Claim Missing Document
Check
Articles

KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI Muchtar, Khoiruddin; Koswara, Iwan; Setiaman, Agus
Manajemen Komunikasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol. 1 No.1 Otober 2016
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.375 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v1i1.10064

Abstract

  Kunci komunikasi yang efektif antar budaya adalah pengetahuan. Hal utama yaitu penting bahwa orang-orang memahami permasalahan yang potensial dari komunikasi antar budaya, dan membuat suatu usaha yang sungguh-sungguh untuk mengatasi permasalahan ini. Dan yang kedua adalah penting untuk berasumsi bahwa sebuah usaha tidak akan selalu sukses, dan melakukan penyesuaian terhadap usaha tersebut dengan perilaku yang sewajarnya.Sebagai contoh, seseorang perlu selalu berasumsi bahwa ada kemungkinan penting mengenai perbedaan budaya akan menyebabkan permasalahan komunikasi, akan wajar dan layak dimaklumi, dan bukannya menjadi agresif dan bermusuhan, jika permasalahan berkembang. Sering kesalahan menafsir adalah sumber masalah. Maka dalam mengatasi konflik yang sedang memanas adalah untuk berhenti, mendengarkan, dan berpikir. Ini juga membantu dalam komunikasi lintas budaya.Mendengarkan secara aktif kadang dapat digunakan untuk memeriksa out–by berulang yang didengar, seseorang dapat mengkonfirmasikan bahwa seseorang memahami komunikasi tersebut dengan teliti. Jika kata-kata digunakan berbeda antar bahasa atau kelompok budaya mendengarkan aktif dapat mengabaikan kesalahpahaman Para perantara yang terbiasa dengan kultur keduanya dapat menolong situasi komunikasi antar budaya. Mereka dapat menterjemahkan kedua unsur dan cara dari apa yang dikatakan.Sebagai contoh, mereka dapat berbicara lebih pelan pada statemen kuat yang akan dipertimbangkan sesuai kultur yang satu tetapi tidak pada kultur yang lain, sebelum mereka diberikan kepada orang-orang dari kultur yang tidak berbicara bersama-sama dalam suatu cara yang kuat. Mereka dapat juga melakukan penyesuaian pemilihan waktu mengenai apa yang dikatakan dan yang dilaksanakan.Namun kadang-kadang para perantara dapat membuat komunikasi menjadi lebih sulit lagi. Jika perantara memiliki kultur atau kebangsaan yang sama dengan salah satu dari pembantah, tetapi yang lain tidak, ini akan memberikan penampilan yang menyimpang, bahkan ketika tidak ada yang ada. Bahkan ketika penyimpangan tidak diharapkan, adalah umum bagi perantara untuk lebih yang mendukung atau lebih memahamkan orang yang dari kulturnya, karena dia memahami orang tersebut dengan lebih baik. Namun ketika penengah dari sepertiga kelompok budaya, potensi untuk kesalah pahaman antar budaya meningkat lebih lanjut. Dalam hal ini sangat sesuai jika mulai bekerja ekstra tentang proses dan cara menyelesaikan diskusi, seperti waktu ekstra untuk menetapkan dan mengkonfirmasi ulang pemahaman pada tiap-tiap langkah dalam dialog atau proses negosiasi.
Penerapan Teknik Pengambilan Gambar Oleh Director Of Photography Dalam Pembuatan Feature Dokumenter “The People Who Normalize Disaster: Living With Floods In Dayeuhkolot Basith, Muhammad Haikal Wildan Al; Koswara, Iwan; Z, M Rifky Adinur
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4758

