Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi dengan Kesiapan Menghadapi Masa Pubertas Pada Remaja Usia 12-13 Tahun Di SMP Negeri 1 Limboto: Relationship Between Knowledge Level about Reproductive Health and Readiness to Face Puberty in Adolescents Aged 12-13 Years At SMP Negeri 1 Limboto Safriany Ikhlasia Kasim; Ridha Hafid; Rini Wahyuni Mohamad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7177

Abstract

Masa pubertas merupakan fase penting dalam perkembangan remaja yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial. Pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi dapat membantu remaja lebih siap dalam menghadapi perubahan ini. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dengan populasi 195 responden dan sampel sebanyak 66 responden usia 12-13 tahun di SMP Negeri 1 Limboto. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan kesiapan menghadapi masa pubertas. Analisa data menggunakan uji Chi-Square, dengan hasil p-value 0,002 menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan kesiapan menghadapi masa pubertas pada remaja usia 12-13 tahun di SMP Negeri 1 Limboto. Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat pengetahuan, semakin siap remaja menghadapi pubertas. Oleh karena itu, tenaga pendidik atau pihak sekolah diharapkan menyelenggarakan penyuluhan untuk menambah wawasan tentang kesehatan reproduksi agar remaja lebih siap menghadapi perubahan pubertas.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Dismenorea dan Cara Penanganannya pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo: Overview of the Level of Knowledge About Dysmenorrhea and How to Handle It in Adolescent Girls at SMA Negeri 1 Telaga, Gorontalo Regency Dwi Ainun Djafar; Ridha Hafid; Dewi Suryaningsi Hiola
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7182

Abstract

Dismenorea merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami oleh remaja putri, yang dapat menimbulkan rasa nyeri atau ketidaknyamanan sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari mereka. Hal ini dapat dicegah apabila remaja memiliki bekal pengetahuan serta penanganan yang tepat mengenai dismenorea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang dismenorea dan cara penanganan yang dilakukan remaja putri SMA Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswi SMA Negeri 1 Telaga yang berjumlah 616 siswi, dan yang menjadi sampel yaitu berjumlah 234 responden, yang didapatkan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 1 Telaga dari total 243 responden, didapatkan responden dengan pengetahuan baik sejumlah 102 responden (42,0%), pengetahuan cukup sebanyak 140 responden (57,6%), dan responden dengan pengetahuan kurang sejumlah 1 responden (4%). Adapun responden yang melakukan penanganan dismenorea baik secara farmakologi maupun non farmakologi dalam kategori baik yakni sejumlah 17 responden (7,0%), kategori cukup sebanyak 147 responden (60,5%) dan kategori kurang yaitu 79 responden (32,5%). Kesimpulannya sumber informasi dapat mempengaruhi pengetahuan serta cara penanganan yang dilakukan oleh remaja putri terhadap dismenorea. Perlu adanya edukasi kesehatan mengenai kesehatan reproduksi terutama tentang menstruasi untuk remaja putri dan orang tua, yang dilakukan di sekolah maupun kelurahan. Serta adanya evaluasi secara berkala terkait masalah menstruasi oleh puskesmas.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Stres pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto : The Relationship Between Family Support and Stress Levels in Pregnant Women in the Limboto Community Health Center Work Area Indrawati Tahir; Ridha Hafid; Mihrawaty S. Antu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7397

Abstract

Kehamilan merupakan proses penting yang sering kali diiringi dengan tantangan fisik dan psikologis, termasuk stres yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Dukungan keluarga, baik emosional, fisik, material, maupun informasi, memainkan peran penting dalam mengurangi tingkat stres pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Limboto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-Sectional. Sampel penelitian ini terdiri dari 70 ibu hamil yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur dukungan keluarga dan tingkat stres pada ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil mendapatkan dukungan keluarga yang tinggi, yaitu 75,7%, dengan tingkat stres ringan sebesar 74,3%. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai r = 0,963 dengan p-value = 0,000, yang mengindikasikan adanya hubungan yang sangat kuat antara dukungan keluarga dan tingkat stres pada ibu hamil. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga berperan penting dalam mengurangi stres pada ibu hamil. Oleh karena itu, penting bagi keluarga untuk memberikan dukungan yang komprehensif agar ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan lebih tenang dan sehat.
Hubungan Preeklamsia Dengan Kejadian Intra Uterine Fetal Death (IUFD) di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo : Relationship Between Preeklamsia and Intra Uterine Fetal Death (IUFD) Occurrences At Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital Kota Gorontalo Fills Felicia Ismail; Ridha Hafid; Andi Mursyidah; Rini Wahyuni Mohamad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7583

