Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan HIV/Aids Dengan Stigma Remaja Terhadap Odha Di MAN 1 Tuban Muhammad Fredy Hardiansyah; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma terhadap ODHA adalah sikap yang tidak adil. Stigma dan diskriminasi memiliki dampak pada kesehatan, dalam kehidupan dan kesejahteraan orang yang hidup dengan penyakit HIV atau berisiko HIV, terutama populasi kunci. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan HIV/AIDS dengan stigma remaja terhadap ODHA di MAN 1 Tuban. Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 1 Tuban dengan populasi seluruh siswa kelas X MAN 1 Tuban yang berjumlah 349 Siswa, dan di dapatkan sample dari sebagian siswa kelas X MAN 1 Tuban yang berjumlah 186 Responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Dan variabel dalam penelitian ini adalah variabel independen pengetahuan HIV/AIDS dan variabel dependen stigma remaja terhadap ODHA. Instrumen penelitian kuesioner pengetahuan dan stigma. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa sebagian besar siswa memiliki pengetahuan HIV/AIDS tinggi dan sebagian besar siswa memiliki stigma positif terhadap ODHA. Hasil uji chi square didapatkan p-value = 0,004 ada hubungan pengetahuan HIV/AIDS dengan stigma remaja terhadap ODHA di MAN 1 Tuban. Pengetahuan di lingkungan remaja sangat berkaitan erat dengan bagaimana remaja tersebut menentukan sikap kepada orang lain, terutama pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS agar dapat bisa bersikap benar dan bijak kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) karena jika remaja yang sudah memiliki pengetahuan yang tinggi terhadap HIV/AIDS terutama gejala dan cara penularannya pasti tidak akan menjauhi dan memiliki stigma negatif terhadap ODHA.
Faktor Yang Memengaruhi Pernikahan Dini Pada Remaja Di Bojonegoro Farika Izaz Salsabila; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini seringkali dilakukan oleh remaja dibawah usia 19 tahun dan dianggap sebagai tindakan yang menyimpang dari nilai-nilai agama, tradisi dan adat istiadat kuno yang cenderung bersifat patriarki dan merendahkan derajat perempuan. Faktor-faktor yang memengaruhi pernikahan dini meliputi pendidikan, ekonomi, tempat tinggal dan tradisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan faktor yang memengaruhi pernikahan dini pada remaja di Bojonegoro. Desain pada penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja yang melakukan pernikahan dini di Kecamatan Kedungadem sebanyak 38 remaja, dengan besar sampel 38 remaja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling sebuah metode non probability sampling. Variabel yang diteliti adalah faktor yang memengaruhi pernikahan dini pada remaja. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner selanjutnya dianalisis menggunakan analisa deskriptif melalui tabel distribusi, frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (53%) remaja yang melakukan pernikahan dini pendidikan terakhirnya yaitu SMP, hampir seluruh (76%) remaja yang melakukan pernikahan dini memiliki ekonomi rendah, hampir seluruh (97%) remaja yang melakukan pernikahan dini bertempat tinggal di Desa, sebagian besar (53%) remaja yang melakukan pernikahan dini menikah karena tradisi. Remaja yang tinggal di desa akan lebih rentan melakukan pernikahan dini karena pemikiran orang desa cenderung kurang modern dan masih menganut orang tua terdahulu. Kurangnya akses pendidikan, minimnya akses kesehatan bisa menjadi penyebab terjadinya pernikahan dini di pedesaan
