Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : ABDIMAS KAUNIAH

PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL UNTUK MENINGKATKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PERAIRAN KOTA MAKASSAR Asbar, Asbar; Ihsan, Ihsan
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v1i1.110

Abstract

Community groups in Untia Village, Biringkanaiya Subdistrict, Makassar City are mostly fishermen whose targets are small pelagic fish such as kites, bloating, lemuru, selar and fishermen still tradisonla. This research aims to map small pelagic fishing grounds in the waters of Makassar City, while its use is as a fisherman information material to increase catches. The data collected is primarily and secondary data, which is analyzed using geographic information systems. The results of the analysis and discussion conducted showed that the prediction map of the potential fishing area of small pelagic fishing in the waters of Makassar City tends to move around and not permanent every time, in the western season is around Langkai and Lanjukkang to the southwest. Conventional methods or habits of experience carried out by his ancestors so that the development is slow and very fanatical with experience obtained for generations must be changed.
PKM KELOMPOK PENGELOLA SUMBERDAYA ALAM PESISIR KOTA PAREPARE Hamsiah, Hamsiah; Asbar, Asbar; Danial, Danial; Asmidar, Asmidar
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v1i1.131

Abstract

The impacts that occur due to the loss of mangrove forests are very wide, both biological (impact on ecosystems), economic and physical impacts that have a direct impact on the condition of coastal land. This science and technology for the community aims to provide knowledge to each coastal natural resources management group (PSDA) of Parepare City, through a training process on coastal community-based mangrove ecosystem management. This service was carried out from March to July 2018 in the coastal area of Parepare City, precisely in Bumi Harapan Village and Wattang Bacukiki Village. The approach method offered to support IbM activities is counseling accompanied by mangrove planting with a participatory method where partners are directly involved, starting from preparation to the end of the activity. The result in the form of ibm program activities is training. Within the framework of mangrove forest management and preservation, there are two main concepts that can be applied, namely the concept of mangrove forest protection and mangrove forest rehabilitation. The stage of training activities carried out in community-based mangrove ecosystem management in Parepare City is to follow standards by providing modules for mangrove ecosystem management materials. The process of training participants is made in the systematics of the material divided by the topic of the material. The type of output that will be produced based on the activity plan in the research skim proposal of this IbM program is a scientific publication.
PKM PELATIHAN BUDIDAYA RAJUNGAN SISTEM KARAMBA JARING DASAR BAGI MASYARAKAT NELAYAN DI KELURAHAN BAWASALO KECAMATAN SEGERI KABUPATEN PANGKEP PROVINSI SULAWESI SELATAN Saenong, Muhammad; Ihsan, Ihsan; Tamsil, Andi; Asbar, Asbar; Jamal, Muhammad
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v2i1.345

Abstract

Kabupaten Pangkep memiliki potensi melimpah, diantaranya rajungan. Sesuai permasalahan teridentifikasi maka PKM ini bertujuan melakukan budidaya rajungan sistem karamba jaring dasar. PKM dilaksanakan 2 tahapan utama, a) melakukan pelatihan kelompok nelayan mitra, dan b) melaksanakan pendampingan kelompok nelayan mitra. Setelah melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), beberapa hal menjadi temuan dalam observasi yakni pengetahuan dan keterampilan masih rendah, pekerjaan didominasi sebagai nelayan penangkapan rajungan dan sangat bergantung pada sumberdaya perikanan dan kelautan, dan tingkat literasi yang rendah. Dengan demikian kami dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia khususnya prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan melaksanakan rangkaian PKM berupa pelatihan budidaya rajungan sistem karamba jaring dasar dan peningkatan kewirausahaan dan keuangan. Diharapkan yang dilakukan, menjadi bagian dari pemecahan masalah ekonomi dan sosialkemasayarakatan di wilayah pesisir. Potensi dari luaran PKM, secara praktis, bertambahnya kelompok masyarakat sebagai pelaku usaha budidaya karamba jaring dasar yang baik dalam meningkatkan tarap hidup dan kesejahteraan.
PKM KELOMPOK PENGELOLA SAMPAH ORGANIK DI PESISIR KECAMATAN SANROBONE KABUPATEN TAKALAR Asbar, Asbar; Abdullah, Abdullah; Ilmiah, Ilmiah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v3i2.569

Abstract

Kawasan pesisir Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar memiliki sumberdaya yang cukup besar untuk pegembangan wisata pantai. Akan tetapi, wilayah pesisir Sanrobone dan sekitarnya ditemukan berbagai macam sampah laut yang tersebar di sepanjang bibir pantai seperti berbagai sampah organik dan sampah anorganik serta pengolahan sampah tersebut masih kurang di wilayah tersebut. Tujuan PKM ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak jenis sampah laut dan bagaimana cara pengolahan sampah tersebut menjadi pupuk kompos dengan mellalui metode pelatihan membuat pupuk kompos. Metode kegiatan PkM ini adalah penyuluhan yang disertai dengan pelatihan merancang bahan-bahan pupuk kompos yang berasal dari sampah-sampak organik dari laut, serta metode partisipatif dimana mitra yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan mulai dari persiapan sampai terlaksananya kegiatan. Hasil yang telah dicapai adalah kelompok sudah mampu menjaga kelestarian lingkungan pesisir dengan menerapkan perilaku ramah lingkungan dan meminimalkan sampah yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Masyarakat sudah memanfaatkan sampah organic menjadi pupuk kompos. Kompos adalah pupuk organik yang dibuat dari hasil fermentasi bahan organik, seperti bahan hijau, bahan kering tanaman, dan sisa makanan.