Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Kemudahan dan Kegunaan Penggunaan terhadap Sikap Penggunaan Aplikasi Telemidicine Diabestie: Effect of Telemedicine Diabestie Application Usage Attitude on Ease of Use and Usability Prisma Trida Hardani; Ira Purbosari; Nina Hidayatunnikmah; Asri Wido Mukti; Dewi Perwito Sari; Asti Rahayu; Nadya Ambarwati; Intan Ayu Kusuma Pramushinta; Rizal Adi Saputra; Muhamad Handoyo Sahumena; Yurika Sastyarina; Yolanda Camelia Imelda; Zahro Al Maulidiyah; Maulivia Idham Choliq
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i3.1698

Abstract

Indonesia is ranked seventh in the world for the most smartphone users, supported by changes in the modern era where technology is increasingly sophisticated, thus having an impact on daily activities. One of them is the use of telemedicine applications. Diabestie is one of the telemedicine services that provides online health consultations focusing on diabetes, where diabetes in Indonesia is considered a major health problem with more than 10 million people living with diabetes. There are still those who think telemedicine services are difficult to operate, so this research was conducted to find out the influence of ease and usability of use on the attitudes of Diabestie application users. The findings revealed that ease of use and usability of use influence attitudes toward use. In other words, perceived usability and ease of use are important for people to determine their attitude towards Diabestie's telemedicine app services. Furthermore, people will tend to adopt a service when they find that it is useful and easy to use. Keywords: Diabetes, Telemedicine, Diabestie, Telemedicine Applications Abstrak Indonesia peringkat tujuh dalam pemakaian smartphone terbanyak dunia, didukung oleh perubahan pada era modern dimana teknologi yang semakin canggih, sehingga memberikan dampak dalam aktivitas sehari-hari. Salah satunya yaitu penggunaan aplikasi telemedicine. Diabestie merupakan salah satu layanan telemedicine yang memberikan konsultasi kesehatan online yang berfokus pada penyakit diabetes, dimana diabetes di Indonesia dianggap sebagai masalah kesehatan utama dengan lebih dari 10 juta orang yang hidup dengan diabetes. Masih terdapat pihak yang menganggap layanan telemedicine sulit untuk dioperasikan, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kemudahan dan kegunaan penggunaan dengan sikap pengguna aplikasi Diabestie. Hasil penelitian menyatakan kemudahan penggunaan dan kegunaan penggunaan berpengaruh terhadap sikap penggunaan. Dengan kata lain, kegunaan yang dirasakan dan kemudahan penggunaan merupakan hal yang penting bagi masyarakat untuk menentukan sikap mereka terhadap layanan aplikasi telemedicine Diabestie. Masyarakat akan cenderung untuk menggunakan suatu layanan ketika mengetahui layanan yang disediakan bermanfaat dan mudah untuk digunakan. Kata Kunci: Diabetes, Telemedicine, Diabestie, Aplikasi Telemedicine
FORMULASI DAN UJI KARAKTERISTIK LIP CREAM EKSTRAK BUAH JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI KOSMETIK Jannah, Ulvatul; Ambarwati, Nadya
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i2.146

