Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR (STUDI EKSPLORASI MEMBENTUK BUDI PEKERTI LUHUR DAN AKHLAK PADA SISWA SD) Desi Fitriana Rahmawati; Dian Kusumawati; Ade Bagus Primadoni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40267

Abstract

The research aims to examine the implementation of character education in shaping students’ noble character and moral behavior at SD Muhammadiyah Sukorejo. The research is motivated by the decline in students’ character values influenced by globalization, digital culture, and the weakening of moral habituation in the school environment. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation involving the principal, class teachers, and fifth grade students. Data analysis techniques used interactive analysis consisting of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Results indicate that character values instilled include social responsibility and spiritual responsibility, which are implemented through daily habituation activities, teacher role modeling, Integrating Islamic principles into educational activities and school culture. Supporting factors include a religious school environment, consistent teacher exemplification, and strong institutional commitment, while Factors hindering progress include disparities in students' family conditions and a lack of parental participation. In general, the implementation of moral education at Muhammadiyah Sukorejo Elementary School contributes positively to shaping students who demonstrate discipline, responsibility, religiosity, and noble character.
IMPLEMENTASI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI IPAS ASPEK SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA KELAS IV Risda, Syifaur; Kusumawati, Dian; Primadoni, Ade Bagus
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.25823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja sama siswa kelas IV SD Muhammadiyah Kranggan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi IPAS aspek sosial. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya partisipasi dan keterlibatan siswa dalam kerja kelompok, di mana aktivitas belajar masih didominasi oleh siswa berkemampuan tinggi sementara siswa lain cenderung pasif. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya interaksi sosial dan keterampilan kolaboratif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas siswa, wawancara dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi hasil kerja kelompok. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kerja sama siswa, dengan skor rata-rata meningkat dari 44,93 pada siklus I menjadi 83,93 pada siklus II. Peningkatan terlihat pada aspek partisipasi aktif, komunikasi, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kekompakan kelompok. Selain itu, penerapan model STAD menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, menumbuhkan rasa percaya diri, dan mendorong siswa untuk saling menghargai serta membantu teman. Guru juga mengalami peningkatan kemampuan dalam mengelola pembelajaran kolaboratif dan memfasilitasi interaksi positif antar siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan STAD tidak hanya berdampak pada peningkatan sosial siswa, tetapi juga memperkuat profesionalitas guru dalam menerapkan model pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe STAD terbukti efektif dalam membangun interaksi sosial positif, kerjasama, mengembangkan karakter kolaboratif, dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar.
KETIMPANGAN KOMPOSISI GENDER DALAM PARTISIPASI AKADEMIK SISWA KELAS V SD Suprikhatin, Okta; Kusumawati, Dian; Primadoni, Ade Bagus
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.25824

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan partisipasi akademik antara siswa laki-laki dan siswa perempuan di kelas V SD Muhammadiyah Limpung yang memiliki komposisi gender tidak seimbang, serta menganalisis persepsi guru dan strategi pedagogis yang digunakan untuk menciptakan pemerataan keterlibatan siswa. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi berulang, wawancara mendalam, dan dokumentasi nilai semester yang memberikan gambaran objektif mengenai capaian akademik siswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa siswa perempuan menunjukkan dominasi verbal dan inisiatif yang lebih tinggi dalam diskusi, presentasi, dan kerja kelompok, sementara siswa laki-laki lebih pasif meskipun memiliki kemampuan akademik yang setara. Ketimpangan ini dipengaruhi oleh tekanan psikososial sebagai kelompok minoritas, rasa kurang percaya diri, dan norma kelas yang terbentuk berdasarkan gaya interaksi mayoritas perempuan. Guru memandang kondisi tersebut sebagai tantangan yang perlu ditangani, sehingga menerapkan strategi responsif gender seperti pengelompokan heterogen, pembagian peran bergilir, penguatan positif, aturan pemerataan kesempatan berbicara, serta aktivitas pra-diskusi untuk mendukung kesiapan siswa laki-laki. Berbagai intervensi tersebut terbukti mampu meningkatkan keberanian dan partisipasi verbal siswa laki-laki, sekaligus menciptakan proses pembelajaran yang lebih inklusif dan seimbang. Temuan ini menegaskan bahwa ketimpangan partisipasi bukanlah akibat perbedaan kemampuan, melainkan fenomena sosial-pedagogis yang dapat diatasi melalui desain pembelajaran yang sensitif gender dan konsisten.
KETIMPANGAN KOMPOSISI GENDER DALAM PARTISIPASI AKADEMIK SISWA KELAS V SD Suprikhatin, Okta; Kusumawati, Dian; Primadoni, Ade Bagus
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.25824