Tingkat Kepatuhan Penatalaksanaan Diabetes Melitus Pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Palang Jerry Rian Ardiansyah; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penatalaksanaan diabetes melitus merupakan setrategi yang efektif dalam mengendalikan kadar gula darah, namun sampai saat ini masih banyak penderita diabetes melitus yang tidak terkontrol sehingga berdampak pada komplikasi diabetes melitus. Tujuan penelitian mengetahui tingkat kepatuhan penatalaksanaan diabetes melitus pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Palang. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas Palang berjumlah 113 orang dengan sampel 88 orang. Menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian yaitu penatalaksanaan diabetes melitus yang meliputi terapi nutrisi, lathan fisik, dan minum obat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner SDSCA yang telah dimodifikasi, dianalisa menggunakan distribusi frekuensi relatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (52%) pasien diabetes melitus memiliki kepatuhan penatalaksanaan diabetes melitus komponen terapi nutrisi kategori sedang, sebagian besar (53%) penderita diabetes melitus memiliki kepatuhan rendah dalam melakukan latihan fisik, dan hampir seluruh (89%) pasien diabetes melitus memiliki kepatuhan terapi farmakologi dalam kategori tinggi. Kepatuhan pasien diabetes melitus komponen terapi nutrisi dalam kategori sedang, disebabkan karena sebagian besar sudah berpendidikan SLTA/sederajat. Kepatuhan pasien diabetes melitus komponen latihan fisik dalam kategori rendah, disebabkan karena terbanyak merupakan lansia. Kepatuhan dalam terapi farmakologi dalam kategori tinggi, karena hampir seluruhya menderita diabetes melitus selama 1-5 tahun, sehingga pasien lebih berpengalaman dalam terapi farmakologi. Untuk meningkatkan kepatuhan penatalaksanaan diabetes melitus pasien baik dalam semua kategori diperlukan pemberian intervensi, motivasi, dan pendidikan kesehatan lebih lanjut terkait dengan penatalaksanaan diabetes melitus pada pasien saat pemberian pelayanan kesehatan sehingga mencegah serta mengatasi komplikasi akibat diabetes.
Dukungan Petugas Kesehatan Dengan Kepatuhan Keluarga Penderita Tuberkulosis Dalam Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Lailatul Khotimah; Su’udi; Titik Sumiatin; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam hal kematian dan morbiditas global, tuberkulosis (TB) menempati urutan pertama. Dengan meningkatnya jumlah kasus dan kematian, penyakit ini terus menjadi masalah kesehatan global yang signifikan. Sejumlah faktor berkontribusi terhadap peningkatan risiko tertular tuberkulosis, termasuk sosialisasi yang tidak merata tentang penyakit tersebut, tingkat deteksi kasus yang rendah, dan ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Jumlah kematian kumulatif dari 2015 hingga 2019 adalah 14%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kepatuhan tenaga kesehatan terhadap rencana pengobatan pada pasien tuberkulosis (TB) yang menjalani terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) di Puskesmas Sumurgung. Desain penelitian berdasarkan korelasi dan menggunakan metode cross-sectional. Dengan menggunakan pendekatan purposive sampling, kami dapat mengumpulkan data dari 40 dari total populasi 44. Variable Independen yaitu dukungan petugas kesehatan dan variable dependen yaitu kepatuhan keluarga penderita TB dalam TPT. Analisis data menggunakan uji spearman rank. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diketahui seluruh keluarga penderita TB memiliki dukungan petugas kesehatan yang baik dan seluruhnya anggota keluarga TB memiliki kepatuhan TPT yang patuh. Hasil uji Spearman Rank didapatkan p-value = 0,015 yang berarti ada hubungan antara dukungan petugas kesehatan dengan kepatuhan keluarga penderita tuberkulosis dalam TPT di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung. Dukungan petugas kesehatan berkaitan erat dengan kepatuhan keluarga dalam TPT artinya semakin baik dukungan petugas kesehatannya, semakin patuh juga keluarga dalam TPT. Sehingga terwujudnya kualitas hidup yang lebih baik dan perilaku yang sehat.
Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan HIV/AIDS melaui Life Skill Education di Kabupaten Tuban Nugraheni, Wahyuningsih Triana; Yunariyah, Binti; Su'udi, Su'udi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 4 (2025): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i4.1145

