Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pemahaman Intelektual Siswa Terhadap Wacan Bocah Si Jlitheng Karya Impian Nopitasari (Kajian Resepsi Sastra) Virnanda Selvyana Saputri; Latif Nur Hasan
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.965 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n3.p1086-1106

Abstract

Daya intelektual adalah suatu kemampuan setiap individu yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan atau suatu kegiatan. Daya intelektual memiliki keterkaitan dengan proses berfikir seseorang yang akan mendukung kinerja seseorang untuk menjalankan aktifitasnya. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan daya intelektual siswa terhadap wacan bocah dengan menggunakan kajian resepsi sastra. Penelitian ini memiliki fokus pada pembahasan daya intelektual anak yang berhubungan dengan nilai-nilai moral terhadap anak. Tujuan penelitian ini menjelaskan mengenai daya intelektual anak terhadap wacan bocah Si Jlitheng, Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, hal itu berdasarkan hasil data berupa kata atau kalimat. Penelitian ini menggunakan kajian teori resepsi sastra yang akan didukung oleh kajian struktural sebagai pendukung. Teknik yang digunakan yaitu cara gabungan karena peneliti mengumpulkan data dengan cara angket, wawancara, dokumentasi dan observasi. Dalam penelitian ini yang menjadi reseptor adalah siswa kelas 6 SDN Balerejo 02 yang berjumlah 14 anak. Data yang digunakan dalam penelitian ini hasil dari kuisioner dan wawancara, analisis isi cerita dan juga pemahaman dari reseptor. Hasil dari penelitian ini siswa bisa menjawab, memahami dan menjelaskan pertanyaan dengan mudah mengenai tema, alur dan penggunaan bahasa yang terdapat dalam wacan bocah Si Jlitheng yang berhubungan dengan nilai-nilai moral. Siswa memiliki pemahaman yang beraneka ragam terhadap tema dalam setiap cerita, alur yang diceritakan secara keseluruhan menggunakan alur maju dan penggunaan bahasa yang mudah dipahami. Hal tersebut dikarenakan reseptor berasal dari kalangan akademisi yang memiliki daya intelektual yang berbeda. Kata Kunci: Resepsi Sastra, Daya Intelektual, Nilai Moral
Pengembangan Media Komik Dalam Pembelajaran Membaca Teks Cerita Rakyat Kelas VII-A SMP Tamansiswa DEA ARYA SAMPURNA; LATIF NUR HASAN
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.474 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1337-1350

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengembangan Media Komik Dalam Pembelajaran Membaca Teks Cerita Rakyat Kelas VII-A SMP Tamansiswa Kota Mojokerto” merupakan penelitian yang akan mengahasilkan produk berupa media pembelajaran komik. Media tersebut dapat dijadikan alternatif dalam kegiatan pembelajaran, seperti pada pembelajaran teks cerita rakyat. Media pembelajaran ini akan membuat suasana baru dalam pembelajaran karena siswa tidak hanya menggunakan buku atau papan tulis seperti yang biasa mereka lakukan melainkan belajar dengan menggunakan media pembelajaran komik. Hal tersebut akan membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Dengan menggunakan medhia pembelajaran komik ini, merupakan hal baru bagi siswa kelas VII-A, sehingga dalam kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa semangat siswa dalam belajar. Ketika siswa mempunyai rasa semangat dalam belajar, maka akan mempermudah siswa dalam menerima pembelajaran sehinggamemberi pengaruh nilai yang baik. Dengan demikian media ini juga digunakan sebagai contoh dalam pembelajaran lain. Karena dengan penggunaan media, selain memicu semangat siswa media tersebut juga mempermudah guru dalam memberikan materi kepada peserta didik. Kata kunci : pengembangan media pembelajaran, kualitas media pembelajaran, pembelajaran teks cerita rakyat.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi Untuk Materi Basa Rinengga Di Kelas X Sma Islam Temayang Bojonegoro Adinda Alfiranda Zahroh; Latif Nur Hasan
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.508 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n3.p1177-1196