Abstract

Kehamilan dapat mengalami komplikasi serius seperti Intra Uterine Fetal Death (IUFD), yang turut meningkatkan angka kematian ibu dan bayi. Salah satu faktor risiko IUFD adalah preeklamsia, yakni hipertensi setelah usia kehamilan 20 minggu. Informasi dari perawat ruang VK RSUD Prof Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo, sebanyak 120 kasus preeklamsia dan 33 kasus IUFD selama tahun 2022 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan kuantitatif retrospektif dengan pendekatan cross-sectional. Varibel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen preeklamsia dan variabel dependen kejadian intra uterine fetal death (IUFD). Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan populasi sebanyak 120 sampel. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan uji Chi-Square untuk analisa data dengan hasil p-value 0,319 yang artinya tidak ada hubungan antara preeklamsia dengan kejadian intra uterine fetal death (IUFD) di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Kesimpulannya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara preeklamsia dengan kejadian intra uterine fetal death (IUFD) di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lanjutan dengan mengeksplorasi variabel lain yang berperan dalam kejadian IUFD.
Hubungan Riwayat BBLR Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tilango Kabupaten Gorontalo: The Relationship Between The History Of LBW and The Incidence Of Stunting In Toddlers In The Tilango Health Center Working Area, Kabupaten Gorontalo Dwi Ananda Putri Tahir; Ridha Hafid; Nur Ayun R. Yusuf; Rini Wahyuni Mohamad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8282

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 HPK, dengan salah satu penyebab utamanya adalah BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 97 balita, diambil secara purposive sampling dari 128 populasi. Hasil menunjukkan sebagian besar balita tidak memiliki riwayat BBLR namun mengalami stunting, yaitu 77 responden (79,4%), terdiri dari 41 (42,3%) kategori pendek dan 36 (37,1%) kategori sangat pendek. Uji statistik Chi-Square menghasilkan p-value 0,291, yang berarti tidak ada hubungan antara riwayat BBLR dengan kejadian stunting. Kesimpulannya, tidak terdapat hubungan signifikkan antara riwayat BBLR dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Tilango, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini diharapkan mendorong ibu dan masyarakat untuk fokus pada faktor lain dalam mencegah stunting.
The Relationship of Knowledge of Prepuberty Adolescent Girls and Readiness for Menarche Svetlanikova, Svetlanikova; Mohamad, Rini Wahyuni; Hafid, Ridha
Medical and Health Journal Vol 5 No 1 (2025): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2025.5.1.14878

Abstract

Menarche is the first menstruation which usually occurs between the ages of ten and sixteen years or at the beginning of adolescence in the middle of puberty before entering the reproductive period. The aim of this research was to determine the relationship between prepubertal adolescent girls' knowledge and readiness to face menarche at SDN 7 Tabongo, Gorontalo Regency. The research method uses quantitative research using an analytical research design with a crosssectional approach. The population in this study were all prepubertal teenage girls in grades IV, V, and VI at SDN 7 Tabongo, Gorontalo Regency who had not experienced menstruation. Sampling in this research used a total sampling technique. The number of samples used was 41 samples. The results of the research using the chi-square test obtained a p-value of 0.000 (<0.05), meaning that there is a relationship between knowledge and readiness for menarche in young women at SDN 7 Tabongo, Gorontalo Regency. Where good knowledge can certainly increase readiness in facing menarche. It is hoped that this research can provide input for nurse practitioners in providing education about readiness for menarche.
Konsumsi Ultra Processed Foods (UPFs) meningkatkan obesitas pada anak usia Sekolah Dasar Suleman, Ibrahim; Mohamad, Rini Wahyuni; Sartika, Sartika; Hiola, Dewi Suryaningsih; Hafid, Ridha
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 11, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.11.1.1-8

