Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

UPAYA GURU DALAM PEMBENTUKKAN KARAKTER PERCAYA DIRI SISWA SEKOLAH DASAR Niken Rizkiani; Meilan Tri Wuryani; Ade Bagus Primadoni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40155

Abstract

Self-confidence is a crucial aspect in elementary school student development, particularly in fostering courage, independence, and active participation during learning. Initial findings at SD Negeri 1 Weleri, though, showed that certain fourth-graders still struggled with self-confidence, demonstrated by their reluctance to share thoughts, anxiety when presenting, and passive engagement in class. This highlights the necessity for teachers to offer increased support and encouragement to help students acknowledge their strengths. Consequently, this research seeks to thoroughly investigate the self-confidence levels of fourth-grade students at SD Negeri 1 Weleri, assess the strategies teachers employ to nurture this confidence, and pinpoint factors that either aid or impede its development within the school setting. A qualitative research approach, utilizing a descriptive design, was adopted. Participants included fourth-grade teachers, the school principal, and the students themselves. Data was gathered through document analysis, direct observation, and detailed interviews. The validity of the data was established through source triangulation and participant verification. An interactive data analysis model encompassing data reduction, data presentation, and conclusion formation was used. The study’s findings are expected to enhance teachers’ understanding of how to create a secure, comfortable, and encouraging learning atmosphere, enabling students to feel appreciated, express themselves freely, and develop self-confidence as a crucial component of their overall development.
ANALISIS PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR (STUDI EKSPLORASI MEMBENTUK BUDI PEKERTI LUHUR DAN AKHLAK PADA SISWA SD) Desi Fitriana Rahmawati; Dian Kusumawati; Ade Bagus Primadoni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40267

Abstract

The research aims to examine the implementation of character education in shaping students’ noble character and moral behavior at SD Muhammadiyah Sukorejo. The research is motivated by the decline in students’ character values influenced by globalization, digital culture, and the weakening of moral habituation in the school environment. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation involving the principal, class teachers, and fifth grade students. Data analysis techniques used interactive analysis consisting of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Results indicate that character values instilled include social responsibility and spiritual responsibility, which are implemented through daily habituation activities, teacher role modeling, Integrating Islamic principles into educational activities and school culture. Supporting factors include a religious school environment, consistent teacher exemplification, and strong institutional commitment, while Factors hindering progress include disparities in students' family conditions and a lack of parental participation. In general, the implementation of moral education at Muhammadiyah Sukorejo Elementary School contributes positively to shaping students who demonstrate discipline, responsibility, religiosity, and noble character.
IMPLEMENTASI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI IPAS ASPEK SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA KELAS IV Risda, Syifaur; Kusumawati, Dian; Primadoni, Ade Bagus
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.25823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja sama siswa kelas IV SD Muhammadiyah Kranggan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi IPAS aspek sosial. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya partisipasi dan keterlibatan siswa dalam kerja kelompok, di mana aktivitas belajar masih didominasi oleh siswa berkemampuan tinggi sementara siswa lain cenderung pasif. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya interaksi sosial dan keterampilan kolaboratif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas siswa, wawancara dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi hasil kerja kelompok. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kerja sama siswa, dengan skor rata-rata meningkat dari 44,93 pada siklus I menjadi 83,93 pada siklus II. Peningkatan terlihat pada aspek partisipasi aktif, komunikasi, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kekompakan kelompok. Selain itu, penerapan model STAD menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, menumbuhkan rasa percaya diri, dan mendorong siswa untuk saling menghargai serta membantu teman. Guru juga mengalami peningkatan kemampuan dalam mengelola pembelajaran kolaboratif dan memfasilitasi interaksi positif antar siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan STAD tidak hanya berdampak pada peningkatan sosial siswa, tetapi juga memperkuat profesionalitas guru dalam menerapkan model pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe STAD terbukti efektif dalam membangun interaksi sosial positif, kerjasama, mengembangkan karakter kolaboratif, dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar.
KETIMPANGAN KOMPOSISI GENDER DALAM PARTISIPASI AKADEMIK SISWA KELAS V SD Suprikhatin, Okta; Kusumawati, Dian; Primadoni, Ade Bagus
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.25824

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan partisipasi akademik antara siswa laki-laki dan siswa perempuan di kelas V SD Muhammadiyah Limpung yang memiliki komposisi gender tidak seimbang, serta menganalisis persepsi guru dan strategi pedagogis yang digunakan untuk menciptakan pemerataan keterlibatan siswa. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi berulang, wawancara mendalam, dan dokumentasi nilai semester yang memberikan gambaran objektif mengenai capaian akademik siswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa siswa perempuan menunjukkan dominasi verbal dan inisiatif yang lebih tinggi dalam diskusi, presentasi, dan kerja kelompok, sementara siswa laki-laki lebih pasif meskipun memiliki kemampuan akademik yang setara. Ketimpangan ini dipengaruhi oleh tekanan psikososial sebagai kelompok minoritas, rasa kurang percaya diri, dan norma kelas yang terbentuk berdasarkan gaya interaksi mayoritas perempuan. Guru memandang kondisi tersebut sebagai tantangan yang perlu ditangani, sehingga menerapkan strategi responsif gender seperti pengelompokan heterogen, pembagian peran bergilir, penguatan positif, aturan pemerataan kesempatan berbicara, serta aktivitas pra-diskusi untuk mendukung kesiapan siswa laki-laki. Berbagai intervensi tersebut terbukti mampu meningkatkan keberanian dan partisipasi verbal siswa laki-laki, sekaligus menciptakan proses pembelajaran yang lebih inklusif dan seimbang. Temuan ini menegaskan bahwa ketimpangan partisipasi bukanlah akibat perbedaan kemampuan, melainkan fenomena sosial-pedagogis yang dapat diatasi melalui desain pembelajaran yang sensitif gender dan konsisten.