Abstract

Pembelajaran bahasa Jawa di SMA Islam Temayang masih menggunakan metode tradisional, terutama materi basa Rinengga. Siswa kurang mengerti materi tersebut karena media yang digunakan tidak menarik, maka diperlukan adanya pembaruan. Pembaruan yang dilakukan adalah mengembangkan video animasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran video animasi dan efektivitas media pembelajaran berbasis video animasi untuk basa Rinengga di kelas X SMA Islam Temayang. Penelitian ini menggunakan model Borg and Gall yang dijabarkan oleh Sugiono. Prosedur penelitian yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, uji coba produk, dan produksi massal. Populasi dan sampel penelitian yaitu siswa kelas X yang terdiri dari 80 siswa. Validasi ahli materi dan media mendapatkan skor 90% dan 92% artinya sangat layak digunakan di kelas. Uji coba produk menghasilkan nilai 38,5% untuk pre test dan 82,3% untuk post test. Hal tersebut menujukkan perubahan siginifikan terhadap pembelajaran basa Rinengga menggunakan video animasi. Kesimpulan penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis video animasi mampu meningkatkan kemampuan siswa dan mejadikan pembelajaran lebih efektif. Kata kunci: pengembangan, video animasi, efektivitas, basa rinengga
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Android E-Macer Untuk Materi Cerkak di MTS Darul Ulum Waru Wisnu Bayu Putra; Latif Nur Hasan
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.319 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n4.p1197-1216

Abstract

Pembelajaran bahasa Jawa di MTs Darul Ulum Waru masih menggunakan metode konvensional, terutama materi cerkak. Hal tersebut menyebabkan siswa kesulitan memahami materi. Maka dibutuhkan media pembelajaran yang menggunakan metode konseptual, salah satunya aplikasi android e-macer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran aplikasi android e-macer dan efektivitas penggunaan media tersebut. Prosedur penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Development, Design, Implementation, Evaluation) yang dijabarkan oleh Dick and Carey. Populasi dan sampel penelitian ini adalah kelas VIII H dan I yang berjumlah 62 siswa. Hasil penilaian ahli media dan ahli materi mendapatkan skor 84,05% dan skor 89,48% artinya layak digunakan di kelas. Efektivitas uji coba produk menghasilkan nilai pretest 64,88% dan nilai post tes dengan nilai 81,90%. Hal tersebut menunjukkan perubahan signifikan terhadap penggunaan media pembelajaran aplikasi android e-macer. Kesimpulan penelitian ini adalah media pembelajaran aplikasi android e-macer mampu meningkatkan kemampuan siswa dan menarik minat belajar siswa. Kata Kunci: pengembangan aplikasi android, efektivitas, cerkak
Pelatihan Penggunaan Game “Anak Kewan” Menggunakan Power Point Sebagai Solusi Media Pembelajaran Daring Respati Retno Utami; Yohan Susilo; Latif Nur Hasan
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2021): COMSERVA: (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.61 KB) | DOI: 10.59141/comserva.v1i7.48

Abstract

Adanya pandemi COVID-19 sangat berdampak terhadap semua lini kehidupan manusia. Pendidikan merupakan salah satu bagian kegiatan yang terdampak pandemi. Kegiatan pembelajaran yang tadinya dilakukan dengan tatap muka secara langsung harus diubah menjadi pembelajaran jarak jauh melalui media online. Perubahan sistem pembelajaran ini membuat para pendidik harus mampu menghadirkan kegiatan pembelajaran yang menarik agar peserta didik dapat memahami materi dengan baik. Pembelajaran secara daring/online membutuhkan komitmen dari guru, siswa, dan orang tua. Ketiganya harus mampu meluangkan waktu, tenaga, fasilitas, serta komitmen yang kuat untuk menjalankan pembelajaran daring. Guru pun membutuhkan ekstra tenaga untuk mendidik, meningkatkan minat siswa, serta memberikan materi secara sederhana namun mudah dipahami siswa melalui video conference maupun meeting. Guru dituntut untuk melek teknologi dan juga memiliki kemampuan untuk membuat media-media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan dalam meningkatan kemampuan tersebut maka diperlukan pelatihan terhadap guru UPT SD Negeri 147 Gresik untuk dapat menggunakan dan mengedit aplikasi Game “AWAN” atau Anak Kewan. Pelatihan ini dilakukan dengan metode pelatihan. Melalui pelatihan penggunaan Game “AWAN” dapat menghasilkan peningkatkan pembelajaran yang menarik sehingga mampu mengurangi kebosanan siswa. Pelatihan dilakukan untuk mendorong guru untuk menguasai media berbasis teknologi.
Desain E-modul Mata Kuliah Seni Tembang Macapat bagi Mahasiswa MBKM Lintas Program Studi Latif Nur Hasan; Marsudi; Respati Retno Utami; Meirina Lani Anggapuspa; Adinda Alfiranda Zahroh
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 2 (2023): Vol.10 No.2 Bulan September 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v10n2.p241-260

