Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PERBANDINGAN UJI KARAKTERISTIK EKSTRAK PELARUT ETANOL 70% DAN ETANOL 96% PADA PERENDAMAN EKSTRAK BUNGA PEPAYA (Carica papaya L.) Pramushinta, IAK; Ambarwati, Nadya; Jamlean, Gloria Silvia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49777

Abstract

Tanaman pepaya (Carica papaya L.) yang termasuk dalam famili Caricaceae telah lama dikenal karena khasiat farmakologisnya, terutama pada bagian bunga yang mengandung beragam senyawa bioaktif. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dan membandingkan karakteristik ekstrak bunga pepaya yang diperoleh melalui dua jenis pelarut etanol dengan konsentrasi berbeda, yaitu 70% dan 96%. Rancangan penelitian yang digunakan bersifat eksperimental dengan pendekatan kualitatif, yang dilaksanakan melalui serangkaian uji karakterisasi ekstrak. Analisis yang dilakukan meliputi uji organoleptik, penghitungan rendemen, penentuan kadar air, skrining fitokimia, serta penetapan panjang gelombang maksimum menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jenis pelarut memengaruhi karakteristik ekstrak yang dihasilkan. Pelarut etanol 70% menghasilkan rendemen lebih tinggi, yaitu sebesar 13,6%, dibandingkan dengan etanol 96% yang menghasilkan rendemen sebesar 12,5%. Kadar air pada kedua jenis ekstrak masih berada dalam batas aman (<10%) sesuai standar yang berlaku, dengan nilai rata-rata disertai standar deviasi yang mendukung konsistensi hasil. Uji fitokimia , terdapat metabolit sekunder dalam ekstrak yang disebabkan oleh kedua pelarut. Akan tetapi, senyawa golongan steroid tidak terdeteksi pada ekstrak yang diekstraksi menggunakan etanol 96%. Sementara itu, hasil analisis spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% memiliki panjang gelombang maksimum pada 229 nm, sedangkan ekstrak etanol 96% menunjukkan panjang gelombang maksimum pada 233 nm. Kata kunci: Bunga Pepaya, Carica papaya L., Ekstraksi, Etanol 70%, Etanol 96%, Karakterisasi Ekstrak
UJI KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI DEODORAN SPRAY EKSTRAK DAUN ANTING-ANTING (Acalypha indica L.) TERHADAP Staphylococcus epidermis Rahmah, Corry' Nanda Nabilla; Ambarwati, Nadya; Sandhori, Fajar Jamaluddin
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.22239

Abstract

Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan suhu tinggi dan kelembapan rendah, yang menyebabkan tubuh mengeluarkan keringat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun anting-anting (10%, 20%, 30%) terhadap karakteristik fisik sediaan deodoran spray, meliputi organoleptik, pH, homogenitas, pola semprot, waktu kering, stabilitas, viskositas, uji hedonik, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian menggunakan desain eksperimental dengan tiga formula: F1 (10%), F2 (20%), dan F3 (30%). Hasil menunjukkan bahwa seluruh sediaan berbentuk cair dengan warna dan aroma yang bervariasi: F1 berwarna coklat muda beraroma lavender, F2 coklat beraroma lavender, dan F3 coklat tua dengan aroma khas anting-anting. Semua formula memiliki pH 5, sesuai standar, dan terdapat perbedaan signifikan (p = 0.010). Sediaan homogen, tanpa partikel kasar atau endapan. Pola semprot rata-rata 6 cm, waktu kering 47 detik, dan stabilitas baik. Viskositas memenuhi kriteria (56,30 ± 1,51 cps; p = 0.015). Uji hedonik menunjukkan formula F2 paling disukai oleh 30 responden berdasarkan aroma, warna, dan tekstur. Sementara itu, F3 (30%) menunjukkan aktivitas antibakteri yang paling kuat terhadap S. epidermidis.
UJI KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI DEODORAN SPRAY EKSTRAK DAUN ANTING-ANTING (Acalypha indica L.) TERHADAP Staphylococcus epidermis Rahmah, Corry' Nanda Nabilla; Ambarwati, Nadya; Sandhori, Fajar Jamaluddin
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.22239

