Articles
BARON DAUD DI MENARA LOJI (Analisis Wacana Mengenai Kehidupan Sosial Orang Cilayung dan Cileles Jatinangor Sumedang Jawa Barat)
CMS, Samson;
Prijana, Prijana;
Perdana, Fitri
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (617.816 KB)
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi dan pendidikan
orang Cilayung dan Cileles, dan semangat Baron Daud di menara Loji. Metode
penelitian: analisis wacana (discourse analysis). Hasil penelitian: Interaksi sosial
orang Cilayung dan Cileles dengan pihak kampus masih belum optimal. Faktor
pendidikan dan kondisi ekonomi orang Cilayung dan Cileles masih menjadi kendala
dalam melangsungkan interaksinya. Kesimpulan: Baron Daud di menara Loji
Jatinangor merupakan saksi adanya interaksi sosial antara penguasa tanah
perkebunan karet di zaman Belanda dengan orang-orang Cilayung dan Cileles
sebagai pekerja perkebunan. Interaksi sosial mereka berlangsung dengan baik.
Kata Kunci: Baron Daud, Discourse Analysis, Interaksi Sosial, Menara Loji,
Penguasa, Perkebunan Karet.
UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN LITERASI INFORMASI KESEHATAN PADA IBU-IBU KADER PKK DI KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG
Komariah, Neneng;
Prijana, Prijana;
Winoto, Yunus
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.971 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.10319
Kemampuan literasi informasi sebagai kemampuan dasar yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang karena literasi informasi merupakan prasyarat untuk mampu belajar mandiri sepanjang hayat (lifelong learning). Kecamatan Jatinangor berada di wilayah Kabupaten Sumedang yang masih mempunyai beberapa masalah kesehatan lingkungan diantaranya sarana dan pelayanan kesehatan yang belum memadai di daerah pinggiran; banjir, dan kekurangan air saat kemarau. Ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam usaha pemeliharaan kesehatan keluarga dan kesehatan lingkungan di suatu wilayah.Kegiatan PKM yang telah dilaksanakan berupa upaya pemberdayaan perempuan melalui pelatihan literasi informasi kesehatan lingkungan bagi para ibu-ibu kader PKK di Kecamatan Jatinangor. Tujuan kegiatan adalah agar para ibu kader PKK memiliki literasi informasi kesehatan khususnya kesehatan lingkungan agar mereka mampu menyadari masalah kesehatan lingkungan yang ada di sekitarnya, mampu mencari dan menemukan informasi yang relevan dengan masalah yang dihadapi, mampu mengevaluasi kualitas informasi yang diperoleh dan mampu merumuskan informasi yang diperoleh untuk mengatasi masalah yang dihadapi, serta mampu mengkomunikasikan informasi tersebut pada orang lain(masyarakat).Metode pelatihan terdiri dari penyampaian materi berupa ceramah tentang kesehatan lingkungan dilanjutkan dengan praktek aplikasi langkah-langkah literasi informasi kesehatan lingkungan. Berdasarkan focus group discussion dengan perwakilan ibu-ibu kader PKK yang dilaksanakan pada saat monitoring dan evaluasidapat diketahui bahwa ibu-ibu kader PKK yang mengikuti pelatihan telah memiliki kemampuan literasi informasi kesehatan lingkungan dan mereka bersedia untuk menularkan pengetahuannya pada ibu-ibu yang lain yang merupakan anggota kelompoknya. Â
Recognizing Second-Hand Phenomenon
Prijana, Prijana
Record and Library Journal Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : D3 Teknisi Perpustakaan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (515.627 KB)
|
DOI: 10.20473/rlj.V4-I1.2018.32-36
The purpose of the study is to convey knowledge about the phenomenon of second-handdalam everyday life, at home, at work, at school, and in social environments residence. The method used is a critical analysis about human social activity. The results of the study showed that human knowledge is actually obtained through two (2) ways, namely, first, from his own experience; second, obtained from others. Both of these sources affect each other and compete with each other in the individual. The lack of stock in the individual ideas leads to learning from others to get to know the world. This phenomenon is called the phenomenon of second-hand, people recognize the world of others, rather than themselves. Conclusion: the knowledge of the world from what they see in their daily lives and from what they told others. Although one is never counted them, just that they think know what they are talking about, this is by Patrick Wilson named as cognitive authority.