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan partisipasi akademik antara siswa laki-laki dan siswa perempuan di kelas V SD Muhammadiyah Limpung yang memiliki komposisi gender tidak seimbang, serta menganalisis persepsi guru dan strategi pedagogis yang digunakan untuk menciptakan pemerataan keterlibatan siswa. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi berulang, wawancara mendalam, dan dokumentasi nilai semester yang memberikan gambaran objektif mengenai capaian akademik siswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa siswa perempuan menunjukkan dominasi verbal dan inisiatif yang lebih tinggi dalam diskusi, presentasi, dan kerja kelompok, sementara siswa laki-laki lebih pasif meskipun memiliki kemampuan akademik yang setara. Ketimpangan ini dipengaruhi oleh tekanan psikososial sebagai kelompok minoritas, rasa kurang percaya diri, dan norma kelas yang terbentuk berdasarkan gaya interaksi mayoritas perempuan. Guru memandang kondisi tersebut sebagai tantangan yang perlu ditangani, sehingga menerapkan strategi responsif gender seperti pengelompokan heterogen, pembagian peran bergilir, penguatan positif, aturan pemerataan kesempatan berbicara, serta aktivitas pra-diskusi untuk mendukung kesiapan siswa laki-laki. Berbagai intervensi tersebut terbukti mampu meningkatkan keberanian dan partisipasi verbal siswa laki-laki, sekaligus menciptakan proses pembelajaran yang lebih inklusif dan seimbang. Temuan ini menegaskan bahwa ketimpangan partisipasi bukanlah akibat perbedaan kemampuan, melainkan fenomena sosial-pedagogis yang dapat diatasi melalui desain pembelajaran yang sensitif gender dan konsisten.
IMPLEMENTASI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI IPAS ASPEK SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA KELAS IV Risda, Syifaur; Kusumawati, Dian; Primadoni, Ade Bagus
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.25823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja sama siswa kelas IV SD Muhammadiyah Kranggan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi IPAS aspek sosial. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya partisipasi dan keterlibatan siswa dalam kerja kelompok, di mana aktivitas belajar masih didominasi oleh siswa berkemampuan tinggi sementara siswa lain cenderung pasif. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya interaksi sosial dan keterampilan kolaboratif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas siswa, wawancara dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi hasil kerja kelompok. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kerja sama siswa, dengan skor rata-rata meningkat dari 44,93 pada siklus I menjadi 83,93 pada siklus II. Peningkatan terlihat pada aspek partisipasi aktif, komunikasi, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kekompakan kelompok. Selain itu, penerapan model STAD menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, menumbuhkan rasa percaya diri, dan mendorong siswa untuk saling menghargai serta membantu teman. Guru juga mengalami peningkatan kemampuan dalam mengelola pembelajaran kolaboratif dan memfasilitasi interaksi positif antar siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan STAD tidak hanya berdampak pada peningkatan sosial siswa, tetapi juga memperkuat profesionalitas guru dalam menerapkan model pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe STAD terbukti efektif dalam membangun interaksi sosial positif, kerjasama, mengembangkan karakter kolaboratif, dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar.
Pengaruh Pendekatan STEM-PJBL Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Rachmat Imam Muslim; Muhamad Akrom; Meilan Tri Wuryani; Ade Bagus Primadoni; Dian Kusumawati
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 3 No. 3 (2023): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v3i3.724

Abstract

Pendekatan STEM PJBL merupakan pendekatan pembelajaran yang memadukan beberapa disiplin ilmu dan dikombinasikan proses pembelajranya menggunakan model project. Melalui ppendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendekatan steam dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental with one group pretest-posttest dengan populasi siswa kelas V Sekolah Dasar. Data penelitian diambil dengan menggunakan instrumen angket berpikir kritis dan observasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pendekatan STEAM mempunyai pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak kelas V SD. Peningkatan tersebut tercermin pada indikator berpikir kritis yang menunjukkan peningkatan dibandingkan pembelajaran yang tidak menggunakan pendekatan STEAM. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata persentase setiap indikator pada saat pre-test sebesar 43,56% dan setelah dilakukan treatment diperoleh hasil post-test setiap indikator dengan persentase sebesar 65,98 sehingga jika dilihat dari rata-rata persentase tiap indikator terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis sebesar 22,42%.
Penerapan Pembelajaran Reflektif melalui Jurnal Belajar Matematika untuk Memperkuat Keterkaitan Antar Langkah dalam Pemecahan Masalah Rachmat Imam Muslim; Utomo Utomo; Meilan Tri Wuryani; Ade Bagus Primadoni; Muhamad Akrom
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 5 No. 2 (2025): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v5i2.1429