Abstract

Likopen, salah satu fitokimia dari golongan karotenoid (termasuk terpenoid) adalah penghasil utama atau pemberi warna jingga hingga merah pada buah-buahan berwarna merah, seperti jambu biji merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan rasio konsentrasi stiffening agent (carnauba wax dan microcrystaline wax) mempengaruhi uji karakteristik (organoleptis, pH, daya oles, daya sebar, daya lekat, iritasi, viskositas, stabilitas, dan uji hedonik) pada sediaan lip cream dari buah jambu biji merah. Metode pada penelitian ini yaitu eksperimental yang meliputi formulasi sediaan dan uji karakteristik fisik yang kemudian diolah menggunakan SPSS metode ANOVA one-way. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa pada F2 dan F4 merupakan formula yang paling baik dan paling banyak disukai oleh responden. Dari semua uji karakteristik tersebut yang kemudian diolah menggunakan SPSS metode ANOVA one-way didapatkan hasil nilai signifikasinya 0,05 yang artinya Perbedaan rasio stiffening agent berpengaruh yang signifikan pada setiap sediaan. Kesimpulan yang diambil yaitu adalah pada ekstrak buah jambu biji merah (Psidium guajava L.) terdapat senyawa likopen, namun tidak efektif untuk dijadikan sebagai pewarna alami sediaan lip cream dikarenakan ketika di aplikasikan pada bibir, warnanya memudar bahkan seperti tidak memberikan warna (bening) pada bibir serta kurang diminati oleh panelis, sedangkan pada perbedaan rasio konsentrasi dari stiffening agent dapat mempengaruhi uji karakteristik (organoleptis, pH, daya oles, daya sebar, daya lekat, iritasi, viskositas, Stabilitas dan uji hedonik) pada sediaan lip cream.
ANALISIS KADAR PB DAN CD PADA RIMPANG JAHE EMPRIT (ZINGIBER OFFICINALE VAR. AMARUM) Pramushinta, IAK; Purbosari, Ira; Ambarwati, Nadya; Sambada, Rahmaniyah Wulandari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39423

Abstract

Jahe emprit banyak digunakan sebagai bahan baku obat-obatan karena kandungan gizinya yang tinggi. Akibatnya, banyak dibudidayakan secara luas oleh masyarakat. Lingkungan pertumbuhan jahe emprit bervariasi seperti pada lingkungan terbuka dan lingkungan tertutup yang dapat mempengaruhi kualitas dari jahe emprit, sehingga membuatnya rentan terhadap kontaminasi logam berat seperti timbal (Pb) dan kadmium (Cd). Dari permasalahan tersebut perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kadar logam berat pada sampel rimpang jahe emprit untuk memastikan keamanannya. Metode uji yang dilakukan untuk mengetahui kadar logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd) yaitu menggunakan instrumen Spektrofotometri UV-Vis dan analisis statistik, khususnya Uji Sampel Independen. Studi tersebut menemukan bahwa kandungan timbal (Pb) dalam jahe emprit yang dibudidayakan di lingkungan terbuka adalah 7,1751 ppm, sedangkan di lingkungan tertutup adalah 5,7570 ppm. Kandungan kadmium (Cd) pada jahe emprit yang dibudidayakan di lingkungan terbuka adalah 5,6411 ppm, sedangkan di lingkungan tertutup adalah 3.4888 ppm. Analisis statistik menggunakan Independent Sample t-Test mengungkapkan perbedaan yang signifikan dalam kadar timbal (Pb) dan kadmium (Cd) pada jahe emprit yang dibudidayakan di lingkungan tertutup dibandingkan dengan yang dibudidayakan di lingkungan terbuka. Hal ini terbukti dari nilai signifikansi yang diperoleh untuk setiap logam berat (p < 0,05). Kesimpulannya, lingkungan budidaya secara signifikan mempengaruhi kadar timbal (Pb) dan kadmium (Cd) dalam sampel jahe emprit. Kata kunci: Emprit Jahe, timbal (Pb), kadmium (Cd), Spektrofotometri UV-Vis.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% DAUN KUMIS KUCING (ORTHOSIPHON ARISTATUS) TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Mukti, Asri Wido; Purbosari, Ira; Ambarwati, Nadya; Sari, Anita Dwi Prastika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40868

