Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

STUDI LITERATUR : UPAYA DAN STRATEGI MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Yuliana Sari; Yusron Abda'u Ansya; Ayu Alfianita; Pipi Anggreini Putri
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 8 No. 1: Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v8i1.53931

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami permasalahan-permasalahan yang muncul dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di kelas V Sekolah Dasar serta mengidentifikasi upaya dan strategi yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi literatur. Metode penelitian kualitatif studi literatur adalah salah satu jenis penelitian kualitatif yang menggunakan bahan pustaka atau literatur sebagai sumber data utama. Berdasarkan studi literatur, hasil penelitian kurangnya motivasi belajar siswa kelas V sekolah dasar pada mata pelajaran bahasa dan sastra indonesia disebabkan oleh beberapa faktor dan permasalahan antara lain: 1) guru dan siswa mengalami tantangan dalam pengembangan kegiatan menulis 2) kondisi media, sarana, prasarana, dan lingkungan pembelajaran dinilai kurang optimal 3) materi sering kali dijelaskan oleh guru tanpa memberikan solusi konkret, interaksi antara guru dan siswa bersifat satu arah, dan frekuensi pertanyaan dari siswa sangat minim 4) minat dan motivasi belajar siswa terhadap Bahasa Indonesia juga masih rendah, yang berpotensi menimbulkan masalah dalam proses pembelajaran 5) kurangnya pemanfaatan teknologi oleh guru untuk mendukung pembelajaran berbasis IT 6) pembelajaran Bahasa Indonesia dianggap kurang menyenangkan, dan hal ini dapat disebabkan oleh penyajian pelajaran yang kurang menarik 7) metode dan media pembelajaran yang tepat juga menjadi salah satu hambatan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, berikut solusi yang ditawarkan, antara lain: 1) menerapkan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan kreatif 2) Menerapkan pendekatan kontekstual 3) memberikan reward melalui bentuk pujian akan melatih anak untuk aktif belajar 4) membuat media pembelajaran lebih interaktif dengan mengadopsi teknologi informasi dan komunikasi 5) memberikan tugas dan proyek yang menantang dan berarti bagi siswa 6) mengembangkan keterampilan bahasa dan sastra Indonesia siswa secara holistik.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA KEMAMPUAN LITERASI BACA TULIS SISWA SEKOLAH DASAR Yusron Abda'u Ansya; Anggun Agia Ardhita; Filza Mulya Rahma; Kurnia Sari; Khairunnisa Khairunnisa
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 8 No. 3: Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v8i3.60183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi dan memahami faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi baca tulis siswa sekolah dasar di UPT SD Negeri 060809 Medan T.A 2023/2024 2) merumuskan solusi yang efektif guna meningkatkan kemampuan literasi numerasi di sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif studi kasus. Studi kasus atau case study merupakan penelitian menelusuri suatu fenomena (kasus) tertentu pada suatu waktu dan aktivitas, serta mengumpulkan informasi secara rinci dan mendalam dengan menggunakan berbagai metode pengumpulan data selama jangka waktu tertentu. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan beberapa faktor utama yang menyebabkan rendahnya kemampuan literasi baca tulis siswa sekolah dasar di UPT SD Negeri 060809 Medan pada T.A. 2023/2024. Faktor-faktor tersebut dapat dikategorikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi rendahnya kemampuan literasi baca-tulis siswa termasuk memberikan apresiasi kepada siswa, melakukan kegiatan rutin yang berkaitan dengan literasi, dan memberikan dukungan kepada guru.
ANALISIS NILAI KEDISIPLINAN SISWA DI UPT SD NEGERI 060796 MEDAN Tania Salsabilla; Yusron Abda’u Ansya; Yulisa Dewi Siregar; Sri Agustina; Andre Christian Munthe; Angelita Ronauli; Anggi Piramida Ginting
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 9 No. 1: Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v9i1.64239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kedisiplinan siswa di UPT SD Negeri 060796 Medan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kedisiplinan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kedisiplinan siswa berada pada angka 7, yang masih tergolong cukup rendah untuk tingkat sekolah dasar. Faktor internal yang memengaruhi kedisiplinan meliputi rasa malas, kebosanan, dan kurangnya motivasi, sementara faktor eksternal meliputi pengaruh lingkungan, pendekatan guru, serta kurangnya perhatian dari orang tua. Guru memiliki peran sentral dalam membentuk kedisiplinan siswa melalui pemberian teladan, motivasi, serta penerapan reward dan sanksi yang tegas namun tidak bersifat fisik. Tantangan yang dihadapi guru meliputi rendahnya minat belajar siswa, pengaruh teman sebaya, dan inkonsistensi perilaku siswa. Untuk meningkatkan kedisiplinan, pendekatan psikologis seperti komunikasi efektif antara guru dan siswa sangat diperlukan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kedisiplinan siswa dapat ditingkatkan melalui kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekolah dalam menciptakan budaya disiplin yang konsisten.
THE APPLICATION OF THE PROBLEM BASED LEARNING MODEL TO IMPROVE THE CRITICAL THINKING SKILLS OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTs Yusron Abda'u Ansya; Tania Salsabilla
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 9 No. 1: Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v9i1.64294

