Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Faletehan Health Journal

Hubungan Tingkat Kebisingan dengan Gangguan Pendengaran Penduduk di Sekitar Terminal Pakupatan Linardita Ferial; Laila Fitria; Ririn Arminsih Wulandari
Faletehan Health Journal Vol 9 No 01 (2022): Faletehan Health Journal, Maret 2022
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v9i01.311

Abstract

Activities at the bus station may cause environmental pollution, including noise. High noise levels can cause human health problems, especially hearing loss. This study aims to determine the correlation between noise level and hearing loss of the population around Pakupatan Bus Station. This study used an analytical observational approach with a cross sectional design. The survey was conducted in six residences around Pakupatan Bus Station in Serang City, Banten from January to May 2018. The samples of this study were 100 respondents selected by proportional random sampling technique. The noise level of residents around Pakupatan Bus Station reached 81.09 decibels which exceeded the noise quality standard of 55 decibels in 1996 No. 48 of the Ministry of Environment. The confounding variables included age, sex, health history, type of work, smoking, drinking, and length of stay of the respondents. Type of work and length of stay were the confounding variables of the correlation between noise level and hearing loss. The odd ratio of the type of work was 0.267 and the length of stay was 0.365, so it was necessary to apply green lines or to plant trees. The residents who were exposed to noise >70dB had a risk of 4.673 times higher than the noise level 70dB after being controlled by the variable length of stay and variable work.
Analysis of Risky Sexual Behaviors among Students Asfia, Fida; Ferial, Linardita
Faletehan Health Journal Vol 10 No 02 (2023): Faletehan Health Journal, July 2023
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i02.581

Abstract

Perilaku seksual memiliki dampak terhadap kesehatan, diantaranya adalah penyakit menular seksual seperti HIV, meningkatnya aborsi di kalangan remaja dan terjadinya kehamilan di usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, paparan pornografi, pengetahuan dan sikap terhadap perilaku seksual berisiko. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Banten. Sampel penelitian berjumlah sebanyak 80 mahasiswa yang diambil dengan metode simple random sampling. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus pengujian beda dua proporsi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki perilaku seksual berisiko (51,25%). Terdapat hubungan antara variabel jenis kelamin (pv = 0,001), paparan pornografi (pv = 0,000) dan sikap (pv = 0,026) dengan perilaku seksual berisiko. Responden yang terpapar pornografi memiliki risiko 31 kali memiliki perilaku seksual berisiko dibanding dengan responden yang tidak terpapar pornografi. Responden dengan sikap negatif memiliki risiko 2 kali berperilaku seksual berisiko dibanding responden dengan sikap positif. Sementara itu, variabel usia (pv = 0,949) dan pengetahuan (pv = 0.814) tidak memiliki hubungan dengan perilaku seksual berisiko. Berdasarkan pemaparan diatas yang dapat dilakukan untuk mengendalikan perilaku seksual berisiko adalah pembentukan konsep diri positif pada remaja.
Analysis of Risky Sexual Behaviors among Students Asfia, Fida; Ferial, Linardita
Faletehan Health Journal Vol 10 No 02 (2023): Faletehan Health Journal, July 2023
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i02.581

Abstract

Perilaku seksual memiliki dampak terhadap kesehatan, diantaranya adalah penyakit menular seksual seperti HIV, meningkatnya aborsi di kalangan remaja dan terjadinya kehamilan di usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, paparan pornografi, pengetahuan dan sikap terhadap perilaku seksual berisiko. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Banten. Sampel penelitian berjumlah sebanyak 80 mahasiswa yang diambil dengan metode simple random sampling. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus pengujian beda dua proporsi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki perilaku seksual berisiko (51,25%). Terdapat hubungan antara variabel jenis kelamin (pv = 0,001), paparan pornografi (pv = 0,000) dan sikap (pv = 0,026) dengan perilaku seksual berisiko. Responden yang terpapar pornografi memiliki risiko 31 kali memiliki perilaku seksual berisiko dibanding dengan responden yang tidak terpapar pornografi. Responden dengan sikap negatif memiliki risiko 2 kali berperilaku seksual berisiko dibanding responden dengan sikap positif. Sementara itu, variabel usia (pv = 0,949) dan pengetahuan (pv = 0.814) tidak memiliki hubungan dengan perilaku seksual berisiko. Berdasarkan pemaparan diatas yang dapat dilakukan untuk mengendalikan perilaku seksual berisiko adalah pembentukan konsep diri positif pada remaja.