Abstract

Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan suhu tinggi dan kelembapan rendah, yang menyebabkan tubuh mengeluarkan keringat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun anting-anting (10%, 20%, 30%) terhadap karakteristik fisik sediaan deodoran spray, meliputi organoleptik, pH, homogenitas, pola semprot, waktu kering, stabilitas, viskositas, uji hedonik, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian menggunakan desain eksperimental dengan tiga formula: F1 (10%), F2 (20%), dan F3 (30%). Hasil menunjukkan bahwa seluruh sediaan berbentuk cair dengan warna dan aroma yang bervariasi: F1 berwarna coklat muda beraroma lavender, F2 coklat beraroma lavender, dan F3 coklat tua dengan aroma khas anting-anting. Semua formula memiliki pH 5, sesuai standar, dan terdapat perbedaan signifikan (p = 0.010). Sediaan homogen, tanpa partikel kasar atau endapan. Pola semprot rata-rata 6 cm, waktu kering 47 detik, dan stabilitas baik. Viskositas memenuhi kriteria (56,30 ± 1,51 cps; p = 0.015). Uji hedonik menunjukkan formula F2 paling disukai oleh 30 responden berdasarkan aroma, warna, dan tekstur. Sementara itu, F3 (30%) menunjukkan aktivitas antibakteri yang paling kuat terhadap S. epidermidis.
FORMULASI DAN UJI KARAKTERISASI LIP CREAM DARI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (HYLOCEREUS POLYRHIZUZ) DENGAN PERBANDINGAN STIFFENING AGENT hamdaniyah, imraatil; Ambarwati , Nadya; Hardani, Prisma Trida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32552

Abstract

Pemanfaatan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizuz) telah banyak dilakukan. Pada bidang farmasi salah satunya lip cream sebagai cosmeceutical untuk memperelok bagian bibir. Perpaduan Mycrocrystalline wax dan carnauba wax dimanfaatkan guna menciptakan dasar yang ideal bagi formulasi pewarna alami dalam lip cream dan dengan harapan dapat disukai oleh pengguna lip cream, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan rasio konsentrasi stiffening agent sediaan lip cream dari ekstrak kulit buah naga merah terhadap karakteristik fisik. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 96% dan digunakan konsentrasi 35% sebagai khasiat utama. Dibuat 5 formulasi sediaan dengan variasi konsentrasi stiffening agent. F1 dibuat dengan konsentrasi Carnauba Wax 10% dan  Mycrocristallin Wax 5 %, F2 Carnauba Wax 15% dan Mycrocristallin Wax 8 %, F3 Carnauba Wax 20% dan  Mycrocristallin Wax 10 %, F4 tanpa Carnauba Wax dan  Mycrocristallin Wax 10 % dam F5 Carnauba Wax 20% dan tanpa Mycrocristallin Wax. Perbedaan stiffening agent tidak berpengaruh terhadap karakteristik formulasi yakni pengujian pH, pengujian homogenitas, dan pengujian organoleptis tetapi berpengaruh terhadap pengujian daya sebar, pengujian daya lekat dan pengujian daya oles. Berdasarkan temuan penelitian ini, diketahui F1 dan F2 lebih disukai banyak responden, dan hasil evaluasi yang lebih stabil.
Financial Management Training Well And Meticulously In Pengalangan Village To Improve Family Finances ambarwati, nadya; Rahayu, Asti; Kamilia, Abidatul
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 4 No 3 (2023): Teknologi Tepat Guna (JPTTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v4i3.1535