Abstract

Cross-study courses are one of the programs of the Independent Campus Free Learning Curriculum. One of the courses offered across study programs by the Javanese Language and Literature Education Study program is the Macapat Song Arts Course. As a beginner learner in a song course, students will of course experience several problems, namely:1) The tone in the song is different from the tone of modern music (diatonic) which is usually heard and sung. Songs use pentatonic, so adjustments need to be made. 2) There are two types of tunings that students must also master, namely pelog and slendro with a different tone too. 3) Men's and women's voices have different ranges so they require different treatment. 4) the types of cengkok/types of songs in Macapat vary greatly, making it more difficult to memorize. In effort to ensure that students outside the Javanese Language and Literature Education study program need special treatment so that it is easier for them to take courses. Researchers in this case will design an Electronic Module for the Song Arts Course so that it can help students outside the Java study program learn Macapat songs. This research using the R&D Level 1 model, namely researching, producing designs, but not testing and producing them. Validation carried out by Javanese language material experts with a score of 3.7 and validation by design experts received a score of 3.78. Keywords: E Module, Macapat Song Art, MBKM Cross Study Courses
KAJIAN EUFEMIA DAN DISFEMIA DALAM BERITA POJOK KAMPUNG JTV Latif Nur Hasan
JURNAL IKADBUDI Vol 5, No 12 (2016): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v5i12.12309

Abstract

Manusia berbahasa akan melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Pertimbangan tersebut bisa dengan pertimbangan kesopanan, penghormatan, penegasan, rasa jengkel dan lain sebagainya. Redaksi sebuah berita Pojok Kampung di stasiun televisi JTV-pun juga melakukan pertimbangan-pertimbangan tersebut. Pertimbangan-pertimbangan tersebut memunculkan penggunaan eufemia dan disfemia yang kadang terkesan tidak berterima.Penggunaan eufemia dan disfemia dalam berita Pojok Kampung JTV ditemukan berupa kata dan frasa. Data-data yang didapatkan diperoleh kesimpulan bahwa ketika kata tersebut tidak pantas/kasar diucapkan akan diganti dengan kata yang lebih pantas/halus (eufemia). Sebaliknya jika kata kasar/tidak pantas tersebut memang pantas digunakan untuk sesuatu yang dibicarakan, maka kata kasar yang akan dipilih (disfemia). Makna kata yang digantikan dari eufemia dan disfemia bukanlah makna kata atau makna ujaran, melainkan nilai rasa. Makna ujaran dipertahankan tetap. Eufemia digunakan untuk; menyamarkan yang dianggap tabu; memberi penghargaan atau penghormatan terhadap yang dibicarakan. Sedangkan disfemia digunakan untuk; menunjukkan sikap tidak suka, tidak ramah, atau jengkel; memberikan penekanan yang kuat pada suatu tindakan dan nilai rasa kasar terkadang tidak terasa bila digunakan untuk memberi penekanan kuat.Kata kunci: eufimia, disfemia, berita Pojok Kampung AbstractWhen humans speak, they will consider a language considerations. Such considerations can be considered politeness, respect, affirmation, annoyance, and so forth. Pojok Kampung news editor of JTV television station do such considerations. These considerations led to the use of Eufemia and disfemia that sometimes seem unacceptable.Uses of Eufemia and disfemia in Pojok Kampung news JTV, found in the form of words and phrases. The data obtained is concluded that when the word is inappropriate / rough pronounced will be replaced with more appropriate words/smooth (Eufemia). Conversely, if the word rude/inappropriate it deserves used for the matters discussed, the rant will be selected (disfemia). Meaning of words that were replaced from Eufemia and disfemia not the meaning of words or meanings of speech, but a sense of value. Meaning of speech is kept constant. Eufemia is used for; disguise taboo; reward or respect for the discussion. While disfemia used to; shows the attitude of dislike, unfriendly, or annoyed; giving a strong emphasis on action and values sometimes feels rough sense when used to give a stronger emphasis. Keywords: eufimia, disfemia, Pojok Kampung news
INDIVIDU NEUROSIS DALAM NOVEL PINDHANG WUTAH KARYA TULUS SETIYADI (KAJIAN PSIKOANALISIS SOSIAL KAREN HORNEY) Rita, Dinda Angga; Hasan, Latif Nur
Jurnal Online Baradha Vol. 20 No. 2 (2024): Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v20n2.p147-161

