Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI FRAKSI VOLUME SERAT DAUN NANAS PADA KOMPOSIT EPOKSI BERDASARKAN KEKUATAN TARIK: OPTIMIZATION OF PINEAPPLE LEAF FIBER VOLUME FRACTION IN EPOXY COMPOSITES BASED ON TENSILE STRENGTH Dairi Boangmanalu, Eka Putra; Fan HT Saragi, Jandri; Bahri Pratama, Angga; Sahat; Positron
Atech-i Vol. 3 No. 1 (2025): Tahun 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/atech-i.v3i1.44

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan fraksi volume serat daun nanas (Ananas comosus) pada komposit epoksi berdasarkan kekuatan tarik. Serat daun nanas dipilih karena memiliki kekuatan tarik tinggi, densitas rendah, dan ramah lingkungan. Variasi fraksi volume matriks yang digunakan adalah 10%, 20%, dan 30%, dengan pengujian tarik mengikuti standar ASTM D638. Hasil menunjukkan bahwa komposit dengan fraksi matriks 20% menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 34,5 MPa dan modulus elastisitas 1,55 GPa. Peningkatan matriks di atas 20% menurunkan kekuatan tarik akibat berkurangnya fraksi serat efektif. Komposit epoksi–serat daun nanas terbukti potensial sebagai material ringan dan berkelanjutan untuk aplikasi teknik.
Variasi Laju Aliran Air Panas Terhadap Efisiensi Dan Efektifitas Laju Perpindahan Panas Pada Alat Heat Exchanger Tipe Shell And Tube Dengan Aliran Searah Angga Bahri Pratama; Saragi, Jandri Fan HT; Al Qadry; Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Sahat; Kadriadi; Fajri, Nural
Jurnal INOVATOR Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v6i2.252

Abstract

Heat exchanger merupakan suatu alat yang digunakan dalam proses perpindahan panas suatu fluida ke fluida lain tanpa adanya perpindahan massa dan dapat digunakan sebagai pemanas atau pendingin. Salah satu jenis heat exchanger yang sering digunakan dalam proses industri adalah shell and tube heat exchanger. Fokus penelitian ini adalah menghitung dan menganalisis efisiensi dan efektivitas laju perpindahan panas pada alat penukar panas tipe shell and tube dengan aliran searah. Metode pengumpulan data adalah pengamatan langsung terhadap alat, dengan selang waktu lima menit untuk setiap pengujian. Setelah dilakukan penelitian dan analisis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh variasi aliran pada Vh = ±800 l/h, Vc = ±1000 l/h yang dibuat konstan pada tipe shell and tube, dapat disimpulkan semakin besar laju aliran panas maka semakin besar temperatur yang dihasilkan yaitu dengan temperatur 47.7°C, hal ini juga mempengaruhi waktu pengambilan data, dengan efisiensi yang diperoleh sebesar 146% dan efektifitas = 0.50.
Pengaruh Temperatur terhadap Kekuatan Impak Material Baja ST37 dengan Metode Charpy dan Izod Jandri Fan; Sahat; Al Qadry; Eka Putra Dairi Boangmanalu; Angga Bahri Pratama
Jurnal INOVATOR Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v6i2.254

Abstract

Impact Test can be interpreted as a test that measures the ability of a material to accept impact loads which are measured by the amount of energy required to break the specimen with a swing. The aim of this test is to determine the effect of temperature on the value of energy absorbed by the material and the impact value. The method used in this research is the experimental method, namely the method used to find the effect of temperature on the impact strength of charpy and izod. The results of the charpy and izod impact tests on ST37 Steel specimens prove that there is an influence of temperature on the charpy and izod impact tests. Where the higher the temperature, the higher the energy absorbed and the impact price. Conversely, the lower the temperature, the energy absorbed and the impact price will be lower. In the test results, the lowest energy absorbed in the charpy impact test was 76 J and 22 J in the izod impact test, while the highest energy absorbed in the charpy impact test was 245 J and 114 J in the izod impact test. The lowest impact price in the test was 0.1727 J/mm2 for the charpy impact test and 0.037 J/mm2 for the izod impact test, while the highest impact price in the test was 0.5568 J/mm2 for the charpy impact test and 0.19 J/mm2 for izod impact testing.
Analisis Kekuatan Tarik Plat Baja ST37 Variasi Kuat Arus dengan Metode Shielded Metal Arc Welding Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Saragi, Jandri Fan HT; Pratama, Angga Bahri; Al Qadry
Jurnal INOVATOR Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v6i2.256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat mekanik material melalui pengujian tarik. Spesimen pengujian tarik yaitu dari plat st37, spesimen tersebut diuji berdasarkan variasi kuat arus dengan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Proses yang dilakukan dengan mempersiapkan specimen sesuai dengan standart ASTM-E8 dengan perbandingan arus listrik 35A, 45A, 55A, 65A, 75A, 85A dan Raw material. Berdasarkan hasil pengujian, variasi kuat arus 85A lebih dominan memiliki kekuatan pembebanan tertinggi dari pada kuat arus lainnya, specimen pengujian tarik dengan menggunakan SMAW 85 A memiliki pembebanan maksimum sebesar 21.561 N, tegangan maksimum yang diperoleh 94.57 Mpa, regangan maksimum 0.07 % dan modulus young sebesar 2.944.19 Mpa, akan tetapi jika dibandingkan dengan raw material, nilai dan sifat-sifat mekanisnya lebih baik daripada variasi kuat arus, hasil yang diperoleh pembebanan maksimum sebesar 23.463 N, tegangan maksimum 102.91 Mpa, regangan maksimum 0.07 % dan Modulus young 3.087.52 Mpa.
Analisis Efisiensi Turbin Pada STG-20 di PLTP XYZ Pratama, Angga Bahri; Saragi, Jandri Fan HT; Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Sahat, Sahat
Jurnal INOVATOR Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v7i1.304

