Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Empirisma

ABU HAMID AL-GHAZĀLĪ’S THOUGHTS ON THE DICHOTOMY OF ULAMA AND THE CLASSIFICATION OF KNOWLEDGE (STUDY OF IHYA ‘ULUM AL-DIN BOOK) Solikhudin, Muhammad
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 30, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v30i1.3216

Abstract

This paper analyzes al-Ghazālī’s thoughts, especially in the discussion of the categorization of scholars and the groupings of knowledge which he offers in the book Ihyā ‘Ulūm al-Dīn. As a scientist of Islamic Studies, alGhazālī was able to present this discussion in an interesting and profound way. He stated in his creation that scholars are divided into two. First is the counterfeit ulama called al-sū’. The second is the ulama who is true (hereafter). Likewise with science, al-Ghazālī divides knowledge globally into two things, namely knowledge that is fardu ‘ain and fardu kifayah. As an ulama who is an expert in all scientific fields who eventually pursues the field of Sufism, it can be seen how much he presents the book Ihyā ‘Ulūm al-Dīn with a distinctively Sufistic nuance. It does not seem patronizing and always interesting to read, especially for lovers of the world of Sufism. The Ihyā ‘Ulūm al-Dīn is divided into four parts. First, a quarter about Worship. Second, a quarter about habits. Third, a quarter about destruction. Fourth, a quarter about secrets/feelings. Even so, it does not rule out the possibility in this work, for insiders and outsiders to carry out further elaboration and various other intellectual activities, in order to present a more interesting work in the present and future.Keywords: al-Ghazālī, Ulama, Science, Ihyā ’Ulūm al-Dīn
Abu Hamid Al-Ghazālī's Thoughts on The Dichotomu of Ulama and The Classification of Knowledge (Study of Ihya 'Ulum Al-Din Book) Solikhudin, Muhammad
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 30, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v30i1.3458

Abstract

Artikel ini menganalisis tentang pemikiran al-Ghazālī, terkhusus pada pembahasan pemilahan ulama dan pengelompokan ilmu yang dia tawarkan dalam kitab Ihyā’ Ulūm al-Dīn. Sebagai ilmuwan muslim, al-Ghazālī mampu menyajikan pembahasan ini secara menarik dan mendalam. Dia menyatakan dalam karyanya, bahwaulama terbagi menjadi dua. Pertama, ulama bertopeng (al-sū’) dan yang kedua, adalah ulama yang benarbenar ulama (akhirat). Begitu juga dengan ilmu, al-Ghazālī membagi ilmu secara global pada dua hal, yakni ilmu yang fardu ‘ain dan fardu kifāyah. Sebagai ulama yang ahli dalam segala bidang keilmuan yang padaakhirnya menekuni bidang ilmu tasawwuf, terlihat sekali betapa dia menyajikan kitab Ihyā’ Ulūm al-Dīn dengan nuansa khas sufistik, tidak terkesan menggurui dan selalu menarik dibaca, terutama bagi pecinta dunia tasawwuf. Kitab Ihyā’ Ulūm al-Dīn terbagi dalam empat bagian. Pertama, Seperempat tentang Ibadah. Kedua, Seperempat tentang kebiasaan. Ketiga, Seperempat tentang kebinasaan. Keempat, Seperempat tentang rahasia/perasaan. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan dalam karya tersebut,bagi kalangan insider maupun outsider untuk melakukan elaborasi lebih lanjut maupun beragam kegiatan intelektual yanglain, demi penyajian karya yang lebih menarik lagi di masa kini dan mendatang.Kata Kunci: al-Ghazālī , Ulama, Ilmu, Ihyā’ Ulūm al-Dīn