Abstract

The implementation of this PKM (Community Service) activity is about how to manage finances well and carefully in the family, which was implemented in September 2023 targeting residents of Pengalangan Gresik village, East Java. Financial management in the household is an absolute thing that must be implemented and carried out, to avoid financial management mistakes in the family such as wasting money in buying things that are not necessary. The management not only from the permanent sources of funds but also the non-fixed sources of funds, as well as how to manage their expenditure. The aim of this community service activity is sharing and providing knowledge regarding money management in the family, especially for Pengalangan village residents. Gresik, East Java.
Peduli Kesehatan Jiwa Lansia Melalui Latihan “Asitifrop” (Affirmasi Positif dan Relaksasi Otot Progresif) Dan Eteksidini Kesehatan Mental Lansia Di Desa Jemundo Aristina Halawa; Ethica Sari; NadyaAmbarwati; Ni Putu Widari
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 1 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i1.1904

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), the global prevalence of mental disorders in the elderly is 61.6%. 2018 Balitbangkes data shows that there are 4 major health problems experienced by the elderly, namely hypertension, diabetes mellitus (DM), stroke and emotional mental disorders. Mental health disorders that often occur in the elderly are depression, anxiety and dementia. The aim of this community service is to increase the elderly's knowledge about mental health, prevent mental health problems by carrying out positive affirmations and progressive muscle relaxation and cadres can carry out early detection of mental health problems in the elderly. The methods used in this community service are counseling about mental health for the elderly, "ASITIF-ROP" training conducted for 50 elderly people and training on Early Detection of Mental Health in the Elderly and for 20 cadres. The result of this activity is that elderly knowledge about elderly mental health has increased. Most of the elderly's knowledge level is at a good level of knowledge, namely 36 elderly (72%) whereas previously only 6 elderly (12%) were at a good level. The elderly's ability to perform ASITIFROP and early detection is 100% complete after training. The stress level of the elderly also decreased, where previously 23 (46%) experienced mild stress and 27 (54%) experienced moderate stress, but after doing the ASTIFROP exercise, the majority of elderly experienced mild stress, 46 (92%). All participants were very enthusiastic about participating in the activity as shown by the many questions asked and the positive responses of the elderly during the discussion. It is hoped that similar activities can be continued regularly and maintained as a means of health education for the elderly.
Training on Hand Soap Formulation Using Caesalpinia sappan (Sappanwood) Ambarwati, Nadya; Indriani , Novamei; Vibrianita Nidom, reviany; Marfuatin Nur, Fikria; Jamaluddin Sandhori, Fajar; Purbosari, ira; Rahayu, asti; Wido Mukti, asri; Pramushinta, iak; Rifqi Prasetyawan, Hanif; rismawati
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 3 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: This community service aims to increase the capacity of community skills in utilizing local biological resources, especially secang wood (Caesalpinia sappan L.), as an active ingredient in making natural-based handsoap with bioactive compounds such as brazilin, tannins, and flavonoids that have antibacterial, antioxidant, and anti-inflammatory properties, as environmentally friendly hygiene products. The training will be carried out through a theoretical and practical approach, which includes the introduction of the chemical characteristics of sappang wood, active ingredient extraction techniques, natural soap formulation, production process, and equipped with basic materials for product packaging and marketing strategies, especially in the context of micro business development and promotion through digital media. From the results of the community service program about education on Handsoap Making Training Using Secang Wood, it can increase the insight and knowledge of the residents of RT Wage Sidoarjo and can improve the community's economy.
Training on Hand Soap Formulation Using Caesalpinia sappan (Sappanwood) Ambarwati, Nadya; Indriani , Novamei; Vibrianita Nidom, reviany; Marfuatin Nur, Fikria; Jamaluddin Sandhori, Fajar; Purbosari, ira; Rahayu, asti; Wido Mukti, asri; Pramushinta, iak; Rifqi Prasetyawan, Hanif; rismawati
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 3 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i3.2155