Abstract

The purpose of this study is to investigate how the Problem Based Learning paradigm can help primary school pupils develop their critical thinking abilities. Five class instructors and twenty fifth-grade students at SD Muhammadiyah 29 Sunggal Elementary School participated in interviews, observations, and documentation as part of the qualitative descriptive methodology utilised to collect data. As demonstrated by the research findings, the Problem Based Learning significantly improves students' critical thinking abilities and increases their level of active engagement, opinion courage, and enthusiasm for learning. Even if there are obstacles to its implementation, like instructors' ignorance and a lack of resources, this study suggests that teachers should receive training and support from parents and associated organisations. It is anticipated that this study will give participants in initiatives to raise the standard of education in Indonesia fresh perspectives.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMPELAJARI MATERI PENGOLAHAN DATA DI SEKOLAH DASAR Elwin Dermawan Samosir; Yusron Abda’u Ansya; Novi Fhitri Ade; Yulinar Naibaho; Rahmadani Rahmadani; Intanna Sitorus
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 9 No. 1: Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v9i1.64306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan yang dialami siswa sekolah dasar dalam mempelajari materi pengolahan data serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, baik dari sisi siswa maupun metode pembelajaran yang digunakan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa kesulitan siswa terutama disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap konsep dasar seperti mean, median, dan modus. Selain itu, metode pembelajaran konvensional, keterbatasan fasilitas belajar, dan rendahnya motivasi siswa turut memperburuk situasi. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran berbasis proyek, integrasi teknologi, dan pelatihan guru dapat meningkatkan pemahaman siswa. Interaksi sosial dalam diskusi kelompok serta umpan balik yang konstruktif dari guru juga memainkan peran penting. Berdasarkan temuan ini, pendekatan holistik yang mencakup pengembangan metode pengajaran, peningkatan fasilitas, dan pemberian dukungan motivasi diperlukan untuk membantu siswa mengatasi kesulitan belajar pengolahan data.
OPTIMIZING MATHEMATICS LEARNING IN FIFTH GRADES: THE CRITICAL ROLE OF EVALUATION IN IMPROVING STUDENT ACHIEVEMENT AND CHARACTER Yusron Abda'u Ansya; Ayu Alfianita; Hanna Putri Syahkira; Syahrial
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 5 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v5i3.1120

Abstract

The aim of this research is to describe the role of learning evaluation in fifth grade elementary school mathematics subjects. This research was conducted on Fifth-Grades students of UPT SD Negeri 060809 Medan Kota. The research method used in this research is descriptive qualitative. The subjects in this research are Fifth-Grades students and Fifth-Grades teachers and the objects in this research are the results of interviews and observations. Data collection techniques in this research are interviews with students and teachers, conducting classroom observations, analyzing supporting documents and literature studies. The data analysis technique used in this research is content analysis. The research results show that evaluation of mathematics learning in Fifth Grades of SD Negeri 060809 Medan Kota has an important role in measuring learning achievement, providing feedback, identifying weaknesses and strengths, and directing learning improvements. The evaluation instruments used include oral tests, assignments and portfolios. Apart from that, evaluation also aims to measure academic achievement and character, foster multicultural awareness, and encourage the application of values in real contexts. Furthermore, evaluation also plays a role in developing student learning competencies by measuring student progress, identifying their learning needs, and planning appropriate interventions. It also involves providing constructive feedback, developing metacognitive skills, and encouraging reflection and continuous improvement for students.
Culturally Responsive Teaching as a Strategy to Improve Students' Science Literacy in Higher Education Rozi, Fahrur; Yusnadi; Suyanti, Retno Dwi; Ansya, Yusron Abda'u
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 6 (2025): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i6.11268

Abstract

The problem in this research is the low level of science literacy among students caused by learning that is less responsive to cultural contexts. The objective of this research is to examine the application of culturally responsive teaching in improving science literacy among university students in higher education. The method used is a systematic literature review of 40 scientific articles published between 2019 and 2025, obtained from the Scopus and Google Scholar databases. Data analysis was conducted through the stages of planning, implementation, and reporting, referring to PRISMA guidelines, and identifying patterns, themes, and key findings from each article. The research results show that a culturally responsive learning approach, such as the integration of local cultural values, the use of socio-cultural contexts in learning, and the creation of inclusive relationships between lecturers and students, can enhance students' science literacy. Improvements occurred in critical thinking skills, contextual understanding of science concepts, and learning motivation. The conclusion of this study is that culturally responsive teaching significantly contributes to the enhancement of science literacy and has the potential to be an inclusive and transformative pedagogical strategy in higher education settings.
The Influence of the Problem-Based Learning Model Assisted by Electronic Student Worksheets on the Science Learning Outcomes Rozi, Fahrur; Anas, Nirwana; Sinaga, Eka Margareta; Ansya, Yusron Abda’u
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.12155

