Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS KRITIS TERHADAP EKSISTENSI PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM: CRITICAL ANALYSIS OF THE EXISTENCE OF THE ISLAMIC GUIDANCE AND COUNSELING STUDY PROGRAM Nasichah; Kontu, Study Rizal L.
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 2, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.vi.46404

Abstract

Abstrak – Artikel ini membahas secara kritis eksistensi Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) di tengah dinamika pendidikan tinggi Islam kontemporer. Transformasi IAIN menjadi UIN, perkembangan ilmu konseling modern, serta perubahan sosial masyarakat menimbulkan tantangan baru bagi kejelasan identitas keilmuan BPI. Artikel ini menegaskan bahwa eksistensi BPI bukan sekadar persoalan nomenklatur, tetapi terkait legitimasi akademik, relevansi sosial, dan posisi strategis dalam kebijakan pendidikan tinggi. Melalui kajian pustaka dan analisis kritis-reflektif, artikel ini mengusulkan empat agenda strategis: meneguhkan epistemologi dakwah profetik, mereformulasi kurikulum integratif dan kontekstual, memperkuat kompetensi lulusan yang profetik, dan melakukan reposisi kelembagaan. Dilengkapi data terbaru akreditasi nasional dan internasional BPI FDIKOM UIN Jakarta, artikel ini menunjukkan bahwa Prodi BPI memiliki peluang besar untuk tetap eksis sebagai ilmu dakwah yang transformatif, kontekstual, dan relevan di era Revolusi Industri 5.0. Abstract – This article critically discusses the existence of the Islamic Guidance and Counseling Study Program (BPI) amid the dynamics of contemporary Islamic higher education. The transformation of IAIN into UIN, the rise of modern counseling sciences, and shifting social realities have created new challenges for BPI’s academic identity and relevance. The article asserts that BPI’s existence is not merely a matter of nomenclature but relates to academic legitimacy, social relevance, and its strategic position within higher education policy. Using a literature review and critical-reflective analysis, this paper proposes four strategic agendas: affirming a prophetic dakwah epistemology, reformulating an integrative and contextual curriculum, strengthening prophetic graduate competencies, and repositioning institutional roles. With the addition of recent data on BPI FDIKOM UIN Jakarta’s national and international accreditations, the article argues that BPI has great potential to remain relevant and transformative in the era of the Fifth Industrial Revolution.
Grand Design Of The Organizational Identity Of The Uin Jakarta Career Center: Dynamics Of Career Welfare And Career Adaptability To The Perception Of Graduate Career Feasibility Nasichah; Abdul Azis; Muhammad Kholis Hamdy
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i1.5816

Abstract

The transformation of globalization and the technological revolution have had a significant impact on the world of work, creating new challenges for college graduates who are expected to have not only academic knowledge, but also the ability to adapt quickly in the job market. This study aims to analyze the dynamics of career welfare and career adaptability to the perception of graduate career feasibility, with a focus on the UIN Jakarta Career Center. Using reflective and descriptive quantitative approaches, this study explores the influence of organizational identity on career adaptability and perception of career feasibility. Based on the data collected, the results of the study showed that career adaptability had a significant effect on the perception of career feasibility with values of β = 0.343, t = 2.861, and P = 0.004. In addition, career well-being was proven to affect career adaptability with β = 0.659, t = 31.969, and P < 0.001, as well as the perception of career feasibility with β = 0.583, t = 5.732, and P < 0.001. Organizational identity also had a significant effect on career adaptability (β = 0.352, t = 16.829, and P < 0.001) and perception of career feasibility (β = 0.747, t = 13.727, and P < 0.001). These findings highlight the importance of the Career Center's role in developing programs that improve career well-being, career adaptability, and improve the perception of graduates' career feasibility in facing the ever-changing world of work.
MENGINSPIRASI GENERASI MILENIAL: DAKWAH HANAN ATTAKI DI MEDIA SOSIAL Lubis, Farid Abdullah; Nasichah
Virtu: Jurnal Kajian Komunikasi, Budaya dan Islam Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Virtu: Jurnal Kajian Komunikasi, Budaya dan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/9tezg478

Abstract

Internet sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan di era digital. Dengan internet, hambatan jarak dan waktu mulai meredam, memungkinkan interaksi global yang mudah dengan biaya rendah. Generasi Milenial masa kini mengalami transformasi besar terkait dengan internet, yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka di era globalisasi dan teknologi modern. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk membuat secara sistematis, berdasarkan fakta dan rincian, uraian, gambar atau tabel, sifat-sifat dan hubungan antar fenomena yang diteliti. . Oleh karena itu, metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuanuntuk memahami fenomena- fenomena yang dialami subjek penelitian, misalnya: tingkah laku, persepsi, motivasi, tindakanUstadz Hanan Attaki melakukan dakwahnya melalui konten di Instagram dan Youtube yang kini pengikut Instagramnya hingga 9,7JT dengan postingan yang sudah ia posting sebanyak 1.459dan Youtubememiliki subscriber sebanyak 2,59JT. Pendakwah Indonesia yang menyampaikan ceramah yang dekat dengan keseharian dan gaya anak muda. Ia juga pendiri Gerakan Pemuda Hijrah yang dekat aktif berdakwah di komunitas pemudaa) Mengajak umat untuk beriman kepada Allah (mengikuti Islam). Mengembangkan pemikiran keagamaan Islam bagi muallaf. Mengajak umat Islam untuk selalu meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Mendidik anak agar tidak menyimpang dari fitrahnya. Diperlukan media yang efektif untukmenjembatani hal tersebut. Semakin baik media yang digunakan, semakin efisien proses penyampaian pesanuntuk menginpirasi generasi milenial yang jauh dari agama dan hal-hal negatif.