Abstract

: This community service aims to increase the capacity of community skills in utilizing local biological resources, especially secang wood (Caesalpinia sappan L.), as an active ingredient in making natural-based handsoap with bioactive compounds such as brazilin, tannins, and flavonoids that have antibacterial, antioxidant, and anti-inflammatory properties, as environmentally friendly hygiene products. The training will be carried out through a theoretical and practical approach, which includes the introduction of the chemical characteristics of sappang wood, active ingredient extraction techniques, natural soap formulation, production process, and equipped with basic materials for product packaging and marketing strategies, especially in the context of micro business development and promotion through digital media. From the results of the community service program about education on Handsoap Making Training Using Secang Wood, it can increase the insight and knowledge of the residents of RT Wage Sidoarjo and can improve the community's economy.
Pengaruh Konsentrasi HPMC terhadap Karakterisasi Sediaan Nanoemulgel Ekstrak Daun Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) Ambarwati, Nadya; Nidom, Reviany Vibrianita; Riziq, Khodijah
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 7 No. 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v7i2.7783

Abstract

Daun jambu biji merah merupakan tanaman yang mengandung metabolit sekunder kuersetin, dengan aktivitas antioksidan yang dimanfaatkan menjadi sediaan untuk mengatasi permasalahan kulit akibat radikal bebas. Nanoemulgel merupakan sistem penghantaran topikal yang mengintegrasikan sistem nanoemulsi dalam matriks hydrogel untuk menunjukkan penetrasi kulit yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan rasio konsentrasi gelling agent hydroxy propyl methyl cellulose (HPMC) terhadap karakteristik sediaan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratoris dengan perbedaan konsentrasi HPMC (2%), (4%) dan (6%). Parameter penelitian ini meliputi uji organoleptis, viskositas, daya sebar, pH dan ukuran partikel sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sediaan dengan formula yang berbeda memiliki konsistensi nanoemulgel, warna cokelat, bau khas jambu biji merah, dan konsistensi yang homogen. Viskositas sediaan memiliki rentang 9.863 – 9.900 cPs dengan p-value 0,000 (p < 0,05). Daya sebar sediaan berkisar 5 – 7,2 cm dengan p-value 0,000 (p < 0,05). pH sediaan berkisar 6,39 – 6,43 dengan p-value 0,108 (p > 0,05). Uji ukuran partikel menghasilkan nilai p-value 0,248 (p > 0,05). Perbedaan rasio konsentrasi gelling agent HPMC berpengaruh signifikan pada viskositas dan daya sebar, tetapi tidak pada pH dan ukuran partikel. Formula sediaan nanoemulgel yang paling baik berdasarkan hasil karakterisasi yaitu Formula 2 dengan konsentrasi HPMC 4% sebagai gelling agent. Red guava leaves contain quercetin, a secondary metabolite with antioxidant activity, and are used in topical formulations to treat skin problems caused by free radicals. Nanoemulgel is a topical delivery system that integrates nanoemulsion within a hydrogel matrix to enhance skin penetration. This study aimed to investigate the effect of varying HPMC concentrations as a gelling agent on the formulation characteristics. The research method used was a laboratory experiment with three different HPMC concentrations: 2%, 4%, and 6%. The evaluated parameters included organoleptic properties, viscosity, spreadability, pH, and particle size. Results showed that all formulations had a consistent nanoemulgel texture, brown color, red guava scent characteristic, and homogeneous appearance. Viscosity ranged from 9,863 to 9,900 cPs (p < 0.05). Spreadability ranged from 5 to 7.2 cm (p < 0.05). pH ranged from 6.39 to 6.43 (p > 0.05). Particle size analysis resulted in a p-value of 0.248 (p > 0.05). In conclusion, HPMC concentration significantly affected viscosity and spreadability but not for pH and particle size. The best formula was Formula 2, which used 4% HPMC as the gelling agent.
Formulation and Characteristic Effervescent Tablets of Water Gourd (Lagenaria siceraria) With Variation Sodium Bicarbonate Concentration Pradini, Silvia Triana; Ambarwati, Nadya; Nur, Fikria Marfuatin; Rachmawati, Nur
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.686