Abstract

Panas bumi merupakan salah satu sumber daya terbarukan yang paling potensial untuk Indonesia. Cara pemanfatannya adalah dengan membuat sumur dengan kedalaman mencapai titik panas bumi, lalu panas bumi tersebut dialirkan melalui pipa-pipa untuk memutar turbin agar dapat membuat generator bergerak dan menghasilkan energi listrik. Efisiensi dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara daya keluaran (output) terhadap daya masukan (input) dalam suatu proses. Efisiensi merupakan persamaan yang penting dalam termodinamika untuk mengetahui seberapa baik konversi energi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi turbin di PLTP XYZ, kemudian dianalisis. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 8 Maret 2024 dari jam 08:00 – 12:00 WIB, dan data yang diambil atau yang dianalisis diambil berdasarkan beban generator dari yang tertinggi. Hasil dari analisis didapatkan efisiensi turbin paling besar yaitu 95,79% pada jam 10:00 WIB. Efisiensi terendah yang didapatkan terjadi pada jam 12:00 WIB, yaitu 86.92%. Efisiensi turbin yang tidak stabil dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan solusi untuk meningkatkan efisiensi juga bervariasi tergantung pada penyebabnya, seperti memantau kinerja turbin secara berkala, menyesuaikan aliran uap sesuai dengan beban, dan melakukan perawatan preventif secara berkala. Secara umum, kinerja turbin masih dalam kategori normal, karena efisiensi yang dihasilkan masih di atas 80%.
TECHNICAL PERFORMANCE AND EFFICIENCY ANALYSIS OF A 300 KG/H CORN SHELLING MACHINE USING EXPERIMENTAL METHOD Eka Boangmanalu; Jandri Fan HT Saragi; Angga Bahri Pratama
Bulletin of Engineering Science, Technology and Industry Vol. 4 No. 1 (2026): March
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study evaluates the technical performance and efficiency of a corn shelling machine with a capacity of 300 kg/h using an experimental method under field conditions. The research aims to determine machine performance in terms of working capacity, shelling efficiency, unshelled kernels, and total losses. Data were collected through three repeated experimental trials involving measurement of input-output weight and processing time. The results show that the machine operates at a stable capacity of 300 kg/h, consistent with its design specification. The average shelling efficiency reached 94.1%, indicating high separation performance. Unshelled kernels were recorded at 3.3%, while total losses were 2.6%, indicating low material waste. The machine demonstrates effective performance suitable for small to medium-scale corn processing. However, improvements in feeding uniformity and moisture control are recommended to enhance overall efficiency.
Evaluasi Kinerja Mesin Kiln Berdasarkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai Dasar Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) di PT XYZ Angga Bahri Pratama; Eka Putra Dairi Boangmanalu; Sahat Sahat; Jandri Fan HT Saragi
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 5 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v5i1.425

