Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kajian Literatur: Penggunaan Asesmen Diagnostik Berformat Four-Tier untuk Mengidentifikasi Pemahaman Konsep dan Miskonsepsi Ahmad Zarkasih Nur; Syuhendri Syuhendri; Sardianto Markos Siahaan
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i5.2072

Abstract

Tujuan dari kajian literatur ini adalah untuk membahas penggunaan asesmen four-tier test diagnostic dalam mengetahui pemahaman konsep dan miskonsepsi peserta didik. Data dan informasi yang digunakan diambil dari sumber asli, termasuk empat artikel nasional dan empat artikel internasional. Dari analisis delapan artikel yang dipilih, dapat disimpulkan bahwa four-tier test diagnostic merupakan alat tes yang efektif untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik pada berbagai konsep fisika. Pemanfaatan four-tier test diagnostic ini dapat membantu para pendidik untuk menganalisis pemahaman konsep peserta didik secara lebih akurat, menentukan sub-materi yang perlu ditekankan, dan merancang pembelajaran yang lebih tepat guna mengurangi miskonsepsi. Selain itu, four-tier test diagnostic juga dapat membantu dalam menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi miskonsepsi peserta didik, seperti kurangnya minat belajar, metode pengajaran yang kurang tepat, dan perbedaan antara konsep awal peserta didik dan konsep ilmiah.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aumented Reality bagi Siswa Fisika dalam Proses Pembelajaran Umi Kalsum; Sardianto Markos Siahaan; Syuhendri Syuhendri
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i5.2138

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya teknologi dalam dunia pendidikan yang semakin berkembang pesat diberbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini memunculkan berbagai macam aplikasi yang dibutuhkan siswa untuk menunjang keberhasilan belajarnya. Dengan semakin berkembangnya teknologi, keberhasilan belajar siswa juga semakin meningkat pesat. Namun demikian, ada aspek yang perlu diperhatikan dalam memilih lingkungan belajar yang sesuai dengan perkembangan teknologi, salah satunya adalah efektif, fungsional, praktis, dapat memotivasi siswa dan mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu aplikasi belajar yang berkembang saat ini adalah augmented reality. Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dengan benda nyata secara bersamaan. Dalam aplikasi ini, setiap materi disajikan dengan gambar visual dalam format 3D dengan animasi, suara dan warna yang menarik yang dapat berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran dan membantu siswa memahami materi. Lingkungan belajar yang menarik sangat penting bagi siswa di kelas fisika. Mengingat pembelajaran fisika merupakan pembelajaran yang abstrak, tidak sedikit siswa yang merasa kesulitan dalam memahami materi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Langkah-langkah penelitian ini menggunakan kuesioner dalam bentuk google form yang kemudian disebar dan dianalisis sesuai dengan kebutuhan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa membutuhkan media pembelajaran berbasis augmented reality untuk memfasilitasi pembelajaran khususnya di kelas fisika agar siswa dapat dengan mudah memahami materi, bersenang-senang, belajar secara inovatif dan interaktif.
PELATIHAN PEMBUATAN LKPD BERBASIS PROJEK UNTUK TOPIK PEMANASAN GLOBAL DAN PERUBAHAN IKLIM UNTUK GURU FISIKA MGMP KABUPATEN OGAN ILIR Akhsan, Hamdi; Sudirman, Sudirman; Syuhendri, Syuhendri; Ariska, Melly; Laras Sapitri, Cindy; Mindia Vanessa Pratiwi, Sri
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2022): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.186 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i4.4065

Abstract

Guru hendaknya lebih mahir dalam memilah informasi untuk diberikan kepada peserta didik agar mereka tidak salah dalam memahami materi ajar. Agar peserta didik dapat lebih mudah mendapat informasi yang valid, maka disinilah peran guru untuk membuat bahan ajar sendiri seperti LKPD. Adapun Tujuan dari diadakannya pelatihan pembuatan LKPD berbasis proyek yaitu untuk membantu para guru mendapatkan informasi valid terkait perkembangan iklim didunia dan kemudian dijadikan bahan ajar untuk membantu para peserta didik dalam memahami urgensi pemanasan global. Metode yang digunakan adalah model pendampingan, yang berupa kegiatan pelatihan menggunakan metode presentasi, diskusi dan pendampingan pembuatan dasar LKPD dan materi mencari data terkait pemanasan global. Peningkatan keterampilan guru dapat dilihat melalui hasil analisis nilai n-gain dari pretest dan posttest yang diberikan kepada peserta. Hasil dari kegiatan ini terlihat dari nilai pretest dan posttest yang diperoleh guru mengalami peningkatan. Artinya, kegiatan pengabdian yang dilakukan telah berhasil memberikan dampak yang positif terhadap kemampuan guru-guru fisika dalam pembuatan LKPD. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa program pengabdian bersama masyarakat sebagai salah satu perwujudan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini telah mampu memberikan manfaat bagi para guru Fisika yang telah tergabung kedalam MGMP Guru Fisika Kabupaten Ogan Ilir, Indralaya.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN E-MODUL BERDEFERENSIASI PADA KONTEN KEARIFAN LOKAL MUSI BANYUASIN BAGI GURU MGMP IPA KABUPATEN MUSI BANYUASIN Saparini, Saparini; Andriani, Nelly; Ariska, Melly; Syuhendri, Syuhendri; Melati, Pegi; Amanda, Karenina
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2023): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v6i4.5931

Abstract

Kurikulum merdeka lebih fokus dalam proyek sehingga siswa lebih aktif dan bisa terjun langsug dalam proses pembelajaran . Oleh karena itu, guru dituntut untuk berinovasi dalam menyusun perangkat pembelajaran seperti e-modul. Pelatihan pembuatan e-modul berbasis kearifan lokal ini bertujuan untuk membantu para guru mendapat informai valid mengenai kearifan lokal yang ada di lingkungan sekitar kemudian dijadikan bahan ajar untuk membantu  peserta didik dalam memahami urgensi penerapan kearifan lokal dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah model pendampingan, yang berupa kegiatan pelatihan menggunakan metode persentasi, diskusi, pendampinagan pembuatan e-modul. Peningkatan keterampilan guru dapat dilihat melalui hasil analisis nilai n-gain dari pretest dan posttest yang diberikan kepada peserta. Hasil kegiatan ini dapat dilihat dari peningkatan nilai pretest dan posttest yang diperoleh guru. Sehingga, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan berhasil memberikan dampak positif pada kemampuan guru-guru IPA dalam pembuatan e-modul. Dapat disimpulkan bahwa program pengabdian pada masyarakat merupakan salah satu perwujudan dalam melakasanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini mampu memberikan manfaat bagi para guru IPA yang tergabung kedalam MGMP Guru IPA Kabupaten Musi Banyuasin.