Abstract

Lagenaria siceraria, commonly known as bottle gourd, is a plant from the Cucurbitaceae family that contains bioactive compounds such as flavonoids, vitamin C, and saponins with potential antioxidant properties. This study aimed to develop effervescent tablets from Lagenaria siceraria using varying concentrations of sodium bicarbonate based on a Full Factorial Design method. The independent variable was the concentration of sodium bicarbonate, while the dependent variables included flow properties, angle of repose, moisture content, organoleptic characteristics, weight and size uniformity, hardness, friability, and dissolution time. Results showed that flow rate ranged from 5.1 ± 0.007 to 5.49 ± 0.025 seconds (p = 0.004), angle of repose from 25.21 ± 0.42 to 25.5 ± 0.024 degrees (p = 0.026), and moisture content from 3.08 ± 0.09 to 4.71 ± 0.027% (p = 0.080). The tablets met the requirements for weight and size uniformity. Tablet hardness ranged from 6.44 ± 1.42 to 7.75 ± 0.56 kP (p = 0.016), friability from 0.16 to 0.81% (p = 0.055), and dissolution time from 1.82 ± 0.02 to 1.96 ± 0.01 minutes (p = 0.047). In conclusion, variations in sodium bicarbonate concentration significantly affected flow properties, angle of repose, hardness, and dissolution time, but had no significant effect on moisture content and friability. Keywords: Lagenaria siceraria; sodium bicarbonate; effervescent tablet
Co-Authors , Fatmawati Adella Eka Berliyanti Amalia, Sri Hidayati Amanda Safirtri Sinulingga Amanda Safithri Sinulingga Amanda Safitri Sinulingga Andarwulan, Setiana Aristina Halawa Asri Wido Mukti Asti Rahayu Asti Rahayu Asti Rahayu Asti Rahayu Astrid Kusuma Putri Danang Prasetya Eka Saputra Desta Ayu Cahya Rosyida Dewi Isadiartuti Dewi Perwito Sari Eka Fitria Ethica Sari Fatmawati Fatmawati Febri Annuryanti Fithri Farchah Frischah Sari Framono, Indra Dwi hamdaniyah, imraatil Hardani, Prisma Trida Hasanah, Ni'matul Hidayah, Fufut Nurul Hidayatunnikmah, Nina IAK Pramushinta Indriani , Novamei Intan Ayu Kusuma Pramushinta Ira Purbosari Jamlean, Gloria Silvia Jannah, Ulvatul Kamilia, Abidatul M. Nushron Ali Mukhtar M. Nusron ali Mukhtar Marfuatin Nur, Fikria Mauliddina, Siska Dwi Maulidiyah, Zahro Al Maulivia Idham Choliq Mufidah, Rofikatul Muhamad Handoyo Sahumena Mukti, Asri Wido Mukti, Ria Andriani Mukti, Ria Andriani Nabillah Zahro, Syarifah Ni Putu Widari Nidom, Reviany Vibrianita Noor Erma Nasution Nur, Fikria Marfuatin Pradini, Silvia Triana Pramushinta, IAK Prasetyawan, Hanif Rifqi Prasmita Dian Wijayanti Prasmita Dian Wijayati Purbosari, Ira Rachmawati, Nur Rahayu , Asti Rahayu, Asti Rahmah, Corry' Nanda Nabilla Rismawati Rizal Adi Saputra Riziq, Khodijah Rizky Anugrah Dirgantara Putra Sambada, Rahmaniyah Wulandari Sandhori, Fajar Jamaluddin Sari, Anita Dwi Prastika Sari, Dewi Perwito Setiana Andarwulan Sinulingga, Amanda Safithri TATANG SOPANDI Tatang Sopandi Vibrianita Nidom, reviany Wido Mukti, Asri Wisnu Prasetyo Yolanda Camelia Imelda Yurika Sastyarina Zahro Al Maulidiyah