Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Komparasi Produksi, Pendapatan dan Efisiensi Usahatani Semangka Musim Tanam I & Musim Tanam II di Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa Fibriyani, Eka; Siddik, Muhamad; Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sct88a21

Abstract

Usahatani semangka merupakan komoditas hortikultura yang berperan penting dalam meningkatkan pendapatan petani di Kecamatan Lape. Petani rata-rata menanam semangka setelah menanam padi dua kali dalam setahun, yaitu pada musim tanam kemarau I dan musim tanam kemarau II. Perbedaan kondisi iklim dan serangan hama antar musim tanam sering menyebabkan ketimpangan produksi yang berdampak pada fluktuasi pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan produksi, pendapatan, serta efisiensi usahatani semangka pada kedua musim tanam tersebut. Penelitian dilakukan di Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa dengan mengambil dua desa sampel, yaitu Desa Lape dan Desa Labuan Kuris yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan produksi semangka terbanyak. Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif terhadap 34 petani semangka yang dipilih secara  proportional random sampling. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif  melalui perhitungan produksi, pendapatan, efisiensi usahatani; kemudian diuji secara statistik dengan uji t untuk membandingkan kedua musim di atas. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi, pendapatan dan efisiensi usahatani semangka pada musim tanam kemarau I lebih tinggi dan berbeda siginifikan dengan musim tanam kemarau II. Temuan ini menegaskan bahwa kinerja usahatani semangka pada musim tanam kemarau I di Kecapatan Lape lebih baik  dibandingkan musim tanam kemarau II. Comparative Analysis of Production, Income and Efficiency of Watermelon Farming During Dry Season I and II in Lape District Sumbawa Regency Abstract Watermelon farming is a horticultural commodity that plays an important role in increasing farmer income in Lape District. Farmers generally plant watermelon after planting rice twice a year, namely in the first dry planting season and the second dry planting season. Differences in climate conditions and pest attacks between planting seasons often cause production imbalances that impact farmer income fluctuations. This study aims to analyze and compare watermelon production, income, and farming efficiency in the two planting seasons. The study was conducted in Lape District, Sumbawa Regency, by selecting two sample villages, namely Lape Village and Labuan Kuris Village, which were selected by purposive sampling based on the highest watermelon production. The study used a comparative descriptive method with a quantitative approach to 34 watermelon farmers selected by proportional random sampling. Data were analyzed descriptively quantitatively through calculations of production, income, and farming efficiency; then tested statistically with a t-test to compare the two seasons above. The results of the analysis showed that watermelon production, income, and farming efficiency in the first dry planting season were higher and significantly different from those in the second dry planting season. This finding confirms that the performance of watermelon farming in the first dry planting season in Lape District was better than in the second dry planting season.
DAYA DUKUNG DIMENSI EKONOMI-SOSIAL DAN LINGKUNGAN PADA USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Asri Hidayati; Abdullah Usman; Muhamad Siddik; Fadli Fadli; Dudi Septiadi
JURNAL AGRIMANSION Vol 27 No 1 (2026): Jurnal Agrimansion April 2026
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v27i1.1909

Abstract

Daya dukung dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan pada usahatani jagung merupakan aspek krusial dalam melihat potensi keberlanjutan usahatani. Tujuan penelitian ini adalah untuk megnanalisis daya dukung dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan pada usahatani jagung lahan kering di Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan Pujut sebagai sentra produksi jagung di Kabupaten Lombok Tengah. Responden ditentukan sebanyak 40 petani jagung secara purposive sampling. Analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui daya dukung dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan dalam mendukung usahatani jagung menggunakan indikator yang dianalisis dengan scoring menggunakan pendekatan skala likert. Hasil menunjukkan dimensi sosial memiliki daya dukung tinggi, dan dimensi ekonomi memiliki daya dukung cukup tinggi terhadap usahatani jagung. Sedangkan dimensi ekologi memiliki daya dukung rendah terhadap usahatani jagung di Kabupaten Lombok Tengah. Rendahnya penerapan input organik, rotasi tanaman, dan pemanfaatan teknologi konservasi air menandakan bahwa keberlanjutan ekologi belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem usaha tani jagung.
KEMAMPUAN PETANI MENGELOLA INPUT PRODUKSI DAN RISIKO USAHATANI CABAI BESAR DI PULAU LOMBOK, INDONESIA Muhamad Siddik; Muhammad Nursan; Lalu Wiresapta Karyadi
JURNAL AGRIMANSION Vol 27 No 1 (2026): Jurnal Agrimansion April 2026
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v27i1.2090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan petani mengelola input produksi dan risiko usahatani cabai besar di Pulau Lombok. Penelitian menggunakan metode eksplanatif, lokasi penelitian ditentukan secara bertingkat berdasarkan ketinggian tempat dan sentra produksi cabai besar. Petani yang dijadikan responden sebanyak 90 orang, dipilih secara random. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara terstruktur, , observasi lapangan, survai virtual dan studi literature. Data produksi dan input produksi dianalisis secara deskriptif kuantitatif; risiko usahatani dianalisis dengan coefisien variasi. Kemampuan petani mengelola input produksi dan risiko usahatani dianalisis menggunakan regresi model type Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum petani cabai besar di Pulau Lombok mampu mengelola input produksi dan risiko usahatani secara teknis; namun belum mampu mengelola secara ekonomi, karena petani tidak mampu mengendalikan dan memprediksi harga input dan harga output yang ditentukan oleh mekanisme pasar. Input produksi yang belum mampu dikelola secara teknis dan ekonomi adalah bibit dan ajir. Bibit cabai penggunaan berlebihan; sedangkan ajir penggunaannya sebagian tidak tepat waktu.