Hubungan Kredibilitas Pustakawan Dengan Loyalitas Pemustaka Pada Perpustakaan UNISBA
Kusumawardhani, Dwininda;
Rachmawati, Tine Silvana;
Prijana, Prijana
LIBRARIA Vol 6, No 1 (2018): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/libraria.v6i1.2867
Penelitian ini mendiskusikan tentang hubungan kredibilitas pustakawan dengan loyalitas pemustaka pada perpustakaan UNISBA. Penelitian ini menggunakan teori kredibilitas sumber dari Hovland, Janis, dan Kelly (1993). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana hubungan yang terjadi antara aspek kredibilitas pustakawan yaitu keahlian, keterpercayaan, dan daya tarik dengan loyalitas pemustaka. Sampel dari penelitian ini adalah anggota perpustakan dengan pengambilan sampling menggunakan teknik sampling kuota. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan teknik analasis statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji pearson product moment. Teknik pengumpulan datanya berupa kuesioner, observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kredibilitas pustakawan dengan loyalitas pemustaka. Hal ini menunjukan bahwa dengan kredibilitas yang dimiliki oleh pustakawan akan mendorong loyalitas pemustaka untuk datang kembali ke perpustakaan karena merasa dilayani dengan baik oleh pustakawan. Untuk meningkatkan pelayanan prima yang akan mendorong loyalitas pemustaka lebih tinggi lagi disarankan menambah keahlian pustakawan dengan cara mengikuti pelatihan pada bidang perpustakaan, bahasa maupun teknologi.
PARENT STORY TELLING SKILL AT BAITUL MAQDIS CIPTA EDUKASI
Julaeha, Uha;
Prijana, Prijana;
Yanto, Andri
Record and Library Journal Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : D3 Teknisi Perpustakaan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/rlj.V5-I2.2019.160-175
Background of the study: informal education can be enhanced by providing parents with parenting education (non-formal education for parents) which can be obtained through courses, training, study groups, and community learning centers in order to support lifelong education. One of them is through inspiring fairy tale training for parents and educators organized by the educational institution Baitul Maqdis Cipta Edukasi (BMCE). Purpose: This research aims to determine the differences in the ability of storytelling participants between before and after being given treatment in the form of storytelling training in Baitul Maqdis Cipta Edukasi. Method: The method in this research uses a quantitative method through a pre-experimental study approach with the form of one group pretest-posttest design. The research population consisted of 36 Baitul Maqdis Cipta Edukasi storytelling trainees. Sampling is based on the proportion of total sampling, which is a total of 36 participants. The research data was collected using primary data and secondary data. Primary data in the form of questionnaires, observation, interviews. Secondary data in the form of library studies. The research data uses a nominal scale and analyzed using a sign test (sign test) with a 95% confidence level. Findings: The results of this study indicate that there are differences in storytelling skills in the form of the ability to understand and choose story material, the ability to tell fairy tales, and the ability to tell messages behind fairy tales after being given treatment. Conclusion: So that storytelling training improves the ability of storytelling participants and there are differences in the form of additional knowledge and skill of participants.
Hubungan Pola Baca Mahasiswa dengan Prestasi Akademik
Prijana Prijana;
Andri Yanto
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 5 No 1 (2017): June
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/kah.v5i1a4
Pola baca mahasiswa dalam realita saat ini masih ada 2 (dua) tipe, yakni tipe kebut semalam dan bertahap. Sementara sistem belajar mengajar mengalami perubahan, yakni dari TCL (Teching Centre Learning) menjadi SCL (Student Centre Learning), di mana mahasiswa dituntut belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan = untuk mengetahui hubungan prestasi akademik mahasiswa dengan pola baca. Artikel ini merupakakan hasil penelitian eksperimen (N=37). Teknik analysis data dengan menggunakan statistika deskriptif, yakni analisis Chi-Square. Adapun hasil penelitian yaitu, pertama, diketahui Chi-square hitung = 4.51; Jika α = 0.10; dk=4; makaChi-square tabel = 7.78; artinya Hipotesis: ditolak. Kedua, diketahui Chi-square hitung = 8.52; Jika α = 0.10; dk=4; makaChi-square tabel = 7.78; artinya Hipotesis: diterima. Kesimpulan penelitian yaitu, team work pengajaran yang konsisten akan