Abstract

The kiln machine demonstrates high operational effectiveness and infrequent breakdowns; however, this performance does not correlate linearly with the resulting product quality. The presence of yield losses—the discrepancy between actual specification-compliant output and total output—indicates production inefficiency, particularly regarding quality. This study aims to analyze the effectiveness of the kiln machine in activated carbon production at PT. XYZ uses the Overall Equipment Effectiveness (OEE) approach and proposes implementing Total Productive Maintenance (TPM) to minimize losses. The methodology involves measuring three primary OEE components: Availability Ratio, Performance Efficiency Ratio, and Rate of Quality Product. Analysis results reveal an average OEE value of 64.1%, which remains significantly below the Japan Institute of Plant Maintenance ideal standard of 85%. This suboptimal OEE value is primarily driven by a low Rate of Quality Product at 56.89% due to high yield losses. By implementing TPM, the company is expected to enhance kiln machine effectiveness through structured maintenance, autonomous operator maintenance, and comprehensive operational quality optimization, thereby improving overall manufacturing productivity.
Penerapan Mesin Screw Press Gambir pada Kelompok Maju Tani di Desa Boangmanalu Kecamatan Salak Kabupaten Pakpak Bharat Jandri Fan HT Saragi; Sahat; Suadi; Nelson Manurung; Sondang Beatrix Siahaan; Angga Bahri Pratama
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2770

Abstract

Pakpak Bharat Regency has great potential in gambier (Uncaria Gambir Roxb.) production, yet low productivity, substandard quality, and limited technology remain major challenges. This community engagement program aimed to improve production capacity and product quality through the implementation of a screw press machine and farmer skill enhancement. The method applied was Participatory Action Research (PAR) involving partners in planning, training, mentoring, and evaluation. Results showed a 15–20% production increase per 100 kg of leaves, reduced moisture content to ≤14%, and more uniform yellowish-brown product quality that meets market standards. Moreover, farmers’ knowledge and skills improved, leading to higher efficiency, increased income, and stronger business independence. This program has a significant impact on farmer empowerment and supports the sustainability of gambier enterprises in Pakpak Bharat.
Uji Kekuatan Tarik Komposit Epoksi Diperkuat Serat Daun Nanas (Ananas Comosus) Berdasarkan Variasi Fraksi Volume Serat Eka Putra Dairi Boangmanalu; Jandri Fan HT Saragi; Angga Bahri Pratama; Sahat Sahat; Positron Bangun
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi fraksi volume serat daun nanas (10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%) terhadap sifat tarik komposit berbasis resin epoksi. Serat daun nanas terlebih dahulu diberi perlakuan alkali menggunakan larutan NaOH 5% untuk meningkatkan kekasaran permukaan dan adhesi dengan matriks. Proses pembuatan spesimen dilakukan dengan metode hand lay-up, dan pengujian tarik mengacu pada standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan fraksi volume serat hingga 30% menghasilkan kekuatan tarik maksimum sebesar 49,3 MPa. Nilai modulus Young juga meningkat hingga fraksi tersebut, kemudian menurun pada komposisi serat yang lebih tinggi akibat terbentuknya void dan aglomerasi serat.
Analisis Daya Mesin Pada Mesin Pengupas Kopi Kering Kapasitas 360 Kg/jam Jandri Fan; Eka Putra Dairi Boangmanalu; Angga Bahri Pratama
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.526

Abstract

Pengolahan kopi kering (dry process) merupakan metode pascapanen yang banyak digunakan oleh kelompok tani karena lebih hemat biaya dan tidak memerlukan air dalam jumlah besar. Tahap pengupasan kulit tanduk (hulling) merupakan bagian paling kritis dalam keseluruhan proses karena menentukan mutu fisik green bean, rendemen, serta nilai jual. Namun, banyak kelompok tani masih menggunakan mesin huller berkapasitas rendah atau motor yang tidak sesuai kebutuhan daya aktual sehingga menyebabkan kerusakan biji, konsumsi energi berlebih, dan umur pakai mesin yang pendek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan daya pada rancang bangun mesin pengupas kopi kering kapasitas 360 kg/jam sebagai dasar pemilihan motor dan komponen transmisi yang tepat. Metodologi meliputi pengukuran karakteristik fisik biji kopi kering, perhitungan gaya gesek dan gaya tumbukan, perancangan transmisi sabuk–puli, serta analisis efisiensi mekanis untuk menentukan kebutuhan daya real. Hasil menunjukkan bahwa kebutuhan daya mesin hanya sekitar 1.1 kW setelah memperhitungkan efisiensi transmisi 82% dan faktor cadangan beban 1.4. Mesin mampu mencapai efisiensi pengupasan 93–96% dengan kadar biji pecah <8% pada putaran drum 800–900 rpm. Kapasitas 360 kg/jam dinilai ideal untuk kelompok tani karena meningkatkan kecepatan proses, mengurangi antrian pengolahan, serta menjaga mutu green bean. Berdasarkan hasil tersebut, motor bensin 1.5–2 HP dinilai paling sesuai dengan performa mekanis dan kondisi operasional lapangan. Penelitian ini memberikan dasar teknis yang kuat bagi pengembangan mesin huller berkapasitas menengah untuk kelompok tani di Indonesia.