Abstract

Karies gigi merupakan masalah utama pada kesehatan gigi dan mulut yang terjadi akibat penumpukan plak pada permukaan gigi yang diakibatkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Perawatan bedah dan endodontik merupakan penanganan dini pada gigi yang terinfeksi, dilanjutkan dengan terapi antibiotik. Namun penggunaan antibiotik juga dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti reaksi hipersensitivitas, gangguan dermatologis dan alergi, sehingga dibutuhkan alternatif terapi tambahan untuk mecegah resistensi terhadap antibiotik seperti penggunaan obat herbal. Salah suatu tanaman herbal yang dapat digunakan  dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yaitu tanaman kumis kucing yang memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, tanin dan alkaloid. Dari permasalahan tersebut penelitian ingin mengetahui kemampuan daya hambat daun kumis kucing terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan perbandingan etanol 70% dan 96% dengan konsentrasi ekastrak daun kumis kucing sebesar 20%, 30%, 40%. Metode yang digunakan yaitu difusi cakram dengan kontrol positif berupa antibiotik eritromisin dan kontrol negatif etanol 70% dan 96%. Hasil uji Two-Way ANOVA pada ekstrak etanol 70% dan 96% daun kumis kucing didapatkan nilai sig. (p > 0.05) sebesar (0.173 > 0.05). Pada konsentrasi ekstrak 20%, 30%, dan 40% diperoleh nilai signifikan (p > 0.05) yaitu (0.661 > 0.05). Setelah dilakukan pengujian disimpulkan tidak adanya perbedaan diameter zona hambat pada konsentrasi pelarut etanol 70% dan 96% terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan konsentrasi ekstrak 20%, 30%, dan 40% daun kumis kucing yang digunakan juga tidak memiliki pengaruh terhadap aktivitas antibakteri.
PENYULUHAN DAN DEMONSTRASI IDENTIFIKASI BORAKS DENGAN INDIKATOR BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DI MASYARAKAT KELURAHAN WONOKROMO Nadya Ambarwati; Prisma Trida Hardani; IAK Pramushinta
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 7 No 02 (2024): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol7.no02.a7778

Abstract

Boraks adalah zat BTP (bahan tambahan pangan) yang sering ditambahkan di makanan seperti tahu, bakso, nuget, sosis dan kerupuk. Dampak pemakaian boraks dalam makanan sangat membahayakan bagi kesehatan manusia dan penggunaanya tidak diperbolehkan pemerintah. Pada kenyataannya sering ditemukan makanan yang mengandung boraks beredar dan tetap dikonsumsi oleh masyarakat. Tahapan kegiatan yang dilakukan pertama yaitu Penyuluhan, yang kemudian dilanjut dengan demonstrasi untuk waktu pelaksaan dilakukan pada hari kamis, tanggal 04 Mei 2023. Tujuan penyuluhan ini untuk mengetahui terkait pengertian boraks, dampak dari penggunaan boraks pada makan dan cara identifikasi boraks sederhana dengan indikator bunga telang yang akan diujikan pada makanan. Hasil dari kegiatan penyuluhan menunjukkan terdapat 19 peserta warga kecamatan wonokromo yang mengikuti posttes, mendapatkan hasil yang cukup baik
FORMULASI DAN UJI KARAKTERISTIK LIP CREAM EKSTRAK BUAH JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI KOSMETIK Jannah, Ulvatul; Ambarwati, Nadya
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i2.146

