Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Tinjauan Ketepatan Pengkodean Diagnosa Hypertensive Heart Disease Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Setia Mitra Pada Tahun 2022 Gama Bagus Kuntoadi; Indah Kristina; Andriyani R Fahriati; Deannisa Bagus Rachmatika
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2023): EDU RMIK: JURNAL EDUKASI REKAM MEDIS INFORMASI KESEHATAN
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era jaminan kesehatan nasional di Indonesia, salah satu tolak ukur dalam sistem jaminan kesehatan nasional adalah kodifikasi diagnosis. Kodifikasi diagnosis harus tepat dan akurat sesuai dengan ICD 10, jika tidak benar/tidak tepat akan mempengaruhi data. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait kodifikasi diagnosis Penyakit Jantung Hipertensi pada berkas rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Setia Mitra. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara dan lembar checklist. Subyek penelitian ini adalah seluruh petugas rekam medis dan objek penelitian ini adalah seluruh berkas rekam medis pasien rawat jalan Penyakit Jantung Hipertensi pada bulan Oktober-Desember 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan standar prosedur operasional di Rumah Sakit Setia Mitra rekam medis sudah dilaksanakan dengan baik, namun masih terdapat kendala atau sistem input. Dalam data rumah sakit, kasus Penyakit Jantung Hipertensi pada pasien rawat jalan sebanyak 307 kasus. Pada data tersebut dilakukan review untuk mendapatkan gambaran tingkat akurasi penyakit jantung hipertensi, untuk akurasi kode penyakit jantung hipertensi dari sampel 307 diagnosis penyakit jantung hipertensi rawat jalan periode Oktober-Desember 2021, yaitu 161 (53,44%) dan ketidaktepatan 146 (47,55%). Dan akurasi kode untuk Penyakit Jantung Hipertensi Tanpa Gagal Jantung (Kongestif) adalah 113 (43,62%) dan Penyakit Jantung Hipertensi dengan Gagal Jantung (Kongestif) adalah 48 (100%).
Tinjauan Ketepatan Kode Diagnosis Gastroenteritis Acute Pasien Rawat Inap Rsup Dr. Sitanala Kota Tangerang Tahun 2021 Gama Bagus Kuntoadi; Indah Kristina; Andriyani R Fahriati; Nurhana D. Ashari
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2023): EDU RMIK: JURNAL EDUKASI REKAM MEDIS INFORMASI KESEHATAN
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian kode diagnosis pada rekam medis pasien mengacu pada aturan ICD-10 (International Statistical Classification of Disease and Related Health Problem). Seorang coder memiliki tanggung jawab terhadap keakuratan pengkodean, oleh karena itu kemampuan dan keterampilan tentang cara pengkodean diagnosis utama sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) di Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Sitanala Kota Tangerang. Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Sitanala memiliki 9 orang petugas rekam medis (koder), penelitian kualitatif deskriptif adalah metode yang dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana dan mengapa permasalahan yang ada di lapangan terjadi dengan metode wawancara dan observasi. Populasi penelitian ini adalah berkas rekam medis diagnosis gastroenteritis akut sebanyak 122 dan sampel sebanyak 94 sampel berdasarkan perhitungan berdasarkan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kode yang benar sebanyak 0 (0,00%), kode yang salah sebanyak 94 (100%). Belum semua SPO terkait penetapan kode diagnosis telah dilaksanakan. Penulisan diagnosis dokter menjadi kendala utama dalam melakukan proses kodefikasi. Penyebab ketidakakuratan kode diagnosis adalah kurangnya karakter keempat dalam kode.
ANALISIS KETEPATAN ISTILAH TERMINOLOGI MEDIS DALAM PENULISAN DIAGNOSIS SISTEM KARDIOVASKULAR DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA LEMDIKLAT POLRI Kuntoadi, Gama Bagus; Darmawan, Dea Natania; Christin, Rumondang; Maulina, Fresty Cahya
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminologi medis adalah ilmu yang mengkaji tentang istilah medis yang sering digunakan sebagai sarana komunikasi oleh tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis ketepatan istilah terminologi medis pada penulisan diagnosis sistem kardiovaskular di Rumah Sakit Bhayangkara Lemdiklat POLRI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif pada 98 sampel rekam medis kasus sistem kardiovaskular tahun 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random samping. Hasil penelitian menunjukan bahwa RS sudah memiliki SPO (Standar Prosedur Operasional) penulisan diagnosis dan penulisan singkatan, namun dalam SPO Penulisan Diagnosis belum dijelaskan secara detail bahwa penulisan diagnosis harusnya menggunakan istilah terminologi medis serta terdapat beberapa singkatan yang belum tercantum pada buku pedoman singkatan RS yang menjadi acuan utama SPO Penulisan Singkatan. Ketepatan penggunaan istilah terminologi medis dalam penulisan diagnosis adalah sebanyak 67 diagnosis (68%), sedangkan untuk ketidaktepatan penggunaan istilah terminologi medis adalah sebanyak 31 diagnosis (32%). Faktor penyebab ketidaktepatan penggunaan istilah terminologi medis berdasarkan sumber daya manusia adalah karena dokter masih menggunakan singkatan dan istilah Bahasa Indonesia saat menulis diagnosis yang tidak sesuai dengan ICD-10.
BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DM Kuntoadi, Gama Bagus; Lubis, Astri Yulia Sari; Oktavia, Liana Devi; Sendra, Eny
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Edisi 3 Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i2.940