Abstract

Fenomena banjir yang terjadi secara berulang di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, telah menjadi bagian dari realitas sosial masyarakat yang hidup berdampingan dengan bencana. Kondisi tersebut mendorong penciptaan karya feature dokumenter “The People Who Normalize Disaster: Living With Floods in Dayeuhkolot” yang bertujuan mengangkat isu sosial dan lingkungan melalui pendekatan visual sinematografi. Laporan Tugas Akhir ini membahas penerapan teknik pengambilan gambar oleh Director of Photography (DoP) dalam proses pembuatan feature dokumenter tersebut. Tujuan penciptaan karya ini adalah untuk menjelaskan bagaimana penerapan teknik sinematografi, meliputi camera angle, camera movement, type of shot, framing, dan komposisi, digunakan untuk memperkuat narasi dan penyampaian pesan sosial kepada penonton. Proses penciptaan karya dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Pada tahap pra-produksi, DoP berperan dalam perumusan konsep visual, penyusunan shot list, dan perencanaan teknis. Tahap produksi difokuskan pada implementasi konsep visual melalui pengambilan gambar di lapangan, sementara tahap pasca-produksi menitikberatkan pada pemilihan footage dan konsistensi visual melalui color grading. Hasil karya menunjukkan bahwa penerapan teknik pengambilan gambar secara terencana mampu membangun suasana, memperkuat emosi, serta menghadirkan realitas banjir sebagai pengalaman kolektif masyarakat Dayeuhkolot. Simpulan dari penciptaan ini menegaskan bahwa peran Director of Photography sangat penting dalam membentuk kekuatan visual feature dokumenter sebagai media refleksi sosial dan penyampai pesan kemanusiaan
Implementasi Penulisan Struktur Cerita Tiga Babak Oleh Penulis Naskah Dalam Feature Dokumenter “The People Who Normalize Disaster: Living With Floods In Dayeuhkolot Dzaky, Muhammad Fathan; Koswara, Iwan; Z, M Rifky Adinur
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4759

Abstract

Penelitian penciptaan karya ini membahas penerapan struktur cerita tiga babak dalam penulisan naskah feature dokumenter The People Who Normalize Disaster: Living with Floods in Dayeuhkolot. Karya ini berangkat dari realitas banjir yang berulang dan telah dinormalisasi oleh masyarakat Dayeuhkolot sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Struktur tiga babak digunakan sebagai kerangka naratif untuk menyusun alur penceritaan berbasis realitas dokumenter tanpa membangun konflik fiktif. Proses penciptaan dilakukan melalui pendekatan kualitatif-reflektif dengan metode observasi dan wawancara. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa struktur tiga babak mampu menghadirkan narasi yang lebih koheren dan bermakna dalam merepresentasikan banjir sebagai kondisi sosial, bukan sekadar peristiwa alam
Analisis pengaruh komunikasi digital TikTok pada preferensi destinasi wisata Generasi Z Rajagukguk, Desmaya Anggitha; Koswara, Iwan; Fuady, Ikhsan
Comdent: Communication Student Journal Vol 3, No 2 (2025): November 2025 - April 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v3i2.68256

Abstract

Latar Belakang: TikTok tidak lagi hanya digunakan untuk hiburan, tetapi sudah menjadi kanal utama bagi Generasi Z untuk memperoleh inspirasi dan informasi mengenai tujuan wisata di Indonesia. Perubahan pola konsumsi media ini menandakan peran penting konten digital dalam memengaruhi keputusan wisata. Namun, belum banyak penelitian yang secara mendalam mengkaji mengenai pengaruh elemen-elemen dalam model UTAUT2 termasuk ekspektasi kinerja (Performance Expectancy), kemudahan penggunaan (Effort Expectancy), serta kebiasaan (Habit) terhadap minat berperilaku Generasi Z dalam memanfaatkan TikTok untuk menentukan tujuan wisata. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana Performance Expectancy, Effort Expectancy, dan Habit memengaruhi niat perilaku Generasi Z dalam memanfaatkan TikTok untuk memilih destinasi wisata. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei daring yang disebarkan kepada responden Generasi Z di Indonesia. Data dianalisis dengan regresi linear berganda melalui aplikasi SPSS untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap niat perilaku. Hasil: Penelitian mendapati bahwa variabel Performance Expectancy dan Habit memiliki kontribusi positif yang bermakna dalam memicu intensitas perilaku seseorang untuk menggunakan TikTok saat memilih destinasi wisata sedangkan Effort Expectancy tidak berpengaruh signifikan. Secara keseluruhan, model penelitian signifikan dengan koefisien determinasi yang cukup kuat, sehingga mampu menjelaskan variasi perilaku Generasi Z dalam memilih destinasi wisata berbasis TikTok. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kajian adopsi teknologi berbasis media sosial dan menghadirkan implikasi praktis bagi industri pariwisata dalam merancang strategi promosi yang relevan dengan kebiasaan Generasi Z.