Abstract

Likopen, salah satu fitokimia dari golongan karotenoid (termasuk terpenoid) adalah penghasil utama atau pemberi warna jingga hingga merah pada buah-buahan berwarna merah, seperti jambu biji merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan rasio konsentrasi stiffening agent (carnauba wax dan microcrystaline wax) mempengaruhi uji karakteristik (organoleptis, pH, daya oles, daya sebar, daya lekat, iritasi, viskositas, stabilitas, dan uji hedonik) pada sediaan lip cream dari buah jambu biji merah. Metode pada penelitian ini yaitu eksperimental yang meliputi formulasi sediaan dan uji karakteristik fisik yang kemudian diolah menggunakan SPSS metode ANOVA one-way. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa pada F2 dan F4 merupakan formula yang paling baik dan paling banyak disukai oleh responden. Dari semua uji karakteristik tersebut yang kemudian diolah menggunakan SPSS metode ANOVA one-way didapatkan hasil nilai signifikasinya 0,05 yang artinya Perbedaan rasio stiffening agent berpengaruh yang signifikan pada setiap sediaan. Kesimpulan yang diambil yaitu adalah pada ekstrak buah jambu biji merah (Psidium guajava L.) terdapat senyawa likopen, namun tidak efektif untuk dijadikan sebagai pewarna alami sediaan lip cream dikarenakan ketika di aplikasikan pada bibir, warnanya memudar bahkan seperti tidak memberikan warna (bening) pada bibir serta kurang diminati oleh panelis, sedangkan pada perbedaan rasio konsentrasi dari stiffening agent dapat mempengaruhi uji karakteristik (organoleptis, pH, daya oles, daya sebar, daya lekat, iritasi, viskositas, Stabilitas dan uji hedonik) pada sediaan lip cream.
Formulasi dan Uji Karakteristik Sabun Cair dengan Menggunakan Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Ambarwati, Nadya; Pramushinta, Intan Ayu Kusuma; Hasanah, Ni'matul; Mauliddina, Siska Dwi
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 7 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v7i1.7463

Abstract

Sabun merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam kehidupan sehari-hari sebagai agen pembersih untuk melawan kuman dan bakteri. Bahan baku sabun dapat terbuat dari bahan kimia maupun alami. Salah satu tanaman herbal seperti buah mahkota dewa dapat dimanfaatkan sebagai tambahan dalam pembuatan sabun karena memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan cemaran mikroba pada sediaan sabun cair ekstrak mahkota dewa dengan rasio konsentrasi yang berbeda (4%, 8%, dan 12%). Metode pada penelitian ini yaitu eksperimental yang meliputi formulasi sediaan, pemeriksaan organoleptis, pH, viskositas, bobot jenis, angka lempeng total (ALT), dan hedonik. Hasil karakteristik sabun cair ekstrak buah mahkota yang diperoleh pada uji organoleptis berbentuk cairan dengan warna kecoklatan dan bau khas, pada uji pH pada sediaan sabun cair ekstrak buah mahkota dewa didapatkan hasil rentang 4 – 10, pada uji viskositas didapatkan hasil rentang 1484 - 3154 cPs, pada uji bobot jenis didapatkan rentang 1,03 - 1,14g/mL, pada uji ALT didapatkan cemaran 0,05. Hasil evaluasi karakteristik pH, viskositas, bobot jenis, dan hedonik menunjukkan tidak terdapat pengaruh perbedaan konsentrasi terhadap parameter tersebut, sedangkan pada parameter tekstur dan warna terdapat pengaruh. Soap is one of the basic human needs in everyday life as a cleaning agent to fight germs and bacteria. Soap raw materials can be made from chemical or natural materials. One of the herbal plants such as mahkota dewa fruit can be used as an additional in making soap because it has antibacterial activity. The purpose of this study was to determine the characteristics and microbial contamination in liquid soap preparations of mahkota dewa extract with different concentration ratios (4%, 8%, and 12%). The method in this study was experimental which included formula preparation, organoleptic, pH, viscosity, specific gravity, total plate count (ALT), and hedonic examination. The results of the characteristics of liquid soap extract of mahkota dewa fruit obtained in the organoleptic test were in the form of a brownish liquid and a distinctive odor, in the pH test on the liquid soap preparation of mahkota fruit extract, the results ranged from 4 to 10, in the viscosity test, the results ranged from 1484 to 3154 cPs, in the specific gravity test, the range was 1.03 - 1.14g/mL, in the ALT test, contamination was 0.05. The results of the evaluation of pH, viscosity, specific gravity, and hedonic characteristics showed that there was no effect of differences in concentration on these parameters, while there was an effect on the texture and color parameters. Submitted: 28-04-2025, Revised: 18-06-2025, Accepted: 25-06-2025, Published regularly: June 2025
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Gel Ekstrak Etanol 70% Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) Ambarwati , Nadya; Nabillah Zahro, Syarifah; Rahayu , Asti
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.582