Abstract

Abstract: The prevalence or incidence of Diabetes Mellitus (DM) continues to show a significant increase every year. Based on a survey conducted at Dr. M. Haulussy Hospital, data from the medical register in the last 5 years showed that the incidence of Diabetes mellitus DM has increased. The purpose of the study was to determine several factors associated with the incidence of DM. The research design used in this study was cross sectional. The research was conducted at Dr. M. Haulussy Hospital. The research was conducted in November 2023. The population in this study were all patients recorded in the medical register of Dr. M. Haulussy Hospital totaling 48 people. The research sample amounted to 48 people using total sampling. The research instrument used a research questionnaire. Data analysis was done univariate and bivariate. The results showed a relationship between the level of knowledge (p value: 0.005) and family support (p value: 0.000) on the incidence of DM. It is recommended for respondents and families to be able to increase knowledge about the importance of knowledge and family support for people with diabetes mellitus.Keywords: DM, Family Support, Knowledge.
ANALISIS KEPUASAN PASIEN BPJS DALAM PELAYANAN KESEHATAN Sutiswa, Shandra Isasi; Arniawan, Arniawan; Kuntoadi, Gama Bagus; Putra, Ryryn Suryaman Prana
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Edisi 3 Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i2.2863

Abstract

Abstract: Patient satisfaction is a customer response to fulfilling needs and expectations. The Rambah Samo I Puskesmas is one of the Puskesmas in Rokan Hulu Regency which has experienced a decrease in the number of patient visits utilizing services. The purpose of the study was to determine the relationship of several factors with patient satisfaction with primary health services. Quantitative research type with cross sectional design. The research was conducted in 2023 with a sample of 99 people. The research instrument used a research questionnaire. Data analysis was carried out univariate and bivariate. The results showed that there was a relationship between reliability (p value 0.043), responsiveness (p value 0.040, POR 2.751). It is recommended to the Puskesmas to be able to improve the quality of health services consisting of administrative officers, health worker services, and pharmacy services in order to provide friendly and attentive service to patients and provide clear information to patients.Keywords: Reliability, Patient, Health Center
Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Schizophrenia Berdasarkan ICD-10 di Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan Christin, Rumondang; Kuntoadi, Gama Bagus; Lestari, Puji
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas data dan informasi pelayanan kesehatan membutuhkan keakuratan dan kekonsistenan. Terkait tenaga rekam medis sebagai pemberi kode bertanggung jawab atas keakuratan kode dari suatu diagnosis yang telah ditetapkan oleh tenaga medis. Berdasarkan hasil observasi awal terdapat ketepatan kode pada diagnosis Schizophrenia sebesar 70 (94,6%) kode. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan pengkodean diagnosis Schizophrenia berdasarkan ICD-10 di RSU Kota Tangerang Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif dan crossectional. Populasi subjek dalam penelitian ini berjumlah 12 orang sedangkan populasi objek berjumlah 923 berkas rekam medis rawat jalan dengan diagnosis Schizophrenia. Sampel dalam penelitian 8 responden dan 90 berkas rekam medis rawat jalan diagnosis Skizophrenia pada bulan Oktober-Desember 2023. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah Systematic Random Sampling dengan menggunakan perhitungan interval. Instrumen penelitian ini menggunakan observasi dan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa RSU Kota Tangerang Selatan sudah memiliki SPO kodefikasi dengan persentase pelaksanaan 86% terlaksana dan belum dilakukan revisi serta sosialisasi kepada seluruh staff. Dari 90 DRM didapatkan ketepatan kode diagnosis Schizophrenia sebesar 49 (54,4%) tepat dan 41 (45,6%) kode tidak tepat, dan penentuan kode diagnosis tidak sesuai peraturan karena dilakukan oleh dokter. Terkait faktor penyebab berdasarkan SDM didapatkan 100% petugas koder berlatar belakang pendidikan D3/D4/S1 rekam medis dan informasi kesehatan, dengan pengalaman kerja 100% lebih dari 2 tahun, dan 62,5% petugas pernah mengikuti pelatihan koding.