Abstract

Adolescents face highly complex problems. Emotional and psychological pressures can lead to deviations from prevailing social norms in the community, such as environmental issues, reproductive health concerns, promiscuous sexual behavior, abortion, and sexually transmitted diseases, including HIV/AIDS. The number of HIV cases in Tuban Regency increased from 53 cases in 2021 to 163 cases in 2022. The aim of this community service program is to improve adolescents’ knowledge and life skills in preventing HIV/AIDS. The methods used included lectures, discussions, games, assignments, and demonstrations, targeting adolescents in Kembangbilo Village, Tuban Regency. The results showed that the average knowledge score on HIV/AIDS prevention life skills before the educational intervention was 42.6, increasing to 65 after the intervention. The average life skills score for HIV/AIDS prevention before the intervention was 53.5, increasing to 68.5 afterward. Empowering adolescent peer educators proved to be highly effective in enhancing life skills for HIV/AIDS prevention. In this era of advanced communication systems, it is crucial to equip adolescents with life skills to prevent HIV/AIDS.
Perilaku Makan Remaja Putri dan Kejadian Anemia Di MTS Hidayatush Shubyan Cendoro Kec. Palang Meylia Ilma Muta’adiyah; Teresia Retna P; Yasin Wahyurianto; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada remaja putri dan Wanita usia subur dikatakan anemia jika kadar hemogoblin <12 gram/dL. Program pemerintah Kesehatan dengan pemberian TTD akan tetapi masih ditemukan anemia di puskesmas sumurgung dikarenakan kurangnya kebutuhan zat besi. Faktor penyebabnya dikarenakan tingginya kebutuhan zat gizi termasuk zat besi pada masa pertumbuhan, banyaknya kehilangan darah saat siklus menstruasi, remaja putri melakukan diet ketat, mengonsumsi makanan nabati sehingga kebutuhan zat besi tidak terpenuhi dan asupan gizinya tidak seimbang. Tujuan penelitiannya untuk mengetahui gambaran perilaku makan remaja putri dan kejadian anemia Di MTS Hidayatush Shibyan Cendoro Kec. Palang. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan waktu cross sectional, Populasinya seluruh siswi kelas 7 Di MTS Hidayatush Shibyan Cendoro yang berjumlah 71 Siswi, sampel sebesar 71 siswi, Tehnik sampling yang digunakan total sampling. Variabel penelitian yaitu Perilaku Makan Remaja Putri Dan Kejadian Anemia, instrument penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisa secara deskriptif ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekwensi. Hasil Penelitian hampir setengahnnya (39%) remaja putri memiliki perilaku makan kurang, sebagian besar (50.7%) remaja putri anemia, seluruhnya perilaku makan remaja putri yang baik tidak beresiko anemia (100%) dan hampir seluruhnya perilaku makan remaja putri yang kurang berisiko anemia (85,7%). Perilaku makan dapat mempengaruhi keadaan gizi, karena kuantitas dan kualitas makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi asupan gizi yang akan mempengaruhi kesehatan individu dan masyarakat Anemia yang terjadi pada remaja putri sebagian besar disebabkan oleh kurangnya zat besi akibat pola makan yang kurang baik, di perlukan adanya dukungan baik dari keluarga, lingkungan sekitar, diri sendiri agar kebutuhan gizi dan perilaku makan pada remaja putri sesuai kebutuhannya.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA  MASYARAKAT KELURAHAN PANYURAN, KEC. PALANG, KABUPATEN TUBAN Wahyu Tri Ningsih; Tanty Wulan Dari; Moch Bahrudin; Teresia Retna Puspitadewi; Binti Yunariyah; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Roudlotul Jannah; Su'udi; Yasin Wahyuriyanto; Titik Sumiatin; Siti Maimuna
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v8i2.6569

Abstract

Hypertension and diabetes are of concern because of their high prevalence and their role as major risk factors for heart and blood vessel disease. The aim of this community service is to increase public knowledge and awareness of the importance of prevention and early detection of Non-Communicable Diseases.Methods used in this community service are through counseling and interactive discussions. The target is the community of Panyuran Village, Palang District, Tuban Regency. The media used is leaflets. The results of this community service are increased public knowledge and awareness of Non-Communicable Diseases, especially diabetes mellitus and hypertension, as well as prevention and early detection. Counseling activities can be carried out continuously in collaboration with local health centers and health cadres. Monitoring of activities that have been carried out needs to be carried out periodically by conducting examinations of people at risk of experiencing Non-Communicable Diseases by local health cadres.
Pengetahuan Keluarga Dengan Perilaku Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru di Puskesmas Sumurgung Kecamatan Palang Ariyana, Khofifah Novi; Nugraheni, Wahyuningsih Triana; Ningsih, Wahyu Tri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 5 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10530800