Abstract

Single garlic (Allium sativum L.) contains higher bioactive compounds compared to regular garlic. Some of them are organosulfur compounds that give a distinctive aroma and polyphenol compounds as antioxidants. This study aims to formulate a single garlic extract in a gel preparation that can prevent irritation and increase comfort when applied. This study aimed to determine the physicochemical characteristics, including organoleptic properties, pH, viscosity, spreadability, particle size, and antioxidant activity using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. The results of the physicochemical characteristics test include the organoleptic test, which has a clear yellow gel texture with a distinctive odor of garlic, pH test on F1, F2, and F3, namely (4.70; 5.07; 5.10), viscosity is (9925.3; 9925.3; 9925 mPas), the spreadability test has met the requirements, and the particle size is (194.23; 206.19; 1751.495 nm). The IC50 values for F1, F2, and F3 gel preparations were 128.2451 ppm, 110.279 ppm, and 89.2796 ppm, respectively, indicating moderate antioxidant activity for F1 and F2, and strong antioxidant activity for F3. It can be concluded that the three gel preparations have met the requirements of the physicochemical characteristics test, then statistically analyzed using the OneWay ANOVA method so that it shows the effect of the amount of single garlic extract concentration on the three gel preparations. The IC50 results of the three gel preparations were analyzed by Paired T-test, showing the effect of the amount of concentration of a single garlic extract as evidenced by a sig value of 0.012 <0.05.
Peduli Kesehatan Jiwa Lansia Melalui Latihan “Asitifrop” (Affirmasi Positif dan Relaksasi Otot Progresif) Dan Eteksidini Kesehatan Mental Lansia Di Desa Jemundo Aristina Halawa; Ethica Sari; NadyaAmbarwati; Ni Putu Widari
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 1 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i1.1904

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), the global prevalence of mental disorders in the elderly is 61.6%. 2018 Balitbangkes data shows that there are 4 major health problems experienced by the elderly, namely hypertension, diabetes mellitus (DM), stroke and emotional mental disorders. Mental health disorders that often occur in the elderly are depression, anxiety and dementia. The aim of this community service is to increase the elderly's knowledge about mental health, prevent mental health problems by carrying out positive affirmations and progressive muscle relaxation and cadres can carry out early detection of mental health problems in the elderly. The methods used in this community service are counseling about mental health for the elderly, "ASITIF-ROP" training conducted for 50 elderly people and training on Early Detection of Mental Health in the Elderly and for 20 cadres. The result of this activity is that elderly knowledge about elderly mental health has increased. Most of the elderly's knowledge level is at a good level of knowledge, namely 36 elderly (72%) whereas previously only 6 elderly (12%) were at a good level. The elderly's ability to perform ASITIFROP and early detection is 100% complete after training. The stress level of the elderly also decreased, where previously 23 (46%) experienced mild stress and 27 (54%) experienced moderate stress, but after doing the ASTIFROP exercise, the majority of elderly experienced mild stress, 46 (92%). All participants were very enthusiastic about participating in the activity as shown by the many questions asked and the positive responses of the elderly during the discussion. It is hoped that similar activities can be continued regularly and maintained as a means of health education for the elderly.
Formulasi dan uji karakteristik tablet effervescent buah belimbing wuluh dengan variasi konsentrasi asam sitrat dan asam tartat Ambarwati, Nadya; Nur, Fikria Marfuatin; Hidayah, Fufut Nurul
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.989