Tinjauan Ketepatan Kode Diagnosis Penyakit Tuberkulosis Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD Kabupaten Tangerang Kristina, Indah; Kuntoadi, Gama Bagus; Putri, Dhiah Faza Aliya
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekam medis adalah dokumen yang berisikan data identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Salah satu kompetensi perekam medis adalah klasifikasi dan kodefikasi penyakit serta masalah-masalah yang berkaitan dengan tindakan kesehatan dan tindakan medis. Ketepatan kode adalah proses kesesuaian anatar diagnosis yang ditetapkan klinisi dengan kode diagnosis yang telah ditetapkan petugas koding berdasarkan ICD-10. Hasil kode diagnosis berpengaruh untuk pelaporan morbiditas dan dasar penghitungan biaya pelayanan Kesehatan di rumah sakit. Tuberkulosis merupakan penyakit menular disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan dan organ tubuh lain. Tuberkulosis di RSUD Kabupaten Tangerang menduduki peringkat 10 besar penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan kode penyakit tuberkulosis berdasarkan ICD-10 pada pasien rawat inap di RSUD Kabupaten Tangerang tahun 2023.Jenis Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang mengambil 109 sampel menggunakan teknik sampel purposif dengan cara observasi dan wawancara. Hasil Penelitian didapatkan dari 109 sampel diagnose tuberkulosis pasien rawat inap di RSUD Kabupaten Tangerang ditemukan kode yang tepat sebesar 55 (50,49%) dan sebesar 54 (49,64%) kode yang tidak tepat. faktor yang menyebabkan ketidaktepatan kode diagnosis adalah ketidaklengkapan pengisian diagnosis utama dan hasil penunjang pemeriksaan, kurangnya ketelitian petugas koding. Saran melakukan Analisa penulisan diagnose berikut hasil pemeriksaan penunjangnya, menetapkan kode diagnosis sesuai prosedur pengkodean diagnose mengacu ICD 10, melakukan audit coding sebagai evaluasi kegiatan coding klinis.
TINJAUAN KETEPATAN KODE PENYAKIT GIGI DAN MULUT PASIEN RAWAT JALAN DI UPTD. PUSKESMAS SERPONG I Kuntoadi, Gama Bagus; Nusaibah, Shoffy Najma
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketepatan dalam pemberian kode diagnosis penyakit gigi merupakan hasil yang sangat diutamakan sebagai dasar pembuatan laporan untuk berbagai keperluan. Pemberian kode diagnosis pada rekam medis pasien mengacu pada aturan ICD-10 (International Statistical Classification of Disease and Related Health Problem). Berdasarkan hasil observasi awal terdapat ketepatan kode pada diagnosis penyakit gigi dan mulut sebesar 45 (60,82%) kode. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan pengkodean diagnosis penyakit gigi dan mulut pasien rawat jalan berdasarkan ICD-10 di UPTD. Puskesmas Serpong I. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah 3 petugas koder dan 2841 berkas rekam medis gigi dan mulut pasien rawat jalan. Sampel dalam penelitian ini adalah 3 petugas koder dan 97 berkas rekam medis pada bulan Januari- desember 2023. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah Systematic Random Sampling dengan menggunakan perhitungan Interval. Instrumen penelitian ini menggunakan observasi dan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa belum memiliki Standar Prosedur Operasional kodefikasi. Dari 97 berkas rekam medis didapatkan kode yang tepat sebesar 64 (65.98%) dan kode yang tidak tepat sebesar 33 (34,02%). Faktor penyebab ketidaktepatan kode penyakit gigi dan mulut berdasarkan SDM didapatkan bahwa sebesar 66,7% koder bukan lulusan dari D3/D4/S1 rekam medis dan informasi kesehatan, sebesar 66,7% koder memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun. dan sebesar 66,7% koder pernah megikuti pelatihan kodefikasi. Saran agar UPTD. Puskesmas Serpong I membuat Standar Prosedur Operasional kodefikasi, serta memberikan pelatihan kepada koder terkait kodefikasi penyakit dan tindakan.
Pelaksanaan Retensi Dan Migrasi Data Dalam Upaya Mendukung Implementasi Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit Hermina Serpong Bagus Kuntoadi, Gama; Sucipto; Parid Firmansyah, Miftah; Lestari, Santi; Rusdiana, Ima
Abdi Dharma Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v5i2.3980