Abstract

Tuberculosis in Indonesia is one of the most common diseases, although Indonesia still has a high rate of pulmonary TB. Lack of awareness of pulmonary TB sufferers and their families is one of the causes of the disease. The aim is to determine the relationship between knowledge and behavior to prevent transmission of pulmonary tuberculosis at the Sumurgung Community Health Center, Palang District. Collaborative analytic research design with a cross-sectional approach. The research population of all families of pulmonary tuberculosis patients in 2022 at the Sumurgung Community Health Center was 51 people. The sampling technique used is total sampling. The sample from this study was 51 families of pulmonary tuberculosis patients. Independent variable is family knowledge, dependent variable is family behavior in preventing pulmonary tuberculosis. How to collect data with a questionnaire, using the "Chi-Square" correlation test. The results of this study indicated that almost half (33%) had poor knowledge of transmission, poor prevention behavior, while a small proportion (14%) of families with good knowledge of transmission and good prevention behavior. From the results of the Chi-Square test, the P-Value = 0.715 where the P-Value > α (0.05) so that it can be concluded that there is no relationship between family knowledge and pulmonary tuberculosis prevention behavior at the Sumurgung Health Center. Efforts to reduce the rate of pulmonary tuberculosis, namely motivating families during treatment and good counseling for pulmonary tuberculosis patients in preventing wider transmission and increasing counseling, (health education), motivation and treatment services for health workers, especially in families with family members infected with tuberculosis Lungs.
Pola Makan pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Tuban, Kabupaten Tuban Herlambang, Yoga Septian; Nugraheni, Wahyuningsih Triana; Ningsih, Wahyu Tri
Journal of Health Management Research Vol 3 No 2 (2024): Journal of Health Management Research
Publisher : Bagian Penelitian & Pengabdian Masyarakat STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/jhmr.v3i2.479

Abstract

Background: Hypertension, also known as high blood pressure, is a non-communicable disease which is one of the leading causes of death in the world. WHO data shows that hypertension is still a major health problem. At this time people still often consume foods that cause hypertension and diet is one of the main modifiable risk factors for hypertension. Aims: The purpose of this research is to know the eating patterns of hypertension sufferers at the Tuban Health Center. Methods: The design of this study was descriptive. The study population was all hypertensive patients who took part in the Prolanis program at the Tuban Health Center, totaling 64 patients. The sample size is 64 patients. Using Total Sampling technique. Retrieval of data with a questionnaire. Data were analyzed descriptively with frequency tables. Results: The results showed that the most hypertension sufferers at the Tuban Health Center were aged 56-65 years (40.6%). Most people with hypertension have secondary education (37.5%). And most of them don't work (54.6%). Most of the eating patterns in people with hypertension are lacking (58%). Most of the hypertensive patients aged >65 years had a good diet (71%), almost all of the highly educated hypertensive patients had a poor diet (76%), and most of the unemployed hypertensive patients had a moderate diet. less category (60%). Conclusion: Increasing age makes a person more concerned with eating patterns, the level of education also does not make someone maintain eating patterns, someone who does not work tends not to maintain diets.
Pengetahuan, Sikap, Peran Teman Sebaya dan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Izzulhaq, Lazuardi Nabiel; Ningsih, Wahyu Tri; Nugraheni, Wahyuningsih Triana
Journal of Health Management Research Vol 2 No 2 (2023): Journal of Health Management Research
Publisher : Bagian Penelitian & Pengabdian Masyarakat STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/jhmr.v2i2.456

Abstract

Background:Middle adolescents, who range from 14 to 16 years of age, are characterized by the following features: a need for identity, an emerging need to relieve stress, strong feelings of love, and fantasies of engaging in sexual activity Aims:The aim of the study was to find out how knowledge, attitudes, peer roles and premarital sexual behavior are described in adolescents at SMP Negeri 6 Tuban. Methods:The design of this study was descriptive. The research population was all students of class IX at SMP Negeri 6 Tuban, totaling 242 students. The sample size is 150 students using the Simple Random Sampling technique. Retrieval of data with questionnaires and descriptive analysis using frequency tables. Results:The results showed that the students of SMP Negeri 6 Tuban mostly had good knowledge (75%), while the attitude of the majority still had a negative attitude (63%).Then a small portion of the role of peers play a role in premarital sexual behavior with a percentage (25%). And a small proportion of sexual behavior in adolescents is at serious risk (1%) Conclusion:The more knowledge received the better the students' knowledge so that students can sort out the right information, understand and understand the impact of premarital sexual behavior on adolescents, and believe that the existence of this information will influence the students' personal attitudes which are good too.