Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analysis of Socio-Cultural and Religious Resilience in Sumbawa Regency Jazadi, Iwan; Iskandar, Syaifuddin; Zuhri, Lahmuddin; Ardiyansyah; Haris, Andi; Arisanti, Ivon
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Vol. 33 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the socio-cultural and religious resilience index in Sumbawa Regency through social, cultural, and religious life indicators, as well as to determine the role of key stakeholders in facilitating the realization of this resilience. The design is a mixture of quantitative and qualitative research. Quantitative research includes data collection through a public perception questionnaire about the resilience indicators. Qualitative research includes the use of documentation, informal interviews and observations to explore the roles of key stakeholders in facilitating the realization of resilience in the regency. The study results show that the social, cultural, and religious resilience index in Sumbawa Regency recorded a score of 80.1 (high), indicating good and controlled conditions. The two dimensions with a very high category are religious tolerance (84.1) and equality in religion (83.1), while the others are in the high category, namely the social dimension (76.1), culture (78.5), and cooperation between religious communities (78.6). They indicate that all dimensions of resilience have room to improve to achieve optimal scores. The key stakeholders are vital in realizing socio-cultural and religious resilience in Sumbawa Regency. The collaboration and involvement of various group representatives in implementing activities contribute to realizing resilience in a pluralistic society in Sumbawa Regency.
PELESTARIAN NASKAH KUNO SEBAGAI IDENTITAS KEBUDAYAAN DAN KEKAYAAN KHASANAH INTELEKTUAL DAERAH SUMBAWA Haris, Andi; Yamin, Ahmad; Andriani, Nining
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naskah kuno merupakan warisan dari nenek moyang masyarakat dan tanah Sumbawa yang di dalamnya mencerminkan perilaku dan kepribadian budaya bangsa yang luhur. Namun keberadaan naskah kuno menjadi tantangan tersendiri yakni masyarakat belum memahami nilai historis dan budaya dari naskah kuno; naskah sering dianggap sebagai benda usang tanpa nilai praktis; belum banyak naskah yang didokumentasikan secara sistematis atau didigitalisasi; resiko kehilangan informasi budaya yang tak tergantikan; bahkan beberapa naskah hilang karena dijual atau dibawa keluar daerah; di samping minimnya program pemerintah daerah atau lembaga budaya untuk konservasi naskah; dan keterbatasan dana dan tenaga ahli dalam bidang filologi dan konservasi. Adapun tujuan dari Focus Group Discussion (FGD) adalah menjaga keberadaan naskah sebagai bukti sejarah, sastra, dan nilai-nilai lokal Sumbawa; serta menguatkan identitas dan jati diri daerah. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) untuk menjaring gagasan, identifikasi dan inventarisasi keberadaan naskah kuno dalam beberapa sesi kegiatan. Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) menunjukan bahwa (1) sebagian besar kecamatan memiliki naskah kuno yang tersimpan di rumah-rumah, masjid tua, dan koleksi pribadi, (2) banyak naskah mengalami kerusakan fisik akibat kelembaban, rayap, dan kurangnya perawatan, (3) belum ada sistem pendataan terpadu antar kecamatan, (4) minimnya anggaran dan tenaga ahli konservasi, (5) rendahnya kesadaran masyarakat terhadap nilai naskah kuno untuk digitalisasikan, (6) belum adanya regulasi lokal yang melindungi naskah kuno sebagai cagar budaya. Sehingga melahirkan beberapa usulan strategis dalam memberikan solusi pelestarian naskah kuno di kabupaten sumbawa adalah (1) digitalisasi dan transliterasi naskah kuno secara bertahap, (2) pembuatan museum mini atau ruang pameran naskah di tiap kecamatan, dan (3) integrasi naskah kuno dalam kurikulum muatan lokal sekolah.
Keterampilan Guru Abad 21 Dalam Mengurangi Learning Loss Pada Peserta Didik (Kajian Fenomenalogis Di SMA Kabupaten Sumbawa) Haris, Andi; Sentaya, I Made; Sulindra, I Gusti Made
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i1.2756

Abstract

The importance of 21st century teacher skills that must be possessed to minimize learning loss in certain situations (learning loss) becomes a foothold that must be studied, reviewed by all practitioners, lecturers, teachers, and educational institutions. This learning loss phenomenon has become a serious problem for students in the midst of Covid-19 and coupled with the limited internet access in the mountainous region of the southern part of Sumbawa. In addition, the skills of 21st century teachers are the main capital in utilizing information and communication technology. Based on qualitative research with a phenomenological approach that uses Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) analysis shows that (1) 21st century communication skills possessed by educators and students show that understanding the role of multimedia in accessing, managing materials, videos, assignments, attendance, and simulating using various platforms (google meet, google classroom, whatsapps, and email) in blended learning is quite good, (2) the ability to create information in various forms and media; create communication (oral, written and in the form of multimedia); and transfer learning from one domain to another; sharing and communicating digital information is a major detail of information and media literacy skills; communication skills; and self-direction skills possessed by 21st century educators.