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI) Nomor 24 tahun 2022 tentang Rekam Medis menjelaskan bahwa semua rumah sakit di Indonesia harus memiliki Rekam Medis Elektronik (RME) dan teridentifikasi masih banyak rumah sakit di Indonesia yang tidak siap dalam penyelenggaraan RME. Umumnya tantangan-tantangan rumah sakit adalah kurangnya Sumber Daya Manusia serta besarnya jumlah rekam medis berbasis kertas yang masih harus dimigrasikan ke rekam medis berbasis elektronik. Retensi merupakan kegiatan pemisahan antara rekam medis aktif dan non aktif. Rekam medis aktif adalah rekam medis yang dibuat secara elektronik dari rekam medis berbasis kertas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada pihak Rumah Sakit Hermina Serpong dalam pelaksanaan retensi dan migrasi data rekam medis. Pelaksanaan retensi dan migrasi data dilakukan oleh staff instalasi rekam medis dan mahasiswa serta dosen STIKes Widya Dharma Husada khususnya prodi DIII RMIK dari tanggal 14 April hingga 9 Mei 2025. Kegiatan pengabdian ini berhasil meretensi dan memigrasikan data rekam medis sebanyak 15.000 rekam medis milik rumah sakit Hermina Serpong dari target 34.000 rekam medis. Rumah Sakit Hermina Serpong disarankan untuk melakukan kegiatan retensi dan migrasi data secara berkala. Selain itu, rumah sakit harus menyediakan ruang dan rak khusus untuk penyimpanan rekam medis inaktif yang belum dimigrasikan. Rumah sakit juga bisa bekerja sama dengan institusi pendidikan seperti Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan untuk membantu dan mendukung proses retensi dan migrasi data.
Screening Penyakit Tidak Menular (PTM) Dan Konseling Kesehatan Pada Civitas Academica STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Pratiwi, Rita Dwi; Andriati, Riris; Indah, Fenita Purnama Sari; Aulia, Gina; Ismaya, Nurwulan Adi; Ayuningtyas, Gita; Romlah, Siti Novy; Handoyo, Lukman; Listiana, Ida; Fitriani, Dewi; Hasanah, Uswatun; Veri, Veri; Kuntoadi, Gama Bagus; Sucipto, Sucipto; Sheli, Sheli; Alita, Dini Arum; Lestari, Puji; Ramdan, Raka Fahri; Hidayat, Asep
Pelita Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Pelita Masyarakat, September
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v6i1.11271

Abstract

This community service activity is conducted regularly every semester by lecturers involving 450 students from various study programs, collaborating with local health centers (Puskesmas) in South Tangerang. The purpose of the activity is to conduct health screenings to prevent and control Non-Communicable Diseases (NCDs) such as anemia, hypertension, diabetes mellitus, and obesity. The methods used include health education for students on NCD prevention and control, measurements of height, weight, upper arm circumference, blood pressure checks, random blood glucose tests, and a questionnaire on smoking habits. The results showed that 3 participants had a history of hypertension and 1 had diabetes mellitus. Additionally, 23 participants were identified as being at risk of chronic diseases. Follow-up actions included in-depth counseling and referral to the nearest Puskesmas. All participants were also found to be non-smokers. This activity aims to raise awareness about NCD prevention, followed by further health checks and sponsorship support in the future.