Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan Body Image dengan Rasa Percaya Diri pada Remaja Putri yang Mengalami Perubahan Fisik Pubertas Aliefia Salfa Priyono; Ridha Hafid; Siti Hajar Salawali
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/2bv6rx44

Abstract

This study aims to determine the relationship between body image and self-confidence in adolescent girls experiencing physical changes during puberty at SMP Negeri 1, Gorontalo City. The method used in this study was a cross-sectional study. The results showed a significant relationship between body image and self-confidence in adolescent girls experiencing physical changes during puberty (p-value = 0.000). In conclusion, body image and self-confidence are two interrelated psychological aspects of adolescent development, particularly in girls. Girls at this age are in the process of forming body image, which is related to self-confidence. Keywords: Body Image, Physical Changes, Puberty, Self-Confidence, Adolescent Girls
The Effect of Health Education Using a Flip Chart on Compliance with Fe Tablet Consumption in Pregnant Women in the Working Area of the South City Health Center Sulmina; Ridha Hafid; Siti Hajar Salawali
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) April 202
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10539

Abstract

Compliance of pregnant women in taking Fe tablets is an important effort in preventing anemia during pregnancy, but the level of compliance is still relatively low due to the lack of understanding of pregnant women regarding the benefits and proper ways to consume Fe tablets. Health education using flip chart media is one of the methods that can increase understanding and encourage changes in compliance behavior. This study aims to determine the effect of health education using flip sheets on compliance with Fe tablet consumption in pregnant women in the working area of the South City Health Center. The results of the Wilcoxon test obtained a p value = 0.000 (p < 0.05), which shows a significant influence of health education using flip sheets on compliance with Fe tablet consumption in pregnant women. It was concluded that health education using flip sheets was effective in increasing compliance with Fe tablet consumption. It is recommended that the South City Health Center optimize the use of flip sheet media in antenatal care services.
The Relationship Between Peer Group Support and Snack Choosing Behavior Among School-Aged Children at Limboto 1 Public Elementary School Stevilia Marcella H. Djafar; Ridha Hafid; Rini Wahyuni Mohamad
Medical and Health Journal Vol 5 No 2 (2026): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2026.5.2.19372

Abstract

School-age children, aged 6 to 12, are at a crucial developmental stage, where school experiences are a key aspect of their lives. Children's snack selection behavior is influenced by two factors: personal factors such as knowledge and habits, and environmental factors such as the role of family, peers (peer group), and school conditions. Peer group support is a form of social support provided by individuals within friendships to help and strengthen each other. This study aims to determine the relationship between peer group support and snack choice behavior among school-aged children at Limboto 1 Public Elementary School. This study used probability sampling, a technique that provides an equal opportunity for each member of the population to be selected as a sample. The method used in this study was proportionate stratified random sampling, a sampling technique used when the population has non-homogeneous members and is divided into strata with varying numbers. The results above indicate a relationship between peer group support and snack choice behavior among school-aged children. This was confirmed by statistical testing using Chi Square, which yielded a p-value of 0.009 <α = 0.05.
Model EduSex-HIV Berbasis PLISSIT Untuk Pencegahan Kekerasan Seksual dan Penularan HIV Pada Remaja Nirwanto K. Rahim; Erwin Purwanto; Ridha Hafid
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2575

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap kekerasan seksual dan penularan HIV akibat rendahnya literasi kesehatan reproduksi serta terbatasnya edukasi seksual komprehensif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Edusex-HIV berbasis PLISSIT dengan perspektif kesetaraan gender dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan kekerasan seksual dan penularan HIV. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kota Gorontalo pada Maret–April 2025 dengan sampel 100 siswa menggunakan simple random sampling. Variabel utama penelitian adalah tingkat pengetahuan dan sikap siswa terkait pencegahan kekerasan seksual dan HIV. Intervensi edukasi dilakukan selama dua minggu melalui empat sesi berbasis model PLISSIT. Analisis data menggunakan uji independent t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan pengetahuan dari mean 1,32 menjadi 1,80 dan sikap dari 1,18 menjadi 1,90, sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami perubahan kecil pada pengetahuan (1,30 menjadi 1,34) dan sikap (1,20 menjadi 1,25). Uji Independent t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok baik pada pengetahuan maupun sikap (p = 0,001). Model Edusex-HIV berbasis PLISSIT efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan kekerasan seksual dan penularan HIV sehingga berpotensi diterapkan sebagai strategi edukasi kesehatan reproduksi di sekolah.
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Kebersihan Vulva Hygiene di MAN 1 Kota Gorontalo: Description Of Teenagers' Knowledge and Attitudes about Vulva Hygiene in MAN 1 Gorontalo Gorontalo Nur Fadhillah Male; Ridha Hafid; Dewi Suryaningsi Hiola
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7165