Abstract

The problem of this research is the low natural science learning outcomes of elementary school students caused by student-centered learning and the inadequate use of teaching materials. This study aims to determine the effect of the problem-based learning model assisted by electronic student worksheets based on liveworksheet on natural science learning outcomes. This study uses a quantitative approach with a nonequivalent control group design. The research sample consists of fifth-grade students from SD Muhammadiyah 29 Sunggal. Data was collected through pretest and posttest, and analyzed using normality test, homogeneity test, and hypothesis test through Independent Samples t-test. The results show that the average posttest score of the experimental class was 86.08, higher than the control class at 76.33. The t-test resulted in a significant value of p < 0.001 with a mean difference of -9.747 and a 95% confidence interval (-14.095 to -5.398), indicating a significant difference. Based on the data analysis results, it is stated that the problem-based learning model assisted by electronic student worksheets has an impact on improving the learning outcomes of 5th-grade elementary school students in science learning. These findings support the development of student-centered science education aligned with the Merdeka Curriculum
Keterampilan Guru Abad 21 dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Yusron Abda’u Ansya; Tania Salsabilla
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i2.4579

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keterampilan guru abad 21 dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis dokumen dari artikel-artikel terkini yang diindeks oleh SINTA, prosiding seminar nasional dan internasional, serta e-book. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan teknologi informasi dan komunikasi, pembelajaran berbasis proyek, pengembangan berpikir kritis dan kreatif, pengelolaan kelas, serta integrasi kurikulum multidisipliner menjadi kunci sukses dalam pembelajaran IPA. Keterampilan ini memungkinkan guru untuk mengajar secara efektif, memotivasi siswa, dan meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep IPA melalui pendekatan interaktif dan kolaboratif. Kesimpulannya, penguasaan keterampilan ini sangat penting bagi guru untuk menciptakan pembelajaran IPA yang adaptif, relevan, dan mendukung perkembangan siswa di era digital dan globalisasi.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MITIGASI BENCANA BERBASIS RENDERFOREST BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI DAERAH RAWAN BENCANA GUNUNG SINABUNG RELOKASI SIOSAR MEDAN Masri Perangin Angin, Laurensia; Halimatussakdiah; Lumbantobing, Panniance; Nabila, Mutiara; Aulia Aprianti, Cindy; Abda’u Ansya, Yusron
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.69065

Abstract

Abstract: The problems found at SDN 047175 Siosar, with a total of 35 teachers, indicate that the curriculum and teaching materials have not systematically integrated disaster mitigation content, teachers' ability to teach mitigation topics is still limited, and most teachers are not yet accustomed to using digital applications like Renderforest to create interactive learning media. This condition is further exacerbated by Siosar's disaster-prone geographical location and limited supporting infrastructure. To address these challenges, a disaster mitigation mentoring program was implemented, utilizing Renderforest as a digital medium for creating animations, videos, and educational presentations. The implementation method includes the preparation, execution, assessment, and evaluation stages. The results of the activity show a significant improvement in teachers' understanding, digital media utilization skills, and student engagement in disaster simulations and projects. In conclusion, this mentoring is effective in improving disaster literacy. The recommendations are directed toward sustainable mentoring and program replication in other disaster-prone schools.  Keyword: Reflects the contents of the article   Abstrak: Permasalahan yang ditemukan di SDN 047175 Siosar dengan jumlah 35 guru menunjukkan bahwa kurikulum dan bahan ajar belum mengintegrasikan secara sistematis materi mitigasi bencana, kemampuan guru dalam mengajarkan topik mitigasi masih terbatas, serta sebagian besar guru belum terbiasa menggunakan aplikasi digital seperti Renderforest untuk membuat media pembelajaran interaktif. Kondisi ini semakin diperburuk oleh letak geografis Siosar yang rawan bencana serta keterbatasan infrastruktur pendukung. Untuk menjawab tantangan tersebut, dilakukan program pendampingan mitigasi bencana dengan memanfaatkan Renderforest sebagai media digital untuk pembuatan animasi, video, dan presentasi edukatif. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, penilaian, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru, keterampilan pemanfaatan media digital, serta keterlibatan siswa dalam simulasi dan proyek kebencanaan. Kesimpulannya, pendampingan ini efektif meningkatkan literasi kebencanaan. Rekomendasi diarahkan pada pendampingan berkelanjutan dan replikasi program di sekolah rawan bencana lainnya. Kata Kunci: Disaster Mitigation, Renderforest, Elementary School Teachers, Siosar Relocation, Mount Sinabung