Abstract

Background: Averrhoa bilimbi L. is a natural source of vitamin C with potential as an antioxidant. Effervescent tablets are a popular dosage form in which the choice of acid sources, such as citric acid and tartaric acid, is critical due to their hygroscopic properties that affect the physical characteristics and stability of both granules and tablets. Objective: This study aimed to formulate and evaluate the effect of varying concentrations of citric acid and tartaric acid combinations on the physical characteristics of granules and effervescent tablets of Averrhoa bilimbi powder. Methods: The study employed the dry granulation method. Four tablet formulas with different ratios of citric acid and tartaric acid were prepared. The granules were evaluated for flowability, angle of repose, and moisture content. The resulting tablets were tested for organoleptic properties, weight uniformity, size uniformity, hardness, friability, and dissolution time. Data were statistically analyzed. Results: The evaluation showed that all granule characteristics (flow time 1.36–1.56 seconds; angle of repose 9.95°–13.50°; moisture content 3.298%–4.622%) met the requirements. All tablet evaluation parameters (weight uniformity, size uniformity, hardness, and dissolution time 1.27–1.36 minutes) also complied, except for friability (1.401%–2.832%), which exceeded the specified limit (>1%). Statistical analysis indicated that acid concentration variations had a significant effect (p-value < 0.05) on all tested parameters except tablet friability (p-value > 0.05). Conclusion: It can be concluded that variations in citric acid and tartaric acid concentrations significantly affect the characteristics of Averrhoa bilimbi effervescent granules and tablets, except for friability. The nonconformity observed in friability testing is presumed to be influenced by other formulation factors such as the type and concentration of binders and lubricants. Further studies on formula optimization, vitamin C content analysis, and accelerated stability testing are recommended.
Co-Authors , Fatmawati Adella Eka Berliyanti Amalia, Sri Hidayati Amanda Safirtri Sinulingga Amanda Safithri Sinulingga Amanda Safitri Sinulingga Andarwulan, Setiana Aristina Halawa Asri Wido Mukti Asti Rahayu Asti Rahayu Asti Rahayu Asti Rahayu Astrid Kusuma Putri Danang Prasetya Eka Saputra Desta Ayu Cahya Rosyida Dewi Isadiartuti Dewi Perwito Sari Eka Fitria Ethica Sari Fatmawati Fatmawati Febri Annuryanti Fithri Farchah Frischah Sari Framono, Indra Dwi hamdaniyah, imraatil Hardani, Prisma Trida Hasanah, Ni'matul Hidayah, Fufut Nurul Hidayatunnikmah, Nina IAK Pramushinta Indriani , Novamei Intan Ayu Kusuma Pramushinta Ira Purbosari Jamaluddin Sandhori, Fajar Jamlean, Gloria Silvia Jannah, Ulvatul Kamilia, Abidatul M. Nushron Ali Mukhtar M. Nusron ali Mukhtar Marfuatin Nur, Fikria Mauliddina, Siska Dwi Maulidiyah, Zahro Al Maulivia Idham Choliq Mufidah, Rofikatul Muhamad Handoyo Sahumena Mukti, Asri Wido Mukti, Ria Andriani Mukti, Ria Andriani Nabillah Zahro, Syarifah Ni Putu Widari Noor Erma Nasution Nur, Fikria Marfuatin Pramushinta, IAK Prasmita Dian Wijayanti Prasmita Dian Wijayati Purbosari, Ira Rahayu , Asti Rahayu, Asti Rahmah, Corry' Nanda Nabilla Rifqi Prasetyawan, Hanif Rismawati Rizal Adi Saputra Rizky Anugrah Dirgantara Putra Sambada, Rahmaniyah Wulandari Sandhori, Fajar Jamaluddin Sari, Anita Dwi Prastika Sari, Dewi Perwito Setiana Andarwulan Sinulingga, Amanda Safithri TATANG SOPANDI Tatang Sopandi Vibrianita Nidom, reviany Wido Mukti, Asri Wisnu Prasetyo Yolanda Camelia Imelda Yurika Sastyarina Zahro Al Maulidiyah