Abstract

Novel Pindhang Wutah karya Tulus Setiyadi menunjukkan tokoh utama mengalami masalah kejiwaan neurosis. Gangguan neurosis yaitu sebagian dari masalah kejiwaan yang mempengaruhi kepribadian, lebih ringan dari psikosis, yang dapat dilihat dari kecemasan, gangguan indra, motorik, emosi, kurang perhatian lingkungan, kurang energi fisik. Masalah kejiwaan yang dialami individu neurosis menyebabakan pribadi terganggu secara psikis akibat dari konflik sehingga memunculkan upaya mengatasi konflik. Didalam menjabarkan individu neurosis tokoh utama kajian psikoanalisis sosial Karen Horney digunakan untuk menganalisis masalah kejiwaan. Individu neurosis didalam psikonalisis sosial Karen Horney diakibatkan konflik yang terus terjadi terhadap lingkungan sosial budaya seperti konflik interpersonal. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang menekankan analisis suatu objek kajian. Data dalam penelitian berupa kalimat yang berhubungan dengan rumusan masalah. Sumber data penelitian yaitu novel Pindhang Wutah karya Tulus Setiyadi. Tata cara mengumpulkan data dengan teknik membaca, mencatat, dan menganalisis. Mengumpulkan data yang berhubungan dengan objek kemudian menganalisis menggunakan analisis deskriptif. Kajian yang digunakan yaitu psikoanalisis sosial Karen Horney. Hasil penelitian ditemukan konflik interpersonal 7 wujud yaitu konflik kasih sayang dan penerimaan, partner yang bersedia mengambil alih kehidupannya, membatasi kehidupan dengan ranah sempit, kekuasaan, eksploitasi orang lain, pengakuan sosial dan prestise, dan kesempurnaan dan ketaktercelaan. Kata Kunci : Neurosis, Konflik interpersonal, dan Psikoanalisis Sosial Karen Horney
Pengembangan Media Audio Pop-Up Book Terhadap Unggah-Ungguh Bahasa Jawa Siswa SMP Negeri 2 Pare Defany Fiqrotul Laely; Latif Nur Hasan
Perspektif : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 3 (2024): September : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/perspektif.v2i3.1526

Abstract

Learning Javanese is included in learning ethics or politeness values, so it is very important to teach it in the world of education. As a tool to attract students' attention and want to learn Javanese, namely by developing learning media in the form of audio pop-up books. This research aims to explain: (1) the process of developing audio pop-up book, (2) the quality of audio pop-up book, (3) student responses to audio pop-up book learning media as a learning medium for uploading Javanese language material at SMP Negeri 2 Pare. This research uses research and development (R&D) methods with a four-D (4D) development model. The resulting data is in the form of oral and written. The data collection techniques used were observation, questionnaires and interviews. The instruments used were observation sheets, questionnaire sheets, and interview sheets. The results of this research are the product manufacturing process starting from needs analysis, product manufacturing plans, to the results of product development. to the final product. Validation from experts received a total percentage of 93.4% and total student responses received a percentage of 91.9% which was included in the "very suitable" category for use.
Kecakapan Hidup Pribadi Terhadap Anak dalam Antologi Wacan Bocah “Sithik Eding” Karya Zuly Kristanto Salsabila Hamami; Latif Nur Hasan
Perspektif : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 3 (2024): September : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/perspektif.v2i3.1531

Abstract

Life skills education is learning about the skills a person has to help deal with problems in life to integrate with the surrounding environment in any condition to help improve his quality of life. Anthology Wacan Bocah Sithik Eding is a children's storybook that uses Javanese language and there are lessons for children to learn. This research aims to explain personal life skills and describe personal life skills in the Anthology of Wacan Bocah. The method used is the qualitative method which explains the statement with description. The data source in this research is Anthology Wacan Bocah Sithik Eding. The data in this research are sentences extracted from the Wacan Bocah Sithik Eding. The instruments used are the researcher himself and the book Anthology of Wacan Bocah Sithik Eding. How to collect data by reading the wacan bocah, recording the data, and classifying the data. The method of data analysis used is reading the wacan bocah from beginning to end, classifying the data, and recording the data in the research. The results of the research is describe personal life skills education for children in the anthology of wacan bocah Sithik Eding. Personal life skills are self-awareness, rational thinking, and confidence.