Abstract

Pendahuluan: Globalisasi telah mendorong peningkatan konsumsi ultra-processed foods (UPFs), yaitu makanan instan dengan kandungan nutrisi yang tidak seimbang dan berpotensi meningkatkan risiko obesitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara konsumsi UPFs dan kejadian obesitas pada siswa SDN 7 Tilong Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 82 siswa kelas IV–VI sebagai sampel. Data konsumsi UPFs dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) semi kuantitatif, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan pengukuran berat dan tinggi badan menggunakan standar antropometri anak. Hasil: Hasil menunjukkan 53 siswa (65,9%) tidak mengalami obesitas, namun 49 siswa (59,8%) memiliki frekuensi konsumsi UPFs yang tinggi. Analisis dengan uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi UPFs dan obesitas (p = 0,041). Simpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa kebiasaan mengonsumsi UPFs dapat meningkatkan risiko obesitas bahkan pada siswa yang saat ini belum mengalaminya.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat dengan Penerapan Patient Safety di Ruang Rawat Inap Interna Rumah Sakit Umum Daerah Toto Kabila Hafid, Ridha; Nuraini Dupamana, Indriani; D. Hunawa, Rachmawaty
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan indikator penting mutu pelayanan rumah sakit, namun masih sering menghadapi berbagai kendala. Di Indonesia, pelaporan insiden keselamatan pasien masih rendah, sementara di lapangan kerap ditemukan permasalahan seperti keterlambatan pemasangan gelang identitas, komunikasi antar tenaga kesehatan yang kurang efektif, hingga kesalahan pemberian obat. Hal ini menunjukkan pentingnya peran pengetahuan dan sikap perawat dalam menerapkan prinsip patient safety secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap perawat dengan penerapan patient safety di Ruang Rawat Inap Interna Rumah Sakit Umum Daerah Toto Kabila. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bertugas di ruang rawat inap interna dengan jumlah 46 orang, yang sekaligus menjadi sampel penelitian melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan dari 46 responden, sebanyak 44 responden (95,7%) memiliki pengetahuan baik, 2 responden (4,3%) memiliki pengetahuan kurang dan yang memiliki sikap positif sebanyak 41 responden (89,1%), 5 responden (10,9%), memiliki pengetahuan cukup, serta penerapan patient safety yang tergolong baik sebanyak 44 responden (95,7%) dan 2 responden (4,3%). Analisis bivariat dengan uji chi-square memperoleh nilai p = 0,001 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan perawat dengan penerapan patient safety. Selain itu, sikap perawat terbukti tidak memiliki berhubungan dengan penerapan patient safety (p = 0,168). Kesimpulannya penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan perawat dengan penerapan patient safety, sedangkan sikap perawat tidak berhubungan secara bermakna. Hal ini menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan perawat berperan penting dalam optimalisasi keselamatan pasien di rumah sakit.
KORELASI PENGETAHUAN IBU MENGENAI PEMBERIAN MP-ASI DENGAN STATUS GIZI BAYI 6–12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBOTO Kadir, Yusrifat; Hafid, Ridha; Mohamad, Rini Wahyuni
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 9, No 4 (2025): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v9i4.34451

Abstract

Status gizi merupakan gambaran keseimbangan zat gizi dengan kebutuhan tubuh yang dapat diukur melalui beberapa indikator. Pengetahuan ibu tentang pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) sangat penting dalam mencegah morbiditas dan mortalitas bayi, karena ibu diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikan prinsip pemberian MP-ASI dengan benar. Kebaruan penelitian ini adalah memberikan bukti empiris terkini mengenai pentingnya pengetahuan ibu dalam pemberian MP-ASI terhadap status gizi bayi pada rentang usia kritis 6–12 bulan khususnya di wilayah Puskesmas Limboto, yang sebelumnya belum banyak diteliti pada lingkup daerah ini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah Puskesmas Limboto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional, populasi bayi usia 6–12 bulan, dan sampel sebanyak 98 responden yang diambil dengan teknik proportional sampling. Analisis data menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan nilai P-value = 0.000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi. Kesimpulannya, semakin baik pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI maka semakin baik pula status gizi bayi, sehingga hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi Puskesmas Limboto dalam meningkatkan promosi kesehatan dan penyuluhan gizi.
EFEKTIVITAS TERAPI BERMAIN PLASTISIN TERHADAP KECEMASAN HOSPITALISASI ANAK PRASEKOLAH DI RSUD DR. HASRI AINUN HABIBIE PROVINSI GORONTALO Olii, Nurul Hidayati; Hafid, Ridha; Mohamad, Rini Wahyuni
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 9, No 4 (2025): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v9i4.34428

Abstract

Hospitalisasi adalah keadaan yang menyebabkan seorang anak harus tinggal di rumah sakit. Respon anak terhadap hospitalisasi dipengaruhi oleh tahapan usia perkembangan. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah terapi bermain. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan plastisin sebagai media utama terapi bermain, yang tidak hanya efektif menurunkan kecemasan tetapi juga memberikan manfaat tambahan bagi perkembangan motorik halus, kreativitas, dan ekspresi emosi anak, serta menjadi kontribusi ilmiah pertama di Gorontalo dalam konteks hospitalisasi anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi bermain plastisin terhadap penurunan kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah (3–6 tahun) di ruang perawatan anak RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh anak prasekolah yang dirawat di ruang perawatan anak, dengan sampel sebanyak 30 responden menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil penelitian melalui uji Wilcoxon menunjukkan nilai P-value = 0,000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi bermain plastisin terhadap penurunan kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah. Kesimpulan terdapat pengaruh terapi bermain plastisin terhadap penurunan kecemasan hospitalisasi.