Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Studi Literatur: Analisis Pengaruh Model Problem-Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran IPS Kansa Aura Putri; Mira Amelia Amri; Adi Putra
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3622

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, berpikir kritis ialah salah satu keterampilan utama yang dikuasai dalam bidang pendidikan. Tujuan artikel ini adalah menganalisis dampak model Problem-Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam konteks pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap 10 artikel ilmiah yang diterbitkan antara 2020 dan 2025. Fokus penelitian ini adalah pada proses PBL yang mengintegrasikan teknologi digital dengan materi IPS yang kompleks. Temuan analisis menunjukkan bahwa pendekatan PBL efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa, terutama dalam menangani isu-isu kontekstual dan menganalisis masalah dunia nyata. Oleh karena itu, PBL merupakan paradigma pengajaran yang efektif dan fleksibel yang dapat diterapkan dalam kelas IPS di sekolah dasar. Model ini bahkan kebih efektif ketika dipadukan dengan teknologi digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan menarik.
Peningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar melalui Model Pembelajaran Inkuiri pada Pembelajaran PPKn Regghina Nasywa Raihan; Mira Amelia Amri; Adi Putra
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3698

Abstract

Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan utama abad ke-21 yang penting ditumbuhkan sejak jenjang SD. Mata pelajaran PPKn memiliki potensi besar untuk mengembangkan kemampuan tersebut karena menekankan aspek demokrasi, keberagaman, serta proses pengambilan keputusan. Artikel ini bertujuan mengkaji secara teoritis bagaimana penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam konteks pembelajaran PPKn di SD. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka. Hasil telaah menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis inkuiri mampu mendorong siswa terlibat aktif dalam kegiatan bertanya, mengeksplorasi permasalahan, dan menarik kesimpulan yang rasional. Oleh karena itu, penerapan model inkuiri dalam PPKn dinilai lebih efektif apabila disajikan secara kontekstual, interaktif, serta berlandaskan permasalahan nyata yang relevan dengan kehidupan peserta didik.
Pengaruh Buku cerita bergambar terhadap Kemampuan Membaca Anak SD Maria Maria; Mira Amelia Amri; Adi Putra
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3699

Abstract

Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan mendasar yang perlu dikuasai siswa di abad ke-21, dan dapat dikembangkan melalui pemanfaatan media seperti buku cerita bergambar.Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah pengaruh penggunaan buku cerita bergambar terhadap keterampilan membaca siswa Sekolah Dasar. Metode yang digunakan berupa studi literatur dengan merujuk pada beragam sumber sekunder yang relevan. Proses analisis turut diperkuat dengan data pre-test dan post-test dari dua kelompok eksperimen.Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca, dibuktikan dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 < 0,05. Demikian pula, kelompok yang memanfaatkan buku komik menunjukkan hasil sebanding dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 < 0,05, yang menegaskan bahwa kedua media sama-sama berdampak positif terhadap keterampilan membaca siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa baik buku cerita bergambar maupun buku komik memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa SD.
Meningkatkan Hasil Belajar IPS melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament Berbantuan Media Baamboozle Arizkia Dwi Kamila; Mahmud Yunus; MIra Amelia Amri
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2041

Abstract

This study was motivated by the low social studies achievement of fourth-grade elementary school students. The study aimed to improve student achievement through the implementation of the Teams Games Tournament learning model supported by the Baamboozle platform. This study employed the Classroom Action Research (CAR) method, conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. Data collection techniques were conducted through tests, observations, and documentation. The results indicate that the implementation of the Teams Games Tournament learning model supported by the Baamboozle platform can improve student learning outcomes. This is evidenced by an increase in student learning achievement from 71% in Cycle I to 84% in Cycle II. In addition, student activity during the learning process also increased, with students becoming more active, enthusiastic, and cooperative in discussions and tournaments. Thus, the Teams Games Tournament learning model supported by Baamboozle is effective in improving elementary school students’ social studies learning outcomes.
Mathematical Understanding in Problem Solving as Viewed through the Lens of Mathematics Anxiety among Elementary School Students Siti Choiriah; Mira Amelia Amri; M Yunus
Media Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2025): J-MPM
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FSTT, Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v13i2.18296

Abstract

This study aims to examine students’ mathematical understanding in solving mathematical problems viewed from their levels of mathematical anxiety. The research employed a qualitative descriptive approach and was conducted at MI Attaqwa 26 Bekasi with 33 fifth-grade (VA) students as research subjects. The instruments used in this study consisted of a mathematical anxiety questionnaire to categorize students’ anxiety levels, a geometry problem-solving test to assess students’ mathematical understanding, and semi-structured interviews to explore students’ reasoning processes in depth. Data were collected through questionnaires, written tests, and interviews, and were analyzed using qualitative data analysis techniques, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that students with high mathematical anxiety were still able to demonstrate good mathematical understanding, as they could correctly interpret mathematical concepts and symbols, connect mathematical concepts to construct meaningful knowledge, explain mathematical ideas in their own words, apply concepts to new problem situations, and draw conclusions as well as generalize mathematical principles to solve various types of geometry problems. These findings suggest that high mathematical anxiety does not necessarily impede students’ mathematical understanding in problem-solving activities.
Analisis Karakteristik Perilaku Belajar (Learning Behavior) Siswa Sekolah Dasar Pada Era Generasi Alpha Shifaa Qurratu Aini; Mohamad Syarif Sumantri; Mira Amelia Amri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5060

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang karakteristik perilaku belajar (learning behavior) siswa sekolah dasar pada era Generasi Alpha, yaitu generasi yang lahir setelah tahun 2010 dan sangat dekat dengan perkembangan teknologi digital. Generasi Alpha tumbuh dan berkembang dengan berbagai perangkat digital yang mempengaruhi pola pikir, gaya belajar, serta cara mereka berinteraksi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik perilaku belajar (learning behavior) siswa, khususnya dalam aspek minat belajar, konsentrasi, keaktifan, respons, serta penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui penyebaran angket kepada dua orang guru sekolah dasar serta data sekunder melalui studi literatur terhadap jurnal ilmiah, buku, dan artikel penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki minat belajar yang cukup tinggi terutama pada pembelajaran yang menggunakan media visual dan bersifat interaktif. Namun, tingkat konsentrasi siswa masih terbatas dengan rentang fokus optimal sekitar 15-20 menit dan kemampuan mempertahankan perhatian hingga 20-30 menit. Selain itu, siswa cenderung lebih aktif dalam kegiatan yang melibatkan interaksi langsung dan penggunaan teknologi digital, yang berperan dalam meningkatkan pemahaman dan ketertarikan belajar. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa diperlukan strategi pembelajaran yang interaktif, variatif, dan berbasis teknologi agar dapat meningkatkan konsentrasi serta mengoptimalkan potensi belajar siswa Generasi Alpha.