Abstract

The problem of interrelationships between steps in solving mathematical problems is still a challenge in learning at the elementary school level. Many students have not been able to formulate solutions logically and completely due to a lack of reflective awareness of their thinking process. This study aims to describe the process of implementing reflective learning through mathematics learning journals and to analyze its impact on the interrelationships between students' thinking steps in problem solving. The study used the Classroom Action Research (CAR) method which was carried out in two cycles on fifth grade elementary school students with a total of 26 students as subjects. The instruments used included observation sheets, interview guidelines, problem-solving tests, and reflective journal assessment rubrics. The results showed that the implementation of reflective journals gradually increased the clarity of the sequence of steps (from 60% to 75%), the rationale for strategies (35% to 60%), and the identification of difficulties (25% to 55%). The average problem-solving test score also increased from 68 to 82. These findings indicate that reflective learning through learning journals is effective in strengthening logical understanding between steps and encouraging students' metacognitive awareness in solving mathematical problems.
Analisis Dampak Penggunaan Gadget terhadap Pengetahuan dan Mentalitas Anak Sekolah Dasar Nabila Qotrotun Nada; Rachmat Imam Muslim; Ade Bagus Primadoni
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4786

Abstract

Penggunaan gadget pada anak sekolah dasar di era digital memberikan dampak terhadap perkembangan pengetahuan dan mentalitas anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gadget terhadap pengetahuan dan mentalitas anak sekolah dasar serta mengetahui peran orang tua dan guru dalam mengarahkan penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas anak sekolah dasar, orang tua, dan guru yang dipilih sesuai dengan kebutuhan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget secara terarah dapat membantu anak memperoleh informasi, memahami materi pembelajaran, meningkatkan kemandirian belajar, serta memperluas wawasan melalui sumber digital. Namun, penggunaan gadget yang berlebihan tanpa pendampingan dapat menyebabkan anak kurang fokus dalam pembelajaran, terbiasa memperoleh informasi secara instan, serta mengalami perubahan pada interaksi sosial dan kontrol emosi. Dampak penggunaan gadget dipengaruhi oleh pola penggunaan, durasi, jenis aktivitas digital, serta pendampingan dari orang tua dan guru. Guru dan orang tua memiliki peran penting dalam memberikan aturan, arahan, pengawasan, dan pendampingan agar gadget digunakan sebagai media pendukung pembelajaran. Oleh karena itu, penggunaan gadget pada anak sekolah dasar perlu diarahkan secara bijak agar mampu memberikan manfaat positif bagi perkembangan pengetahuan, cara berpikir, dan mentalitas anak.
Pengembangan Media Interaktif "RUANG AJAIB" Berbasis Augmented Reality pada Materi Bangun Ruang Kelas V Daffa Uzlah Haq; Rachmat Imam Muslim; Ade Bagus Primadoni
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74961

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) bernama RUANG AJAIB pada materi bangun ruang serta mengetahui tingkat kelayakannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas seorang ahli media, seorang ahli materi, satu guru kelas V, dan 21 siswa sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan rata-rata skor serta secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media RUANG AJAIB berhasil dikembangkan sesuai kebutuhan pembelajaran geometri di sekolah dasar. Validasi ahli media memperoleh rata-rata skor 4,4 dan ahli materi 4,6 dengan kategori valid. Respons siswa memperoleh rata-rata skor 21,19 dengan kategori positif. Media ini membantu siswa memvisualisasikan bangun ruang secara nyata, interaktif, dan menarik sehingga mendukung proses pembelajaran matematika. Dengan demikian, media RUANG AJAIB dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran geometri bagi siswa kelas V sekolah dasar.
Penerapan Pendekatan STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi dan Literasi Sains Siswa Kelas V Sekolah Dasar Saifudin Saifudin; Rachmat Imam Muslim; Ade Bagus Primadoni
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 6 No. 2 (2026): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v6i2.2312

Abstract

This research aims to improve the collaboration skills and scientific literacy of fifth-grade elementary school students through the implementation of the STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) approach in science learning. The study employed a Classroom Action Research (CAR) method based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 25 fifth-grade students from a public elementary school. Data were collected through observations, scientific literacy tests, documentation, and teacher reflection notes. Collaboration skills were measured using observation sheets, while scientific literacy was assessed through tests based on OECD indicators, including explaining scientific phenomena, evaluating and designing scientific investigations, and interpreting scientific data and evidence. The results showed a gradual improvement in students’ collaboration skills and scientific literacy from the pre-cycle to the second cycle. The percentage of students categorized as good and very good in collaboration skills increased from 32% in the pre-cycle to 76% in the second cycle. Meanwhile, the proportion of students achieving high and very high levels of scientific literacy rose from 40% to 80%. These findings indicate that the STEM approach is effective in fostering collaborative, contextual, and meaningful learning experiences. Therefore, the STEM approach is recommended as an alternative strategy in elementary science education to enhance students’ collaboration skills and scientific literacy.