Abstract

Vulva hygiene dilakukan untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan pada bagian luar atau bibir vagina. Perilaku vulva hygiene yang baik dan benar diperlukan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi wanita. Jika pengetahuan tentang kesehatan reproduksi rendah, kebersihan saat menstruasi mungkin tidak terjaga, sehingga dapat membahayakan kesehatan remaja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain survei deskriptif. Variable bebas pada penelitian ini adalah Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Vulva Hygiene. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan sampel sebanyak 89 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Remaja yang mengalami vulva hygiene adalah pada usia 16 tahun (30,3%), pada kelas XI (37,1%), dan sudah mendapat informasi (58,4%), pengetahuan cukup (46,1%) dan sikap remaja cukup (46,1%). Sebagian besar responden memiliki tingat pengetahuan yang cukup dan sikap kebersihan vulva yang cukup. Gambaran pengetahuan dan sikap remaja tentang kebersihan vulva hygiene sudah cukup baik dalam mencegah terjadinya keputihan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi dengan Kesiapan Menghadapi Masa Pubertas Pada Remaja Usia 12-13 Tahun Di SMP Negeri 1 Limboto: Relationship Between Knowledge Level about Reproductive Health and Readiness to Face Puberty in Adolescents Aged 12-13 Years At SMP Negeri 1 Limboto Safriany Ikhlasia Kasim; Ridha Hafid; Rini Wahyuni Mohamad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7177

Abstract

Masa pubertas merupakan fase penting dalam perkembangan remaja yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial. Pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi dapat membantu remaja lebih siap dalam menghadapi perubahan ini. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dengan populasi 195 responden dan sampel sebanyak 66 responden usia 12-13 tahun di SMP Negeri 1 Limboto. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan kesiapan menghadapi masa pubertas. Analisa data menggunakan uji Chi-Square, dengan hasil p-value 0,002 menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan kesiapan menghadapi masa pubertas pada remaja usia 12-13 tahun di SMP Negeri 1 Limboto. Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat pengetahuan, semakin siap remaja menghadapi pubertas. Oleh karena itu, tenaga pendidik atau pihak sekolah diharapkan menyelenggarakan penyuluhan untuk menambah wawasan tentang kesehatan reproduksi agar remaja lebih siap menghadapi perubahan pubertas.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Dismenorea dan Cara Penanganannya pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo: Overview of the Level of Knowledge About Dysmenorrhea and How to Handle It in Adolescent Girls at SMA Negeri 1 Telaga, Gorontalo Regency Dwi Ainun Djafar; Ridha Hafid; Dewi Suryaningsi Hiola
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7182

Abstract

Dismenorea merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami oleh remaja putri, yang dapat menimbulkan rasa nyeri atau ketidaknyamanan sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari mereka. Hal ini dapat dicegah apabila remaja memiliki bekal pengetahuan serta penanganan yang tepat mengenai dismenorea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang dismenorea dan cara penanganan yang dilakukan remaja putri SMA Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswi SMA Negeri 1 Telaga yang berjumlah 616 siswi, dan yang menjadi sampel yaitu berjumlah 234 responden, yang didapatkan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 1 Telaga dari total 243 responden, didapatkan responden dengan pengetahuan baik sejumlah 102 responden (42,0%), pengetahuan cukup sebanyak 140 responden (57,6%), dan responden dengan pengetahuan kurang sejumlah 1 responden (4%). Adapun responden yang melakukan penanganan dismenorea baik secara farmakologi maupun non farmakologi dalam kategori baik yakni sejumlah 17 responden (7,0%), kategori cukup sebanyak 147 responden (60,5%) dan kategori kurang yaitu 79 responden (32,5%). Kesimpulannya sumber informasi dapat mempengaruhi pengetahuan serta cara penanganan yang dilakukan oleh remaja putri terhadap dismenorea. Perlu adanya edukasi kesehatan mengenai kesehatan reproduksi terutama tentang menstruasi untuk remaja putri dan orang tua, yang dilakukan di sekolah maupun kelurahan. Serta adanya evaluasi secara berkala terkait masalah menstruasi oleh puskesmas.
Hubungan Riwayat BBLR Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tilango Kabupaten Gorontalo: The Relationship Between The History Of LBW and The Incidence Of Stunting In Toddlers In The Tilango Health Center Working Area, Kabupaten Gorontalo Dwi Ananda Putri Tahir; Ridha Hafid; Nur Ayun R. Yusuf; Rini Wahyuni Mohamad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8282

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 HPK, dengan salah satu penyebab utamanya adalah BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 97 balita, diambil secara purposive sampling dari 128 populasi. Hasil menunjukkan sebagian besar balita tidak memiliki riwayat BBLR namun mengalami stunting, yaitu 77 responden (79,4%), terdiri dari 41 (42,3%) kategori pendek dan 36 (37,1%) kategori sangat pendek. Uji statistik Chi-Square menghasilkan p-value 0,291, yang berarti tidak ada hubungan antara riwayat BBLR dengan kejadian stunting. Kesimpulannya, tidak terdapat hubungan signifikkan antara riwayat BBLR dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Tilango, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini diharapkan mendorong ibu dan masyarakat untuk fokus pada faktor lain dalam mencegah stunting.