang tentang nilai otentisitas, legitimasi profesional, dan prinsip etika dalam praktik seni kontemporer. Regulasi yang direkomendasikan diharapkan memberikan pedoman penentu bagi organisasi seni untuk menerapkan kebijakan bekerja etis untuk memperbaiki inovasi etis dan menghormati nilai estetika dan profesionalisme.