memiliki peluang pada capaian prestasi akademik mahasiswa. Sebaliknya team work pengajaran yang tak konsisten akan berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa.ABSTRACTReading pattern of an undergraduate student in reality still there are two types, i.e. type “Cram (Sistem Kebut Semalam)” and gradually. The current system of learning in higher education has been transformed from a system of TCL (Teaching Centre Learning) into SCL (Student Learning Centre), who demanded the students can study independently. The purpose of this research is to know the relationship of academic achievement of students with the reading pattern. The method of research used experiment (N = 37). Analysis of the method used is descriptive statistics, namely the Chi-Square analysis.The first research results: Chi-square count = 4.51; If α = 0.10; DF = 4; then the Chi-square table = 7.78; This means that the hypothesis is rejected. The second research results: Chi-square = count 8.52; If α = 0.10; DF = 4; then the Chi-square table = 7.78; This means that the hypothesis is accepted. The conclusion of this research is the consistent teaching team will have an opportunity at the close of student academic achievement. Instead of team teaching is not consistently will have an effect on student academic achievement
Studi Korelasi Pesan Penagihan Koleksi Perpustakaan melalui Whatsapp dengan Sikap Pemustaka Terhadap Sanksi Administratif
Aulia Asmayanti;
Prijana Prijana;
Andri Yanto
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 6 No 1 (2018): June
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/kah.v6i1a5
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pesan penagihan koleksi melalui media sosial dengan sikap pemustaka terhadap sanksi administratif perpustakaan, dengan menguji hubungan intensitas, isi pesan, dan daya tarik pesan dengan penghindaran sanksi administratif Perpustakaan Kemendikbud. Metode yang digunakan adalah studi korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah anggota Perpustakaan Kemendikbud yang menerima pesan penagihan koleksi periode April – Juli 2017. Penelitian ini menggunakan sampel total sebanyak 85 orang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori uses and effect dan konsep terpaan media. Teknik analisis uji korelasi menggunakan pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas pesan berhubungan signifikan dengan penghindaran sanksi administratif, isi pesan tidak berhubungan signifikan dengan penghindaran sanksi administratif, daya tarik pesan berhubungan signifikan dengan penghindaran sanksi administratif.ABSTRACTThis study aims to find the correlation of collection notification messages with user’s attitude to administrative sanction, by testing the correlation of intensity, message’s content, and message’s attraction through whatsapp by avoidance of administrative sanctions. This research uses quantitative approach with case study correlation method. Population of this research are Kemendikbud’s Library member that already received invoice message since April – July 2017. This research using total sample about 85 people. This research use uses and effet theory and also media exposure concept. The correlation analysis technique using pearson product moment. The result of this research concludes intensity has significant correlation with avoidance of administrative sanctions, message has no significant correlation with avoidance of administrative sanctions, and message’s attraction has significant correlation with avoidance of administrative sanctions.
KEMAMPUAN BACA MAHASISWA PADA BUKU TEKS
Prijana - -;
Asep Saeful Rohman
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.253 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.10324
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan kemampuan baca mahasiswa setelah diberi perlakuan membaca dengan metode baca good reading. Metode penelitian: eksperimen, yakni unit eksperimen satu (N1=189), unit eksperimen dua (N2=68), unit eksperimen 3 (N3=129), unit eksperimen 4 (N4=57), unit eksperimen 5 (N5=61). Hasil penelitian: strata IPK mahasiswa memiliki hubungan non-signifikan dengan metode baca good reading. Strata IPK memiliki hubungan non-signifikan dengan waktu baca. Faktor keterampilan baca dan keterlatihan diduga memiliki keterkaitan dengan waktu baca. Semakin terampil dan terlatih untuk membaca, semakin singkat waktu bacanya. Kesimpulan: Mereka yang memiliki IPK tinggi lebih terampil baca dibandingkan dengan mereka yang memiliki IPK lebih rendah.Keywords: Kemampuan baca, good reading, Buku Teks, Ilmu Pengetahuan, Keterampilan
UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN LITERASI INFORMASI KESEHATAN PADA IBU-IBU KADER PKK DI KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG
Neneng Komariah;
Prijana Prijana;
Yunus Winoto
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.971 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.10319
Kemampuan literasi informasi sebagai kemampuan dasar yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang karena literasi informasi merupakan prasyarat untuk mampu belajar mandiri sepanjang hayat (lifelong learning). Kecamatan Jatinangor berada di wilayah Kabupaten Sumedang yang masih mempunyai beberapa masalah kesehatan lingkungan diantaranya sarana dan pelayanan kesehatan yang belum memadai di daerah pinggiran; banjir, dan kekurangan air saat kemarau. Ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam usaha pemeliharaan kesehatan keluarga dan kesehatan lingkungan di suatu wilayah.Kegiatan PKM yang telah dilaksanakan berupa upaya pemberdayaan perempuan melalui pelatihan literasi informasi kesehatan lingkungan bagi para ibu-ibu kader PKK di Kecamatan Jatinangor. Tujuan kegiatan adalah agar para ibu kader PKK memiliki literasi informasi kesehatan khususnya kesehatan lingkungan agar mereka mampu menyadari masalah kesehatan lingkungan yang ada di sekitarnya, mampu mencari dan menemukan informasi yang relevan dengan masalah yang dihadapi, mampu mengevaluasi kualitas informasi yang diperoleh dan mampu merumuskan informasi yang diperoleh untuk mengatasi masalah yang dihadapi, serta mampu mengkomunikasikan informasi tersebut pada orang lain(masyarakat).Metode pelatihan terdiri dari penyampaian materi berupa ceramah tentang kesehatan lingkungan dilanjutkan dengan praktek aplikasi langkah-langkah literasi informasi kesehatan lingkungan. Berdasarkan focus group discussion dengan perwakilan ibu-ibu kader PKK yang dilaksanakan pada saat monitoring dan evaluasidapat diketahui bahwa ibu-ibu kader PKK yang mengikuti pelatihan telah memiliki kemampuan literasi informasi kesehatan lingkungan dan mereka bersedia untuk menularkan pengetahuannya pada ibu-ibu yang lain yang merupakan anggota kelompoknya.
WORKSHOP LITERASI INFORMASI DAN PENULISAN ILMIAH BAGI KALANGAN GURU SMA NEGERI 1 CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT
Asep Saeful Rohman;
- Prijana;
Andri Yanto
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.293 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i4.14831
Seperti halnya Dosen di perguruan tinggi, Guru di sekolah pun memiliki tanggung jawab secara akademis dan profesional untuk senantiasa menghasilkan karya ilmiah baik berupa karya tulis maupun laporan penelitian tindakan kelas. Hal tersebut dapat digunakan untuk pengembangan keilmuan maupun untuk peningkatan karir profesinya sebagai Guru. Beragam kendala sering dihadapi Guru dalam menghasilkan suatu karya tulis. Umumnya kendala tersebut dikarenakan kekurangan ide untuk menulis, minimnya informasi dan sumber referensi untuk menulis, malas untuk menulis, sibuk dengan rutinitas pekerjaan dan kegiatan sehari-hari, serta tidak terlatihnya kemampuan menulis. Untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah tersebut diperlukan berbagai upaya baik didasari oleh inisiatif sendiri dari kalangan Guru, maupun dari pihak sekolah. Melalui kerjasama antara sekolah dengan berbagai pihak, termasuk dengan perguruan tinggi, maka berbagai program untuk peningkatan kapasitas dan kualitas Guru dapat diselenggarakan secara bersama-sama. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran melalui para Dosen kepada Masyarakat di Jawa Barat merupakan bentuk kontribusi nyata yang dapat dilakukan untuk pembangunan masyarakat. Dalam program PKM yang diselenggarakan ini, Tim berupaya memberikan sumbangsih dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas Guru Pendidikan Menengan (SMA), dimana mereka adalah para Pendidik bagi siswa yang nantinya akan menjadi Calon Mahasiswa ke perguruan tinggi, termasuk ke Universitas Padjadjaran. Karena itu, dengan berupaya meningkatkan kualitas Guru dalam kemampuan literasi, maka diharapkan dapat meningkatkan pula kemampuan literasi para siswanya yang kelak akan menjalani studi di perguruan tinggi. Kegiatan PKM ini berupa pelatihan (workshop) tentang literasi informasi sebagai softskill yang dapat diimplementasikan oleh guru dalam kegiatan menulis dan menghasilkan suatu karya ilmiah. PKM ini diikuti oleh semua Guru yang ada di SMA Negeri 1 Cisarua di Kabupaten Bandung Barat. Antusiasme peserta sangat tinggi dan manfaat yang dirasakan yakni berupa tambahan pengetahuan dan skill baru dalam menggunakan informasi untuk menulis karya ilmiah yang lebih baik dan berkualitas.